NovelToon NovelToon
Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:181.9k
Nilai: 5
Nama Author: heila

Nasib menjadi seorang istri sekaligus seorang Ibu yang tidak pernah dianggap oleh keluarga suami.

Hana adalah seorang istri yang baik juga setia. Serta iya juga menjadi menantu yang baik dan sabar. Namun, kebaikan dan kesetiaan seorang Hana telah disia-siakan oleh suami dan keluarga suaminya.

Tak hanya itu, suami Hana malah mengkhianati pernikahannya. Suami Hana berselingkuh dengan perempuan lain. Bahkan, mertua Hana sendiri juga mendukung perselingkuhan suami Hana. Dan bahkan Iya tak segan-segan membawa selingkuhannya ke rumah dan disambut dengan baik oleh Ibu mertua Hana.

Hana bagai pembantu di rumah itu. Dan selingkuhan suaminya bagaikan seorang ratu bagi mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rendra

"Sindi, kamu sudah siapkan semua keperluan untuk meeting hari ini?" Tanyaku kepada sekretaris ku.

"Sudah pak.. semuanya sudah siap!" Ujar Sindi.

Aku dan Sindi pun berangkat ke hotel untuk melakukan meeting. Dan meeting itu pun dihadiri oleh beberapa orang-orang penting dari perusahaan besar.

.

.

Aku dan Sindi telah tiba di sebuah hotel. Lumayan bagus hotelnya. Aku pun langsung memerintahkan menuju ke parkiran mobil. Aku dan Sindi langsung turun dari mobil. Aku dan Sindi langsung menuju ke ruangan yang telah ditentukan.

Tidak sengaja Aku melihat mantan istriku sedang bersama orang-orang besar. Entah mulutku tidak bisa berkata apa-apa ketika melihatnya kembali.

Hana.. kenapa sekarang dia kelihatan lebih cantik ya, semenjak perceraian itu Aku tidak pernah bertemu dengannya. Semenjak kami berpisah, dia seperti ditelan bumi. Tapi setelah Aku bertemu kembali dengannya, Dia terlihat lebih cantik dari kemaren. Hana yang sekarang seperti Hana yang dulu seperti pertama bertemu.

"Pak.." Panggil Sindi sekertaris ku, yang tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

"Eh iya..?" Ucapku.

"Bapak sedang liatin Ibu Hana ya? Kenapa pak? Ibu Hana tambah cantik kan?" Ujar Sindi.

"Ah, biasa saja.. Sama aja kayak dulu.. ga ada perubahan." Ucapku mengelak karena gengsi untuk mengakuinya.

"Masak sih pak, malah kalau menurut saya Ibu Hana jauh lebih cantik dari sebelumnya. Pasti pak Rendra menyesal ya karena telah menyia-nyiakan Ibu Hana?" Ucap Sindi lagi.

"Menyesal? Buat apa saya menyesal.. yang ada saya malah senang karena sudah berpisah darinya. Malah sekarang, saya dapat penggantinya yang lebih dari Hana." Ucapku lagi agar Sindi tidak lagi meledek ku.

"Maksud bapak Almira?" Sindi malah bertanya.

"Ya, iyalah.. siapa lagi kalau bukan Almira.. Dia jauh lebih cantik dan lebih seksi dibanding Hana." Ucapku lagi.

"Oh.. begitu pak.. Maaf ya pak, kalau saya lancang.. Kalau menurut saya.. Hana itu jauh lebih baik di atas Almira, udah cantik, penyayang, baik hati, berprestasi, kaya lagi." Kata sekertaris ku. Aku mendengar kata-kata dari Sindi bahwa Hana itu kaya membuatku tidak dapat menahan tawaku.

"Apa? Kaya? Hahaha.. kamu itu ngaco ya Sindi? Dia itu bukan kaya.. tapi biasa.. masih jauh lebih kaya bos kamu ini. . Hana mah apa? Ga ada apa-apanya.." Ucapku sambil ga bisa menahan tawa. Terlihat Sindi menggelengkan kepala seakan Iya tidak percaya dengan ucapan Aku.

"Bapak belum tau ya.. kalau sebenarnya Hana itu kaya raya? Bahkan kekayaan Hana sekarang sudah jauh di atas bapak.. dan lagi, Hana itu memang keturunan konglomerat pak.. papanya aja adalah pemilik perusahaan terbesar di Indonesia, bahkan di seluruh asia. Dan cabangnya pun sudah ada di mana-mana bahkan di luar negeri juga." Ujar Sindi serius. Aku semakin geli mendengar hal ini. Entah apa yang ada dalam pikiran sekertaris Aku saat ini. Apakah dia sedang bermimpi?

"Hahaha.. kamu makin kesini makin ngaco saja Sindi.." Ucapku.

" Ya, udah kalau bapak ga percaya dengan saya.. tapi jangan sampai nyesel loh pak.." Ujarnya.

.

.

Dalam acara meeting, Aku tidak tau apa yang sedang dibicarakan tadi. Entah mengapa mataku selalu tertuju kepada Hana. Seolah-olah Aku merasa terhipnotis dengan wajah dan body Hana yang sekarang.

.

.

Selesai acara meeting, secara tidak sengaja Aku berpapasan dengan Hana. Aku dan Hana pun saling menatap. Aku pun teringat dengan ucapan Sindi yang mengatakan kalau Hana itu adalah orang kaya, dan memang keturunan konglomerat. Tapi kenapa kerja masih ikut orang? Dan masih mau-mau saja menjadi pesuruh orang. Berati Hana masih miskin dong. Dengan iseng, Aku menyapa Hana.

"Apa kabar mantan istriku?" Ucapku ketika tak sengaja berpapasan dengan Hana.

"Baik!" Jawab Hana biasa saja.

"Ternyata, dari dulu kamu masih gini-gini aja ya? Ga ada perubahan." Ucapku

"Maksudnya?" Tanya Hana tidak mengerti sembari mengernyitkan dahi.

"Ya, kamu kerja masih ikut orang.. Masih mau-mau aja jadi pesuruh orang. Dasar ga punya pendirian!" Kataku berniat untuk mengejek Hana.

"Lalu, urusannya sama kamu apa?" Tanya Hana.

"Ya, Aku cuma mau ngingetin aja sih.. biar kamu ada kemajuan dikit. Buat usaha sendiri dong.. kayak Aku, sudah punya perusahaan sendiri.. biar hidup kamu ga gini-gini aja.. kerja kok mau jadi pesuruh orang. Dulu waktu kamu jadi istri Aku.. kamu kan enak ga kerja.. jadi ratu." Ucapku pada Hana, agar dia sadar bahwa Aku adalah suami terbaik. Dan ingin membuat Hana menyesal karena telah berani menggugat ku dulu. Tapi, ini malah sebaliknya. Aku tidak melihat penyesalan di wajah Hana. Yang Aku lihat, Hana malah menertawakan Aku.

"Hahaha.. ratu kamu bilang? Selama ini kamu itu tidur atau bagaimana sih? Kamu ga sadar dengan apa yang sudah kamu dan Ibumu lakukan sama Aku..? Rendra, Rendra. Ternyata dari dulu kamu ga pernah sadar ya.. asal kamu tau aja.. lebih baik Aku begini aja, dari pada Aku harus bersama kamu! Yang ada kalau sama kamu, bikin stres dan tekanan batin. Lagian kalau kerja ikut orang itu kenapa? Masalah buat kamu?" Jawabnya. Dan Hana pun langsung pergi dari hadapan Ku. Entah, kata-kata Hana membuat Aku tidak dapat menjawab. Tapi, kenyataannya memang benar sih apa yang diucapkan oleh Hana. Dan Hana pun langsung pergi dari Hadapan Aku. Aku hanya memandangi Hana dari belakang.

"Kenapa pak? Bapak malu ya?" Ucap Sindi tiba-tiba.

"Hah, malu? Apa yang harus dibikin malu.. lagian bagaimana pun tetap Aku yang kaya.. bukan Hana. ngapain Aku malu sama dia?" Kataku. Sebenarnya Aku malu ketika Hana mengatakan hal ini kepadaku. Hanya saja Aku mengelak dari Sindi agar Aku tidak malu untuk kedua kalinya.

Aku dan Sindi pun langsung menuju parkiran. Rencana kami ingin langsung kembali ke kantor. Secara tidak sengaja, Aku melihat Hana sedang berbicara dengan seorang laki-laki. Mereka terlihat akrab sekali.

"Siapa laki-laki itu?" Pikirku. Dan Aku juga memperhatikan mereka dari jauh. Ternyata laki-laki itu mengantar Hana.

Aku pun mengikuti mereka dari belakang. Dan ternyata memang benar, bahwa laki-laki itu mengantar Hana untuk pulang.

"Dasar perempuan murahan. " Seruku. Aku tidak dapat terima kalau Hana menemukan laki-laki yang lebih dari Aku.

.

.

Aku menyetop perjalanan laki-laki yang mengantar Hana barusan. Aku memberikan peringatan kepadanya agar tidak mendekati Hana lagi.

"Stop! Turun kamu!" Seruku padanya.

"Ada apa? Kenapa kamu mencegat saya? Siapa kamu?" Tanya laki-laki itu.

"Saya mantan suami Hana!" Jawabku.

"Ada perlu apa dengan saya?" Tanya laki-laki itu.

"Ada hubungan apa kamu dengan Hana?" Tanyaku kepadanya lagi.

"Oh.. saya cuma mau mengantar dia pulang.. ga ada yang lain." Jawabnya.

"Ini untuk pertama dan terakhir. Jangan coba-coba untuk anterin Hana lagi. Apa lagi mencoba dekati dia.. Jangan harap! Camkan itu!" Kataku memberi peringatan.

"Oh.. Aku ga ada niat apa-apa.. Lagian kamu siapa? Cuma mantan suami doang kan?" Jawabnya.

"Saya memang mantan suaminya.. tapi saya masih ada hak terhadapnya.. sedangkan kamu bukan siapa-siapa kamu ada hak atas dia.. Paham!" Seruku pada laki-laki itu.

"Hahaha.. setau saya yang namanya mantan suami itu sudah ga ada hak lagi atas istrinya.. tapi kalau tanggung jawab sama anak itu baru wajib. Dasar orang aneh!" Ucapnya kepadaku.

"Kurang ajar! Berani kamu sama saya hah? Kamu ga tau siapa saya?" Kataku dengan nada tegas.

"Saya ga perlu tau siapa kamu. Karena kamu ga penting bagi saya." Ucap laki-laki itu dengan santainya. Aku tidak dapat menahan kekesalanku. Dan Aku pun tiba-tiba saja melayangkan sebuah pukulan ke wajah laki-laki itu. Tapi sayangnya Iya lebih cepat dari Aku. Laki-laki itu menangkis tanganku. Kemudian, iya pun mencengkram tanganku dan menekannya. Hingga Aku merasa kesakitan.

"Argh.. sakit..." Rintihanku. Soalnya laki-laki itu malah semakin menekan tanganku.

"Argh.. lepasin anj****.." Seruku lagi.

"Cuma segitu kemampuan kamu? Mau sok jagoan lagi?" Ejek laki-laki itu.

"Ok-ok Aku menyerah.. tapi lepaskan tanganku sakit!" Ucapku sambil menahan sakit. Ia pun langsung melepaskan cengkraman nya.

Akhirnya Iya melepaskan cengkraman nya. Dan lagi-lagi iya mengejekku sambil menertawakan Aku.

.

.

Sesampainya di rumah, Aku langsung mengadu kepada mama. Aku sengaja memoles wajahku agar terlihat lebam dan seperti orang yang benar-benar kesakitan.

"Rendra, kamu kenapa sayang? Kenapa kamu lebam seperti ini?" Tanya mama. Aku sengaja membuat cerita palsu kepada mama. Dan mama terlihat sangat kesal. Mama menanyakan ciri-ciri orang itu.

Aku pun menceritakan ciri-ciri laki-laki tersebut dengan detail. Sepertinya mama mengenali laki-laki itu. Dan mama pun langsung mengajak Aku entah kemana.

"Kurang ajar! Sekarang kamu ikut mama.." Ucapnya sembari menarik tanganku.

"Ikut aja! Benar-benar kurang ajar itu orang.. berani-beraninya dia membuat anakku seperti ini." Ujar mama.

1
Nani Te'ne
suka
Sapna Anah
kantor besar shi keamanannya minim msa Almira bisa msuk begitu aja s Hana goblok lgi orang tegas dari mna x d tabok ko ga mau balas CEO nya oon
Sapna Anah
visualnya Thor baru toko /pemainya doang
yuyunn 2706
ajaib nasib pernikahannya digantung suami kok bahagia
yuyunn 2706
gak masuk akal bget thor,jor2an uang pdhal bukan siapa2
Akun Lima
paling benci sama athor yg buat pemeran utamanya lembek + kalah terus sama penghianat🗿
Mahda Anita
jangan lama2 upnya sampai aku lupa thor
Mahda Anita
up datenya jgn lama2 thor
Mahda Anita
kok macet thor
Heila: untuk semuanya.. maaf banget.. jika saya jarang update.. karena ada pekerjaan lain yang ga sempat update.. 🙏🙏
total 1 replies
Mahda Anita
gpp hana jd korban ada pelangi setelah hujan, tp dg perasaan ini dongkol.banget
Ummi Rizki
thor kenapa veri nikah sama naira... kok penjahatnya menang wagu gak asyik... buat naira terungkap jahatnya biar langsung diceraiin sama veri... gak mutu orang jahat kok menang
Iges Satria
Rendra dg sadar selingkuh & keluarga yg penjahat semua malah menang, ee Veri yg di jebak malah kalah, ku ga ngerti 🤔 yg korban Hana gi 😔 Thor kenapa ga dibalik aj, saatnya Nara kena karmanya ee malah nikah sama Veri 🤦
Mahda Anita
nah gitu dong up lagi tiap hari aku intip kok g lanjut, maaf ya thor aku sll mengharap kelanjutan kisahnya Hana
Heila: terimakasih selalu menunggu ceritaku kak.. maaf-maaf saja.. cuma akhir-akhir ini keadaan benar-benar sibuk.. sehingga tidak sempat update.. 🥰
total 1 replies
Mahda Anita
mana upnya kok berhenti apa pesawatnya hana jatuh? kok g lanjut
Mahda Anita
kok berhenti thor mana lanjutannya
efridaw995@gmail.com
Bodoh semua masak gak ada penyelia
Iges Satria
ku jadi ga sanggup baca lagi Thor, Hana selalu dipermainkan, nah Veri bodoooh bgt gampang kena kibul ( Naira dibiarin aj ) 😡
Heila: sabar ya kakak.. hehe😀
total 1 replies
Mahda Anita
terima kasih sudah up thor semoga ibunda semakin sehat
Heila: terimakasih atas doanya kak.. pelan2 up nya ya.. 🥰
total 1 replies
Lee Mba Young
jelekkkk cetitanya laki nya semua Bodoh si very juga Bodoh gampang di tipu wanita
Lee Mba Young
veri Bodoh gampang di bohongi kok bisa jd pemimpin perusahaan ya bgitulah laki laki Pinter tp otak gk di pake. waktu pemeriksaan gk ikut masuk jelek sekali novel ini
Heila: terimakasih atas dukungannya kak..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!