Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Alfin marah dirinya langsung pergi ke mansion untuk menemui adiknya itu.
"Arga dimana kau?" teriak Alfin saat masuk ke dalam mansion. Toni yang mendengar teriakkan anak nya Alfin itu langsung keluar dari dalam kamar nya.
"Alfin kau ini kenapa? Datang-datang sudah teriak-teriak."
"Arga dimana dia pah, anak brengsek itu dimana?" tanya Alfin dengan amarah yang menggebu-gebu di dada nya.
"Apa maksudmu?" tanya Toni yang masih belum mengerti ada apa dengan kedua anaknya itu.
Arga akhirnya turun menghampiri Abang, dan papanya itu. Dan saat Arga sampai di depan Alfin. Alfin langsung memberikan nya bogem mentah ke wajah Arga.
Bugh..
"Bajingan!"
Bugh..
"Keparat kau!"
"Alfin hentikan! Dia adik mu" Ucap Toni melerai kedua anaknya yang sedang berantem itu.
"Dia pantas mendapatkan ini apakah papa tau apa yang sudah dia perbuat kepada Tyara?" tanya Alfin kepada Toni yang masih belum tau apa apa.
Toni menggeleng. "Dia sudah melecehkan Tyara Pah, kembalikan saja dia ke negara asal nya"
Bugh..
"Sekali lagi kau berbuat seperti itu kepada istri ku. Kau hanya tinggal nama Arga.
......................
*Praaaangggg!!
Pyaaaaarrrr*!!!
Suara gelas kaca yang terbentur ke lantai memenuhi seisi kamar milik Arga, pecahan gelas tersebut berserakan dimana-mana.
Braaakkk.! Suara pintu kamar Arga yang tiba-tiba di dobrak oleh Toni.
"Arga, apa-apaan kau ini?" Ujar Toni seraya berjalan mendekati Arga yang sedang terduduk lemas dilantai yang penuh dengan pecahan kaca.
"Apa kau bodoh hah!" Ujar Toni menggoyangkan kedua bahu Arga,. Arga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
"Arga, Tyara adalah kakak iparmu kau tidak bisa mencintainya ingat dia adalah istri dari kakakmu" Tambahnya lagi seraya mensejajarkan duduknya dengan Arga.
"Tapi Kak Alfin tidak mencintainya Pah" Ucap Arga dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Kalau Alfin tidak mencintai nya lalu kenapa dia datang ke sini mencari mu karna sudah berbuat pelecahan kepada Tyara! Jangan bodoh Arga."
"Tapi Aku menyukai Tyara Pah,"
"Saat pertama kali Arga melihat Tyara, Arga sudah menaruh hati kepadanya Pa Arga Tau jika Tyara, adalah wanita yang sangat baik" Setelah berbicara seperti itu tubuh Arga, langsung lunglai ke dalam dekapan Toni, Arga pingsan yang mana membuat Toni merasa cemas dan saat Toni memegang tangan kiri milik Arga, dirinya terkejut karna melihat tangan anaknya itu mengeluarkan cairan merah yang sangat banyak dan terdapat bekas goresan kaca disana Toni merebahkan tubuh Arga, ditempat tidur dirinya pun langsung menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan anaknya dan memanggil pelayan untuk membersihkan kamar Arga, yang penuh dengan pecahan kaca.
Setelah hampir 15 menit. diperiksa dan luka ditangannya pun sudah dibersihkan dan diperban Arga tidak lama pun sudah sadarkan diri dari pingsannya. dirinya kembali termenung duduk menghadap kejendala sambil sesekali dirinya meneteskan airmata. sampai lamunannya buyar oleh pintu kamarnya yang terbuka secara tiba-tiba oleh Toni, Arga hanya meliriknya sebentar dan kembali menatap kearah jendela.
Toni duduk disamping dirinya mengelus pelan punggung belakang Arga yang mana membuat Arga langsung memeluk dirinya.
"Kenapa papa menolongku, kenapa tidak biarkan aku untuk mati saja" Ujar Arga sambil terisak di dalam dekapan Papahnya. Toni yang mendengar Arga berbicara seperti itu dengan cepat langsung melepaskan pelukan anaknya dari tubuhnya dan menampar Arga dengan sangat keras sehingga membuat Arga memalingkan wajahnya kesamping.
"Arga! kau benar-benar sudah gila" Ucap Toni dengan suara yang tinggi.
"Aku memang sudah gila, gila karna Tyara hahahaha" Ujar Arga sambil tertawa dengan sangat kencang.
"Arga, wanita di dunia ini bukan hanya Tyara tapi banyak" Ucap Toni berdiri dan menghadapkan tubuhnya kearah Arga.
"Wanita di dunia ini memang banyak, tapi yang aku cintai hanya Tyara" Ujar Arga menatap tajam kearah papahnya.
"Papa sudah memesankan tiket pesawat untukmu kembali ke inggris" Ucap Toni berlalu begitu saja meninggalkan kamar milik Arga.
"Arga, tidak akan pernah kembali sebelum Tyara menjadi milikku!" Ujar Arga sambil teriak-teriak.
*******
"Tyara, ini uang untuk mu" ujar Alfin memberikan beberapa uang kertas kepada Tyara.
Tyara hanya memandang uang itu tanpa ada niatan untuk mengambil nya.
"Apa Kau tidak butuh uang?" tanya nya.
"Saya hanya butuh kebebasan" jawab Tyara berani Alfin tersenyum mendengar itu.
"Kau milik ku Tyara. Ayah mu memiliki hutang kepada ku, dan menjual diri mu"
"Bukan nya Ayah saya sudah berniat membayar hutang kepada Anda. Tuan?" Ucap Tyara yang membuat Alfin langsung menatap diri nya.
"Hutang itu hanya bisa di bayar dengan diri mu! bukan uang. dan mengapa ayah mu baru menyesal sekarang."
"Kalau kau ingin keluar mati saya temani?" terusnya.
Salam hangat dari aku❤.
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵