NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy Eng

(Spin off dari The love story'of Single Parents)
Disarankan membaca novel The love stroy of single parents dulu, agar mengetahui bila Raka dan Jodhi itu tidak bisa terpisahkan.

🌺🌺🌺


Novel ini bergenre Romantis Dewasa, dengan membaca ini, pembaca berarti telah mengerti jika jalan cerita membutuhkan kebijaksanaan yang lebih.

***
Galuh, wanita itu merasa hidupnya hancur kala mengetahui jika suaminya telah menikahi wanita lain secara siri tanpa sepengetahuan dirinya.

Hingga takdir mempertemukan dirinya dengan duda yang notabene merupakan Ayah dari murid tempat dia mengajar. Bisakah mereka bersama? Saat rival masing-masing menghantam tak kenal kasihan?

***

Cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Lintang membuat Jodhi memiliki sedikit dendam kepada teman semasa SMP- nya itu. Tak di nyana, di masa depan ia bertemu dengan Lintang yang menjadi wanita malam.

Kejadian fatal malam itu membuat Lintang harus mengandung benih dari Jodhi. Sialnya, Jodhi harus kehilangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Eng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Mengoyak paksa nurani

Bab 33. Mengoyak paksa nurani

.

.

.

...🌺🌺🌺...

Adipati

Ia akan mendapatkan masalah jika papanya tahu, bilamana istrinya pergi sendirian ke rumah sakit saat mertuanya tengah di rawat, tanpa ia tunggui.

Ia tak boleh membiarkan ini terjadi.

Pria itu menyempatkan diri untuk pulang dan mandi terlebih dahulu. Ia tentu tak mau membawa serta bekas capaian kenikmatannya bersama Maya, menuju rumah sakit. No way!

Satu setengah jam kemudian, ia akhirnya tiba di rumah sakit tempat dimana mertuanya di rawat. Ia tak menelpon istrinya namun langsung berjalan menuju meja resepsionis dan menanyakan ruangan tempat dimana mertuanya berada.

" Atas nama Noer Rohman sus?"

Seorang petugas dengan seragam putih terlihat menggulir mouse, dan mencari nama yang sudah di entri dalam komputernya itu.

" Di ruang sabar dua ya Pak. Lurus saja, dari poli kandungan belok ke kiri terus ke kanan!"

Ia tekun mengingat petunjuk dari petugas berhijab tadi, sembari gencar membaca marka jalan yang terpajang di seluruh koridor rumah sakit itu.

Dan benar saja, dari kejauhan ia melihat Ibu mertua dan adik iparnya duduk dengan wajah layu. Astaga, mendadak ia merasa bersalah saat ini.

" Buk!" Ucap Adi dan kini terlihat langsung meraih tangan Bu Nur Halimah, lalu menciumnya takzim.

Bagaimanapun juga, orang tua tetap harus ia hormati.

" Adi...kamu datang sama siapa nak?" Bu Halimah menatap muram wajah menantunya. Tidak menyangka jika pria itu akan menyusulnya kemari. Suatu kebahagiaan bisa mendapatkan atensi dari menantunya.

Tapi tidak dengan Dinda. Wanita muda itu terlihat tidak begitu suka dengan Adipati. Entahlah, ia semacam mengendus aroma terselubung dari pernikahan kakaknya sejak tanggal pernikahan telah di tentukan. Walau ia sempat mendapat ucapan tak setuju dari kedua orang tuanya, saat ia mencoba berargumen soal pernikahan kakaknya.

" Saya sendiri Buk. Maaf tadi..saya masih ada sedikit kerjaan di kantor. Jadi...saya tidak sempat baca pesan Galuh dan mengantarnya." Ucap Adi yang benar-benar tak enak hati. Meski ia tahu, adik iparnya menatapnya penuh selidik.

" Enggak apa-apa nak. Jadi kamu baru pulang dari kantor langsung kemari? Astaga, kamu pasti lelah!" Bu Halimah menatap murung menantunya itu.

Adi tersenyum. Meski jauh di dalam relung hatinya, entah mengapa ia semakin merasa nyaman saat ibunya Galuh malah perhatian kepada dirinya.

" Galuh di mana?" Ia menyapukan pandangannya demi mencari wanita yang selama ini ia abaikan itu. Berusaha mengalihkan pembicaraan.

" Tadi menemui dokter disana. Mungkin sebentar lagi kembali!" Tutur Bu Halimah.

" Aku nyusul mbak Galuh dulu Buk!" Ucap Dinda yang benar-benar malas dengan Adipati. Entahlah, sejak awal kakaknya menikah, ia bisa membaca gelagat tak baik dari pria itu.

Dinda bahkan sudah bisa mengendus aroma keterpaksaan dari wajah pria itu. Membuat Adipati tertegun. Adik iparnya itu benar-benar menunjukkan sikap anti yang begitu kentara kepadanya.

.

.

Galuh

Ia menyanggupi sejumlah nominal yang di persyaratkan oleh pihak rumah sakit, demi kelancaran proses medis Bapak. Tabungannya masih ada dan cukup. Syukurlah. Setidaknya ia masih bisa menolong keluarganya.

" Pasien harus kemo terlebih dahulu beberapa kali, dan setelah itu akan kami lakukan tindakan operasi!"

"Hal itu dilakukan, agar tumor maupun kanker bisa lebih mengecil dan mempermudah proses pengangkatan!''

" Selain itu, nantinya pasien akan dibuatkan saluran untuk pembuangan tinja melalui selang khusus yang akan di salurkan melalui perut dengan di bantu sebuah kantong khusus!"

Ia keluar dengan langkah gontai. Sebisa mungkin ia mengupayakan agar Bapak bisa sembuh. Walau ucapan dokter dokter beberapa detik yang lalu, seolah menjadi duri dalam daging yang menancap ngilu.

Membuatnya begitu merasa terpukul.

"Kesembuhan dan hidup hanya Tuhanlah yang menentukan. Kami hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, dengan cara kami sebagai manusia biasa!"

" Artinya, Bapak anda harus rutin menjalani kemoterapi pasca operasi juga rutin mengkonsumsi obat!"

Galuh seketika menepikan dirinya di sebuah bangku kosong, demi menelaah semua yang terjadi. Jadi persoalannya adalah, kedepannya semua ini membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Galuh menangis dalam kesunyian hatinya. Ia tak boleh terlihat sedih dihadapan Ibunya. Ingin rasanya ia mengungkapkan keresahan yang menghujam relung hatinya soal pernikahannya. Tapi jika sudah begini? Apa yang bisa ia lakukan?

Kesehatan Bapak Ibunya kini menjadi barang mahal yang lebih penting dari dirinya sendiri. Astaga..anda waktu bisa ia putar kembali.

" Mbak!!" Suara familiar terdengar dari ujung lorong. Membuatnya buru-buru menghapus lelehan air mata yang belum terlalu banyak itu.

" Ada apa Din? Kok kamu malah kesini? Ibuk sama siapa?" Galuh menatap adiknya dengan tatapan tak setuju.

" Ada suamimu di sana!"

.

.

Adipati

Ia menatap mertuanya yang kini berbaring dengan mata terpejam. Sebuah selang terlihat terhubung di lubang hidung, juga di bagian punggung tangannya.

Adi menelan ludahnya demi keadaan yang terjadi. Sungguh, ia kini benar-benar merasa bingung dengan dirinya sendiri.

Selama disana tadi ia lebih terlihat diam. Sibuk menekuni kegiatan istrinya yang dengan cekatan menyeka tubuh Pak Noer, saat pria itu mengeluarkan kotoran dan tembus ke atas matras ranjang rumah sakit itu.

Galuh juga sesekali masih memperhatikan dirinya dengan membuatkan teh yang ia beli dari kantin rumah sakit, meski wajah lelah istrinya itu begitu kentara.

Sejumput rasa tak enak mendadak menyelimuti kalbunya. Astaga, semakin kesini ia merasa semuanya makin membuatnya di ujung kebingungan saja.

" Mas, kalau aku enggak pulang dulu ...enggak apa-apa kan?" Ucap Galuh saat mereka berada di luar ruangan.

Mereka berdua kini duduk di bangku panjang. Meninggalkan Bu Halimah dan Dinda beristirahat sejenak di sofa yang berada di sebelah ranjang pasien.

" Enggak apa-apa. Kamu disini aja dulu, aku tadi udah ngabarin papa sama mama. Besok beliau kemari!"

Dan sialnya, usai mengatakan hal itu Adipati justru merasa mendapat secercah cahaya harapan, soal Maya. Ya...itu artinya, ia akan bisa menemani Maya sehari full.

.

.

.

.

To be continued...

1
Khairul Azam
astaga naga mulutnya,
Khairul Azam
itu nanti tau rumah yg ditinggali lintang jhodi semakin bertambah rasa bersalahnya
Khairul Azam
melok nangis aku, bener" sensitif banget aku klo menyangkut anak dan keadaan seperti lintang ini, dulu aku jg seperti itu, pisah sama mantan suami pas anakku umur kurang dua bulan, aku keluar dari rumahku sendiri cuman bawa anak gak punya uang, pas anak umur 9bln aku krj Alhamdulillah skrng aku bisa nyukupi anak punya tabungan punya kebun, dan mantan suamiku skrg hidupnya ya begutu" saja. iihh jd curhat
Khairul Azam
heran ya sama orang" itu, makan jg gak minta mereka
Khairul Azam
udah baca aku, bagus jg ceritanya
Khairul Azam
aku pas baca mas kawinya langsung tak hitung 😅😅😅
Khairul Azam
bukan nya waktu galuh nyamperin si adi sama maya, waktu itu si maya udah hamil ya? lha kq numpk skrng blm lahir jg
Khairul Azam
kasihan dwwi dia masih kecil gak tau apa" kenapa ditaruh panti asuhan, meski bukan anak kamdungnya kenapa gak dirawat aja orang anak kecil
TongTji Tea
astagaa...sambil makan pecel aku pas baca ini untuk kesekian Kali nya 😩😓.kawusss tenan.
Mommy Eng: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
TongTji Tea
Disini aku jadi meragukan Jodi. badboy beneran Nggak sih? padahal kalo badboy itu biasanya lebih peka ,lebih antisipasi .Bukan sekedar ena2 aja .Jadi kalo mudah banget masuk perangkap Dewi y jodhi ini Masih amatiran 😂
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
he eh...😊 nikmat mana lagi yg kamu dustakan
Siti Zubaedah
Luar biasa
Egi Zen
aku ingin kisah Denok dan Jojon dan rumah baru lintang dan mantan2 jodhi
Irawati Soetojo
Sampai kemekel.....astaga
Phiphiet Safitri
Luar biasa
Cha Zharaa
kok jd kpikiran itu calist ya
Muhammad Jain
Kecewa
Mommy Eng: kak jika tidak suka tolong jangan kasih rate dua. Tinggalkan saja dan tidak usah baca
total 1 replies
Widia Annisa Santoso
akhirnya berakhir dg bahagia...🥰
Ennyyl
AQ kok keingat Tini ya. kalau ada mbk denok
Khairul Azam: hahhahh sama, novelnya juskelapa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!