Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Angelin
Yuri merasa sedikit canggung saat Kei menggandengnya memasuki ruangan. Sementara itu, Angelin berdiri mematung, menatap kedatangan sepasang kekasih yang membuat hatinya terbakar cemburu.
"Kau masih di sini?" tanya Kei dingin.
"Oh ... aku kira masih ada hal yang perlu kita bicarakan, tapi ternyata kau memiliki urusan lain," jawab Angelin dengan lancar tanpa memperlihatkan gejolak di hatinya. Model cantik itu kini menjelma bak artis profesional.
"Jika kau sudah tahu itu, bukankah seharusnya kau segera pergi? Kurasa aku tidak perlu memberitahukanmu di mana letak pintu keluar!"
Kei benar-benar tak punya hati untuk Angelin. Perkataannya begitu lugas tanpa menutupi apa pun. Tajam dan menusuk.
"Kenapa kau sekejam ini padaku?" Model itu masih belum menyerah. Dia justru mendekati Yuri dan memandangnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Sejak kapan seleramu jadi seperti ini?" lanjutnya sambil mencibir Yuri.
Telinga Kei terasa panas mendengar ucapan Angelin. Laki-laki tersebut tahu jika ucapan Angelin lebih ditujukan untuk memprovokasi Yuri.
"Itu bukan urusanmu! Seperti apa pun seleraku, yang pasti itu bukan wanita sepertimu. Bahkan jika hanya tinggal dirimu saja wanita di dunia ini, aku tidak akan memilihmu!" tegas Kei.
Jantung Angelin seakan berhenti berdetak saat kata-kata itu meluncur dari mulut Kei. Hati gadis cantik itu bagai ditikam ribuan anak panah. Terasa sakit dan ngilu. Laki-laki yang disukainya sungguh tidak memberinya muka sedikit pun.
"Apa kelebihannya dariku hingga kau tak mau melihatku sedikit pun? Apa kekuranganku?" pekik Angelin. Pertahanan wanita itu akhirnya jebol. Matanya berkaca-kaca dan emosinya meledak tanpa bisa dikendalikan lagi.
"Kelebihannya hanya satu, dia sudah melahirkan anakku. Sebagai seorang wanita, kau sangat sempurna, tapi di mataku, sayangnya kau memiliki sebuah kekurangan. Satu-satunya kekuranganmu adalah kau bukan dia, wanita yang melahirkan anakku!" terang Kei.
Angelin menggelengkan kepalanya disertai air mata yang berderai. Beberapa detik kemudian, fokus penglihatannya terpusat pada paras Yuri. Ada rasa iri, kemarahan, dan kebencian yang menyatu dalam pandangan Angelin.
"Wanita rendahan sepertimu tak pantas untuk Kei! Apa kau mengerti itu?! Dasar wanita tidak tahu diri!" maki Angelin kepada Yuri.
Tak hanya memaki-maki, tangan Angelin juga terasa gatal ingin menampar Yuri. Dia pun tidak berpikir panjang. Harga dirinya telah jatuh. Dalam emosi yang menggebu, tangan wanita telah menggapai wajah Yuri dengan keras.
"Apa yang kau lakukan!" bentak Kei sambil mendorong Angelin hingga terjatuh.
Angelin menangis terisak. Matanya sungguh nanar menatap sang lelaki pujaan hati yang begitu kasar padanya. Sementara itu, Yuri hanya memegangi pipinya yang terasa panas. Wanita itu bergeming. Netranya berubah nyalang bagai mata elang yang mengintai mangsa. Ada sosok Angelin dalam bola mata itu, target yang siap dia terkam.
"Kau tak apa-apa?"
Kei mendekati Yuri. Laki-laki itu terlihat sangat khawatir. Dia pun berusaha memeriksa pipi Yuri yang tadi ditampar Angelin. Sayangnya, Yuri menampik tangan Kei. Wanita itu tidak membiarkan Kei menyentuhnya.
"Awalnya aku bersimpati padamu," akhirnya Yuri angkat bicara setelah dari tadi hanya diam dan menjadi penonton.
Yuri berjalan mendekati Angelin. "Aku sempat memujimu dalam hati kerena bisa mencintai laki-laki sombong seperti Kei. Namun sekarang, semua rasa simpatiku sudah menguap. Aku kasihan padamu. Kau sangat menyedihkan. Aku memang tidak secantik dirimu, tetapi aku bukan wanita rendahan yang akan menjatuhkan harga diriku demi seorang laki-laki. Jika memang kau merasa lebih hebat dariku, cobalah mengambil Kei. Lahirkan anaknya. Jika kau bisa melakukannya, aku tidak akan menjadi penghalang untukmu. Akan tetapi, ingat hal ini! Jangan pernah menyentuhku dan berkata sembarang tentang diriku! Aku bisa diam, tapi aku juga lebih kejam darimu!"
Tidak disangka, Yuri bisa meluncurkan ancaman tersebut kepada Angelin. Membuat Angelin tak berkutik. Begitu juga dengan Kei. Tadinya Tuan Muda Yamamoto tersebut mengira bahwa Yuri adalah sosok lemah yang tidak akan sanggup melawan Angelin. Namun nyatanya, Yuri dapat menjelma menjadi sosok wanita tangguh yang tak terima jika harga dirinya diinjak-injak.
"Penghinaan ini, aku pasti akan membalasnya. Kau pasti akan menyesal!" ucap Angelin sambil berjalan meninggalkan ruangan Kei.
"Aku siap menyambutmu kapan pun. Namun, aku juga tidak akan menyerahkan ayah dari anakku dengan mudah padamu!" balas Yuri.
Mendengar ucapan Yuri, Kei diam-diam tersenyum. Laki-laki merasa sangat senang karena beranggapan bahwa Yuri akan memperjuangkannya.
"Apa otakmu juga sudah tidak waras hingga kau tersenyum sendirian?" Yuri berkata dengan sinis.
"Wanita sepertimu kurasa memang sangat berbakat untuk membuat seseorang menjadi gila," celetuk Kei. Entah sejak kapan dia belajar merayu seperti itu.
"Cih!"
"Berhenti cemberut! Sini, kulihat wajahmu," pinta Kei.
"Tidak perlu!" tolak Yuri. "Aku hanya ingin memperingatkanmu, tidak perlu menghamburkan uang hanya untuk membeli barang-barang tidak berguna seperti itu! Segera suruh anak buahmu menyingkirkan barang-barang itu dari kamarku atau aku akan membuangnya ke tempat sampah! Satu lagi, kali lain aku tidak ingin berurusan dengan wanita-wanitamu seperti tadi. Jadi, kondisikan mereka atau aku juga bisa berbuat kasar dan jahat!" ancam Yuri. Setelah mengatakan semua itu, dia juga langsung beranjak meninggalkan Kei.
Adapun Kei masih tersenyum dengan hati yang berbunga-bunga. Laki-laki itu tampaknya memang mulai tidak waras. Ancaman dari Yuri berubah menjadi kalimat ungkapan kasih sayang di telinganya. Kei menilai bahwa Yuri menginginkannya dan tidak ingin jika ada wanita lain yang mendekat.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏