NovelToon NovelToon
Soul Reaper

Soul Reaper

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Supernatural / Barat / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: ShenJun

[Disarankan untuk membaca hingga chapter 7]
[BACA BAGIAN BLURB INI SAMPAI BAWAH BIAR GA BINGUNG SAMA CERITANYA!]
[Press Like,Vote,Comment]
[Hati-hati kesel sama ceritanya]

Genre : Action, Adventure, Dark fantasy, Drama, Mystery, Magic, Psychological, Supernatural

Sub-Genre : Romance, Comedy, Mature

Season 1 : Chapter 1-213(END)
Season 2 : Chapter 214-260(END)
Season 3 : Chapter 261 - 348 (END)

Dunia dimana ada ras selain manusia, seperti Elf, malaikat dan lain-lain. Ada sebuah legenda yang ditakuti oleh seluruh ras mengenai malapetaka yang akan dibawa oleh sebuah makhluk, yaitu Soul Reaper.

Legenda yang menghilang untuk menghilangkan keresahan seluruh ras di muka bumi, telah tergerak secara perlahan.


Note :
ini cerita pertamaku, kalau ada kesalahan seperti typo, sulit dimengerti langsung aja komentar aja ya.

Untuk kalian yang bingung, didalam cerita ini tidak akan hanya terbatas di tokoh utama saja. Tetapi saya akan menyorot beberapa tokoh lainnya juga karena mereka mempunyai peran penting(tentu saja seperti beberapa chapter yg MC nya tidak ada).

[Sangat disarankan untuk tidak berharap kepada MC di awal-awal cerita. Karena MC saya dibuat lemah layaknya seekor burung baru lahir dan belum bisa terbang]

Update 23:00 WIB

[/Chapter : 1300-2000 kata]
#WF

*Source Pict : Pinterest
Yang mau follow author boleh lewat :
IG : Irisia_loui

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShenJun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 : Calon Komandan Ksatria

Perempuan itu langsung mengusap kedua air matanya dan mencoba untuk berhenti menangis. Raven yang tadinya masih berdiri pun akhirnya menurunkan tubuhnya dan berposisi jongkok.

“Hei. Berhentilah menangis” ucap Raven

“Ma-maafkan aku…..” ucap perempuan itu

“Yah tidak perlu minta maaf juga. Bisa berdiri tidak?” tanya Raven sambil mengulurkan tangannya

Perempuan itu meraih tangan Raven dan Raven langsung menariknya untuk berdiri

“Te-terima kasih” ucap perempuan itu

“Sudahlah. Aku akan pergi dulu. Jaga dirimu” ucap Raven sambil menoleh dan berjalan meninggalkannya

Perempuan itu langsung menahan Raven dengan menarik bajunya dari belakang. Raven yang merasa tertarik langsung menengok kebelakangnya.

“Tunggu!” ucap perempuan itu

“Ada apa lagi?” tanya Raven

“Namamu! Maukah kamu memberitahuku?” tanya perempuan itu

“Sebelum menanyakan nama orang lain, seharusnya kau memberitahu namamu dulu kan?” ucap Raven

“Ah Maaf! Namaku Seraphina. Panggil saja Sera” ucap perempuan itu

Raven tidak membalas ucapan Sera sama sekali. Dia tetap terdiam membisu dan hanya melihat kebelakang Sera. Sera menyadari tatapan Raven kearah belakang. Karena penasaran, Akhirnya dia pun menengok kebelakang juga.

“Apa yang kamu lihat?” tanya Sera sambil menengok kearah yang dilihat Raven

Sera pun kembali menengok kearah Raven. Saat dia melihatnya, ternyata Raven sudah menghilang dari sana.

“Eh? Dia….. tidak ada?” ucap Sera

Sera yang kebingungan menengok ke kiri kanannya dan hanya ada dinding-dinding bangunan. Hampir mustahil untuk seseorang bisa pergi hanya kurang dari 2 detik saja. Bahkan jika berlari keluar gang, membutuhkan waktu sekitar 10-12 detik.

“Kemana dia?!” ucap Sera

Setelah beberapa saat, Sera terlihat panik karena mengingat sesuatu.

“Uwa! Aku lupa! Sebaiknya aku kembali sebelum terlambat!” ucap Sera sambil memakai jubah dan tudungnya sekaligus berlari keluar dari gang kecil itu

Disisi lain, Raven sebelumnya sengaja tidak memperhatikan Sera dan hanya memandang kebelakangnya. Tujuannya untuk mengalihkan perhatian Sera agar menengok kebelakang dan memberikan celah padanya untuk kabur ke atap.

“Haah… merepotkan sekali. Aku harus kembali ke Elena” ucap Raven

Saat Raven ingin berjalan, Dia merasakan hal yang aneh dengan dirinya. Dia langsung berfikir mengenai dirinya yang akhir-akhir ini menjadi memikirkan Elena.

“(Kenapa aku harus kembali ke dia? Memangnya dia siapa?)”

“(Lalu sejak kapan aku peduli padanya?)” ucap Raven

Langkah kaki Raven yang tadinya sedang berjalan, menjadi terhenti sepenuhnya. Dia menjadi ragu untuk kembali pada Elena. Semenjak dia bertemu dengan Elena, dia semakin sulit untuk melakukan pemburuan.

Karena ada Elena, dia tidak bisa bergerak dengan bebas. Dia harus pergi secara diam-diam agar Elena tidak terlibat.

“Cih! Kenapa aku membiarkannya ikut dari awal?!” ucap Raven sambil menggertakan giginya

 

 

- Di tengah ibukota -

Elena masih duduk dan menunggu Raven di tepi kolam tadi. Saat itu hari sudah mulai petang dan Raven belum juga kembali. Dia menjadi semakin gelisah dan akhirnya pun pergi mencarinya.

“Astaga…. Dia lama sekali. Pergi kemana sih dia?” ucap Elena

Elena pun pergi dari sana dan berjalan mengelilingi ibukota. Saat dia sedang berjalan, orang-orang yang ada sudah semakin bertambah banyak dan dia menjadi kesulitan untuk mencari Raven ditengah keramaian itu.

“Raven! Raven!!” teriak Elena

Elena tidak kunjung mendapatkan respon ataupun melihat Raven. Dia hanya terus berjalan mencari-cari Raven hingga matahari terbenam.

Beberapa saat setelah itu, dia akhirnya berhenti dan duduk di suatu bangku taman. Dia tetap tidak menemukan Raven dimana-dimana.

“Astaga! Dia ini kemana sih?!” ucap Elena dengan cemberut

Saat Elena sedang beristirahat, dia melihat semua orang sedang berjalan kearah yang sama. Dia juga mendengar beberapa percakapan orang-orang itu.

“Ayo cepat! Acaranya sebentar lagi dimulai!” ucap laki-laki A

“Kira-kira siapa yang akan menjadi komandan barunya ya? Kuharap dia laki-laki tampan!” ucap gadis A

“Mama! Ayo cepat!” ucap anak kecil A

“Iya sebentar nak!” ucap Ibu anak kecil A

Elena yang mendengar ucapan orang-orang, langsung tahu bahwa acara pengangkatan komandan ksatria yang terbaru akan segera dimulai. Rigrid juga sudah berkata padanya bahwa acaranya akan dilaksanakan beberapa saat setelah matahari tenggelam.

“Acara sudah mau mulai?!” ucap Elena

Elena semakin gelisah karena belum menemukan Raven. Dan acara pengangkatan komandan baru akan segera dimulai. Karena belum juga menemukan Raven, Elena pun pergi mengikuti orang-orang ke acara tersebut. Dengan harapan akan menemukan Raven disana.

“Sebaiknya aku kesana saja. Mungkin Raven sudah berada disana duluan” ucap Elena berusaha berfikir positif

 

 

-Di suatu atap gedung, ibukota Verra-

Disisi lain, Raven masih saja berada diatas sana. Didalam pikirannya, terlintas mengenai acara komandan ksatria itu.

“Cih! Aku lupa akan acara itu!” ucap Raven

Raven pun langsung berdiri dan bergegas menuju kesana. Meskipun dia ingin menghindari Elena, dia tetap pergi kesana untuk melihat para komandan baru. Raven ingin melihatnya untuk mewaspadai mereka. Raven yang menjadi seorang pembunuh, harus mengetahui orang-orang penting agar bisa menghindari mereka jika diperlukan.

Raven pun bergegeas pergi. Atap demi atap dia lompati dengan mudah dan cepat. Setelah beberapa lama, Raven berhenti di sebuah atap.

Disana dia bisa melihat acara itu dengan jelas dari atas. Disana terlihat panggung besar dan banyak sekali dekorasi-dekorasi untuk memeriahkan acaranya.

Disana, Raven melihat ada 4 singgasana dari total 5, yang sudah terisi oleh orang. Raven pun tersadar bahwa orang-orang yang duduk disana merupakan para ksatria kebajikan. Disisi lain, dia juga melihat ada Darius yang sedang berdiri didepan ksatria kebajikan.

“Penduduk kerajaan Verra! Hari ini adalah pengangkatan dari komandan ksatria. Kali ini, akan diawasi oleh 4 dari 7 ksatria kebajikan surgawi. Sambutlah para ksatria terkuat dikerajaan kita!” ucap Darius

Para ksatria kebajikan surgawi pun berdiri dari singgasananya dan menyambut para penduduk.

“Ksatria kebajikan ke-3, sang ketekunan. Claude Winchester!”

“Ksatria kebajikan ke-7, sang kesucian. Luna Ainsley!”

“Ksatria kebajikan ke-5, sang kesederhanaan. Kriss!”

“Ksatria kebajikan ke-6, sang kebaikan. Luther Zexter!” ucap Darius

“KYAAA! TUAN KRISS!” teriak gadis A

“NONA LUNA!” teriak para laki-laki

“TUAN CLAUDE! ANDA SANGAT MENAWAN!” teriak gadis B

Raven yang berada di salah satu atap, langsung tertuju perhatian nya pada Luther Zexter.

“Jadi dia ya…. Luther Zexter” ucap Raven

Tiba-tiba ada seorang perempuan yang memakai gaun putih mewah sedang menaiki panggung ditemani perempuan yang kelihatan seperti asisten pribadinya. Perempuan itu terlihat sangat anggun dan menawan. Rambut putihnya yang panjang, kulitnya yang terlihat halus dan cerah sangat cocok mengenakan gaun itu.

Raven bingung saat melihat perempuan itu. Dia merasa seperti pernah bertemu dengannya tapi tidak tahu kapan.

“Aneh. Aku seperti pernah bertemu dia. Tapi dimana?” ucap Raven

“Penduduk kerajaan Verra! Sebagai pengganti raja di acara ini, Sambutlah tuan Putri kita, Seraphina Eshiri Remercier!” ucap Darius

Setelah menaiki panggung dan berada ditempat yang dapat dilihat oleh semua orang, Putri tersebut mendapat banyak sorakan dukungan dari orang-orang.

“PUTRI!” teriak para penduduk

“Astaga! Putri hari ini cantik sekali!” ucap laki-laki A

“Bodoh! Setiap saat pasti dia selalu cantik!” ucap laki-laki B

Tiba-tiba, saat Raven mendengar nama dari putri tersebut, Raven langsung mengingat perempuan bernama Seraphina yang baru saja dia temui tadi. Dia pun langsung sadar kalau perempuan itu adalah Seraphina Eshiri Remercier, Putri ke-2 dari kerajaan Verra.

“HAH, SERAPHINA?! DIA PUTRI KERAJAAN INI?!” Teriak Raven

“Sial! Seharusnya aku sudah mendapatkan kesempatan emas!” ucap Raven dengan kesal

Putri itu, Seraphina itu pun berbalik badan dan menuju Singgasananya yang telah disiapkan. Disana, terlihat ada 2 singgasana disetiap sisi singgasana tuan Putri. Orang-orang yang sedang duduk disana adalah para ksatria kebajikan kerajaan Verra.

Darius pun mengumumkan mengenai acara tersebut pada penduduk kerajaan dan menyambut datangnya para calon komandan ksatria. Terlihat ada dua orang laki-laki dan satu perempuan yang menaiki panggung dan berbaris menyamping didepan.

Dari kiri ke kanan, terlihat senjata yang berbeda-beda yang mereka gunakan. Paling ujung kiri, Logan menggunakan pedang dipinggulnya. Gerald yang berada ditengah menggunakan palu yang begitu besar. Dan Vinna menggunakan dua buah belati yang diikat menyatu dengan rantai.

“Logan Ainsley, Gerald Jotunheir, Vinna Lisbeth. Merekalah calon komandan ksatria yang akan membantu membawa kemakmuran bagi kerajaan Verra!” ucap Darius

“Dua orang terakhir itu sepertinya bukan dari keluarga bangsawan ya” ucap Raven

Di panggung tersebut, terlihat sudah memulai acara pengangkatannya. Para calon komandan bertekuk lutut dan putri Seraphina terlihat akan melakukan penobatan pada mereka bertiga.

Disisi Raven yang berada diatas atap. Dia melihat adanya Jack ditengah keremunan tersebut.

“Ternyata dia ada disini ya” ucap Raven

Tiba-tiba Jack terlihat sedang terburu-buru pergi menjauh dari acara tersebut. Perasaan tidak enak dalam diri Raven langsung bangkit. Firasat buruknya semakin kuat dan akhirnya dia memutuskan untuk membuntutinya.

Raven meninggalkan acara tersebut dan mengikuti Jack dengan melihatinya dari atas atap. Jack terlihat sangat waspada dan menengok keseluruh arah untuk memastikan tidak ada yang mengikutinya.

- Di tengah acara pengangkatan komandan ksatria -

Acara pengangkatan komandan ksatria itu sudah diujung akhir. Elena yang ada menyaksikan acara tersebut, masih sangat gelisah karena belum kunjung bertemu dengan Raven. Elena pun meninggalkan acara tersebut dan mencari Raven.

Dia berusaha keluar dari kerumanan orang. Setelah keluar, dia berlari secepat mungkin menuju ke toko senjata Rigrid. Saat sampai disana, Elena membuka pintu dan mendapatkan isi rumah yang gelap namun terlihat berantakan. Persedian logam serta senjata yang berantakan dilantai dan hancur dimana-mana.

“Ada apa ini?! Kenapa semuanya berantakan?!” ucap Elena

Elena mulai panik dan kebingungan. Dia khawatir dengan apa yang terjadi pada Rigrid serta Raven.

“Raven! Bibi Rigrid! Kalian dimana?! Ini aku Elena!” teriak Elena

Tiba-tiba  lampu didalam rumah itu menyala secara sendirinya. Tepat setelah lampu itu hidup, terdengar suara laki-laki dari belakang Elena.

“Hai, Kita bertemu lagi” ucap laki-laki itu

Elena yang mendengar suara tersebut langsung menoleh kebelakang. Disana dia melihat sosok laki-laki yang sedang bersandar dipintu keluar rumah dengan tangan yang memegangi saklar lampu dikanannya.

“Ka-kamu?!” ucap Elena

Elena sangat terkejut saat melihat wajah laki-laki itu. Laki-laki yang berada disana adalah Dale, tangan kanan dari Jack Zexter. Elena langsung merasa ketakutan dan tubuhnya membeku ditempat karena mengingat percakapan Raven dan Rigrid mengenai organisasi mereka.

“Dimana temanmu itu? Kalau tidak salah….. Ah! Raven bukan?” ucap laki-laki itu

“A-apa maumu?!” ucap Elena dengan suara yang bergemetar

“Tidak perlu takut seperti itu. Aku hanya menginginkan sesuatu yang ada ditas kecilmu itu” ucap Dale sambil menyeringai

Elena langsung menggerakan tangannya dan memegangi tas kecil dipinggulnya. Didalam tas tersebut hanya ada dua barang. Grimoire milik Elena dan Stone of Oath yang menyegel Leviathan.

Tiba-tiba laki-laki itu mengambil satu langkah kedepan dan mengulurkan tangannya seakan sedang meminta sesuatu.

“Berikan Stone of Oath itu padaku” ucap Dale

“(Sudah kuduga! Dia pasti datang kesini untuk mengambil batu ini! Tapi darimana dia bisa tahu mengenai ini?!)” batin Elena

“Gadis cantik. Jangan sampai aku mengambilnya secara paksa darimu” ucap Dale

“Di-dimana bibi Rigrid?!” ucap Elena

“Rigrid? Siapa dia?” ucap Dale

“Aku bertanya bibi ada dimana?!” bentak Elena

“Aku tidak suka perempuan keras kepala” ucap Dale

Dale merasa kesal dengan bentakan Elena. Dia pun menarik keluar rapiernya dan menyerang Elena dengan sihir dari rapiernya.

“Wind Shackle”

Sebelum sempat mengambil grimoirenya, sebuah sihir angin pengikat mengelilingi Elena dan menahan kedua lengan serta kakinya.

“Ugh!” teriak Elena

“Aku sudah mencoba untuk memintanya baik-baik. Tapi kamu malah mencoba untuk menghindar” ucap Dale

“Le-lepaskan aku!” teriak Elena

“Wah galak sekali. Aku tarik kata-kataku. Aku memang menyukai gadis keras kepala sepertimu” ucap Dale

Dale pun mendekat kearah Elena yang sedang melayang karena terikat sihirnya.

“Ternyata tubuhmu sangat bagus ya. Jika kita bersenang-senang dulu, pasti tidak akan rugi bukan?” ucap Dale sambil menyeringai

 

 

1
Yafri Ardin
typo dikit gak ngaruh
eA+
gak ada yang komen jir
hide my smile
succubus😋😋😋😋😋😋
eA+: gg jugak gw dulu bisa tamatin novel 300an ep/chapter ini, sekarang dah ga kuat🤣
total 1 replies
hide my smile
kriss itu laki laki atau perempuan?/Smug//Doge/
Penebas Hantu
semakin keren nih cerita
Penebas Hantu
min klo bleh ilustrasi si Raven dan s Elena tampilkan disini aja karena aku gk punya IG wkwkwk
Penebas Hantu
mantap thor baru baca lagi🤣
Penebas Hantu
mantap thor
maimo
Luar biasa
Penebas Hantu
mantap
NULIS_SANTAI
GG thor
Persipura Pura
pelemboker duwama
Mitra Sepakat
tokoh utamanya LEMAH...
tra naruto
menarik thor
Queen
🤣🤣🤣 kiu....kiu.... author yg mantap dri awak ampe skrang bikin mc ny klaah trs
Queen
siapa yg bunuh dale
Queen
dri awal smpe sekarang trlalu ego sic mau bls dendam tp tidak meningkat kan kekuatan, setiap bertarung kalah mulu
Queen
🤣 br melawan adik ny ke teteran, gmna melawan bos musuh, mc gk ad peningkatan kekuatan. pakai strategi la, kuat kan dlu kekuatan bru bls dendam.
Queen
mau bls dendm tp kekuatn gk di tingkat kan pdhal bru melawan antek2 sudah bbak belur, gmna melawan bos nya
Queen
apa mc gk ningkatin kekuatan nya, krna setiap bertarung asik bbak belur trs mc nya
hide my smile: mending dari lemah ke kuat,pasti jalan ceritanya menarik
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!