NovelToon NovelToon
Gadis Mr. Elan

Gadis Mr. Elan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:700k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rati Tiwi

Gadis Bellova yang terjebak di rumah mewah milik pria yang baru dikenalnya, Elan Ferdiand Bocelli. Tempat di mana membawanya terjerumus ke dalam masalah besar hingga akhirnya Gadis Bellova menjadi tahanan oleh pria tersebut. Namun tidak disangka ada sesuatu yang tersembunyi diantara mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rati Tiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyapa Gadis dan Queen

Gadis sedang sibuk di dapur bersama bi Ani, sedangkan Queen asik bermain boneka yang baru dibelikan oleh Elan. Queen bermain di teras depan rumah bersama mbak Yanti yang baru datang ke rumah Elan atas perintah Gadis.

Terdengar suara derap langkah kaki paman Marcel yang baru saja datang ke kediaman Elan. Dia langsung menghampiri Queen.

"Hai, kamu pasti Queen?" sapa paman Marcel yang menghentikan Queen bermain bonekanya sejenak.

Queen memandang paman Marcel cukup lama, bingung dan tak tahu siapa orang yang ada di depannya.

"Tuan siapa ya?" tanya mbak Yanti.

"Perkenalkan saya Kakek Marcel, pamannya papa kamu," jelasnya pada Queen.

"Kakek?" tanya Queen bingung.

"Iya sayang, ini Kakek ada mainan untuk Queen," paman Marcel menyodorkan mainan pada Queen dan Queen menerimanya.

"Ya sudah, mama kamu mana?"

"Ada di dapur, Tuan!" sahut mbak Yanti.

Paman Marcel berjalan masuk ke dalam rumah Elan dan mencari sosok Gadis berada.

"Ehem ... bau masakan ini sepertinya enak!" ucap paman yang berdiri di depan Gadis dan bi Ani. Sontak mereka pun kaget.

"Eh, Tuan Marcel, maaf Tuan ... saya baru tahu Tuan datang kemari. Tuan Elan masih di kantornya, apa mau saya hubungi Tuan Elan?" tanya bi Ani hormat.

"Tidak perlu, aku hanya main saja kemari dan ingin menyapa istri serta anak Elan yang membuatku penasaran," ujar paman.

Gadis menoleh pada paman Marcel dan menatapnya tersenyum tipis.

"Gadis, bisa bicara sebentar? Saya tunggu kamu di ruang tamu!" pinta paman yang melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.

"Bi, siapa dia?" bisik Gadis.

"Pamannya Tuan Elan dari Italia, Non!"

Gadis pun mengahampiri paman Marcel di ruang tamu dengan langkahnya perlahan.

"Paman," sapa Gadis.

"Duduklah, aku hanya ingin melihat kau dan anakmu saja," kata paman.

"Paman mau minum apa, nanti saya buatkan?" tanya Gadis sembari duduk dengan tenang.

"Tidak perlu, aku hanya mampir sebentar. Apa kau bahagia di sini?"

"Iya Paman," sahut Gadis.

"Aku lihat Queen sangat senang di sini bersama papanya."

Gadis tersenyum saja mendengar ucapan dari paman Marcel.

"Bagaimana dengan dia yang tinggal di asrama?" tanya paman lagi.

Deg

Gadis kaget atas apa yang dikatakan paman Marcel. Gadis diam sejenak mencerna pertanyaan yang dilayangkan oleh paman Elan ini.

"Ma-maksud Paman?" tanya Gadis gugup.

"Mungkin kau merahasiakannya dari Elan, tapi tidak denganku, Gadis!"

"Apa maksud Paman? Dia? Siapa?" Gadis menjadi takut.

"Kau tidak bisa membohongiku, Gadis." Paman tersenyum simpul menatap Gadis.

"Kenapa orang ini mengetahui semua tentangku? Siapa sebenarnya lelaki ini?" batin Gadis.

"Aku ingin kau tetap merahasiakan dia dari Elan untuk sementara waktu, dan satu lagi ... jika kau sedang dalam bahaya, kau bisa hubungi anak buah saya di nomor ini," paman menyerahkan sebuah kertas kecil yang berisi nomor telepon seseorang, lalu Gadis mengambilnya perlahan dengan ragu.

"Bahaya apa maksud Paman?"

"Lihat saja nanti, mungkin dalam waktu dekat atau beberapa bulan lagi, atau mungkin beberapa tahun lagi, kau akan tahu semuanya," ucap paman percaya diri.

Gadis diam dengan pikirannya menjadi tidak menentu. Dia sangat khawatir terjadi sesuatu pada keluarganya.

"Hanya itu yang ingin saya sampaikan, simpanlah nomor itu, pasti kau akan membutuhkannya!" Paman Marcel langsung beranjak berdiri dan melangkah keluar dari rumah Elan dan terlebih dahulu berpamitan pada Queen sebelum memasuki mobilnya.

"Queen, Kakek pulang ya, sayang!" ucap paman sembari mengelus kepala Queen lembut.

"Iya Kakek," Queen mengangguk.

*******

Malam hari pukul 21.00, Gadis baru saja menidurkan Queen yang sudah terlelap setelah Queen merenggek menanyakan papanya, Elan. Sebelum magrib Elan telah menelepon Gadis bahwa dia akan telat pulang karena masih ada pekerjaan kantor yang harus diurusnya apalagi berkaitan dengan perusahaannya di Italia.

Gadis belum bisa tidur, dia masih memikirkan ucapan dari paman Marcel yang membuatnya khawatir. Gadis beranjak dari ranjang dan berjalan menuju jendela kaca di kamarnya. Dia menatap langit malam yang berbintang dan sejuknya angin malam menerpa wajahnya, membuatnya sedikit merasakan ketenangan yang damai.

Begitu lama Gadis menatap langit malam hingga tidak sadar bahwa Elan memasuki Kamarnya. Tiba-tiba saja Elan mempunyai ide untuk menggoda Gadis.

"Elan, apa yang kau lakukan?" Gadis membalikkan wajahnya dan terkejut mendapati tubuhnya dipeluk oleh Elan.

"Aku hanya ingin melihatmu dan Queen, apa tidak boleh?" Elan mencium pundak Gadis mesra.

"Tolong hentikan, El. Kau tidak boleh melakukannya karena kita berpisah begitu lama," Gadis meronta tapi pelukan Elan semakin erat di perutnya.

"Iya... iya, Aku tahu. Aku akan menikahimu lagi secepatnya, tapi kita masih suami istri secara hukum jadi nggak apa-apa kalau kita hanya berciuman saja, please!" Elan memindai tubuh Gadis dihadapannya dan mulai menciumnya tapi Gadis menggelak.

"Elan, hentikan! Ini tidak benar!" teriak Gadis sembari mendorong wajah Elan menjauh.

"Cium sekilas saja, Gadis. Masa tidak boleh sih? Aku merindukannya, please ... ya ... ya ...!" pinta Elan memelas sembari memeluknya.

"Tidak bisa!"

Keributan pun terjadi di kamar itu, akhirnya Queen terbangun karena ulah para orang tuanya. Queen bangkit duduk di ranjang dan memandang Gadis dan Elan bergantian dengan bingung.

"Mama ... Papa!" ucap Queen memanggil.

"Queen, kamu sudah bangun?" Gadis melepas paksa pelukan Elan darinya dan menghampiri Queen di ranjang.

"Ayo tidur lagi, sayang!" ucap Gadis.

"Queen mau tidur sama Papa, Ma!" ujar Queen dengan mengucek-ngucek matanya.

"Ya sudah, sini Papa temani kamu tidur ya, sayang," Elan mendekati Queen dan menemaninya tidur.

"Hei, Gadis. Kemarilah ... ayo tidur bersama!" pinta Elan.

"Kau saja, aku akan tidur di kamar sebelah," Gadis berjalan keluar kamarnya.

"Hei, Gadis...!" Elan begitu kesal.

"Papa kenapa lama pulangnya?" tanya Queen pelan.

"Papa kan kerja, sayang. Tidurlah Queen, besok Papa temani kamu main lagi," bujuk Elan sembari memeluk Queen.

"Oh ya, Pa. Tadi Queen diberi mainan sama kakek, banyak sekali dan bagus loh, Pa!" Queen memberitahu Elan dan menatapnya.

"Kakek? Siapa?" tanya Elan mengernyit.

"Iya, kakek itu pamannya Papa. Queen lupa namanya," ucap Queen jelas.

"Pamanku? Siapa?" batin Elan bertanya-tanya.

Pagi hari Elan ke dapur untuk mengambil minum. Kebetulan Gadis berada di sana saat itu, kemudian Elan menanyakan sesuatu yang menjanggal di pikirannya.

"Gadis, semalam Queen bilang ada kakek yang memberinya mainan, siapa kakek yang dimaksud Queen?" tanya Elan penasaran.

"Ah, itu ... paman Marcel," jawab Gadis ragu.

"What? Ngapain paman Marcel kemari? Apa ada sesuatu yang dia katakan? Apa dia mengamcam kamu? Katakan Gadis!" tanya Elan panik.

"Tidak ada," jawab Gadis berbohong.

"Jauhi dia! Paman Marcel itu orang yang sangat berbahaya. Kita berpisah karena ulah paman Marcel. Dia mengancamku untuk bergabung dengan kelompok mafia dengannya, makanya dulu aku tidak bisa memberi kabar dan menjemput kamu, Gadis!" jelas Elan sangat kesal.

Deg

"Paman Marcel seorang mafia di Italia. Berarti keluargaku dalam bahaya. Aku tidak bisa diam saja, aku harus bertindak cepat," batin Gadis ketakutan.

1
Rhmad Flash
tor jangan buat psh gds d ela.ng doong
Rati Tiwi: thanks dah mampir di novelku🤗
total 1 replies
Awan Sky
pasti ada maksudnya nih si paman
Pink Ky
bagus thor ceritanya
Matic Metallica
no Queen
Suwita Cheers
kerennya ceritanya ini
Tea Tea
seru si elan yang misterius kyk mafia
Deni Wong Jowo
mantul ceritanya😍
lanjutkan cerita cinta king dan jelita
Jordan Gue
keren, lanjutkan kak
Sajak Indah
keren ceritanya
Sajak Indah
aduh duh duh king mah the best 🥹👍
Mak Aqil
siapa bunga APA adik atau kekasih nya
Ori Orion
happy ending. seru ceritanya apalagi si king Ama jelita
Andara Zean
keren banget ceritanya
Enji Boring
keren cerita seru
Kikan Tuners
akhirnya happy ending. si king JD penyelamat keluarga Devan dan elan
Dewi Anjani
ceritanya si king Ama jelita bagus banget nih GK nyangka bisa nikah 😁
Lucky Lucifer
kirain mau beli bunga🤣🤣
Lucky Lucifer
nangis aku jadinya
Agatha Doank
😍😍😍😍😍😍😍
Pentol Goreng
seru bget asik ceritanya
suka deh Ama king
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!