Gak ada kata-kata, kecuali, sehat selalu buat semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CANDA DALAM LUKA.
Baca sesantai mungkin ya kak❤
👉SELAMAT MEMBACA👈
Abie merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah, rasa sakit yang hampir setiap hari mengerogoti tubuhnya membuat Abie semakin lemah, bahkan parahnya, akhir-ahkir ini dia sering mual dan muntah darah.
"Huuuuuuuuuh__!" Abie membuang nafas panjang.
Anak muda itu menatap langit-langit kamar rumah sakit dengan suasana hati yang teramat sempit. Bagaimana tidak, fikiran Abie saat ini, hanya mati, mati dan mati, karena dia merasa teramat begitu lelah. Sakit yang kini bersemayam di tubuhnya membuat Abie stress dan sering hilang arah.
"Heeeemmmmm__!" Gumamnya seraya mengambil benda pipih yang terletak di meja sisi ranjangnya.
"Abie, apa kabar?" Sapa Shafa ramah melalui chat pribadi
"Heeeh, masih inget gue lu, gue kira gak mau temenan lagi, sama pembohong bentukan gue." Tegas Abie.
"Ih___ Apaan si, Bie. Maaf karena kemaren sempet marah-marah!' Pinta Shafa.
"Oke, gue kira lu gak mungkin mau chat gue lagi, secara nih ya, gue kan bejat, jahat, cacat pembohong lagi. Haha_!" Jawab Abie sok tertawa di balik kesedihanya.
"Astafirullahalladzim. Abie____ Apaan, sih, maafin gue napa!"
"Laaah, kenapa elu yang minta maaf, kan gue yang bohong, bukan elu." Jawab Abie.
Debat antara Abie, masih berlanjut bahkan anak muda itu membuat Shafa merasa bersalah karena sempat marah, lumayan lama.
"Hiiihh, ujung-ujungnya, gue juga yang salah." Ucap Shafa kesal.
Sementara Abie tersenyum kelu, membaca ulang chat antara dirinya dan Shafa itu. "Maafkan, aku. Tak seharusnya aku bersikap seperti tadi." Gumam Abie sedih.
__
Abie bukan hanya membaca Chat dari Shafa, dia juga membaca Chat dari Asa dan Yoona, bahkan dua wanita cantik memberi nasehat kepada Abie hingga anak muda itu tertawa pilu.
"Apa pun tujuan Abie, setidaknya itu juga tak merugikan saya, dan aku tidak marah, semoga kita masih bisa temenan ya!" Tulis Asa.
Abie tersenyum membaca tulisan dari si Asah itu.
"Bie, gak usah minta maaf terus dong! Kenapa juga kamu harus malu, kan Abie bohong bukan karena hal buruk. Pasti ada maksud baik di balik bohongmu itu." Tulis Yoona pula saat membalas permintaan maaf dari si Abie.
"Heeeem__ Asli dewasa, kak Yoona." Ucapnya lirih.
Dan malam itu Abie paling lama Chat dengan Desy Puspita, seseorang yang kini mengisi full relung hatinya, yang membuat Abie jatuh cinta hanya melalui sikap dan juga cara, yang membuat Abie jatuh cinta tanpa harus menatap mata, sudah pasti hanya Abie dan Desy sendiri bagaimana cinta itu tumbuh semakin luas di dalam perasaan mereka, bahkan satu hari tanpa kabar membuat keduanya gundah gulana. Yah, maklum, sedang jatuh cinta ya begitulah. (Aheem).
"Bie, hari ini ngapain aja?" Tanya Dasy seketika.
"Nungguin chat kamu." Gombal Abie.
"Haiiih, serius Bie."
"😃.. Aku seharian ini, duduk tidur, duduk tidur dan terus begitu. Mau ngapain lagi, aku kan gak bisa ngapa-ngapa'in.
"Astafirullah, sabar dong, Bie nanti nanti kamu pasti sembuh dan semua akan kembali normal lagi."
"Hehehe. Aamiin 😊!" Balas Abie datar saja.
"Sekarang aku tanya serius, Abie lagi apa?"
"Lagi mandangin jalan lewat jendela, aku rindu jalan-jalan seperti itu, dulu aku perah bebas malandai-landai di sana," jawab Abie yang semakin membuat Desy sedih.
"Sabar, ya! Nanti pasti bisa lagi.
"Oh iya, kak Desh, mau liat gak sekarang badanku full bintik-bintik, ada ruam membentuk kupu-kupu di wajahku, bahkan kulitku persis sisik ikan, kak Desh kalau liat pasti muntah." Jelas Abie.
"Ya Allah, Bie. Masa iya aku muntah, udah deh gak usah mikir yang aneh-aneh, aku tak seburuk fikiranmu, kau tau dulu Bapaku juga pernah sakit parah, dan parah banget sampai aku mikir, kalau beliau pasti akan Almarhum, tapi nyatanya Bapaku sembuh Bie, dan sehat sampai hari ini, jadi percayalah, kamu juga pasti bisa!" Desy benar-benar penyemangat bagi Abie.
Anak muda itu tersenyum sumringah kala membaca tulisan dari my lovely' nya itu, bahkan dia merasa Desy Puspita benar-benar bisa bersikap begitu dewasa.
"Terima kasih kak, Desh!"
"Bie, masa pacaran manggilnya masih kakak?"
"Apa dong, masa iya Desy, owh gimana kalau Yank?"
"Gak gitu juga keles, Desy aja ya, Bie!"
"Ci, aja deh, imutkan?"
"Heem, ya Udin gak-apa, pake Ci aja karena keluargaku manggil aku pake nama itu." Jelas Desy tanpa ragu.
"Oke, terima kasih, Ci!"
Sejak malam itu, pangilan Abie ke Desy mulai berubah, tanpa embel-embel, kakak lagi. (Kan jadi berasa pacaran, Bang😊).
Namun saat keduanya sedang asik-asiknya bercerita lewat Chat, tiba-tiba, Abie tak membalas Chat Desy lama sekali, Desy mengira anak muda itu tertidur, namun ke esokan paginya, saat Desy membuka layar ponselnya, gadis cantik itu, menatap sendu dengan senyum kelu. Bagaimana tidak dia membaca chat dari Abie yang cukup menyayat hati
"Ci, maaf ya! lama bales, aku tadi mual mana kepalaku pusing lagi, bahkan muntahku ada darahnya, heran saya, nih perut tiap hari ngajak gelut, tiap abis makan mual, dan selalu begitu. Hehehe, maklumin ya sayang, namanya juga orang sakit-sakitan." Chat Abie yang di baca Desy dan seketia saja membuat gadis cantik itu tak semangat menatap hari.
.
.
.
.
🕊Cepet sehat ya Abang😊🤗🕊
.
.
🕊Terima kasih🕊
🐍🐍🐛🐛🐛🐛🐍🐍🐍🐍🐛🐛🐍🐍🐍🐍🐍**
bank abie maaf ya waktu itu gak sengaja kepencet unfollow jadi ilang pertemanan kita pdhal banyak yg pingin diobrolin.
Tetap semangat dan selalu positif thingking meski semua bergantung takdir yang kuasa
Semoga dipermudahkan, dikuatkan dan selalu ikhlaskan hati
Apapun serba mungkin jika Yang Kuàsa berkehendak
sepertinya ortunya jg mengingkari kenyataan🤔
kangeeeeeeeennnnn 🥰
mdh2n Abang selalu d beri kesehatan yahhh
aku gabung d GC tp baru tau segala nya hari ini 😭😭😭😭
yg sabar ka Desi buat ngasih semangat k bang BIE 💪💪💪💪