- Lanjutan dari Novel My Possesive Husband
Awalnya rumah tangga Sean dan Dara berjalan dengan baik. Kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mereka setelah insiden penyerangan Mansion waktu itu. Namun seketika, semuanya berubah ketika datanglah sosok wanita dari masa lalu Sean dan Garvin. Dia datang dan menjalin hubungan tersembunyi dengan Sean Crishtian yang merupakan Ketua Geng Mafia Crowned Eagle sekaligus suami sah dari Andara Claire Crishtian.
Dara di hadapkan dengan dua pilihan terberat dalam hidupnya, yaitu bertahan dengan rasa sakit atau pergi menjemput kebahagiaan terbaru dengan sahabat Sean.
"Aku memang mencintai mu Sean. Bahkan sangat mencintai mu. Tapi maaf, aku tidak sekuat itu untuk bertahan dengan rasa sakit yang kamu berikan untuk ku. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi dengan laki-laki yang mencintai ku." - Andara Claire Crishtian.
"Bodoh. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Dara. Jika kamu melakukan itu, maka bersiaplah, orang disekeliling mu yang akan menerima akibat atas apa yang kamu perbuat. Katakan saja aku gila. Tapi inilah cara ku mempertahankan wanita yang aku cinta." - Sean Crishtian
Jangan lupa klik tombol Love ❤️ agar tidak ketinggalan info Update terbarunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Eva Fullandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. RUTINITAS YANG TERGANGGU (18+)
Happy Reading 🥳
Suara gelak tawa di ruang televisi mengisi seluruh penjuru ruangan. Interaksi antara Ayah dan anaknya terlihat sangat akrab. Beberapa kali maid dan bodyguard yang melewati ruang keluarga sedikit terhenyak. Bagaimana tidak? Seorang yang dikenal sebagai sosok terkejam di dunia tengah bercanda dan tertawa lepas tanpa beban bersama darah dagingnya.
Sean tidak bisa menahan tawanya ketika memoleskan lipstik milik istrinya ke wajah Kenzo untuk kesekian kalinya. Sean sedang membuat sebuah gambaran gunung, matahari dan burung di wajah mungil Kenzo. Kenzo yang belum mengerti hanya bisa tertawa lepas ketika merasakan sentuhan di wajahnya. Terasa geli dan enak secara bersamaan.
"Hahaha, wajah kamu lucu sekali son." Ujar Sean memuji hasil karyanya.
Kenzo membalas tatapan Sean sambil melompat-lompat kegirangan. "Atata.. Atata.. Atatata.. Daddy. Atata.. Atata.." Kenzo berbicara khas anak kecil yang belum bisa berbicara. Jeritan dan lekingan dari Kenzo menyita perhatian Xelyn yang sedang berada di sana. Sudah sedari tadi Xelyn berada disana untuk menemani Kenzo dan Sean. Untungnya Xelyn bisa menahan tawanya. Jika tidak, mungkin Xelyn akan ikut tertawa terbahak-bahak karena majikannya.
"Apa yang sedang kamu tertawakan Hubby?" Tanya Dara sambil duduk di atas lantai. Karena Sean, Kenzo dan Xelyn duduk di lantai, maka Dara ikut duduk di lantai juga.
Sean menoleh, menunjukkan wajah Kenzo yang tertutupi badan kekarnya. Sontak saja Dara terkejut dengan keadaan Kenzo yang terlihat sangat... Entahlah, Dara tidak bisa mendiskripsikannya. "Hubby, kenapa kamu mencoret-coret wajah anak kamu." Tanpa basa-basi Dara meletakkan piring yang berisi nasi goreng disebelahnya. Lalu Dara menggendong Kenzo agar duduk di atas pangkuannya. Dilihatnya wajah Kenzo yang sudah penuh dengan coretan lipstik. "Hubby, jangan bilang kalau lipstik ini lipstik yang baru aku beli kemarin." Ketika Dara melihat warna brown dari lipstik yang digunakan suaminya, Dara langsung menatap wajah Sean untuk meminta penjelasan.
Jantung Sean berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Inilah yang Sean takutkan. "Kenapa aku baru menyadarinya?!" Gerutunya kesal. Lipstik yang ia pakai sedang ia genggam.
Dara menatap tajam menunggu jawaban. "Jawab Hubby." Ujar Dara lebih tegas. Kenzo yang melihat ketegangan diantara Mommy dan Daddy-nya lantas memilih bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Xelyn.
Xelyn yang mengerti akan hal itu, langsung memeluk dan menggendong Kenzo. "Nyonya, saya bermain dengan Kenzo dulu." Pamit Xelyn yang sudah berdiri sambil menggendong Kenzo.
Dara menoleh lalu mengangguk. "Hati-hati. Jangan jauh-jauh kalau bermain." Ucap Dara memperingati. Setelah itu pandangannya beralih lagi ke arah suaminya yang sedang duduk di hadapannya. Kedua matanya menatap wajah Sean untuk meminta jawaban.
"Hehehehe.." Tanpa merasa bersalah Sean malah tertawa kikuk. Pasalnya, Sean juga tidak tau harus bersikap bagaimana. Mengingat bagaimana emosi dan amarah istrinya yang sangat menakutkan. Jemarinya mengerat megenggam lipstik istrinya yang ia pakai.
Dara menghela nafasnya berat. Tidak bisa berkata-kata lagi. "Yasudah. Terserah Hubby aja." Ujarnya menyerah. Demi meredam rasa
kekesalan yang menyelimuti Dara, Dara memutuskan untuk memakan nasi goreng miliknya. Diambilnya nasi goreng yang ia letakkan disebelah tubuhnya. Sebelum makan, Dara tidak lupa untuk berdoa terlebih dahulu.
Melihat respon istrinya yang seperti itu, membuat Sean merasa bersalah. "Maafkan aku sayang. Aku tadi terlalu asik bermain dengan Kenzo hingga melupakan lipstik yang aku pakai. Aku merasa bersalah. Maafkan aku. Aku akan mengganti lipstik punya kamu berkali-kali lipat. Dan aku akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi." Kata Sean meminta maaf dengan tulus. Dipeluknya tubuh istrinya dari samping yang sedang makan nasi goreng.
Mendengar perkataan maaf dari suaminya, Dara lantas menanggapinya dengan anggukan kepala.
Sean tersenyum. Lalu mengecup leher jenjang Dara. "Baunya harum." Lirihnya pelan dengan nafas yang sedikit memberat.
Dara yang sudah faham akan tabiat Sean, langsung menoleh. "Hubby, kita sedang diruang keluarga. Bukan di kamar. Ini juga masih pagi." Kata Dara memperingati.
Seakan tuli, Sean tetap melakukannya. Pelukannya semakin mengerat di pinggang mungil Dara. Diciumnya leher itu lalu ia hisap karena merasa gemas. Membuat tubuh Dara langsung tersentak karena merasakan sengatan yang berada di lehernya.
"Ihh, Hubby." Protes Dara. Rutinitas makannya terganggu.
"Hm, apa sayang." Tanya Sean balik. Pura-pura tidak mengerti. Tangannya mulai bergerilya aktif. Reflek, Dara langsung memegang tangan Sean yang mulai nakal. "Hubby, ih!" Selain Possesive, Sean juga tipikal suami yang mesum pada istrinya.
"Tuan say--a." Perkataan Xander terputus ketika baru mengetahui jika tuannya sedang melakukan rutinitas 21+.
Dara yang melihat kehadiran Xander langsung melepas pelukan Sean dan segera menggeser duduknya agar menjauh.
"Sial!" Umpat Sean tidak terima. Tubuhnya berbalik. Selain Kenzo yang sering menganggu rutinitasnya, sekarang Xander juga. "Ada apa Xander?" Nadanya terdengar ketus. Membuat Xander menelan ludahnya kasar.
Tubuhnya membungkuk, meminta maaf atas kelancangan yang telah ia lakukan tadi. "Maafkan saya atas kelancangan saya tuan. Saya hanya ingin mengingatkan jika semuanya telah siap tuan." Lapor Xander dengan kepala yang menunduk.
Wajah Dara memerah bagaikan kepiting rebus. Rasa malu karena ketauan oleh orang kepercayaan suaminya, membuat Dara ingin menenggelamkan dirinya ke dalam laut.
Sean membuang nafasnya. "Kau bisa pergi Xander. Aku akan bersiap-siap." Titah Sean tegas.
"Baik Tuan." Jawab Xander lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan.
Kemudian, Sean beralih menatap istrinya. "Sayang, aku harus pergi sekarang. Sesuai janji ku, aku akan mencari keberadaan Rara dan Bi Marta." Ujar Sean seperti tidak terjadi apapun. Berbeda dengan Dara yang sekarang sedang malu setengah mampus.
"Iya Hubby." Jawabnya sambil memakan nasi goreng tanpa melihat wajah suaminya.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
😭😭😭😭