NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 Malam Romantis

Sebagai fasilitas mewah dari Hotel tersebut yang memang sangat mengenal Emir memberikan pelayanan terbaik mereka dengan mempersiapkan makan malam khusus untuk tamu istimewa mereka.

Lampu-lampu warna-warni menggantung rendah di langit-langit, memantulkan cahaya keemasan di atas meja bulat dengan dua kursi saling berhadapan.

Posisi meja makan tersebut berdekatan dengan dinding kaca dengan dinding kaca besar yang memperlihatkan gemerlap kota Paris yang tak pernah benar-benar tidur.

Dari kejauhan, Menara Eiffel berdiri anggun, berkilauan oleh ribuan lampu yang menyala seperti bintang yang jatuh ke bumi.

Mereka duduk berhadapan, namun terasa seperti ada jarak yang tak kasatmata di antara keduanya. Pelayan pria dengan postur tubuhnya yang tegap, terlihat mulai mengantarkan makanan menggunakan satu tangan yang diletakkan di telapak tangannya seperti sudah ahli melakukannya.

Senyumnya begitu ramah dan menata makanan tersebut dengan sangat elegan tanpa mengganggu kenyamanan Emir dan Ayana.

Pria tersebut juga memberikan serbet agar pada saat makan pakaian pasangan itu tidak kotor. Jemari Ayana sesekali memainkan ujung serbet di pangkuannya. Ayana merasa canggung dengan dipenuhi dengan kegugupan.

Hal ini baru pertama kali dan apalagi suasananya terasa begitu romantis mungkin karena keheningan di dalam ruangan yang tidak ada siapa-siapa itu.

Sementara Emir yang duduk di depannya pura-pura sibuk melihat kesana kemari, seperti menghindari untuk tidak bertatapan dengan Ayana.

"Thanks...." kalimat itu akhirnya terucap dari mulu Emir ketika pria tersebut selesai mengantarkan semua makanan itu dan mempersilahkan untuk dinikmati.

Kecanggungan semakin terasa ketika hanya tersisa mereka berdua yang berada di tempat itu, pada akhirnya Emir melihat ke arah Ayana. Tetapi diam dan tidak mengeluarkan suara apapun.

Tak ada yang benar-benar tahu harus memulai dari mana.

Suara denting halus gelas dan percakapan lirih dari meja lain menjadi latar yang kontras dengan keheningan mereka.

Sesekali, mata mereka bertemu hanya sepersekian detik sebelum keduanya buru-buru mengalihkan pandangan ke arah jendela, seolah panorama kota di luar sana jauh lebih aman untuk ditatap daripada satu sama lain.

"Makanlah, sudah disiapkan seperti ini," ucap Emir akhirnya memulai pembicaraan.

"Hmmmm," Ayana menganggukkan kepala. Matanya mulai fokus pada piring dengan steak yang menggugah selera.

Ayana mengambil pisau dan juga garpu, merasa lebih baik menikmati makanan tersebut daripada diam dengan gigi kering.

Emir juga mulai memulai untuk menikmati makanan itu dan yang pertama dia lakukan meneguk air putih yang ada di sana, pihak Hotel juga ternyata menyiapkan satu botol anggur untuk mereka.

Sebelumnya pria itu mencoba untuk menuangkan pada dua gelas bertumit yang kosong di atas meja, tetapi Emir hanya mengangkat tangan untuk menolak meminum minuman tersebut.

Emir memang bukan pria yang menyentuh alkohol, dan selama berbisnis, dia tidak pernah sama sekali meminum alkohol meski rekannya melakukan hal itu karena terkadang melakukan pertemuan dengan rekan bisnis juga bukan hanya di dalam negeri saja.

Mata Emir melihat ke arah Ayana, gerakan pisau pada daging tersebut terdengar kasat, Ayana ternyata mengalami kesulitan untuk memotong daging itu, entah karena memang keras atau pisaunya tidak tajam.

Di tengah kesibukannya yang berhasil menghilangkan kecanggungan diantara keduanya dan tiba-tiba saja piring itu diambil membuat Ayana mengangkat kepala Emir. Emir ternyata menukar dengan miliknya yang sudah dipotong terlebih dahulu.

Mendapati perlakuan seperti itu seketika Ayana membisu dengan kesulitan menelan ludah.

"Kenapa?" tanya Emir sembari memotong daging yang ternyata tidak terlalu keras.

"Tidak apa-apa. Pak," jawab Ayana dengan cepat.

"Kalau begitu makanlah!" titah Emir.

Ayana mengangguk dengan cepat. Akhirnya dia menikmati daging khas yang sangat lembut itu setelah dipotong oleh pimpinannya, barulah Ayana merasakan bagaimana cara seseorang melayani dengan baik dan mengingat selama ini dia hanya melakukan untuk Emir.

Emir juga pada akhirnya menemukan kekurangannya yaitu mengalami kesulitan dalam memotong steak, atau mungkin karena menggunakan garpu dan pisau.

Mereka tetap menikmati makan malam, tanpa ada obrolan sama sekali.

"Makanan di sini enak," ucap Emir memulai pembicaraan kembali sembari mengunyah makanannya.

"Benar, saya juga tidak tahu ini ternyata mereka memberikan hal khusus untuk jamuan seperti ini, ini pertama kali pihak Hotel memberikan pelayanan khusus, mengingat sudah sering melakukan perjalanan bisnis," ucap Ayana.

"Mungkin keberuntungan kamu menemukan Hotel seperti ini, walau mendapatkan masalah di bagian kamarnya," sahut Emir.

"Ternyata Hotel rekomendasi Oma benar-benar baik," sahut Ayana

mendengar Oma disebutkan membuat email seketika menghentikan makanan.

"Oma?" tanya Ayana.

"Benar! Pak, ketika pulang nanti saya akan mengucapkan terima kasih kepada Oma karena sudah membantu untuk mencarikan Hotel dengan fasilitas yang baik dan juga pelayanan yang luar biasa," jawab Ayana.

"Jadi Oma yang mencarikan hotel ini?" tanya Emir memastikan sekali lagi dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Iya. Pak, pada saat itu saya sedang mencari-cari hotel yang cocok dan tidak terlalu jauh dari tempat pertemuan rapat penting, ternyata Oma memberikan saran dan akhirnya saya mengurus untuk memesan materi ini," jawab Ayana.

"Hah!" Emir tiba-tiba saja mendengus dengan tersenyum dan bahkan sampai berhenti makan membuat Ayana bingung.

Di sisiain Oma yang saat ini dibicarakan cucu dan juga cucu menantunya itu berada di ruang tamu dengan melihat ponselnya bagaimana Emir dan Ayana yang makan berduaan dan foto itu diambil dari jarak yang cukup jauh.

"Huhhhh, akhirnya berhasil, kalian berdua memang harus melewati tahapan pendekatan secara intensif dan bukan hanya kedekatan dalam pekerjaan, sesekali kalian berdua harus memiliki waktu untuk berdua seperti ini di tempat yang romantis dengan melupakan pekerjaan kalian," ucap Oma.

Sepertinya apa yang dipikirkan Emir tidak salah dari dugaannya. Ketika Ayana menyebutkan keterlibatan Oma dalam pemesanan atau tersebut sudah bisa Emir, bahwa makan malam itu bukanlah bagian dari fasilitas tetapi sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Oma memang sangat effort sekali membuat kedua orang tersebut dekat.

"Bapak tidak melanjutkan makannya?" tanya Ayana melihat pimpinannya itu tiba-tiba saja moodnya berubah dan entahlah apa yang salah.

"Ya, karena ini sudah dipersiapkan, maka harus dinikmat, sayang sekali jika semua disia-siakan begitu saja," jawab Emir tersenyum miring.

Ayana hanya mengangguk-angguk saja. Ayana akhirnya juga melanjutkan makannya.

"Oma benar-benar. Aku sudah mengatakan untuk tidak ikut campur dengan urusan pernikahanku dan lihatlah di dalam situasi seperti ini masih saja tetap ikut campur," batin Emir.

Pasti menjadi kesempatan besar bagi Oma ketika Emir dan Ayana melakukan perjalanan bisnis ke Paris dan dengan begitu maka kedua orang tersebut memiliki hubungan yang lebih intens.

Bersambung....

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!