NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Kembalinya Nova

“S-siapa kau?!” tanya Nova dengan suara yang bergetar.

Wujud wanita itu tersenyum ke arah Nova sambil menjawab.

“Aku adalah, manifestasi dari pendampingmu.”

Nova seketika terdiam, ia berusaha mencerna apa yang di katakan oleh wanita di hadapannya itu. Nova menatap lurus ke arahnya.

“Maksudmu apa? Dimana sebenarnya aku ini?” tanya Nova.

Wanita di hadapannya itu tersenyum, lalu berkata.

“Nanti kau akan tahu,” ucapnya sambil mengulurkan tangan ke arah Nova.

Sulur cahaya putih bercampur emas keluar dan masuk perlahan ke dalam tubuh Nova melalui keningnya. Pandangan Nova seketika mengabur, dan semua yang dilihatnya memutih, termasuk sosok misterius di hadapannya itu.

“A-apa yang terjadi!”

“Arrrghh!”

Sssttt!

Nova terbangun, di gudang tempat ia berdiri. Ia perlahan bangkit, dan hari sangat larut. Tak ada jejak luka di tubuhnya, semua terlihat baik-baik saja, hanya pakaiannya yang terlihat kotor dan robek, dan meninggalkan jejak sepatu di seragamnya bahkan saat Nova bergerak ia tak merasakan sakit sedikitpun.

“Aneh sekali...” gumamnya sambil meraba-raba lantai beton berdebu untuk mencari kacamatanya yang terjatuh. “Aku harus segera pulang,” lanjutnya setelah berhasil menemukan kacamatanya yang ternyata sudah sedikit rusak dan retak.

Dengan langkah gontai ia berusaha mempercepat langkahnya. Ia masih bisa merasakan lemas di tubuhnya tapi tak sedikitpun ia merasakan sakit, padahal ia tahu sebelum ia pingsan, ia di keroyok oleh beberapa orang.

***

Sesampainya di rumah, ternyata rumah ia sudah di kerumuni banyak orang termasuk pihak kepolisian. Saat Nova mendekat semua orang menoleh ke arahnya.

“Itu Nova!” teriak salah satu warga yang lebih dulu melihatnya.

Sang ibu Ratih, langsung berdir begitu melihat anaknya pulang. Ia langsung berlari dan memeluk anaknya Nova.

Beberapa orang terlihat bernapas lega, setelah melakukan pencarian di beberapa tempat dan tak menemukan hasil, akhirnya selesai karena orang yang mereka cari telah kembali.

“Nak! Kamu kemana saja, sudah tiga hari kami mencarimu,” ucap Ratih sang ibu.

Nova begitu terkeju.

Tiga hari?

Saat mengetahui bahwa ia sudah meninggalkan rumah selama tiga hari lamanya, ia diam sejenak dengan kebingungannya. Nova segera tersadar lalu tersenyum ke arah ibunya.

“Aku... aku di rampok preman bu, dan aku di ikat di gudang di tengah kota,” jawabnya berusaha menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Salah satu pihak kepolisian yang berada di dekatnya mendekat, lalu bertanya kepada Nova.

“Perkenalkan namaku, Samuel aku kapten yang akan menyelidiki kejadian ini. Coba kamu ceritakan awal kejadiannya, anak muda.”

Nova mengangguk pelan sambil menyalami sang kapten, Nova pun menghela napas dan bersiap menceritakan semuanya.

Orang-orang yang berada disana mendengarkan, Nova pun duduk dan meminum segelas air yang di berikan ibunya. Ia kemudian menceritakan seluruh kejadiannya dari awal hingga akhir.

Semua orang yang mendengarkan begitu terkejut, termasuk sang ibu Ratih. Bagaimana tidak, Nova hilang selama tiga hari dan pulang dalam keadaan sangat berantakan.

Komandan polisi yang mendengar itu, mengangguk paham dan langsung memberikan isyarat kepada salah satu anggotanya untuk segera menyelidiki.

“Baiklah, aku mengerti. Kalo begitu, kami pamit dan tunggulah perkembangan kasus ini lebih lanjut, kami akan segera menghubungi anda nyonya Ratih,” ucap Samuel.

Ratih dan Nova mengangguk, kemudian setelah itu pihak kepolisian pergi. Dan setelah Nova dan ibu Ratih berterimakasih, semua orang pergi meninggalkan kediaman mereka.

***

Setelah membersihkan diri, Nova duduk di samping sang ibu. Ratih, hanya memandang anaknya dengan penuh kecemasan bercampur lega, karena akhirnya sang anak pulang dalam keadaan baik-baik saja.

“Ibu sangat khawatir denganmu, nak,” ucap Ratih pelan.

Nova tersenyum sambil mengusap pundak sang ibu.

“Tenang saja Bu, aku baik-baik saja.”

Kemudian Nova memperhatikan kacamatanya yang retak, kemudian ia mencoba memakainya, sang ibu yang melihat itu mengerutkan kening saat melihat kondisi kacamata Nova.

“Kacamatamu rusak nak?”

Nova mengangguk pelan sambil tersenyum.

“Tidak apa-apa Bu, ini masih bisa di perbaiki.”

Namun, saat Nova memakainya ia begitu terkejut sekaligus heran. Karena pandangannya menjadi kabur, berbeda saat ia tidak memakainya. Dan Nova baru menyadari hal itu.

“Aneh...” ucapnya terjeda.

“Apanya yang aneh nak?” tanyanya.

Nova menggelengkan kepalanya pelan, lalu melipat kembali kacamatanya.

“Mataku bisa melihat jelas, tanpa kacamata Bu.”

Mendengar itu sang ibu menjadi senang, Nova yang memiliki kekurangan di matanya sejak ia kecil akhirnya bisa sembuh tanpa tahu penyebabnya apa.

“Kamu sembuh?”

Keduanya larut dalam kegembiraan, tanpa disadari Nova aliran darah di dalam tubuhnya mengalir tenang membuat seluruh jalur meridiannya aktif dan dantiannya berdenyut pelan.

Kejadian tiga hari yang lalu, membuat sesuatu di dalam dirinya tak sengaja bangkit walau Nova belum menyadari itu.

***

Saat perjalanan menuju sekolah, Nova berjalan seperti biasa, penampilannya kini, terlihat... berbeda. Punggungnya lebih tegak, gaya berjalannya lebih gagah, bahkan bentuk tubuhnya sedikit terlihat berisi.

Wajahnya terlihat lebih cerah, dan bahkan jauh dari kesan culun yang selalu tersemat pada dirinya. Nova terlihat lebih percaya diri, dan saat ia memasuki gerbang.

Semua orang menoleh ke arahnya, auranya sebagai siswa culun hilang, bergantikan dengan aura yang lebih gagah. Bahkan tak ada yang menyadari bahwa yang sedang berjalan itu adalah seorang Nova yang selalu mereka ejek.

“Siapa itu?”

“Itu si Nova kan? nggak percaya gue kalo itu si culun,” sahut yang lainnya.

Desas-desus tentang dirinya langsung menyebar. Bahkan anehnya Nova bisa mendengar percakapan yang mustahil ia dengar.

“Kenapa aku bisa mendengar semua orang?” gumamnya sambil fokus berjalan.

Tanpa sadar saat menuju ke arah koridor, ia menabrak seorang gadis dan ia pun refleks langsung menarik pinggang gadis yang nyaris terjatuh itu.

“N-Nova... i-ini kamu kan?”

Nova segera tersadar dan langsung tersenyum.

“Tentu saja ini aku, Aruna. Memangnya siapa?” jawab Nova dengan polosnya.

Ia tak menyadari bahwa penampilan dan auranya sangat berbeda, jauh dari sosok dirinya yang dulu.

“K-kamu kemana aja? Kenapa nggak masuk sekolah?” tanya Aruna.

Nova menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum.

“Ahh itu, aku sedang tidak enak badan. Mungkin karena kehujanan waktu itu,” jawabnya asal.

ekspresi Aruna langsung berubah, dan langsung menatap Nova dengan tajam.

“Tuh kan, kenapa waktu itu menolak ajakan ku untuk pulang bareng?”

Nova hanya nyengir tanpa dosa, jika Aruna tahu penyebab yang sebenarnya mungkin Aruna akan lebih terkejut lagi.

“Sebaiknya kita masuk kelas saja.”

Keduanya berjalan berdampingan, Aruna sangat senang karena sikap Nova sedikit menghangat. Berbeda dari sebelumnya, Nova selalu menghindar dan membuatnya kesal.

Dari sudut lain sekolah, salah satu pemuda terkejut saat melihat sosok Nova. Terlebih, sosok Nova lebih terlihat segar tanpa luka sedikitpun.

“T-tidak mungkin!”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!