NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 My elite lover

Setelah beberapa menit berkendara, musik akustik yang lembut masih mengalun menenangkan suasana di dalam mobil. Rena mulai merasa kantuk menyergap perlahan, ia menyandarkan kepalanya dengan nyaman pada sandaran jok, mata perlahan terpejam dan akhirnya terlelap dalam damai. Napasnya terasa lembut dan teratur, menandakan dia sedang menyelam ke alam mimpinya.

Saga memperhatikan dari sudut matanya, seulas senyum hangat muncul di wajahnya yang biasanya dingin. Ia perlahan mengecilkan volume musik hingga hanya terdengar nada lembut yang tidak mengganggu, lalu mengurangi kecepatan mobil agar kekasihnya bisa beristirahat dengan lebih nyaman.

Namun, kedamaian itu buyar seketika. Layar ponsel Saga yang terpasang di dasbor menyala terang, disusul suara notifikasi yang tajam. Pesan masuk dari anak buahnya yang sedang mengawal dari kejauhan.

"Komandan, ada kendaraan mencurigakan mengikuti kita dari jarak sekitar 800 meter. Plat nomor dipalsukan dengan sangat rapi, tapi gaya berkendaranya sama persis dengan yang kita temui di Misi Tiga Tahun Lalu!"

Wajah Saga yang tadi tenang seketika berubah menjadi dingin. Nama Bramantyo langsung terlintas di benaknya dengan jelas. Mantan anggota tim yang diusir karena pengkhianatan yang sangat keji, ia pernah mencoba menjual rahasia operasi organisasi demi uang besar. Dan Saga lah yang saat itu dengan tegas membongkar aksi jahatnya, membuat pria itu menghilang tanpa jejak, menyimpan dendam yang membara di dalam hatinya.

Saga menahan napas dalam-dalam, berusaha tetap menjaga gerakan tubuhnya stabil agar tidak membangunkan Rena yang masih tertidur. Jarinya yang kuat dan stabil mengetik balasan dengan cepat di layar sentuh.

"Pantau terus gerakan mereka dan laporkan setiap langkahnya. Jangan bertindak gegabah atau mencoba menghalangi dulu. Aku akan cari tempat aman untuk berurusan dengan mereka tanpa mengganggu orang tidak bersalah."

Belum lama pesan terkirim, mobil di belakang tiba-tiba melaju kencang seperti kilat dan menyergap dengan paksa dari sisi kiri, lampu seinnya bahkan tidak menyala. Saga terpaksa menekan pedal rem dengan lembut namun pasti, menepi ke jalan kecil yang cukup lebar namun sepi dan terpencil, jauh dari jalur lalu lintas utama. Guncangan ringan akibat jalan yang tidak rata membuat Rena terbangun dengan kaget, matanya masih mengantuk namun langsung menangkap aura serius yang begitu kuat memancar dari wajah Saga.

"Kak Saga? Kenapa tiba-tiba berhenti? Ada apa nih?" tanyanya dengan suara pelan, wajahnya mulai menunjukkan rasa gelisah yang jelas terlihat.

Belum sempat Saga menjawab, suara gedoran keras menghantam kaca mobil terdengar dengan sangat jelas!

Seorang pria tinggi besar dengan tubuh kekar berdiri di depan mobil, wajahnya penuh bekas luka yang membuatnya terlihat semakin mengerikan. Di belakangnya, dua orang anak buah berbadan balega siap siaga dengan tatapan yang kejam dan waspada.

Saga menurunkan kaca jendela perlahan wajahnya tetap datar tanpa ekspresi sama sekali, seolah tidak melihat ada sesuatu yang mengganggunya.

"Bramantyo ..." panggilnya dengan suara dingin.

"Hahaha! Komandan Saga! Akhirnya kita bertemu juga setelah tiga tahun lamannya!" ucap Bram dengan nada sinis yang menusuk seperti jarum. Matanya memancarkan percikan api dendam yang sudah menumpuk bertahun-tahun.

"Kulihat kau sekarang hidup nyaman dan bahagia ya? Sambil di temani wanita cantik di sisimu ... berbeda sekali denganku yang harus hidup menderita karena ulahmu!"

Saga menoleh cepat ke arah Rena, tatapannya yang tadinya dingin langsung berubah menjadi lembut namun tetap tegas. Ia mengusap kepala Rena pelan dengan jari-jari yang lembut, memberikan sentuhan yang bisa membuat hati Rena menjadi tenang.

"Tetap di dalam mobil ya! Jangan keluar apapun yang terjadi, aku akan menangani secepat mungkin. Percayakan padaku," ucapnya singkat namun penuh kasih sayang, lalu tersenyum tipis sebagai bentuk janji bahwa tidak akan ada bahaya yang menyentuhnya.

Saga keluar dari mobil dengan gerakan lambat namun penuh wibawa, setiap langkahnya terasa berat dan penuh makna. Ia bersandar santai di bodi mobil, melipat kedua tangan di dada dengan sikap yang menunjukkan bahwa dia tidak akan menyerah sedikit pun. Aura mematikan mulai menyebar dari tubuhnya, membuat udara di sekitarnya terasa semakin dingin dan membeku.

"Apa maksudmu menghadang jalanku, Bram? Atau kau memang sudah benar-benar bosan hidup dan ingin mengakhiri segalanya sekarang juga?" tantang Saga dengan suara rendah namun sangat berat.

Bram tertawa keras dan liar, lalu matanya menyipit saat menatap Rena yang masih berada di dalam mobil. Pandangannya terlihat sangat kotor dan merendahkan.

"Wah ... ternyata kau punya mainan baru ya? Biar aku tebak! Dia pasti dokter cantik nan polos yang mungkin tidak tahu apa-apa tentang dunia yang sebenarnya kamu jalani! Sungguh sayang sekali, bidadari sepertinya terbuang sia-sia bersama pria dingin seperti mu ..."

"JANGAN PERNAH BERANI BERPIKIR KOTOR TENTANGNYA APA LAGI SAMPAI MENYEBUTNYA DENGAN MULUT KOTORMU ITU!" bentak Saga dengan suara yang tiba-tiba meledak seperti guntur.

"Ha? Kenapa marah begitu? Apa aku salah bicara? Atau kau kesal karena aku bisa melihat kebenaran yang kau sembunyikan darinya? Atau jangan-jangan kau memang sudah jadi budak cinta sekarang?" ejek Bram semakin berani, bahkan mulai mendekat ke arah mobil dengan langkah yang santai namun penuh provokasi.

"Wanita itu terlihat segar dan bersih sekali ... berapa harga yang kau bayarkan untuk mendapatkan perhatiannya? Atau mungkin dia adalah salah satu hadiah yang kau dapatkan dari organisasi? Boleh aku coba juga?"

BUGH!!

Tanpa aba-aba satu pukulan telak dengan kekuatan penuh mendarat persis di rahang kanan Bram! Pukulan yang sangat cepat hingga tidak terlihat oleh mata telanjang, membuat tubuh pria itu terhuyung mundur beberapa langkah sebelum bisa menyeimbangkan diri kembali.

"AKH!!" erang Bram sambil memegangi bibirnya yang sudah pecah dan berdarah. Darah merah pekat mulai mengalir ke bawah dagunya.

"KUINGATKAN SEKALI LAGI, BRAMANTYO! Jangan pernah kau meremehkan atau mencoba menodai kehormatan wanita ku! Kalau kau masih ingin melihat matahari esok hari, jangan pernah lagi mengeluarkan kata-kata kotor tentang dia dari mulutmu yang busuk itu!" desis Saga dengan tatapan yang benar-benar bisa membunuh, setiap katanya penuh dengan amarah dan ancaman yang tidak bisa disepelekan.

"Hahaha! Ganas juga ya!?" Bram meludahkan darah beserta sedikit lendir ke tanah, wajahnya memerah karena menahan sakit dan rasa malu yang luar biasa. "Ternyata singa dulu selalu patuh pada aturan juga bisa jadi liar sekarang ya!"

"Boss! Anda tidak apa-apa?!" seru salah satu anak buah Bram dengan panik, sudah siap melompat ke arah Saga untuk membela bosnya.

Bram mengangkat tangan dengan kasar sebagai tanda ia baik-baik saja, lalu menatap tajam ke arah Saga dengan mata yang masih penuh amarah.

Tak lama kemudian, dua anak buah Saga yang sebenarnya sudah mengawasi dari kejauhan muncul dengan sigap dari sisi jalan, tubuh mereka siap siaga dalam posisi tempur.

"Komandan! Anda baik-baik saja? Apakah perlu kami tangani sampah ini sekarang juga?" tanya mereka dengan sangat waspada, matanya tidak pernah lepas dari gerakan Bram dan anak buahnya.

Saga tidak menoleh ke arah mereka, matanya masih terpaku tajam ke arah Bram yang sedang mencoba menyeimbangkan diri.

"HM! Jangan biarkan mereka mengganggu jalanku lagi. Aku harus segera mengantarnya untuk beristirahat!" perintah Saga dingin, lalu berbalik gegas masuk kembali ke mobil.

"HEI! KAU MAU PERGI KEMANA?! AKU BELUM SELESAI!" teriak Bram dengan emosi yang meledak, lalu dengan sangat cepat ia berlari dan menghadang jalan depan mobil Saga dengan tubuhnya yang besar.

"Kenapa terburu-buru pergi?! Bahkan aku belum sempat menyapa 'bidadari' itu lebih lama! Kenalkan aku padanya dulu dong!"

Saga menghela napas panjang, lalu perlahan-lahan menurunkan kaca jendela mobilnya. Wajahnya muncul dengan senyuman miring yang sangat menakutkan.

"Kau mau kenalan dengan dia? Boleh saja ..." ucap Saga dengan suara pelan.

Bram tersenyum dengan penuh kemenangan, mengira Saga sudah takut dan akan menyerah padanya.

"Tapi ..." lanjut Saga, suaranya berubah dingin dan tajam. "Kenalannya di neraka sana!! CEPAT MINGGIR SEBELUM KU LENYAPKAN KAU DARI MUKA BUMI!!"

Tanpa menunggu Bram sadar akan ancaman yang diberikan, Saga langsung menginjak pedal gasnya dengan kuat! Mesin mobil berbunyi sangat keras.

BRUUUMMM!!!

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi secara lurus ke arah Bram yang masih berdiri di tengah jalan!

"AAAAAAAKKK!!" Rena menjerit tertahan dengan tangan yang cepat menutup matanya karena kaget melihat aksi nekat kekasihnya. Namun dia tetap bisa merasakan bagaimana mobil melaju dengan cepat, dan jantungnya terasa seperti akan melompat keluar karena ketakutan akan apa yang mungkin terjadi.

Bram yang tadinya sok keren dan penuh keyakinan langsung menjadi pucat pasi, keringat dingin mengalir deras di dahinya dan jantungnya seakan akan berhenti berdetak. Dengan sangat panik ia melompat ke samping semampunya untuk menghindari mobil yang sudah sangat dekat dengan tubuhnya.

Namun karena kepanikan membuatnya salah menghitung jarak dan arah lompatannya. Tubuh kekar Bram tidak jatuh di jalan yang rata, melainkan langsung tergelincir ke dalam kubangan air berlumpur yang ada di pinggir jalan!

BYUUUR!!

Suara gemuruh dan percikan lumpur terdengar jelas saat tubuhnya jatuh telungkup ke dalam kubangan yang dalamnya sekitar satu meter penuh lumpur hitam kental! Baju mahal yang dikenakannya, sepatu kulit yang berharga, hingga wajah sangarnya kini tertutupi lumpur kental yang sangat menyengat!

Dari sisi jalan, anak buah Saga yang melihat kejadian itu langsung tertawa terbahak-bahak.

"WHAHAHA! MALAH MANDI LUMPUR! KEREN BANGET KOMANDAN KITA! CARANYA SANGAT CERDIK!" seru salah satu anak buah Saga sambil menepuk bahu rekannya dengan penuh kegembiraan.

"CUIIH! DASAR PENGKHIANAT! KOMANDAN SAGA DILAWAN!" timpal yang lain dengan suara penuh ejekan.

"DIAM KALIAN SEMUA!!" teriak Bram dengan suara serak dari dalam kubangan lumpur, wajahnya yang penuh lumpur membuatnya terlihat lebih lucu ketimbang mengerikan. "AWAS KAU SAGA!! INI BELUM SELESAI! AKU AKAN BALAS DENDAM DENGAN CARA YANG LEBIH KEJI! KAU AKAN MENYESAL LAHIR KE DUNIA INI!!"

Dengan malu yang luar biasa, dibantu anak buahnya yang juga ikut panik, Bram menyeret tubuhnya masuk ke mobil sambil terus mengumpat dengan sumpah serapah.

Tak lama kemudian, mobil Bram pun melaju pergi dengan cepat meninggalkan jejak lumpur dan aib di jalanan yang sepi itu.

Anak buah Saga masih tertawa puas melihat drama komedi itu, lalu segera menyalakan mesin dan kembali mengikuti mobil Saga dari kejauhan dengan jarak aman, siap menjaga keselamatan sang Komandan dan kekasih hatinya.

 

Bersambung ...

 

1
Munas Tuti
wiiiih serem jg Saga klo dah marah...gmn dg Rena yg ketakutan..
Rahma Inayah
makin seru lnjutkn
Rahma Inayah
top...markotop deh buat saga 👍👍👍👍
riniandara: /Applaud/
total 1 replies
sri hastuti
siippp ,luarr biasaaa 👍👍👍👍
riniandara: terimakasih kak/Kiss//Applaud/
total 1 replies
Marifatul Marifatul
😇😇🤔
Munas Tuti
aduuuh Sasa kok gak kapok yaa, bener2 gak tau diri ....gak tau apa siapa Sagav
Rahma Inayah
pasti orang suruhan. Sasa nnt klu rencana mu gagal dan km seblak nya yg ketangkap org saga ketar ketir mnt maaf .km Lp klu saga pasukan elite BKN tu aja mata dan telingaj nya ada dmn mn klu ada sinyal yg kurg baik lngsung terkoneksi ke saga
Elsa
makin seru aja nih ceritanya. lanjut baca lah
Elsa
wah gercep juga mommy Saga
Elsa
akhirnya bisa jujur juga saga/Shhh/
Elsa
Kevin sangat jahil ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rahma Inayah
knp gk km aja yg ngantr Rena kerumh sakit saga hrs pake 2 mobil pulg nya BS km jmpt lgi dan bs jln2;walau hanya sbntr ngilngi penat
Munas Tuti
wouuuuw romantisnya Saga...pacar mau dines dikawal, semangat yaa Saga😍
Elsa
cerita yang seru untuk di ikuti
Elsa
lanjut Thor semangat ya
Elsa
sangat bagus😍😍💪💪💪💪💪💪
Elsa
awal baca sudah menarik dan penasaran aku suka
Surya
lanjut up kak, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutannya/Smile//Smile/
Surya
rencana yang keren Saga/CoolGuy//CoolGuy//Kiss/
Munas Tuti
keren Saga BTL ke Rena, ternyata gayung bersambut.....buat Sasa kuapooook dehh, makanyajd org jangan sok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!