NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31.

Mata Renata akhirnya membelalak sempurna, dengan air mata yang langsung luruh dan keluar dari sudut matanya. Saat hape yang beberapa tahun ini menemaninya harus pecah dan rusak, hape bekas yang suaminya berikan.

"Mas kok di banting sih!" ucap Renata, dia lalu berjongkok untuk mengambil hape yang sudah pecah itu.

"Karena gara gara hape ini. Kamu tidak menghargai kebaikan yang susah susah Mas lakukan beberapa hari ini! Dasar istri tidak berguna, apa kamu itu lupa? Saat ke dua orang tuamu mati, hanya Mas dan juga ke dua orang tua Mas lah yang menampungmu. Dan mau merawatmu, bukanya menghormati orang yang mau menampung dan juga merawatmu. Malah berani beraninya bersikap kurang ajar!"

Karena tadi Renata reflek mengambil hape yang pecah, dia pun lupa, dengan kopi yang ada di tangannya. Dia yang reflek akhirnya meletakkan kopi panas itu di lantai.

"Loh, Mas .. mau kemana?" tanya Renata berusaha bangkit berdiri, guna mengejar suaminya yang dengan gesit meletakkan Reyhan di karpet. Lalu suaminya itu terlihat berjalan dengan langkah kaki cepat ke arah luar rumah.

Ivan diam tak bergeming, walupun sebenarnya dia itu mendengar istrinya yang dari tadi memanggil manggil namanya.

"Mas, kok malah pergi sih! Katanya mau makan berdua. Kan sudah susah payah aku buatkan kopi Mas."

Akhirnya langkah kaki cepatnya, Renata dapat menggapai tangan suaminya yang sekarang ini sudah sampai tepat di depan pintu depan rumah mereka.

"Mas sudah aku buatkan kopi, kok malah pergi sih!"

"Buatin kopi saja, kau sebut itu sudah payah! Ya udah minum saja sendiri! Mas gak mau minum dan makan sesuatu yang di berikan dengan tidak ikhlas. Biarkan Mas pergi untuk menenangkan hati dan pikiran Mas dulu, Mas bener benar gak nyangka Dek. Ternyata bersikap baik sama kamu itu percuma, lihat kamunya sekarang malah ngelunjak."

"Ya Allah Mas, jangan pergi. Ya sudah aku minta maaf Mas. Tolong Mas jangan pergi!" ujar Renata dengan nada memohon bahkan air mata juga mengalir deras dari sudut matanya.

Renata juga terlihat berusaha memegang pergelangan tangan suaminya, untuk mencegah suaminya itu agar tidak pergi.

Tapi Ivan malah menepis tangan istrinya itu dengan kasar.

"Mas itu sakit hati Dek, kamu bentak bentak. Sekarang biar Mas pergi nenangin diri dulu, Mas mau beli kopi di luar. Mas kan dulu pernah bilang padamu, jika Mas itu jijik meminum kopi yang sudah di taruh di atas lantai."

Renata benar benar tidak ada pilihan lain, selain melepas kepergian suaminya dengan rasa bersalah yang mendalam. Lagi lagi Renata hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.

Esther sendiri yang melihat dari kejauhan, interaksi kasar yang Ivan lakukan pada istrinya saat berada di pintu depan rumah, tampak tersenyum dengan sangat senang. Karena lagi lagi Esther merasa jika dirinya itu menang.

"Kau harus menderita Renata, aku tidak akan pernah membiarkan kebahagiaan itu datang padamu!" ucap Esther dengan sebuah senyuman devil, dia masih terus menatap Ivan dan juga istrinya dengan penuh kesumat.

Renata pun berjalan dengan kaki yang sangat berat, untuk kembali masuk ke dalam ruang keluarga mereka.

"Ya Allah bagaimana ini? Kenapa aku itu bodoh banget? Mungkin benar apa yang di katakan oleh Mas Ivan, aku itu di baiki malah ngelunjak." Renata tampak bergumam, untuk berbicara pada dirinya sendiri.

Tiba tiba mata Renata tampak membelalak sempurna, kala melihat anaknya itu malah merangkak ke arah pecahan hape yang sudah hancur.

Renata pun buru buru berlari untuk mencegah anaknya.

Lagi lagi Renata lah yang harus berkorban, untuk menjadi tameng anaknya yang nyaris akan memegang hape yang pecah dan juga tumpahan kopi panas.

"Arghh." Renata nampak mengerang kekasitan kala kakinya itu menyentuh pecahan hape, dan tersiram kopi panas.

***

**

*

Sementara itu di sebuah cafe, Esther menatap suami sahabatnya itu dengan pias wajah yang terlihat bingung dan juga penuh tanda tanya.

Baru kali ini Ivan itu cuek padanya, karena sekarang ini Ivan malah terlihat sibuk menatap layar hape yang ada di tangannya. Esther pun memilih untuk langsung bertanya, "Van, kok mendiamkan aku seperti ini sih, kamu marah padaku. Kenapa aku ajak check in ke hotel kamunya juga nolak?"

"Bukankah hubungan kita sudah berakhir?"

"Kok kamu malah bicara seperti itu sih!" gerutu Esther.

"Hampir seminggu kamu menghilang, bahkan kamu memblokir nomorku. Dan saat ada butuhnya, kamu itu mengajakku untuk bertemu dan memuaskan hasratmu itu. Aku sudah lelah Esther. Lebih baik hubungan kita berakhir sampai disini!"

Esther terlihat menggeleng gelengkan kepalanya, sembari menatap Ivan dengan wajah yang terlihat tidak terima, dengan keputusan sepihak yang sekarang ini diambil oleh Ivan. Tapi tiba tiba dia tersenyum miring.

"Kalau kamu tetap meminta putus dariku, aku akan mengirimkan gambar saat kita tidur kepada istri kamu!" ancam Esther.

1
Uthie
Gak sabar terus mantau kelanjutan cerita yg penuh nguras emosi ini 👍👍😆
Uthie
dasar laki Lucknut 😡
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
Uthie
Nahhh lohhhhh.... 🤨
Uthie
Ada udang di balik batu kah itu 😏😏
Uthie
Ini masih POV ke belakang kan ya???
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
Uthie
Yaaa ampun.... miris banget dan ikut sakit bacanya Thor 👍😭
Uthie
dasarnya wanita jahat 😡😤
Uthie
hmmmm... lucknut banget emangnya si Ivan😡😤
Uthie
makaya jangan jadi wanita bodoh dan malah menyakiti diri sendiri 😤
Uthie
istrinya terlalu pasrah dan lemah!
Uthie
suami lucknut 😡
Uthie
Duhhhh... terlalu lemah sihhhh tokoh utamanya 😤😤
Uthie
suami lucknut 😡😡😡😡
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍
Uthie
Ada baiknya hati melihat kebaikan orang lain....
Uthie
Jangan terlalu percaya orang yg tidak pantas di percayai 👍😡
Uthie
Baru baca aja udah nyesek😭
dasar suami lucknut 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!