Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memang Jodoh
"Elu itu dokter! Bagaimana bisa elu bilang hendak menghajar kepala gue pakai tabung oksigen?" bentak Randy.
"Selain pemadat, kamu juga tidak punya sopan santun! Pantas melengse!" balas dokter Lucky.
"Elu kagak tahu siapa gue? Siapa bokap gue?" Randy menatap tajam ke dokter Lucky.
CTAK!
Dokter Lucky menyelentik kening Randy cukup keras, membuat pria itu mengaduh dan merasa nyeri.
"Kagak tahu dan kagak perduli gue! Kalau bokap lu ada disini, sekalian gue kasih kuliah tata aturan mendidik anak biar anaknya punya adab!" hardik dokter Lucky cuek. "Lu disekolahin kagak sih? Dididik bener kagak sih sama bokap dan nyokap elu?"
Randy menatap sebal ke dokter Lucky. "Anj**** Lu!"
PLAK!
Semua orang melongo saat dokter Lucky menggampar bibir Randy keras. Randy pun terjatuh diatas kasur.
"Anjing itu lebih punya otak dari kamu! Anjing lebih paham narkoba itu bikin elu bego! Manusia macam elu, lebih rendah daripada anjing atau babi sekalipun! Bahkan kecoa lebih bersih hidupnya daripada elu! Oh, elu itu lebih pantas dibilang tikus got!" Dokter Lucky menoleh ke arah semua tim shift malam IGD. "Hajar dia pakai obat gatal! Biar tahu rasanya pengen garuk tapi tangannya terikat!"
"Eeehhhh?" seru semua timnya.
"Daripada aku panggil Hanabi buat ambil ginjal dia?" jawab Dokter Lucky cuek.
"Dok, dia pasti sakau," ucap dokter Juno.
Dokter Lucky menoleh ke Randy. "Jangan lupa pasang pampers! Bau dia macam tai!"
***
Keesokan paginya, dokter Rahmat yang datang bersamaan dengan Suster Lia, langsung mendapatkan laporan dari Suster Mini. Kabar itu pun sampai ke dokter Daffa yang auto pening.
"Mentang-mentang mertuanya Mafioso yaaaaa," gerutu dokter Daffa. Sebagai direktur utama RS Bhayangkara, dia harus menjaga nama rumah sakit yang dikenal sebagai salah satu rumah sakit yang terbaik di Jakarta.
Dokter Daffa bekerja keras untuk bisa membuang stigma jelek dari para pasien dan tiga tahun terakhir ini, RS Bhayangkara pimpinannya masuk sepuluh besar rumah sakit terbaik di Jakarta.
Tapi semuanya bisa buyar hanya gara-gara dokter bedah andalannya main gaplok!
"Tapi memang kasar dia, Dok," adu dokter Santi. "Kami tahu harusnya sabar tapi Randy sudah melukai bang Nugi, satpam rumah sakit sampai kena sepuluh jahitan dari Dok Lucky. Terus dia juga minta Xanax dengan pengancaman menggunakan senjata tajam. Jadi wajar kalau Dok Lucky menghajarnya karena IGD adalah tanggung jawabnya bukan?"
Dokter Daffa hanya manggut-manggut. "Bagaimana dengan kedua orangtuanya Randy?"
"Mereka bilang, itu bukan anak mereka. Bagi mereka, Randy sudah mati!" jawab dokter Santi.
"Astaghfirullah ... Terus yang bayar gi ...." Dokter Daffa tersenyum smirk. "Aku tuntut dia ke penjara saja ya karena melakukan kejahatan."
"Silahkan Dok."
Dokter Daffa menghubungi seseorang. "Bang Victor, aku minta tolong."
Sementara di luar ruang kerja tim bedah sedang gegeran, di dalam dokter Lucky dengan cueknya tidur di sofa dengan wajah ditutup novel Keigo Higashino. Dirinya seolah tidak perduli akan terjadi huru hara.
***
Medical Examiner RS Bhayangkara
"Mas Lucky hajar orang pakai pispot?" seru Daisy saat datang ke tempat kerjanya. Dia tahu suaminya tidak pulang semalam dan sudah mengabari di rumah sakit.
"Iya dok Daisy. Bang Zaki yang cerita dari cerita para suster yang shift malam terus sarapan di sana," jawab Mamat.
"Memang kenapa Mas Lucky seperti itu?" tanya Daisy bingung. "Mas Lucky nggak segalak itu deh ...."
Daisy terdiam karena dia teringat saat disandera dan wajah suaminya tampak ingin membunuh orang yang menyandera dirinya. Belum dia memarahi ibu yang tidak bertanggung jawab pada anaknya. Belum memarahi Madhava saat ribut Hana belum hamil. Pasti ada pasal yang membuat dokter Lucky bisa keluar tanduknya. ( Baca Lucky Daisy ).
Mamat pun bercerita dan dokter Wayan yang mendengar pun ikutan melongo. Begitu juga para koas dan residen lainnya.
"Ini bukan hal yang pantas ditiru ya. Situasinya memang harus melindungi para tim medis dan salah satu caranya ya seperti itu," ucap dokter Wayan ke para anak didiknya.
"Ya ampun. Terus pispotnya?" tanya Daisy membuat dokter Wayan dan Mamat melongo.
"Dok, apakah anda sadar kalau anda dan dokter Lucky itu memang jodoh!" sungut Mamat.
"Lho? Kenapa?" tanya Daisy bingung.
"Karena Dok Lucky lebih memikirkan mengganti pispotnya daripada memeriksa orang yang dipikulnya," jawab Mamat dengan wajah datar.
"Masa?" balas Daisy cuek.
***
RS Bhayangkara Jakarta
AKBP Victor dan Kombes Jarot pun mendatangi rumah sakit setelah mendapatkan telepon dari dokter Daffa. Keduanya pun melongo saat mendapatkan cerita dari dokter Rahmat bahwa Randy kena hajar pispot stainless saat menodong minta Xanax.
"Oke, antara dia idiot atau goblok! Bisa-bisanya kepikiran minta Xanax ke IGD?" kekeh AKBP Victor Sihasale.
"Itu belum seberapa. Dia juga kena gaplok Dok Lucky karena memaki dia Winston," senyum dokter Rahmat.
"Hah? Wah, kasus itu. Orang pasti ada sabarnya dan Lucky bukan tipe orang sabaran sekarang setelah menikah dengan Daisy," gelak AKBP Victor.
"Dok Lucky sabar cuma dengan Daisy dan Kenzie serta Winston. Selain itu, wassalam," timpal Kombes Jarot.
"Jadi ... Apa yang hendak kalian lakukan?" tanya dokter Rahmat.
"Ya ditahan tapi tidak di sel tahanan kasus dingin. Keenakan! Aku akan minta tim kriminal major crimes buat kasih pelajaran si Randy. Serius itu orang tuanya tidak mau mengakui dia lagi?" jawab AKBP Victor.
"Tidak mau. Aku rasa mereka tidak mau keseret demi menjaga nama baik keluarganya," senyum dokter Rahmat.
"Ngomong-ngomong dimana si pelaku?" AKBP Victor melihat sekelilingnya.
"Molor!"
***
Yuhuuuu up Siang yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣