"Papa tidak setuju!"
Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.
"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.
"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"
***
Ingat, jangan nabung bab!
Follow IG : ichageul9563
Facebook : Khairunnisa (Ichageul)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Duda Insecure
“Om kenapa sih? Hari ini aneh banget?” tanya Sisil yang masih belum mengerti akan sinyal kecemburuan yang ditunjukkan Alvin.
Kesal karena Sisil masih belum menangkap maksudnya, Alvin menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi. Kemudian menatap gadis di depannya yang menatapnya dengan wajah polosnya.
“Kamu ngga sadar kalau Rian suka sama kamu?”
“Tapi aku ngga suka sama dia, Om. Buatku dia hanya teman aja, sebatas sahabat, ngga lebih.”
“Buatmu, tidak buatnya. Dia berharap padamu, Sil.”
“Ya terus apa hubungannya denganku? Kalau akunya ngga mau, dia bisa apa? Dia juga ngga mungkin maksain keinginannya. Om jangan marah-marah terus, nanti cepat tua loh,” goda Sisil sambil melemparkan senyuman.
Bukannya senyum yang didapat, wajah Alvin justru terlihat semakin masam. Perkataan gadis itu barusan seakan menyindirnya kalau memang dirinya sudah tua dan tidak pantas bersanding dengan Sisil. Dari kecemburuan berubah menjadi insecure.
Sialnya Sisil yang memang polos dan belum pernah menjalin hubungan dengan siapa pun, tidak mengerti apa yang dirasakan Alvin.
“Mana UP-mu, biar Om periksa.”
“Om? Tumben sekarang balik lagi ke Om. Biasanya pakai aku.”
“Karena pemikiran kita ngga sama. Om ngga mau memaksakan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman.”
Kali ini perkataan Alvin sukses membuat kening berkerut begitu mendengar ucapannya. Baru sekarang dia mengerti kalau pria di depannya ini tengah merajuk.
Alvin bangun dari duduknya, kemudian berjalan mendekati jendela. Matanya menatap lurus ke jalan. Di sana lalu lalang kendaraan terus bergerak tanpa henti, menunjukkan kesibukan di ibukota yang tak pernah padam.
“Setelah UP-mu selesai, lebih baik kamu pulang ke Bandung,” ujar Alvin tanpa menoleh pada Sisil.
“Om ngusir aku?”
“Kamu kan harus konsentrasi dengan tugas akhir kamu. Kalau soal data atau survey, Om akan bantu dari jauh.”
Ada perasaan sedih menerpa Sisil mendengar ucapan Alvin. Sungguh saat ini dia tidak mampu kalau harus berjauhan dengan calon duda itu. Hatinya sudah terlanjur terpaut pada Alvin. Terlanjur nyaman dengan semua sikap manis dan perhatiannya.
Sisil beranjak dari tempatnya lalu mendekati Alvin. Sejenak dia memandangi punggung kokoh pria itu. tanpa ragu Sisil langsung memeluknya dari belakang, membuat Alvin terkejut.
“Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Tapi aku benar-benar ngga tahu aku salah apa? Bilang aja aku salah apa, supaya aku bisa perbaiki kesalahanku. Tapi Om jangan begini. Aku ngga suka lihat Om seperti ini.”
“Kamu ngga salah, Sil. Om yang salah. Om yang ngga sadar diri. Kamu masih muda. Masih ada banyak hal yang bisa kamu raih. Dan kamu memang lebih pantas bersama dengan dengan Rian yang usianya tidak jauh darimu, tidak dengan Om. Tapi kamu tenang saja, niat Om berpisah dengan Anye tetap akan Om jalankan.”
“Om ngga mau nikahin Sisil?”
Pertanyaan ini sukses meluluhkan perasaan Alvin. Pria melepaskan pelukan Sisil di perutnya kemudian berbalik. Menatap wajah cantik yang tengah menatapnya dengan mata yang sukses membuat kemarahannya pergi.
“Kamu itu masih muda, Sil. Maafkan Om yang sudah membuatmu terjerumus seperti ini. anggap saja ucapan Om waktu itu hanya candaan saja. Kamu berhak bahagia dengan orang yang pantas dan layak untukmu.”
“Apa Om mau ingkari janji untuk kedua kalinya?”
“Apa maksud kamu?”
“Dulu, Om bilang mau nunggu aku pas ditanya kapan punya pacar, kapan nikah. Ngga tahunya Om nikah sama Tante Anye. Sekarang, Om janji mau nikahin aku tapi Om mau ingkari lagi,” kesal Sisil.
Gadis itu menghentakkan kakinya lalu berbalik.
Dengan cepat Alvin menahan tangan Sisil kemudian menarik ke dalam pelukannya. Gadis itu hanya terdiam berada dalam pelukan hangat Alvin.
“Maafkan, aku. Aku … hanya cemburu melihatmu dengan Rian,” aku Alvin jujur.
Segurat senyum tercetak di wajah Sisil. Alvin sudah mengganti lagi panggilannya menjadi aku. Itu tandanya kemarahan pria itu sudah menghilang. Perlahan Sisil menjauh dari pelukan Alvin lalu melihat pria itu seraya tersenyum.
“Jadi sekarang udah ngga marah lagi nih?” goda Sisil.
“Kamu tuh ….”
Sisil langsung menghindar saat Alvin akan menyentil keningnya. Dia segera berlari menuju meja kerja pria itu.
“Ayo makan dulu salad buahnya. Aku khusus buat ini untuk … Mas ….”
Suara Sisil mengecil di bagian akhir, namun masih bisa tertangkap telinga Alvin. Tentu saja itu menjadi mood booster untuknya. Dia langsung mendekati mejanya penuh semangat.
“Ayo makan dulu saladnya.”
“Suapin,” ujar Alvin dengan gaya manjanya, membuat Sisil tak kuasa menahan tawanya.
Sisil menarik kursi lain ke dekat meja kerja Alvin, kemudian mulai menyuapi pria itu.
“Gimana, Om?”
“Enak. Makanan buatan kamu selalu enak.”
“Makasih,” ucap Sisil sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.
“Oh ya, aku sudah berdiskusi dengan pengacara soal rencana perceraianku. Aku curiga kalau Anye selingkuh. Tapi aku perlu bukti yang kuat untuk memperkuat kecurigaanku.”
Mendengar itu, Sisil jadi teringat video yang dikirimkan Rian beberapa waktu lalu. Dia langsung membuka folder galeri dan mencari video tersebut.
Kok ngga ada?
Kening Sisil berkerut. Video Anyelir yang sedang bersama Sandi hilang tanpa jejak. Bahkan saat dia mencarinya di akun cloudsnya, tetap tidak ada.
Hanya ada satu nama terbersit di kepalanya. Pasti Rian yang sudah menghapusnya. Dia sempat meminjam ponselnya tadi.
***
Keesokan harinya, Sisil berniat menemui Rian. Dia ingin mendengar sendiri penjelasan dari mulut pria itu, apa yang membuatnya menghapus video-video tersebut.Alih-alih memintanya datang, Sisil memutuskan menemui Rian langsung di kantor Blue Mart.
Setibanya di kantor Blue Mart, Sisil langsung menghubungi Rian. Dia mengatakan kalau dirinya sedang dalam perjalanan, tapi nyatanya sudah sampai.
Sisil bergegas menuju area belakang kantor Blue Mart, itu lokasi yang disebutkan oleh Rian tadi. Gadis itu menghentikan langkahnya ketika melihat Rian sedang berbincang dengan Anyelir. Hatinya langsung tak enak melihatnya. Mungkinkah?
“Rian!!”
Tak mau mengira-ngira, Sisil memilih langsung mengkonfrontasi sendiri.
Anyelir yang terkejut dengan kedatangan Sisil yang tiba-tiba, memilih pergi. Namun dia tidak benar-benar pergi, melainkan bersembunyi di suatu tempat untuk melihat interaksi Sisil dan Rian. Dia masih belum percaya sepenuhnya pada Rian.
“Sil … kamu bilang masih di jalan,” ujar Rian gugup.
“Kenapa video yang kamu kirim waktu itu ngga ada? Kamu yang hapus kan?”
“Video apa?” Rian pura-pura tak mengerti.
“Kamu ngga usah ngeles! Aku tahu kamu yang udah hapus video itu kan? Ayo ngaku!” cecar Sisil dengam mata melotot.
“Iya,” jawab Rian jujur. Kepalang basah, pria itu memilih jujur.
“Kenapa? Kamu tahu aku butuh video itu buat bongkar kebohongan Tante Anye sama Om Alvin.”
Rian tersenyum kecut. Sisil masih menggunakan alasan itu untuk menipunya. Nyatanya gadis itu ingin menjadi pengganti Anyelir. Tentu saja Rian tidak akan membiarkannya.
“Motif kamu melakukan itu bukan untuk membongkar kebohongan Tante Anye aja kan? Tapi karena kamu ingin jadi istri Om Alvin kan?”
Raut keterkejutan nampak di wajah Sisil. Matanya sampai membulat.
“Aku memang menghapus video itu, Sil. Tapi aku melakukan itu demi kamu. Aku ngga mau kamu dituduh jadi pelakor yang menghancurkan rumah tangga orang lain.”
“Soal aku dan Om Alvin itu lain urusan. Tapi kebohongan dan pengkhianatan Tante Anye harus diketahui Om Alvin.”
“Kenapa kamu yang repot? Biar dia sendiri aja yang cari tahu kebobrokan istrinya. kamu ngga usah ikut campur, Sil! Aku tuh peduli sama kamu. aku mencintai kamu, Sil! Sadar! Kamu itu sudah terbuai jerat rayu Om Alvin. Kamu jangan mau jadi pelakor!”
PLAK!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Rian.
***
Sakit ngga tuh🫣
gk sakit kan Yan.....cetek tamparan Sisil mah kek di elus ...yakann🤭
Ya ampun c calon duda bisa galau oge nya 🤭