Dua wanita cantik yang memiliki paket lengkap dan komplit bikin pusing kepala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Are You ok
Setelah Raisa mencuci piring, ia pun melangkah kan kakinya ke rung tamu dimana sang kakak dan dua remaja pria itu tengah sibuk dengan ponselnya masing masing.
Bruk
Raisa pun mendudukkan dirinya di dekat Rania, namun ia juga menyenderkan kepalanya di bahu sang kakak.
" Awas.."_sambil menjauhkan kepala sang adik dari pundaknya, namun Risa justru kini memasukan kepala dirinya di antara tangan sang kakak yang sedan memegang ponselnya.
" Ishhhh awasss,,, susah gak keliatan ini"_namun Risa malah menghadap ke Rani dan memeluknya di atas pangkuan Rania.
" Dekkk ishh. "_kesal Rani, namun ia masih fokus ke layar ponselnya.
" Raaaa minggir pe'a! Ngapain lo ngumpet di rumput bego!. "_ucap kenzo.
" RAISA LO TURUN KAGAK!!!!. "_teriak Rara, Risa pun memanyunkan bibirnya melepas pelukannya dan turun dari pangkuan Rani.
" Sini, jangan ganggu Rania. " ucap Calvin menepuk sofa di sebelah dirinya, shakila pun mendekati Calvin dan merebahkan kepalanya di paha Calvin dan kakinya ia taruh di paha Kenzo. Kenzo pun hanya meliriknya tanpa berniat mencegahnya.
" Ishhh kenzo lo iseng banget sih!. " omel Risa ketika telapak kakinya di gelitik oleh kenzo.
" Sopan banget kaki lo naik naik ke ponsel gue!. "
" Heheh kok bisa ya. " jawab polos Raisa, kenzo pun mendelik.
" Kampret lo!. " sambil mengapit kaki Risa di ketiak nya.
" Yaaakkkk jorok lo ! Raaaa cowok lo nyebelin banget!. " sambil menarik kakinya agar terlepas dari apitan ketiak Kenzo, Rani yang sudah selesai dengan ponselnya pun melirik ke arah Risa dia pun berjalan mendekat ke arah sang adik.
Bukannya membantu sang adik, Rani justru malah menggelitik perut sang adik.
" An*ir lo ! Hahahhaha ampun woi, Hahah lepas.. hhaha pin hahaha lepas woiii hahhaa pin pin to hahaha tolong hahha pin pin tolong hahah lepas. ". Raisa pun terbahak bahak tidak menahan ras geli di perutnya itu dengan meronta ronta.
" Udah kasian tuh bocah mukanya udah merah kaya gitu. " ucap Calvin, Rara dan kenzo pun melepaskan Risa yang tengah terengah engah nafasnya.
" An*ir lo pada! Laki bini kompak bener!. " gerutu Risa terengah.
" Ngomong lagi lo !. " ancam Rara, namun dengan segera Risa memeluk Calvin untuk menjadikannya tameng dirinya.
Drrtdd dddrttd
Ponsel Rani berbunyi.
" Hallo dear. "
(Hai sayang)
" Who is this. "
(ini siapa)
"Jonson. "
" What do you want to contact me. "
(Mau apa kamu mencari ku)
" I'm looking for you
(Aku mencarimu)
" Why are you looking for me? We've finished since the incident, if you forget!. "
(Untuk apa kamu mencari ku, kita sudah selesai dari saat kejadian itu kalau kamu lupa)
Tut!
Rani mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Jonson di seberang sana, kenzo, Calvin dan Risa pun melihat ke arah Rani yang tengah memejamkan matanya dengan wajah dan hidung yang memerah.
" Are you okay sist.."_tanya Risa pelan, karena ia tau bahwa sang kakak sedang tidak baik baik saja.
" Hm.. " Calvin dan kenzo pun saling pandang dan menoleh bersamaan ke arah Rani.
" Aku pinjam kamar mandi di sebelah kamar lo vin. " izin Rani tanpa melihat ke arah mereka semua
" Hmm pake aja. " Rani pun bergegas berlari ke arah kamar yang berada di sebelah kamar Calvin dan masuk ke kamar mandi.
Brakkk!!!
"Hiks Hiks.. kenapa Lo hubungin gue di saat gue udah berusaha lupain tentang lo brengsek !!! Argh !! Anjing Lo jon!! Gue benci sama lo bangsat!!. " isak Rani.
Lima belas menit di dalam kamar mandi, merasa dirinya mulai tenang ia pun segera mandi menyegarkan dirinya.
Ceklekk
" Ngapain lo pada di sini?. " Rani heran dengan ketiga manusia itu yang duduk terbengong melihat dirinya keluar dari kamar mandi.
" Gak ngapa ngapain cuma pengen ngadem aja di sini. " kilah Risa.
" Mana baju lo ege!. " tanya Risa, ketika melihat Rani hanya menggunakan tank top.
" Basah. " sambil menunjukan kaos yang ia pakai tadi dengan sedikit basah di tangan nya, Risa pun mengangguk.
" Bolos bolos bikin bete nj*r, cabut yokk Ra. " ajak Risa.
" Naik apa woii. "
" Oh iya ya!, pin pin pinjem motor lo boleh??." ucap Risa menengok ke arah Calvin
" Hm.. mau kemana."
" Jalan aja, suntuk gue di sini. Nyesel gue bolos bolos tapi Gak jelas begini"
" Anterin aja. " tawar Calvin.
" Lah si rara??. " tanya Risa sambil menunjuk ke arah Rani.
" Kenzo," jawab Calvin sambil berlalu keluar dari kamar itu.
Kenzo yang di sebut namanya pun menoleh.
" Ayo dong kakak ipar, mau yaa."
" Gue lempar ya lo Ri, ke bawah balkon" kata Rani.
" Heheh sorry, gimana? Mau gak. " tanya Risa.
" Serah kakak lo aja. " Risa pun melirik ke arah Rania.
" Hm. " jawab Risa, Calvin pun memasuki kamar itu, dengan memakai jaketnya.
" Yuk! Ngapain masih pada di sini. " mereka pun keluar dan bergegas keluar dari apartemen milik Calvin.
Setelah sampai di parkiran apartemen, shakila pun segera menaiki motor Calvin, begitu juga dengan Rani.
Broom
Tin
" Yok, stadion zo. " ucap Calvin dan segera menjalankan motornya, Bukan nya menjalankan motornya, Kenzo justru melepas Hoodie nya
" Nih pake! Lo mau ajang pamer body tepos lo?. " sambil menyodorkan hoodie miliknya, Rani pun mendelik namun tetap menerima jaket Kenzo dan memakainya, Setelahnya baru Kenzo menjalankan motornya menyusul Calvin yang sudah menjauh.
" Pin pin! Mau ituuu dong..."_tunjuk Risa mencondongkan badannya ke depan agar Calvin mendengarnya.
" Mau beli itu?. "
" Iya, ke situ dulu. " Calvin pun mengangguk dan membelokan ke arah tunjuk Risa.
" Adek kecil, ini berapaan?. " tanya Risa berjongkok mensejajarkan tingginya kepada seorang anak kecil penjual kerupuk
" Yang ini satu bungkus lima ribu kak"
" Adek kecil umur berapa? Kok jualan?. "
" Aku umur tujuh tahun kak, "
" Kok jualan? Emang Gak sekolah"
" Enggak kak, aku bantu ibu jualan soalnya ibu lagi sakit."
" Ah..maaf, aku mau beli ini semuanya boleh?. " bocah laki laki itu kaget.
" Kakak beneran?
" Iyah, hitung aja semuanya berapa yang harus kakak bayar yah. " bocah laki laki itu pun segera menghitungnya.
" Ini ada dua puluh bungkus di kali lima ribu jadi...seratus ribu kak."
" Anak pintar. " puji Risa sambil mengacak rambut bocah laki laki itu, Risa pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
" Adik kecil, ini aku bayar kerupuknya seratus ribu, dan ini hadiah buat kamu karena kamu pintar dan anak yang baik udah bantu ibunya. " memberikan uang selembar seratus ribu dan satu amplop cokelat di tangan bocah laki laki itu.
" Ini apa kak?. "
" Pokoknya adek kecil jangan buka amplop itu sebelum sampai di rumah ya.. semoga ibu adek cepat sehat yah."
" Iya kak makasih banyak ya kak udah borong semua kerupuk aku, dan kakak juga udah kasih hadiah buat aku walaupun aku gak tahu isi di dalamnya." Ucap anak kecil itu, Raisa pun tersenyum.
" Peluk donggg jangan makasih doang"
" Jangan kak, nanti baju kakak kotor dan bau. " namun tanpa aba Aba shakila langsung saja memeluk tubuh kecil bocah laki laki itu, Calvin yang melihatnya pun di buat tak percaya, dengan aksi Raisa barusan.
" Makasih ya kak. " setelah mengurai pelukannya.
" Ya udah, kakak bawa semua kerupuk ini yaa.. inget pesan kakak jangan buka amplop itu sebelum sampai di rumah oke"
" Oke kak. "
" Ya udah kakak pergi dulu, kamu habis ini langsung pulang ke rumah ya"
" Iya kak."
Raisa pun langsung menghampiri Calvin yang berada di atas motornya, Calvin pun terbengong saat Raisa membawa dua puluh bungkus kerupuk itu Oh, astaga... Baru juga Calvin mengagumi sosok Raisa yang barusan, kenapa sekarang sudah mulai lagi tingkah ajaibnya itu.
" Pin pin bawain kek. " cemberut Raisa karena Calvin terbengong melihatnya.
" E eh iya, tapi ini gimana bawanya. "
" Gampang itu mah, sini nunduk dikit. " Calvin menurut, dan segera Raisa pun mengalungkan beberapa kerupuk nya di leher Calvin, Calvin pun pasrah.
" Oke sip, sekarang Lo pegangin ini kerupuknya dulu gue mau naik. " setelah Raisa naik di boncengannya Raisa pun mengambil alih kerupuknya itu, beberapa kerupuk ia kalungkan dan sisanya ia pegang di tangan kanan kirinya.
" Ihhh ayoo pin pin jalan, kenapa gak jalan jalan motornya. " protes Raisa, Calvin pun tersentak kaget namun detik berikutnya ia pun menjalankan motornya.
Di halaman luar stadion, kini kenzo dan Raisa tengah terbahak bahak.
" Zo Zo anjir perut gue sakit ketawanya. " ucap Rania sambil memegang perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa.
" Haha anjir! Lo yang mulai. "
" Zo zo ternyata lo bisa ketawa juga yaa. " tawa Kenzo seketika berhenti, Ia pun baru menyadari nya.
" Kenapa hm?? cakep kan gue. " goda kenzo, Rania pun mendelik.
" B aja! Cakepan Daddy gue. " saut Rani, memang sih ia akui kalau Kenzo ganteng tapi setelah lihat Kenzo tertawa lepas seperti tadi justru ketampanannya bertambah.