NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:830
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Aku baik-baik saja sekarang, Drew. Kau pulanglah" ucap Shena pelan.

Drew menggeleng pelan. "Aku disini saja menemanimu seharian. Hari ini kita tak perlu masuk sekolah. Kita santai-santai saja" ucap Drew. Shena mengangguk pelan.

Drew menemani Shena seharian. Tidak banyak hal yang mereka berdua lakukan. Shena dan Drew hanya makan, nonton dan pergi ke toserba. Shena sudah tidak menangis lagi tapi tubuhnya lesu tak bertenaga untuk beraktivitas.

Di sela tontonan drama Korea, Drew bertanya. "Shena, kau masih terluka karena kejadian semalam?" Ia bertanya sepelan mungkin takut membuat Shena menangis lagi.

Shena menggeleng pelan. "Aku akan mencoba untuk mengerti" jawab Shena.

"Mengerti apa?" Tanya Drew.

Shena menghela nafas berat. "Aku mencoba untuk mengerti kalau Ello tidak untukku". Shena tersenyum lelah. "Aku dan Ello tumbuh bersama. Ello selalu menjaga ku sejak kecil. Aku selalu menggantungkan hidupku padanya tanpa memikirkan perasaan Ello. Ku pikir diriku saja sudah cukup untuk Ello". Lanjutnya.

"Kau begitu baik, dia yang tidak bersyukur memilikimu. Dia bajingan". Maki Drew.

Shena menggeleng. "Ello tidak jahat, Drew. Aku yang berusaha menahan Ello untuk tetap bersamaku. Ello selalu bersikap baik dan menuruti semua keinginanku. Dia memberikan semua yang aku pinta termasuk dirinya". Air mata Shena jatuh tanpa ia sadari. "Setelah aku bertemu lagi dengan Ello setelah 2 tahun berpisah, Ello berbeda dengan dia yang dulu. Dulu Ello selalu mengutamakan ku, namun sekarang dia bisa mengabaikan ku demi Dian. Aku menyadari perasaan Ello pada Dian namun aku berusaha diam. Aku takut kehilangan Ello. Aku pikir aku bisa bertahan lebih lama sampai lulus SMA biar nanti Dian dan Ello tidak pernah berhubungan lagi. Kupikir jika mereka tidak berhubungan lagi maka Ello bisa melupakan Dian dan fokus padaku lagi. Namun aku selalu merasa jahat pada Ello. Menahannya di sisiku padahal hatinya tak pernah seutuhnya jadi milikku. Menurutmu bukankah lebih bagus melepaskan Ello dan membiarkan dirinya bebas memilih pada siapa hatinya diberikan? Aku akan bahagia melihat Ello bahagia". Lanjut Shena.

Drew mengusap air mata yang menggenang di pipi Shena. Ia lalu memeluk Shena dan mengelus punggungnya. "Melepaskan orang yang tidak mencintai mu adalah keputusan yang tepat. Cinta yang tidak setara itu hanya akan menyakitimu, Shena". Ucap Drew lembut. Shena terisak di pelukan Drew.

.

.

.

Pagi-pagi sekali, Drew sudah ada di parkiran apartemen Shena. Ia menjemput Shena karena tahu hati Shena masih terluka.

Shena berjalan menghampiri Drew. "Sudah siap untuk ke sekolah hari ini?" Tanya Drew.

Shena tersenyum dan mengangguk. Drew memasangkan helm pada Shena dan mereka melaju ke sekolah.

Tiba di ruang kelas, Shena melihat kursi Ello dan masih kosong. Hanya Dian yang duduk. Ini tidak seperti Ello yang biasanya. Ello selalu datang paling pagi, ia adalah siswa teladan dan juga ketua kelas.

Selain kursi Ello, kursi Arsen juga kosong. Shena bertanya pada Drew. "Drew, Arsen belum datang jam segini?"

"Ah, aku coba telpon Arsen dulu" jawab Drew. Drew lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon Arsen.

"Dret... Dret..." Ponsel Arsen yang ada di atas nakas rumah sakit bergetar. Itu Drew, ia mengangkatnya.

Shena minta di loss speaker. "Ada apa?" Tanya Arsen dingin.

Drew sedikit bercanda. "Hei cunguk, bersikap hangat lah padaku" rajuknya.

Arsen jadi tak sabaran. "Ku tutup teleponnya" ucapnya dingin.

"Eh... Eh... Tunggu.... Jangan marah-marah kenapa sih" tukas Drew. "Kau dimana? Kenapa belum datang?" Lanjut Drew.

"Di rumah sakit" jawab Arsen.

"Rumah sakit? Kau sakit apa?" Tanya Drew.

"Bulan urusanmu" jawab Drew dingin.

"Cih, lagak mu menyebalkan sekali" sahut Drew.

"Jangan bilang Shena aku di rumah sakit, bilang saja aku ada urusan keluarga" pinta Arsen.

Drew menoleh kepada Shena agak canggung. Ia berkata dengan tak enak hati. "Kau telat, telponnya di loss speaker". Ucap Drew cengengesan.

"Sialan" umpat Arsen.

"Kau di rawat di rumah sakit mana? Aku dan Drew akan berkunjung". Tanya Shena khawatir.

"Tidak perlu datang kemari, lusa aku akan sekolah" jawab Arsen. Nada suaranya tidak sedingin ketika berbicara dengan Drew, bahkan terkesan lembut.

Shena menggeleng. "Arsen aku dan Drew akan tetap berkunjung. Kalau kamu ga bilang kamu di rawat dimana aku dan Drew akan keliling semua rumah sakit di kota Wilow untuk cari tahu sendiri" ucap Shena mengancam.

Arsen diam sejenak lalu menjawab dengan pasrah. "Di rumah sakit Amster City" jawab Arsen pada akhirnya.

"Kalau begitu nanti sepulang sekolah aku dan Drew akan ke sana" ucap Shena.

"Hem" sahut Arsen singkat. Telpon pun di tutup.

Shena melihat kursi Ello lagi. Ia ingin bertanya pada Ello kenapa belum datang juga, tapi gengsi. Mau bertanya pada Dian pun dia enggan. Harga dirinya tinggi. Ia juga masih sangat marah dan kesal dengan Dian.

.

.

.

Sepulang sekolah, Shena dan Drew sudah ada di rumah sakit. Shena membawa buah untuk diberikan pada Arsen.

Kamar Arsen nomor 207, Shena mengetuk pintu dan melihat Arsen yang sedang berjalan menuju ranjang. Sepertinya baru dari kamar mandi. Shena langsung menyerahkan keranjang buah itu pada Drew dan membantu Arsen. "Kau ini pasien, kenapa berjalan mandiri seperti ini. Panggil perawat kalau butuh sesuatu". Omel Shena pada Arsen. Arsen terkekeh.

Wajah Arsen masih penuh memar. Ini sudah jauh lebih baik dari sebelum ia tiba di rumah sakit. Shena nampak khawatir dan prihatin melihat kondisi Arsen. Ia bertanya. "Kenapa kau bisa terluka seperti ini?".

Arsen berdehem. "Berkelahi dengan preman" jawab Arsen penuh dusta.

Ekspresi Shena berubah kesal. "Lalu apakah kau menang?" Tanyanya penasaran.

"Tentu saja. Dia kalah telak. Butuh waktu lebih lama dariku untuk sembuh" ucap Arsen penuh rasa bangga di wajahnya.

"Itu bagus. Kuharap ia tidak bisa berdiri dalam beberapa Minggu ke depan" ucap Shena mendoakan.

Arsen terkekeh dan mengusap puncak kepala Shena.

"Tapi Arsen, berkelahi juga bukan hal yang baik. Itu membahayakan dirimu" ucap Shena penuh khawatir.

"Apa kau begitu khawatir padaku???" Ucap Arsen menggoda Shena.

"Auu...." Teriak Arsen kala Shena memukul bahunya kuat. "Shena, kau tidak boleh menganiaya pasien yang sekarat" rengeknya.

Shena mencebikkan bibirnya kesal. "Aku serius dan kau malah bercanda". Ucapnya.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!