Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 : Terima kasih mbak Ara
Rumah sakit Brawijaya.
Prosedur operasi minimal invasif , finish dalam dua jam. Masih ada tiga lagi yang harus dia selesaikan. Mumpung tiga puluh menit ini masih kosong, Annasya memutuskan untuk mengunjungi seseorang . Berjalan beberapa belokan di koridor , ia pun tiba di depan sebuah ruang perawatan.
Annasya menghela nafas kasar.
" Pak Heri sedang menjalani perawatan, luka di wajah dan tubuhnya mendapat banyak jahitan. Tadi nya saya pikir, dia akan mati , dok ."
Setelah berpikir cukup lama, menimbang segala kemungkinan resiko yang akan ia dapatkan , akhirnya ia memutuskan untuk melangkah masuk.
" Assalamualaikum. " Salam Annasya setelah berada di dalam ruangan.
Semua netra menatap ke arahnya. Lain lagi dengan Annasya, mata indahnya justru iba dengan pak Heri yang terbaring tidak berdaya di atas ranjang pasien.
Benar kata Melan, kondisi pak Heri sangat memprihatinkan. Infusan di kedua tangan, belum lagi beberapa bagian tubuh yang di perban , ujung bibirnya juga membengkak. Jika sekali lihat, pasti beranggapan jika itu bukanlah pak Heri. Dengan kondisi fisik dan mental pak Heri yang di yakini Annasya hancur total, mau di maki ataupun di pukul oleh keluarganya sekalipun , ia akan terima.
Annasya mempersiapkan diri , mengatur kalimat sebaik mungkin agar tidak memicu kemarahan keluarga pak Heri." Kedatangan saya kemari untuk_ " Ucapan belum selesai dan seseorang sudah berlutut di depannya. " Apa apaan ini ! " Annasya terkejut .
" Saya mewakili keluarga Baskara meminta maaf yang sebesar besarnya pada anda, nona ." Adik pak Heri berucap sembari tertunduk dalam.
Annasya kebingungan. " Apa ini tidak salah, seharusnya saya yang minta maaf mewakili suami saya karena sudah membuat pak Heri berada di sini. "
Adik pak Heri menggeleng. " Kakak saya pantas mendapatkan nya, nona muda. Dia tidak tau siapa anda sebenarnya. "
Annasya mengernyit. " Memangnya saya siapa ? "
" Bukankah anda adalah nona muda Brawijaya ?"
" Tau dari mana ? "
" Dari semua karyawan di rumah sakit ini."
" Jadi , apa karena saya dari keluarga Brawijaya, maka saya berhak menghakimi seseorang ? "
" Tidak seperti itu , nona. Kami lah biang kerok sesungguhnya, kami yang memulai mencari masalah demi keuntungan . Benar kata anda, nona, jika kami memang sedang menjual ayah kami demi uang untuk membayar utang. "
Annasya menghela napas kasar.
" Yang penting, pak Heri harus banyak beristirahat. Mengenai administrasi, akan saya bicarakan pada pihak manajemen rumah sakit. "
" Mmm_ untuk masalah biaya , tuan Azzam sudah membayar nya, nona. "
Annasya cukup terkejut sekaligus bahagia. Meski sudah membuat onar, dia masih punya hati nurani.
Kejadian beberapa hari lalu yang melibatkan pemukulan Annasya sampai juga di telinga Abi Zayn.
Murka, jelas.
Dari medica Investma, Abi Zayn datang khusus ke Brawijaya menemui laki laki yang berani kasar pada menantu kesayangan nya.
Yakinlah, semua ketar ketir, bukan hanya keluarga Baskara, tapi dari pihak rumah sakit yang tidak mengambil langkah cepat. Kemarahan itu semakin menjadi jadi karena bagian yang seharusnya membereskan masalah ini tidak turun tangan.
Jadi , Abi Zayn yang mengambil alih.
Gugatan di keluarkan dengan tuntutan menghina dan mencelakai tenaga medis. Itu satu. Dan Abi Zayn juga menuntut pak Heri dengan pemerasan kepada rumah sakit .
Keluarga Baskara hanya bisa pasrah. Meski nona Annasya melepas mereka, meski tuan Azzam berbaik hati membantu finansial dengan membayarkan biaya rumah sakit yang tidak sedikit, tetap saja mereka harus membayar mahal perbuatan yang telah mereka lakukan. Dan yang membuat keluarga Baskara bergidik ngeri adalah, pak Heri tidak lagi berhadapan dengan tuan dan nona muda Brawijaya, melainkan seorang raja dengan kekuasaan mutlak, Zayn Brawijaya.
*
*
Masih di rumah sakit Brawijaya, dan jam sudah menunjuk di angka tujuh malam. A menunggu di ruang kerjanya, memantau kegiatan kamar operasi dari layar yang masih saja sangat ramai. Sesekali helaan nafasnya terdengar samar dan kasar.
Bekal makan siang yang di bawa A terpaksa dia titip pada seorang perawat kamar operasi karena saat A berkunjung, Annasya sedang dalam keadaan steril dan tidak bisa meninggalkan ruangan .
" Tuan A belum makan, sebaiknya tuan makan malam dulu. " Ujar Vano.
" Nanti saja, aku masih banyak pekerjaan. Oiya, coba cek, kapan operasi Annasya berakhir. "
" Baik, tuan. "
Vano melangkah keluar ruangan . ( Bilang saja kalau mau makan dengan istri tercinta , terus terang saja kok susah sekali. ) Batinnya .
Vano berjalan ke sebuah ruang kontrol.
Pintu terbuka. Sapaan hormat dari karyawan yang berjaga menyambut kedatangan Vano.
" Ada yang bisa saya bantu, tuan Vano ? "
" Jam berapa operasi dokter Annasya selesai ? "
Karyawan tadi mengecek jadwal dan menyesuaikan dengan yang terjadi di lapangan.
" Ini operasi terakhirnya, dan kebetulan beliau bersama dokter Aretha di dalam. Kalau sesuai prediksi dan tidak ada penyulit, satu jam lagi. "
" Baik , terima kasih untuk kerja samanya. Kalian belum makan malam , kan ? "
Karyawan tadi tersenyum malu.
" Ini dari tuan A. " Vano mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan memberikan pada karyawan yang bertugas.
" Terima kasih banyak, tuan. Tapi ini banyak sekali. "
" Sudah, ambil saja. "
Vano meninggalkan ruang kontrol dan kembali ke ruangan A.
" Satu jam lagi, katanya tuan. " Ujar nya memberitahu.
A mengehentikan aktivitasnya sesaat, kemudian menatap Vano. " Kau tidak pulang ?"
" Saya ? Saya menunggu anda, tuan. "
" Tidak usah, kau pulang saja dan bawa mobil ku. "
Vano tersenyum smirk, ini hanya akal akalan bos nya yang sedang di mabuk cinta. Selama ini, ia tidak pernah bisa pulang cepat. Ada saja kerjaan kerjaan yang bisa di selesaikan esok, harus di kerjakan sekarang. Begitulah A, senang melihat dirinya menderita.
Tapi begitu menikah dengan nona muda, tuan nya itu sedikit demi sedikit mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan, meski terlihat masih sangat kaku .
" Baik, tuan. "
Vano tidak perlu banyak bertanya dengan siapa A nantinya pulang, yang pasti otak penuh tipu muslihat milik A sudah sebagian berpindah pada Vano.
Setelah Vano pergi, A kembali menyelesaikan pekerjaannya yang tersisa sedikit, ia harus berkejaran dengan waktu agar bisa pulang bersama Annasya.
Pintu di ketuk.
Tok..tok..tok..
" Masuk ."
Begitu pintu terbuka, lengkingan suara memekakkan telinga membuat A jantungan.
" AZZAM AZAEL BRAWIJAYA!! " Pekiknya di sertai gelak tawa.
" Astaghfirullah, mbak . Kamu mengagetkan ku. " A mengusap jantung nya.
Marwah masuk dan duduk di sofa panjang. Ia menyimpan kotak bekal di atas meja.
" Itu apa ?" Tanya A kemudian duduk di depan Marwah.
" Makanan kesukaan mu, kau makan lah dengan Asya. "
" Thanks . Mbak memang yang terbaik. "
" Wah, sekarang kamu sudah pintar memuji ."
A tersenyum simpul. . " Apa gerangan yang membawa mbak berkunjung ke sini ?"
Marwah menghela nafas sembari bersandar di sofa.
" Abi mu menelpon ku. "
" Abi , ada apa ?"
" Tampaknya, kau bisa pensiun mengelola Brawijaya.
" Serius?! " A mengernyit.
" Mmmm_ " Marwah berdiri . " Kalau ingin segera kembali ke Dubai, bereskan pekerjaan mu . Rapat pemegang saham pekan depan. "
" Yes. " A terlihat sangat bahagia , namun kebahagiaan itu tidak bisa di terima begitu saja oleh Marwah , dan ...
Pletak.
...****************...
komunikasikan dengan baik
itu....bisaaaaaa 😘👍👍👍💪💪💪💪💪
🤣
nahhhhh gitu dooong
kak fara kenapa sih seneng banget bikin kesel aku ini, dah tau kalau baca A bikin kesel mulu, eh sekarang di bikin senyam senyum malah pendek bener itu bab. duh berasa pengin datangin kerumah kak fara biar up lagi🤭🤭🤭
habis lah kau asya🤣🤣🤣
pengin tuh tiap hari up dua bab aja, atau satu bab tapi panjangggggggggggggggg🤣🤣🤣🤣🤣🤣
hanya itu kekurangannya, kelebihan nya selalu bikin penasaran dan gemes dengan segala tingkah para lakon dalam cerita.
pokoknya bikin ke tagihan kalau udah baca.
semoga kak fara sehat dan sukses selalu dengan karyanya🥰🥰💪