NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Saat masih kecil, karena sangat mengingat bagaimana keluarga kecilnya begitu bahagia. Lagi siapapun yang melihatnya mereka adalah definisi keluarga bahagia yang sesungguhnya. Baik dari segi ekonomi, emosional, bahkan dari segi fisik buat keluarga ini begitu sempurna.

Sampai satu malam, saat Kayla terlah berusia sebelas tahun. Saat itu, Kayla terbangun karena mendengar suara pecahkan kaca yang begitu keras. Gadis kecil itu bangkit dari tempat tidur nya kemudian membuka pintu secara perlahan.

"Jangan pergi Rama!" Intan melihat Sari-ibunya berteriak kepada ayahnya.

Tapi pria itu sama sekali tidak peduli, dia berusaha melepas genggaman istrinya yang begitu kuat pada koper miliknya.

"Kembalikan hak aku dan anak-anakku dulu, dasar brengsek!!" Teriak Sari, selalu dengan brutalnya ia melempar berbagai barang ke arah suaminya itu.

Rama yang sedah terlihat kehabisan kesabaran, mendorong istrinya ke tembok kemudian tangannya mencekik leher wanita itu.

"Brengsek kamu Rama!" Ujar Sari susah payah karena kesulitan bernafas.

"Ayah lepasin mamah!" Dari yang seorang anak laki-laki yang tengah mendorong Rama agar menjauh dari ibunya. Dia adalah Marvin.

Melihat tadi kan itu, Kayla tidak berani keluar dari tempat persembunyiannya. Tangannya bergetar hebat bahkan keringat dingin telah membasahi tubuhnya.

"Marvin masuk kamar!" Perintah ayahnya dengan tegas. Wajah pria itu mengeras karena menahan emosi.

"Gak! Ayah ini kenapa? Kenapa ayah nyakitin mamah?" Teriak Marvin berdiri di belakang ibunya seakan memberikan perlindungan.

"Minggir kamu! Jangan ikut campur urusan orang tua!" Teriak Rama sembari mendorong Marvin begitu kasar sehingga anak laki-laki itu terpental dan membentur lemari.

"Lepaskan brengsek!"teriak Sari meronta-ronta begitu Rama mencoba menyentuhnya.

Rama yang sudah susah payah menggapai sering merasa sangat marah. Ia mengambil salah satu pajangan piring di ruangan itu lalu bagaimana ke arah istrinya sehingga mengenai kepala.

"Mama!" Teriak Marvin kemudian menghampiri ibunya yang telah mengeluarkan darah dari kepalanya.

Dada Marvin naik turun karena marah, wajahnya memerah namun terlihat dipelupuk matanya terdapat air mata. Alvin berjalan mendekati Ibunya baru dengan emosi yang sudah meluap ia menghampiri ayahnya dan memukulinya.

Rama hanya bisa tertawa, pukulan yang diberikan anaknya itu sama sekali tidak berasa. Wajah anak laki-lakinya itu, terlihat sangat emosi.

Melihat itu membuat Marvin semakin marah dan kesal karena pukulannya tidak berarti apa-apa. Jangan pikiran yang berkecamuk, ia mengambil salah satu pecahan dari piring yang tergeletak di atas lantai lalu tanpa berpikir lagi dia langsung menusuk kaki ayahnya. Melihat itu, drama yang tidak siap tidak menyangka dengan tindakan anak. Pria itu berusaha menangis saat tapi yang terjadi tangannya lagi yang terluka.

"Anak sialan!" Rama merebut pecahan paling itu kemudian melempar yang ke sembarangan arah.

" Lepas kan anak saya, manusia brengsek!" Ucap sari dengan napas terengah-engah, kepalanya sudah sangat terasa pusing karena lukanya ada pada kepalanya.

Rama tidak menggubris ucapan istrinya itu, ia ,asih fokus pada Marvin yang masih berusaha memberontak. Rama diam sesaat begitu melihat mata anaknya sama sekali tidak menunjukkan ketakutan, lamaran yang dipancarkannya lebih mendominasi.

"Aku akan membunuh kamu!"

Rama melepas tangannya dari Marvin. Ia tertawa keras melihat anaknya memperlihatkan tatapan membunuh, benar-benar sangat mirip dengannya.

"Ternyata kamu benar-benar anak saya."

Marvin menatap ayahnya, dia sadar. Bukan saatnya dia meladeni ayahnya yang tak sedang dirasuki apa sehingga tiba-tiba menjadi gila seperti ini. Ia perempuan beralih menghampiri Ibunya dan memanggil ibunya berkali-kali.

Sementara itu Kayla yang sedang ketakutan, sebenarnya Ia juga ingin pergi meminta bantuan. Sadar akan rumahnya yang besar dan memiliki halaman yang luas, tidak memungkinkan untuk dirinya bisa berteriak meminta bantuan dari dalam sini. Dalam saat ini ia berada di lantai Tiu, pertanyaannya ke mana para asisten rumah tangga dan petugas keamanan di rumahnya? Kenapa tidak ada seorangpun yang datang dan membantu ibunya?

Selagi berpikir, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan wajah seram ayahnya yang menatapnya dengan tatapan tajam.

"A-ayah..."kalimat yang tertera kemudian dinikahilah berteriak ketika ayahnya mengangkat tubuhnya lalu melemparkannya ke arah Marvin sehingga tubuhnya menubruk tubuh kakaknya itu.

"A-ayah jangan-" Kayla menangis memohon ampun pada ayahnya.

"Anda ini siapa? Anda bukan ayah saya. Yang saya tahu ayah sayang selamat mencintai ibu saya, dan mencintai keluarganya."tiba-tiba Marvin bersuara dan masih berdiri dengan berani menghadapi ayahnya. " Anda siapa?!"

Rama tersenyum tipis." Sejak awal saya tidak pernah mencintai wanita itu. Bahkan kelahiran kalian sama sekali tidak saya inginkan. Sekarang tujuan saya sudah tercapai, Saya sudah tidak membutuhkan kalian lagi."

" Rama! Kenapa lama sekali? Yang lain sudah -oh wow!"

Pria lain yang tidak dikenal yang terlihat seumuran ayahnya tiba-tiba masuk.

"Lo belum bunuh mereka juga?" Tanya pria itu sembari melihat ke arah Marvin dan Kayla secara bergantian.

"Diam! Pergi dari sini!" Rama mengusir pria itu untu pergi.

"Oke. Tapi segera Lo selesaikan, kita gak punya banyak waktu," ucap pria itu kemudian pergi.

Setelah pria pergi, Rama berjalan mendekati kedua anaknya. Intan menunduk takut, ia bersembunyi di balik tubuh Marvin.

"Sari, kamu dengar saya?" Ucap Rama sembari mengubah ke arah istrinya sudah sekarat, dan hampir kehilangan kesadarannya.

"Kalau saja kamu membiarkan saya pergi dengan tenang, mungkin saya akan membiarkan kalian hidup," ucap Rama dengan tenang, namun terdengar tegas.

Lalu dengan cepat Rama menarik tubuh Sari dan mengangkat tubuh istrinya itu ke arah balkon kamar milik Kayla.

"Mama!" Teriak Marvin dan intan secara bersamaan. Saat akan langkah mengikuti ayahnya, tiba-tiba suara tembakan terdengar. Rama menembakkan peluru ke arah kedua anaknya sehingga membuat keduanya berhenti melangkah.

"J-jangan coba-coba menyakiti anak saya, Rama!" Sari mencengkram tangan suaminya yang kini telah memojokkan ke pagar balkon.

"Kamu lihat baik-baik bagaimana saya membunuh anak kamu, Dari." Rama tersenyum bagaikan iblis. Halo dengan cepat tangan yang satunya menarik pelatuk pistol untuk menembak kedua anaknya secara bergantian sehingga membuat keduanya tersungkur.

"Tidak M-Marvin, Kayla. Tidak -" Sari menangis karena tidak bisa melulu kedua anaknya.

" Jangan! Jangan bergerak!" Teriakan Sari tiba-tiba membuat Rama menoleh ke arahnya. " Ingat Rama, s-suatu saat nanti akan ada yang membalas dendam saya. S-saya tidak akan mati sebelum kamu mati. Pria sialan!" Ucap Sari dengan napas yang tersengal-sengal.

Rama tertawa." Coba saja jika kamu bisa."

Lagu dengan teganya pria itu mendorong istrinya dari lantai 3 sehingga dia terjatuh ke bawah. Dari atas, laki-laki itu bisa melihat darah mengalir dari tubuh istrinya itu. Ia tersenyum puas, akhirnya saat-salat yang telah Ia tumbuh sejak lama telah terbayar.

Ia pun melangkah keluar dan membawa kopernya tanpa menoleh ataupun memeriksa kedua anaknya.

Semua rekan-rekannya yang datang ke rumahku telah pergi bersama dengan Rama. Saat itu juga, Marvin perlahan-lahan mengangkat kepalanya diikuti dengan Kayla.

"Kak-" suara hewan bergetar saat memanggil Marvin, ia memegangi tangannya yang berdarah karena peluru yang menembus kulitnya.

Pertama kali, ia melihat kakaknya menangis tersedu-sedu. Maafin bahkan memukul lantai berkali-kali meskipun terlihat bahwa bahu laki-laki itu juga berdarah karena tembakan tadi.

"Sial! Anak macam apa boleh yang gak bisa nyelamatin ibunya sendiri!"teriak Marvin frustasi sembari menangis terisak.

Marvin tahu, bahwa ibunya tadi berteriak supaya Rama tidak melihat bahwa dirinya dan Kayla masih hidup. Ibunya berusaha menyelamatkannya dan juga adiknya. Marvin ingin sekali melawan tapi begitu mengingat adiknya ia memilih untuk dia dan menyaksikan bagaimana dengan teganya ayahnya mendorong ibunya dari lantai 3.

Saat ini, Kayla hanya bisa menangis. Gadis itu lalu berlari mencari telepon dan hendak meminta bantuan polisi.

" Jangan Kayla, polisi ini tidak akan bisa bertindak melawan ayah kita yang jahat itu."

"Ayah telepon kerabat mamah yang lain, siapa-"

"Percuma saja Kayla, pria yang tadi datang itu adalah om Andi."

Kayla menutup mulutnya tidak percaya, Om Andi adalah saudara laki-laki dari ibunya. Setelah sekian lama Kayla memang belum sempat bertemu lagi dengan laki-laki itu, hanya Marvin lah yang sempat bertemu beberapa kali dalam pamannya itu.

Kayla kembali menangis menjadi-jadinya, dia bingung harus melakukan apa-apa. Bagaimana dengan nasib keluarganya setelah ini?

1
cholifah 22
Agak bingung y arahnya kemana..ttp lanjut ...tiap hari slalu nungguin updatenya
falea sezi
cewek. gatel. ttep aja gatel mending di matiin aja karakter bego gini sih thor
falea sezi
MC goblok. pantes sepi like
falea sezi
novel pret balik ke masa lalu. kok goblok pindah sekolah beres biar g ketemu Marvin dasar. gatel
falea sezi
pindah sekolah lah bego katanya mau ngerubah nasib ttep aja lu. oon
cholifah 22
alur ceritanya enak di baca ... tp bnyak sekali typo nya kadang gak faham krn salah kata2 nya
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!