NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 Hubungan Panas

Saat Alea memasuki kamar dan ingin mengambil ponselnya tiba-tiba saja ponsel itu berdering. Alea menghela nafas ketika melihat panggilan masuk itu ternyata dari Dharma.

"Tumben sekali menghubungiku? Apa tidak bersama dengan selingkuhannya?" tanya Alea terdengar sinis.

Alea sepertinya sudah muak dengan Dharma. Tadi tidak ingin mengangkat telepon tersebut, tetapi pada akhirnya Alea tidak punya pilihan lain dan mengangkatnya.

"Hallo sayang!" sapa Dharma.

"Iya Mas kenapa?" tanya Alea terdengar begitu datar.

"Ada apa sayang? kenapa kamu menjawab dengan tidak semangat seperti itu? Apa kamu marah kepadaku?" tanya Dharma.

"Kenapa juga harus marah? Emang Mas, sedang melakukan kesalahan?" tanya Alea, pertanyaan itu seolah memberi sindiran kepada Dharma.

"Mana mungkin aku melakukan kesalahan kepada kamu sayang, hanya saja nada suara kamu terdengar tidak biasanya seperti ada sesuatu? Kamu tidak baik-baik saja?" tanya Dharma.

"Aku baik-baik saja. Mas, itu hanya perasaan Mas saja," jawab Alea.

"Sayang dua hari ke depan aku akan pulang, aku sengaja mempercepat pekerjaanku agar bisa pulang cepat dan bertemu dengan kamu, aku benar-benar sangat merindukan kamu," ucap Raidan.

Mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut Dharma seolah-olah membuat Alea kesal, muak dan tidak ingin mendengar apapun lagi.

Di tengah Dharma terus berbicara manis kepada Alea, tiba-tiba saja Alea dipeluk dari belakang dengan kedua tangan kekar melingkar di pinggangnya, suhu tubuh Alea terasa begitu panas saat pipi Raidan ditempelkan pada pipinya dan bahkan Raidan mencium leher jenjang putih mulus itu membuat Alea berusaha untuk menahan diri dan menghindar dari Raidan.

Tetapi sayang sekali Raidan tidak membiarkannya pergi.

"Hmmmm. Mas, aku tutu teleponnya dulu soalnya aku mau makan dulu," ucap Alea terlihat begitu terbata-bata berbicara menahan suaranya agar tidak keluar aneh-aneh karena tingkah Raidan.

"Baiklah sayang. Nanti aku akan menelpon kamu lagi. I Love You!" ucap Dharma.

Balasan kata cinta itu benar-benar sulit sekali keluar dari mulut Alea, entahlah apakah dia takut Raidan akan cemburu karena Raidan sejak tadi menjilati daun telinganya sudah dapat dipastikan mendengar suara Dharma mengucapkan kata cinta itu.

"Sayang...." panggil Dharma ternyata ingin mendengar balasan dari Alea.

"A....."

Alea tidak sempat membalas kata-kata cinta itu karena saat ini Raidan mengambil ponsel tersebut dan mematikan secara sepihak membuat Alea cukup kaget.

"Raidan....." Alea membalikkan tubuh dengan menekan suaranya atas tindakan Raidan.

"Kamu mengatakan hanya melihat ponselmu saja, tetapi nyatanya kamu menghubunginya," ucap Raidan sangat cemburu dan bahkan hasratnya membara terlihat begitu marah.

Raidan bahkan kembali mencium leher Alea. Alea tidak mampu menolak apapun yang dilakukan Raidan kepadanya.

"Aku tidak menghubunginya hanya kebetulan dia menelpon ke di saat aku ingin memeriksa ponselku. Aku hanya tidak ingin menimbulkan kecurigaan apapun," ditengah sentuhan liar Raidan, Alea berusaha menjelaskan kepada Raidan dengan suaranya terus saja mengeluarkan desahan.

Raidan menatap Alea dengan penuh nafsu.

"Jangan membuatku cemburu, aku hanya menginginkanmu dan tidak akan membiarkan laki-laki lain atau dia memilikimu!" tegas Raidan.

Baru saja Alea ingin membalas kata-kata itu mulutnya sudah dibungkam dengan ciuman oleh Raidan. Alea tidak mampu mengatakan apapun dan menerima ciuman itu dengan keduanya saling bertukar Saliva.

Alea sudah pasti hanyut dalam kemesraan yang diberikan oleh Raidan kepadanya, ciuman demi ciuman yang penuh sensasi, Alea awalnya hanya menjadi penurut dalam tuntunan yang diberikan Raidan, tetapi sekarang dia mampu mengimbangi ciuman itu dengan memberikan balasan yang sesuai.

Tanpa melepas ciuman panas itu, Raidan menuntun tubuh Alea bersandar pada dinding kaca dengan latar lautan yang luas.

Raidan menempelkan kedua tangan Alea pada dinding, seolah-olah tidak menginginkan Alea kemana-mana, mengunci tubuh itu dan kembali memberi ciuman pada leher putih mulus yang sekarang sudah penuh dengan tanda kepemilikan darinya.

Alea memejamkan mata mendapatkan sentuhan lidah yang benar-benar dalam itu. Sesungguhnya Alea sudah dapat dipastikan tidak bisa mengendalikan diri.

Lidah Raidan kerap kali memberi sensasi nikmat pada lehernya turun ke belahan payudaranya dengan dressnya yang masih utuh hanya lengan bahunya tampak turun akibat perbuatan Raidan.

Sudah pasti dalam hubungan seksual itu Raidan tidak akan melupakan kebiasaan yang menjadi candunya. Pria gagah dipenuhi dengan keringat membasahi tubuhnya itu berlutut di hadapan Alea. Alea seakan-akan sudah tahu apa yang diinginkan Raidan, perlahan membuka kaki jenjangnya.

Mempersilahkan laki-laki itu untuk menikmati area sensitifnya, Raidan tersenyumlah nakal menatap wanita yang penuh hasrat di hadapannya itu terlihat mengigit bawah ujung bibirnya. Raidan tampak gemes, ingin menghabiskan 24 jam bersama dengan Alea.

Tangan nakalnya mulai meraba area sensitif yang masih dibalut segitiga berwarna pink hitam, Raidan tidak menunggu lama dan langsung melepaskannya, menenggelamkan kepalanya di area sensitif itu dengan lidahnya mulai bermain di sana.

Alea tidak mampu menahan diri meremas tangannya pada dinding kaca jendela itu merasakan sensasi yang berkali-kali dia terima dan terus saja dia inginkan lagi Dan lagi.

"Ahhhhhhh....."

"Ra....."

Suara desahan itu terdengar membuat Raidan semakin semangat ingin memberikan yang lebih di inginkan Alea.

Tangan Alea bahkan tidak dapat menahan dengan menjambak rambut Raidan dan mendorong lebih masuk ke dalam lagi agar lidah itu semakin dalam memberikan kenikmatan yang tidak bisa dibayangkan baginya.

Raidan benar-benar pintar dalam memberi kesenangan pada pasangannya bercinta, area sensitif itu sudah begitu basah dan bahkan mengeluarkan cairan yang membuat Raidan tidak jijik sama sekali dan bahkan membersihkan dengan lidahnya sendiri.

Lama bermain di lembah surgawi itu, kepala Raidan terangkat ingin memastikan bagaimana keadaan wanitanya yang saat ini masih tetap berdiri, kaki Alea sudah pasti lemas dengan permainan di bawah sana yang tidak berhenti sama sekali.

Raidan saat ini sudah berdiri di hadapannya, membuka kemejanya sehingga terjatuh di lantai kapal, membuka ikat pinggangnya dengan menurunkan celananya.

Raidan menaikkan dress mini itu keatas dan mengangkat kedua kaki Alea sehingga saat ini melingkar di pinggangnya. Raidan langsung menodongkan senjatanya yang sudah merindukan lobang kenikmatan itu.

"Ahhhh!"

"Ahhhh!"

Alea terus mengeluarkan desahannya saat mendapatkan pompaan perlahan dari Raidan. Awalnya pompaan itu perlahan dan lama kelamaan semakin cepat membuat tubuh Alea terguncang dengan pinggul Raidan bergoyang mengimbangi wanita yang saat ini dia gendong.

Alea benar-benar frustasi di saat bercinta dengan Raidan. Alea terus saja mendapatkan hal yang berbeda-beda dengan fantasi liar yang di berikan Raidan.

Raidan tetap hati-hati dalam percintaan itu, tidak ingin egois karena ada bayi yang saat ini dikandung Alea. Alea jika sudah tidak peduli dengan apapun mesti mendapat larangan berhubungan dengan Raidan, saat ini yang dibutuhkan Alea hanya Raidan dan apalagi suaminya sudah berselingkuh dirinya.

Alea terus mengeluarkan desahan saat pompaan itu semakin cepat dan entahlah sudah beberapa kali dia klimaks akibat perbuatan Raidan.

Belum lagi lidah Raidan terus saja menjilati lehernya, posisi baru yang didapatkan Alea dalam percintaannya membuat Alea merasa hanyut dalam kenikmatan yang tidak bisa dijelaskan.

Suara nafas Raidan juga naik turun dengan keringat membasahi tubuhnya karena sampai saat ini dia belum mendapatkan puncaknya dan makanya terus memberi pompaan pada Alea.

Bersambung..

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!