NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Ingin Secepatnya!!

*

*

"Papi nggak kerja hari ini?" Sofia yang baru saja keluar dari kamar mandi mendapati Satria yang masih duduk santai bersandar dikepala ranjang, tanpa stelan jas kerjanya.

Satria menggeleng, "Semuanya sudah selesai. Hari ini kita bisa jalan-jalan." katanya, menggerakkan tangannya, mengisyaratkan Sofia untuk mendekat.

Perempuan itu menggerakkan tungkai kecilnya mendekati Satria yang bangkit duduk dengan tegak ditepi ranjang. Meraih tangan sang papi yang terulur, yang kemudian menariknya duduk dipangkuan pria itu.

"Sekarang katakan, kamu mau kemana? aku akan mengantarmu kemanapun kamu mau."

Sofia tersenyum sumringah, dia tak sendirian lagi.

Hari itu mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama. Berjalan menyusuri pantai, mengunjungi tempat-tempat menyenangkan, menaiki perahu berkeliling pulau, dan terakhir mereka singgah di taman laut Bunaken yang menyajikan pemandangan alam bawah laut yang luar biasa cantik. Yang bahkan mampu dilihat dengan mata telanjang dari atas air.

Mereka mengenakan alat selam sederhana untuk menyusuri terumbu karang yang berada tepat dibawah perahu. Bersama penyelam lokal yang menjadi pemandu, keduanya menyelam menikmati sajian alam yang menakjubkan itu.

Air yang begitu jernih, hamparan berbagai jenis terumbu karang terbentang luas bagai tak berujung begitu membuat siapapun terpesona melihatnya. Berbagai jenis ikan karang beraneka warna berenang lincah bertebaran disekitar area taman.

Tak salah jika muncul peribahasa tentang Tuhan sedang tersenyum ketika menciptakan bumi Nusantara, karena kenyataannya memang negri ini seindah itu. Tidak ada yang mampu menandingi kecantikan alam yang luar biasa ini.

Sofia sampai lupa waktu karena terlalu asyik berenang dan menyelam menikmati pemandangan indah bawah air. Satria bahkan harus sedikit memaksa perempuan itu untuk naik ke perahu kecil mereka ketika matahari sudah hampir tenggelam di barat.

Pria itu membujuk Fianya yang cemberut merajuk karena merasa kesenangannya terganggu. Mereka kembali ke villa saat petang tiba.

*******

Sofia menatap ombak yang bergulung dikejauhan. Angin pantai berhembus begitu kencang menerpa semua yang dilewati. Cakrawala Bunaken semakin menguning dengan semburat jingga yang menambah kesan eksotis langit pulau indah itu.

Satria datang menghampiri Sofia yang duduk di kursi malas tengah menatap matahari yang perlahan tenggelam. Pria itu duduk di belakang, hampir merapatkan tubuhnya di punggung Sofia. Dagunya bertumpu pada bahu perempuan itu sedangkan kedua tangannya melingkar diperutnya.

"Besok kita pulang?" Satria memulai percakapan.

Sofia menoleh, mengerutkan dahi.

"Katanya satu Minggu? inikan baru lima hari." jawab Sofia.

Satria menghela napas pelan.

"Ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Selain itu, ..." merogoh saku celananya, mengambil sesuatu.

Sebuah kotak kecil beewarna hitam berada di genggamannya. Didekatkannya ke wajah Sofia.

"Apa ini?" Sofia meraih benda itu, menatap wajah sang papi dengan penuh tanda tanya.

"Bukalah." titahnya.

Dengan ragu Sofia membuka kotak itu. Matanya terbelalak dan mulutnya terbuka ketika melihat benda yang tersemat di dalamnya.

Sebuah cincin dengan berlian berukuran sedang dengan ukiran cantik yang terkesan elegan.

Sofia menoleh lagi wajah yang masih bertumpu di bahunya.

"Kamu suka?" Satria bertanya. Sebuah senyum tersungging dari bibirnya.

Sofia tak mampu menjawab. Tak ada kata yang mampu dia ucapkan.

"Aku ingin menikahimu, Sofia Anna." katanya, semakin membuat perempuan itu terbelalak.

"Menikahlah denganku," katanya lagi.

"Kak Niko ..." hanya itu yang mampu dia ucapkan.

"Jadilah istriku, aku ingin memilikimu sendirian." sambungnya, tak membiarkan perempuan dalam kungkungannya menjawab.

Satria mengambil cincin dari dalam kotak, meraih tangan kiri Sofia, kemudian menyematkan cincin tersebut di jari manis perempuan itu.

"Aku ingin kita pulang, dan menikah secepatnya." lanjutnya,

Sofia baru saja akan membuka mulutnya ketika Satria kembali berbicara.

"Aku tidak menerima penolakan, kamu tahu? Kamu tidak bisa menolak. Apapun yang terjadi, kita harus menikah secepatnya." katanya, mengakhiri kata-katanya dengan sebuah ciuman lembut dipipi perempuan itu yang masih tak mampu berbicara sepatah kata pun.

*

*

"Bagaimana dengan istrimu, kak?" Sofia meringkuk diperlukan Satria setelah kegiatan malam mereka usai.

Pikirannya tiba-tiba melayang ke tempat jauh disana. Kepada seseorang yang tak dia kenal yang mungkin sedang menunggu kepulangan pria yang tengah merengkuhnya dalam pelukan.

Satria terdiam. Tengannya membelai lembut punggung telanjang Sofia.

"Bagaimana kamu akan menikahi aku sementara kamu masih punya istri?" hatinya seperti diremas menyadari kenyataan bahwa pria yang kini memeluknya bukanlah seorang pria lajang. Meskipun dirinya tahu sejak awal bahwa Satria merupakan pria beristri, sama seperti pria-pria yang selama ini menggunakan jasanya.

Pria itu menghela napasnya dalam.

"Kamu tahu keadaan pernikahanku seperti apa. Aku akan akhiri itu secepatnya." jawab Satria, lemah.

"Maksud kamu?" Sofia terperangah.

Satria menatap datar.

"Aku akan menceraikan Lara secepatnya." ucapnya.

Sofia menggeleng. "Jangan!" sergahnya, sedikit mengangkat tubuhnya dari jangkauan pria yang tengah memeluknya.

"Jangan ceraikan dia demi aku!" katanya lagi.

Satria menggeleng, sebuah senyuman terbit disudut bibirnya. "Pernikahan kami sudah lama hancur. Sudah seharusnya diakhiri. Bukan karena ada kamu."

Sofia mengerutkan kening.

"Tidak ada alasan bagiku untuk mempertahankannya lebih lama lagi. Kami sudah sama-sama tak sejalan." Satria membelai wajah tirus didepannya.

"Tapi, ..."

"Aku bilang aku akan menceraikan Lara. Secepatnya akan aku urus gugatan cerai ke pengadilan."

Sofia menggigit bibir bawahnya. Banyak kata yang ingin dia ucapkan.

"Kamu yakin? Dia sudah menemanimu selama ini."

Satria terkekeh, mengingat apa saja yang sudah dirinya dan Lara lakukan bersama, selain tinggal dirumah yang sama, dan tidur dalam kamar dan ranjang yang sama. Itupun di tahun-tahun awal pernikahan mereka. Sisanya, Lara hanya menyapanya ketika rekeningnya belum diisi penuh untuk kegiatan liburan dan belanjanya. Atau ketika kartu kreditnya sudah mencapai limit tertinggi dan tak lagi bisa digunakan.

Lama mereka saling tatap.

"Aku harus menikahimu secepatnya, Fia. Tidak ada alasan bagiku untuk menundanya. Aku sudah menunggumu selama sepuluh tahun, kamu tahu?" Satria membelai wajah polos sofia. dengan punggung tangannya.

"Tapi kenapa harus sekarang?" perempuan itu merubah posisinya menjadi duduk.

"Kenapa tidak sekarang?" Satria malah balik bertanya.

"Maksud aku, kenapa tidak menunggu hingga urusan kamu dan istrimu selesai? setidaknya aku tidak terkesan merebutmu dari dia. Kamu tahu, kak? kalau begini, aku seperti menjadi perempuan perebut suami orang." Sofia mengutarakan pikirannya.

Satria tergelak. "Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Fia." katanya, juga bangkit, merubah posisinya mengikuti Sofia.

"Aku bahkan merasa ketakutan kamu akan pergi dengan pria lain ketika kita sedang tidak bersama. Pikiran ku kacau ketika memikirkan hal itu."

"Aku janji tidak akan melakukannya lagi." Sofia mencondongkan tubuhnya ke arah Satria.

Satria menggeleng. "Aku tetap harus menikahimu secepatnya!" katanya lagi, menegaskan. Sepertinya keinginannya tidak akan bisa dibantah kali ini.

Sofia menghela napasnya pelan.

"Besok. Satelah dari sini kita pulang kerumahmu. Aku akan menemui kedua orang tuamu."

Sofia kembali terbelalak.

"Secepat itu?"

"Kenapa harus menunggu lebih lama lagi? Aku tidak bisa." lagi-lagi Satria menegaskan.

"Jangan membantah lagi, keputusanku sudah bulat. Kita akan menikah. Apapun yang terjadi." Satria kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Sementara Sofia menghela napasnya dalam.

*

*

Bersambung ...

yang kemaren pengen papi ngehalalin Fia siapa?

Akankan mereka menikah? Tunggu di episode berikutnya!

Jangan lupa dukung terus otor dengan kasih like, koment dan vote yang banyak. biar otor makin semangat bikin cerita nya. 😘😘

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!