NovelToon NovelToon
Diikat Utang

Diikat Utang

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Pembantu / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Mertua Kejam / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:73.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Icha Adeela, anak angkat dari keluarga Raffi Hamzah. Dia diperlakukan tidak adil, dijadikan sebagai penebus utang. Ayah angkatnya mempunyai banyak utang dan keluarga mereka terancam kehilangan rumah dan aset lainnya.

Dalam upaya menyelamatkan keluarga dan ibu angkatnya yang sekarat di rumah sakit, Icha dipaksa menikah dengan orang tua dan cacat.

Ternyata, Icha juga diperlakukan kasar oleh suaminya. Icha berusaha membayar utang agar terbebas dari belenggu suaminya.

Apakah Icha berhasil membebaskan dirinya dari situasi tersebut?

Ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Kejutan

"APAAAAAAA!" Fahri terperanjat.

"Tidak, ini anak Fairel!" Sofia dengan tajam menatap Putra.

"Fahri, selama 4 tahun Fairel pergi ke luar negeri. Dan Sofia selama 4 tahun bersama lu. Cek aja DNA calon bayi lu. Atau tunggu Sofia lahiran, lu tanya tu bayi, dia anak siapa!" Putra berdiri dan keluar dari kamar.

Terdengar suara Fahri yang meminta penjelasan pada Sofia. Sofia bersikeras mengatakan bayi yang ada di dalam kandungannya adalah anak Fairel. Putra tidak memperdulikan mereka. Putra naik ke lantai dua bergabung dengan teman-teman lamanya.

🌑 Di villa Fairel.

Icha membuka mata. Icha merasakan hembusan napas seseorang di sampingnya. Icha menoleh ke samping.

"Kak Fairel!" Icha terbangun, betapa terkejutnya Icha saat melihat dirinya tanpa busana satu selimut dengan Fairel.

Fairel kembali memeluknya. Icha masuk ke dalam pelukan Fairel. Icha menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

"Gak usah malu, aku suamimu," Fairel mengecup kening Icha.

"Apa yang terjadi Ka?" Icha masih menutupi wajahnya.

"Sayang, coba kamu ingat-ingat, di villa Fahri kamu lagi ngapain?" tanya Fairel.

Icha ingat terakhir kali dia bersama Fahri duduk di dekat kolam renang memandangi laut. Icha minum minuman dingin yang diberikan pelayan, setelah itu Icha merasa pusing dan Icha sudah tidak ingat apa-apa lagi.

Fairel juga cerita, Sofia memaksa untuk mengikutinya. Sofia ingin meminta maaf kepada Fairel. Sofia janji akan melepaskan Fairel asalkan Fairel menemaninya sebentar. Sofia ingin berpisah dengan Fairel. Sofia menyiapkan kejutan untuk Fairel.

Sofia dan Fairel makan berdua di dalam kamar. Dengan terpaksa Fairel makan dan minum yang diberikan Sofia kepadanya. Dan seperti dugaan Fairel, Sofia ada niat jahat. Sofia mulai merayunya. Fairel berhasil menahan diri dan keluar meninggalkan Sofia.

Dan di depan pintu kamar, Fairel melihat Icha digendong Fahri. Fairel melihat Icha seperti orang mabuk. Fairel langsung membawa Icha ke villa. Dan mereka berdua di bawah pengaruh obat perangsang, melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya.

"Sayang, aku ingin kita mulai dari awal, boleh?"

Icha hanya diam. Sebenarnya Icha masih tidak percaya Fairel bisa berubah secepat ini. Bukannya Fairel sangat membenci Icha.

"Cepat mandi, aku akan membawamu ke suatu tempat." Fairel turun dari tempat tidur tanpa memakai sehelai benangpun.

Icha melempar baju tidur yang ada di atas nakas. Fairel tersenyum, Fairel sengaja pamer otot perutnya yang berbentuk roti sobek di hadapan Icha. Fairel memakai baju tidur dan keluar dari kamarnya.

Icha dengan selimut masuk ke dalam kamar mandi. Icha memperhatikan tubuhnya yang penuh dengan jejak merah yang ditinggalkan Fairel. Icha menggosoknya dengan keras tapi bekas itu tidak hilang.

"Sayang, di atas tempat tidur sudah kusiapin pakaian ganti," terdengar suara Fairel.

Icha kemudian keluar dari kamar mandi. Icha mengintip dari balik pintu kamar mandi, Fairel tidak ada di dalam kamar. Icha keluar dari kamar mandi dan mengambil tas yang ada di atas tempat tidur. Icha kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.

"Waduh, semua lengkap dari bra sampai celana dalam. Kok bisa tau ukuranku ya," Icha mengangkat bra yang dipilihkan Fairel untuknya.

Icha akhirnya keluar dari kamar. Icha mendengar suara Putra di ruang tamu. Icha bergegas menghampiri Putra. Icha yakin Putra mengkhawatirkannya.

Icha memperhatikan Fairel yang tersenyum ke arahnya. Ternyata Fairel dan Icha menggunakan kaos couple lengan panjang berwarna putih leher tinggi dan sama-sama menggunakan celana jeans berwarna biru.

"Kok bisa kompak ya. Kalian sudah baikan?" tanya Putra.

"Masih dalam tahap pengejaran, doain saja, pintu hati Icha terbuka," jawab Fairel.

Icha hanya diam. Putra kemudian menanyakan alasan Fairel menghubunginya. Fairel ingin mengajak Icha dan Putra menemui seseorang. Fairel bertanya apakah Putra membawa kalung yang diminta Fairel. Putra mengeluarkan kotak perhiasan yang didalamnya ada kalung berliontin giok hijau.

"Lho, ini kan kalung yang kuberikan untuk Maira. Kok ada di Kaka?"

"Ceritanya panjang nanti Kaka ceritain."

Putra mengeluarkan kalung yang dia pakai. Fairel memasangkan kalung itu ke leher Icha. Putra memandangi mereka berdua. Icha terlihat malu-malu sedangkan Fairel berharap sesuatu.

Fairel kemudian menyuruh mereka masuk ke dalam mobilnya. Zaki yang menggunakan masker sudah menunggu mereka. Zaki menjalankan mobilnya menuju suatu tempat yang Putra dan Icha tidak tahu di mana.

Putra yang duduk di sebelah Zaki memperhatikan jalan. Begitu pula dengan Icha yang duduk di samping Fairel. Mereka penasaran Fairel akan membawa mereka ke mana. Fairel terlihat bahagia, wajahnya berseri-seri.

Zaki memasuki halaman villa yang luas. Tempatnya tidak terlalu jauh dari villa Fairel sebelumnya. Villa itu dijaga oleh banyak orang-orang berpakaian hitam. Orang-orang itu menyambut kedatangan mereka.

Orang-orang itu juga memberi hormat kepada Fairel, Putra dan Icha.

"Bagaimana di dalam?" tanya Fairel.

"Beres Bos," jawab salah satu dari mereka.

Zaki duluan masuk ke dalam villa. Fairel menarik tangan Icha dan masuk ke dalam villa. Putra mengikuti mereka. Di dalam villa terlihat beberapa perawat dan juga dokter. Icha dan Putra saling berpandangan. Sebenarnya siapa yang akan mereka temui.

Pelayan villa mempersilakan Fairel, Icha dan Putra ke ruang makan. Di atas meja makan sudah dipenuhi dengan berbagai macam makanan.

"Bos, silakan di makan. Semua bodyguard, perawat dan dokter sudah makan malam duluan," kata pelayan.

"Terima kasih," ucap Fairel.

Fairel menarik kursi untuk Icha. Icha duduk di samping Fairel dan juga Putra. Mereka makan malam dengan tenang. Tidak ada pertanyaan dari Icha maupun Putra. Icha meneteskan air mata setelah mencicipi makanan.

"Cha, kenapa?" Putra mengusap punggung Icha.

"Rasa makanannya sama persis buatan Bunda," jawab Icha.

Walaupun hanya oseng kangkung, tapi rasanya mengingatkan Icha dengan masakan Carmen. Di meja makan juga ada gurame goreng ke sukaan Icha. Icha menatap hidangan di atas meja makan. Setelah Icha perhatikan, semua masakan kesukaan Icha.

"Kenapa Cha?" Putra kembali bertanya.

"Ka, ini semua masakan kesukaanku. Semuanya Bunda yang masak."

Icha tidak kuasa menahan tangisnya. Icha terisak, setelah sekian lamanya, Icha masih bisa merasakan masakan Carmen. Dalam hati Icha terus memanggil nama Carmen. Icha kangen dengan Carmen.

Putra memeluk Icha di hadapan Fairel. Fairel mulai terpancing cemburu. Fairel bangkit dari duduknya dan melepaskan pelukan Putra.

"Putra, Icha istri gue. Udah berapa kali gue bilang!"

Putra berdiri, duduk kembali ke tempat duduknya. Putra dengan tenang menghabiskan makanannya. Memang benar kata Icha, semua hidangannya yang terlihat sederhana mempunyai rasa yang luar biasa.

Putra beberapa kali nambah. Begitu pula dengan Icha makan dengan berderai air mata.

Putra dan Icha bersandar di kursi. Mereka puas dengan semua hidangan.

Dari arah belakang Icha dan Putra terdengar suara langkah kaki dan juga bunyi kursi roda. Putra dan Icha menoleh ke belakang mereka. Zaki mendorong kursi roda yang di atasnya duduk seorang wanita berkulit putih, rambutnya panjang bergelombang, hidungnya mancung, dia tersenyum ke arah Icha.

Putra dan Icha tidak percaya dengan pandangan mereka. Icha lemas tubuhnya merosot ke bawah. Fairel memeluk Icha. Begitu juga dengan Putra, biji matanya hampir loncat saking kagetnya.

Wanita itu menatap ke arah Icha dan juga ke arah Putra. Dia memperhatikan kalung yang dipakai Putra. Wanita itu bangun dari kursi roda dan tertatih berjalan menghampiri Putra. Tubuhnya melayang, Putra berlari menahan tubuh wanita itu yang hampir terjatuh.

"Anak Bunda, anak Bunda," wanita itu tiba-tiba saja memegang dadanya yang sesak. Wanita itu pingsan tidak sadarkan diri.

"BUNDAAAAAAA!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Sri Supeni
sebetulnya ceritanya bagus nggak dipaksa2kan tp kekerasan lebih dominan dan yg membuat bingung knp nama negara mesti disingkat
Yenny Een: Ok, mksh masukannya 🙏🏻
total 1 replies
Aku Bore
Gassssss 🤣
Aku Bore
🤣
Nashira
knp gak dimasukin dalam kandang singa az Thor si Sofia 🤣
Mauk
Carmen terlalu baik
Fang
Usil 🤣
Na!
Gak mungkin selamat, Kania gak bisa loncat 🤪
Al!f
Bye
Mauk
Ya sdh balikan az
Mauk
😱
Mauk
Tamat sudah pelakor halu 🤣
Al!f
omg
Al!f
🤪🤪🤪🤪🤪
Alesha
😱😛
Mauk
🤣
Al!f
Tidaaaaaak 😭
Fang
Oh tidak 😱
Al!f
Baru tau /Slight/
Fang
Seru nih
Fang
Cieeeeeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!