NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Semenjak Kamu pergi.. Tak tau bagaimana lagi harus menata hati ini. Hancur berkeping terasa hampa tanpa kamu disini. Begitu sakitnya hati, membelenggu jiwa yang entah sampai kapan akan berakhir. Aku sangat menyayangimu Yara, kini aku kehilanganmu, kamu tinggalkan ku bersama dua buah hati kita hingga aku menemukanmu Zalfa Arshila.

Seluruh yang ada pada dirimu tak ubahnya seperti Yara istriku yang telah tiada. Bayangan Yara melekat kuat dalam dirimu. Tapi kusadari.. Shila dan Yara adalah dua orang yang berbeda. Apa rasaku ini karena kedua anak ku atau kah kamu memang mengisi ruang hatiku.. Yang jelas saat ini yang kutahu.. ada sosok baru di hidupku, yaitu kamu Zalfa Arshila.

Lanjutan Kisah cinta Kapten Rivaldi Alfario. Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Tak tergoda

"Melisa????" Rival sangat terkejut melihat janda anak satu itu.

"Iya..ini aku" Melisa tersenyum manis. Rival bersikap biasa saja dan menyuruh Melisa untuk duduk.

"Apa kabar mas?" tanya Melisa.

"Yaa.. seperti yang kamu lihat. Sehat dan baik-baik saja"

"Aku dengar berita tentang istrimu mas. Aku turut berduka cita"

"Terima kasih. Itu sudah berita lama Mel" senyum Rival sekilas.

"Terus anak-anak sama siapa mas?" tanya Melisa kepo.

"Kadang sama Omanya, kadang juga sama aku. Ngomong-ngomong ada apa kamu cepat ada disini? jadwal peterjun bebas masih awal bulan"

"Mau ketemu kamu dulu lah mas" jawab nya.

Rival tertawa menganggap ucapan Melisa hanya candaan.

***

Rival sedang sholat Isya di rumahnya, setelah makan siang tadi ia sibuk memindahkan barang dari rumah lamanya termasuk berkas penting miliknya hingga belum sempat menyapa Shila. Ia ingin mengajak istrinya itu bicara lagi agar bumilnya tidak terlalu sensitif dan selalu salah paham, ia juga memikirkan kandungan Shila.

ddrrttt.. dddrrrttt..

Ponsel Rival terus bergetar. Shila melihat ada nama Melisa di ponsel suaminya.

siapa Melisa?

Karena sudah berkali-kali bergetar, Shila memutuskan untuk mengangkat ponsel suaminya.

"Hallo.. "

"Iya Hallo.. Lho kok perempuan?? oohh ini pembantunya mas Rival ya" sapa Melisa di seberang sana.

deg..

Hancur sekali hati Shila mendengar nya. Pikiran Shila sudah berkelana membayangkan yang tidak-tidak.

"Siapa dek" tanya Rival berbisik sambil mencium kening Shila, tangannya meletakan sajadah yang baru ia lipat.

"Calon majikan Shila" ketus Shila.

"Haahh" Rival melongo bingung lalu mengambil ponsel itu dari tangan Shila. Ia melihat nama Melisa disana.

"Ya ampun" batin Rival. Ia melirik Shila yang sudah menekuk wajahnya.

"Ada apa Mel?" tanya Rival

"Mas.. dimana??? jalan yuk" Shila menoleh menatap Rival dengan kesal seolah ingin menelan Rival bulat-bulat.

Shila berjalan pergi tapi tangan Rival merangkul badan Shila agar tidak pergi dari sana dan meloudspeaker ponselnya.

"Nggak bisa, aku sibuk" jawab Rival.

"Ayolah mas, ajak anak-anak mu sekalian. Kita pergi berempat"

Shila semakin terbakar rasanya mendengar itu semua.

"Nggak!! Aku capek Mel habis pulang kerja" tolak Rival.

"Aku aja ke rumah mas. Aku pijat deh" goda Melisa"

Shila semakin tidak tahan. Ia menginjak kaki Rival.

"Aawwhh dek" pekik Rival sambil mematikan ponsel tak menanggapi Melisa.

Di seberang sana Melisa mengira suara Rival tadi adalah sebagai tanda setuju atas tawarannya. Ia pun bersiap menuju rumah Rival dengan senyum bangga dan bahagia.

"Calon istri Kapten Rivaldi" gumam Melisa dengan bangganya.

-_-_-_-_-

"Eegghh.. mantap yank!!!" Rival melenguh mengakhiri permainannya. Rival bergeser lemas di samping Shila dan memeluknya.

"Jangan marah lagi dek, Abang sayang kamu" ucapnya semakin melemah sampai akhirnya tidur pulas.

-_-_-_-_-

tok..tok..tok..

"Mas..." sapa seorang wanita mengetuk pintunya.

Shila bangkit dari tidurnya dan memakai kimono menutup baju tidur tipis miliknya.

Shila mengintip dari balik gorden dan benar itu seorang wanita. Shila membuka sedikit pintu nya, tapi wanita itu mendorong pintu dengan kasar.

"Kamu pembantu mas Rival???" tanya Melisa menatap tajam melihat Shila mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Kamu hamil?????" tanya Melisa lagi sedikit mendorong bahu shila

"Siapa sayang?" Rival bangun mendengar keributan di rumah nya. Rival memakai celana pendeknya bertelanjang dada ke arah ruang tamu.

"Melisa???"

"Mas mau menipu ku? Tidak ada istrimu, pembantu pun kamu jadikan pelampiasan mas????" kesal Melisa.

"Apa maksudmu???? Buruk sekali cara bicara mu" tegur keras Rival.

"Terus ini siapa?????" Melisa mendorong bahu Shila sekali lagi.

"Jangan kasar!! Ini istriku" tegas Rival.

"Haahh.. Kapan kalian menikah, aku tanya siapapun tidak ada yang mengabari ku kalau kamu nikah lagi mas?" protes Melisa.

"Pentingkah untuk mu berita pernikahanku?" tanya Rival.

"Nggak mungkin.. mas bohong khan?"

Arshen dan Zein berpatroli malam hari dan melihat keributan di rumah seniornya. Mereka berhenti dan menghampiri rumah Rival.

"Masuk dek, ganti pakaianmu! Tolong nanti ambilkan pakaian Abang sekalian ya!" ucap Rival mengusap pinggang Shila lembut.

"Iya Abang" Shila mengerti dan menurut perintah suaminya.

"Ada apa bang?" tanya Arshen.

"Tolong jelaskan dengan tegas siapa wanita yang tinggal bersama saya" perintah Rival pada Arshen.

"Maaf Bu Melisa. Bu Shila istri sah Kapten Rivaldi"

"Nggak..nggak mungkin. Pasti wanita itu menggoda mas Rival. Iya khan?"

"Benar Bu, Kapten Rivaldi memang sudah menikah lagi" jelas Zein.

Shila keluar dengan keadaan sudah rapi, ia menyerahkan kaos pada Rival dan segera di pakai oleh suaminya itu.

"Jadi benar mas lebih memilih wanita macam ini daripada aku. Aku sudah menyukaimu dari dulu mas" suara Melisa melemah.

"Mari mbak, duduk dulu!" ajak Shila.

"Heh..kamu.. tidak mungkin mas Rival memilihmu kalau kamu tidak menggodanya" Melisa mulai kalap lagi.

"Jaga bicaramu!!!!!!" ucap Rival dan Arshen bersamaan. Kedua pria itu saling bertatapan tegang.

"Apa kau ini!!!!!!!" tegur Rival pada Arshen.

Melisa tersenyum licik melihat Rival yang tidak bisa menyembunyikan wajah kesalnya melihat Arshen yang ikut membela Shila.

"Jaga baik-baik istrimu mas, jangan sampai pak Arshen ini sainganmu. Ingat mas.. jika istrimu ini berulah.. Kau bisa datang padaku" kata Melisa sambil berlalu pergi.

"Wanita gila.." gumam Rival. Zein menahan senyumnya.

"Kalau Abang memilih perempuan itu dan meninggalkan Shila, aku akan membawanya pergi" ucap Arshen lantang.

"Sebenarnya apa maumu???" Kemarahan Rival membuat Shila tersentak kaget. Ia bersembunyi di balik punggung Rival.

"Ini peringatan saja untuk Abang" Arshen menegakan badan memberi hormat pada Rival lalu pergi dari hadapan Rival. Zein pun mengikutinya tanpa bicara sepatah kata pun.

"Sudah bang, lebih baik Abang istirahat. Tenaga dan pikiran Abang sudah terkuras hari ini" ajak Shila. Rival mengikuti Shila tapi hatinya begitu tidak tenang.

"Tunggu sayang, apakah kamu pernah terpikir akan meninggalkan Abang demi lelaki lain?" tanya Rival.

Shila menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Rival.

"Apa yang akan Abang lakukan agar Shila tidak pergi?"

"Mempertahankanmu di sisi Abang" jawab Rival tegas.

"Tanpa cinta???"

"Abang mempertahankanmu jelas karena Abang mencintaimu dek. Jangan macam-macam lah tanyanya itu!"

.

.

1
Hanna Han
maaf Thor,mungkin perasaan saya aja,knp dari awal menikah saya kurang suka dg sikap shila,sebelum menikah dia tau gimana keadaan hati rival,sharusnya stelah menikah dia bantu rival ksih semangat ksih pengertian gimana caranya move on pelan2 dari Yara, bukannya mlah lngsung egois sendiri meminta untuk jd satu2nya,sma aja menabur sendiri garam di atas lukanya..hadeehh
NaraY_Kamanatha: maaf ya kak. Nara hanya menyampaikan isi hati manusia tidak ingin di duakan.
total 1 replies
Diah ayu yudisthira❤
Sama kayak aku dulu waktu masih umur 4 bulan udah di tinggal papa satgas ke lebanon huhuhu semangat terus buat anak kolong😭
Diah ayu yudisthira❤
Timika wahhh tempat calon suami aku satgas dong😭
Al Fatih
karyamu tidak pernah gagal bikin qta mewek,, qta tertawa...,, keren slalu...
Al Fatih
aq tak tenang setelah mama Yara meninggal,, langsung lanjut kesini....
Novi Jahan
sangat"bgus ceritanya
Ony Syahroni
aduh thor sedih banget akubacanya seolah2 nyata thor, trmksh mudah2 author sll dlm lindungan Allah, sehat sll utkmu dan kel, aku tunggu karya berikutmu thor dan semangat
Ony Syahroni
sedih banget thor, kasih kebahagian thor, lanjut
Ony Syahroni
banyak banget cobaannya thor yg penting hapy ending ya thor
Ony Syahroni
kasian Rivan da Silla, mudah2an Silla bisa melihat lg thor dan kasih kebahagian utk kelnya thor
Ony Syahroni
Biasa
Ony Syahroni
Lumayan
cocoms
bagus
an
bagus
Nitha Nya Oedin
👍
BeQty
Luar biasa
@yra
gesrek" numbuk padi
Aquamarin
dadaku sakit
Diah Darmawati
nyeseg mbk Naraaaaa😭😭😭
||shaza||{*💮*}
untuk author terkasih terimakasih atas segala kerja kerasnya telah membuat karya yang begitu membuka mata hati pembaca tentang apa arti dari pernikahan untuk saling menerima apapun keadaan pasangan masing-masing dan slalu menuntun dlm ketakwaannya 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!