Genre: Romance, Angst.
Warning: Novel ini mengandung tema
dan muatan dewasa (21+). Juga
mengandung cerita yang
menyesakkan dada. Bagi
pembaca yang belum cukup umur
atau tidak nyaman dengan
konten tersebut,
dianjurkan tidak membacanya.
Follow ⬇️
ig : @aegiyaa5
wattp@d : @aegiyaa
***
"Bukankah ini yang kau inginkan, Yoon Ji? "
Sehun memiringkan kepala sambil menaikkan salah satu sudut bibirnya ke atas. Matanya sudah dipenuhi kabut gairah yang disertai emosi menggelora. Area sensitifnya sudah menegang hingga dia butuh pelampiasan dengan segera. Entakan keras menusuk dari daging tak bertulang yang sudah berdiri menantang sejak tadi, akhirnya menjadi wujud nyata dari semua ancaman Sehun yang tak pernah main-main pada istrinya yang kini sudah mulai kurang ajar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aegiyaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
REMEMBER
Tentu saja aku mengingatmu Kim Taehyung, sahabatku. Maafkan aku Taehyungie...
Yoon Ji membatin. Tak mungkin dia tak merasa bersalah pada sahabat baiknya yang satu ini. Saat ini dia tengah berhadapan dengan sahabat kecilnya sendiri, tapi dia malah bertingkah seperti orang asing. Sudah sekian tahun berlalu semenjak mereka berpisah di bandara.
Ini bukan pertama kali mereka bertemu sejak saat itu. Tapi ini pertama kali mereka kembali bertemu disaat Yoon Ji bisa mengingat siapa sebenarnya seorang pria bernama Kim Taehyung ini dalam hidupnya. Kecelakaan yang ia alami terakhir kali, membuatnya mampu sedikit demi sedikit mengingat masa lalunya tanpa ada satu orang pun yang tahu kalau ingatannya berangsur pulih. Tak terkecuali Sehun suaminya sendiri.
Kalau menuruti kata hati, dia ingin sekali memeluk pria yang kini berdiri tegap dihadapannya. Dia rindu... Taehyungnya kini disini. Dia bukan orang lain bagi Yoon Ji. Taehyung bukan orang asing. Pria tampan itu sudah menjadi sosok kakak yang baik untuknya. Tak hanya itu, dia itu sahabat yang selalu ada bahkan saat Yoon Ji terpuruk sekalipun.
Yoon Ji terkadang bisa menemukan sosok seorang ayah yang baik dalam diri Taehyung untuknya. Tapi lihat sekarang! Yoon Ji malah berpura-pura masih tetap tak mengingatnya. Membiarkan kecanggungan tetap meliputi mereka.
Alasan sikap Yoon Ji pada Taehyung saat ini hanya satu. Yaitu Sehun suaminya. Yoon Ji sangat mengenal watak dari pria bermarga Oh itu. Wanita bersurai hitam itu tak mau ambil resiko dengan membangkitkan sisi posesif prianya itu jika dia berdekatan dengan Taehyung seperti dulu. Ini bahaya bagi pernikahannya sekarang.
Yang dia tahu Sehun itu sangat pencemburu. Yoon Ji hanya ingin menjaga perasaan suaminya. Yoon Ji pun berharap suatu saat suaminya Sehun akan jujur padanya tentang masa lalunya yang sebenarnya. Bukan cerita karangan yang selalu ia katakan tiap kali Yoon Ji bertanya tentang kejadian dirinya sebelum mengalami amnesia.
Selain itu ia juga ingin menunjukkan pada Taehyung kalau sekarang dirinya sudah bahagia. Tak perlu mencemaskan apapun. Dia baik-baik saja sekarang. Taehyung tak perlu mengkhawatirkan dirinya lagi seperti dulu. Bukan bermaksud mengusir Taehyung dari kehidupan barunya. Bukan sama sekali. Mereka masih bisa berteman namun tidak bisa sedekat dulu. Ini hanya untuk membatasi diri.
Taehyungie... Maafkan aku. Mungkin memang lebih baik begini untuk saat ini. Aku bahagia Taehyung. Ku harap kau juga selalu bahagia dalam hidupmu. Aku selalu berterima kasih pada Tuhan karena Dia mengirimkan lelaki sepertimu dalam hidupku.
( Yoon Ji di pestanya Jennie... Unch... Syantiiiikkk)
...My Regret...
Taehyung sejenak terpana melihat makhluk cantik yang sedang berbicara padanya. Bagaimana tidak? Wanita yang selalu mengisi hati dan pikirannya itu malam ini terlihat begitu berkilau. Tanpa sadar pria berjas hitam itu menarik kedua sisi bibirnya. Dia bahagia sekali bisa bertemu pujaan hatinya lagi. Dia... Semakin hari semakin cantik. Andai saja...
Aishh... Apa yang kau pikirkan Taehyung?
Taehyung mengerjapkan matanya cepat. Dia harus membuang pikirannya yang tadi sempat dengan tak tahu diri singgah di otaknya.
" Ada apa Taehyung ssi? "
Tanya Yoon Ji.
" Ah tidak ada apa-apa. Eum... Kau datang sendiri kesini? Maksudku... Kau tidak bersama orang lain? Suamimu mungkin? "
Tanya Taehyung hati-hati.
" Itu... Sekarang aku memang sendiri. Tapi nanti suamiku bilang dia akan menyusul kesini. "
Jawabnya seadanya. Yah... Setidaknya memang itu yang dikatakan Sehun pada dirinya kemarin. Dia bilang secepatnya dia akan menyusul Yoon Ji ke Seoul. Walau faktanya sejak Yoon Ji menginjakkan kakinya di Incheon hingga saat ini pun suaminya belum mengabari dirinya sama sekali. Jadi dia tak tahu Sehun sudah berada di Korea atau belum. Yoon Ji tertunduk. Wajahnya agak lesu mengingat suaminya belum menghubunginya sama sekali.
" Haah... Tumben sekali suamimu tidak menemanimu kesini, Yoon Ji? Biasanya dia selalu menempel padamu. Apalagi kau bepergian jauh sampai ke Korea. Atau jangan jangan... Kalian sedang ada masalah, ya? "
Jennie bertanya penuh selidik. Habis... Sejauh yang Jennie tahu, Sehun tidak pernah seperti itu. Mereka memang tidak dekat. Tapi bertahun-tahun bersahabat dengan Yoon Ji, dia jadi tahu sedikit mengenai karakter dari suami sahabatnya. Mendengar itu Yoon Ji jadi salah tingkah.
Kau tepat sekali Jennie, pikirnya.
Masalahnya adalah... Suami ku sedang menemani istri barunya yang sedang sakit. Yoon Ji tersenyum getir.
" Tidak... Pekerjaannya yang sekarang benar-benar tidak bisa ditinggal, Jennie. Kami baik-baik saja kok. "
" Syukurlah kalau begitu. Eh... Yoon Ji... Kau nikmati dulu ya pestanya. Aku mau menyapa saudara jauhku dulu. Taehyung ssi... Kau tidak keberatan kan menemani sahabat cantikku ini sebentar? "
Taehyung tersenyum ramah pada Jennie.
" Tentu saja Jennie ssi... "
Lama pun tak apa kalau aku harus menemaninya. Bisik hatinya.
" Oke... Tinggal sebentar ya. "
Taehyung dan Yoon Ji mengangguk bersamaan. Setelah itu Jennie pun pergi menghampiri tamu lain. Sekarang tinggal mereka berdua di tengah pesta yang ramai namun terasa agak canggung.
" Eum... Yoon Ji ssi... Setelah ini kau akan tinggal lama di Seoul? "
Ucap Taehyung guna memecah keheningan diantara mereka.
" Aku tidak tahu. Mungkin setelah pesta pernikahan Jennie selesai, aku akan mengunjungi beberapa tempat di sini. Yaaah... anggaplah liburan. Aku juga mau menjemput anakku, Sejun. "
" Jinjja? Sejun anakmu ternyata ikut juga kesini?"
Yoon Ji mengangguk.
" Sekarang dia sedang bersama bibinya di Gwangju."
Taehyung mengangguk-anggukan kepalanya. Dia ingat dengan Sejun. Anak kecil yang pernah ia temui dulu itu sangat tampan dan lucu. Wajarlah... Ibunya saja sangat cantik.
" Ooooh... Jadi asalmu dari Gwangju?"
" Bukan... Aku dari Busan lalu pindah ke Seoul. "
" Ternyata kita dari daerah yang sama. Ah... Aku jadi rindu kampung halamanku. Dulu... Aku sangat sering bermain dengan sahabat kecilku di pantai."
" Iya... Bahkan dulu kau... "
Yoon Ji terhenyak. Dia menatap Taehyung sejenak. Hampir saja dia akan mengatakan kalau dia ingat bahwa dulu dirinya sempat hampir tenggelam saat berenang di pantai Haeundae. Untunglah ada Taehyung yang menyelamatkan nyawanya. Pria yang menjadi lawan bicara gadis itu mengerutkan keningnya. Menunggu Yoon Ji meneruskan kalimatnya yang mengambang diudara.
" Eum... Maksudku... Aku sama seperti kau ternyata. Aku... Aku menyukai pantai. Maksudku itu. "
Kentara sekali bahwa Yoon Ji gugup. Dia tak mahir berbohong memang. Dan Taehyung bisa merasakan itu. Dalam hatinya pria itu cukup senang. Karena dia beranggapan, kalau dia bisa terus memancing ingatan gadis itu, besar kemungkinan kalau sahabat yang menjadi cinta pertamanya itu bisa pulih ingatannya.
" Jadi sudah berapa lama-- "
" Ouuhh... "
Yoon Ji tanpa sengaja menumpahkan minuman yang ada di tangannya ke jas yang dipakai oleh Taehyung, ketika seorang tamu yang berdiri bertolak belakang dengan dirinya mundur dan secara tak sengaja menabrak punggung Yoon Ji.
" Aigooo... Mianhae... Tae... Aiish... "
Baru saja Yoon Ji hendak maju memberikan tissue pada Taehyung, sialnya disaat yang sama higheels yang dipakai Yoon Ji salah satu hak sepatunya malah patah. Tak ayal gadis itu pun limbung. Taehyung dengan gerakan cepat menahan tubuh Yoon Ji hingga gadis itu tak jadi jatuh mencium lantai melainkan jatuh di dada bidang milik Taehyung.
" Neo gwaenchana? "
Tanya Taehyung dengan ekspresi khawatir. Yoon Ji tersenyum lalu menggeleng tanda tak apa. Orang yang menabrak Yoon Ji pun juga minta maaf karena sudah tak sengaja menabraknya.
" Kau sungguh tak apa Yoon Ji ssi? "
" Gwaenchana... Maaf aku menumpahkan minuman di pakaianmu. "
" Jangan khawatirkan pakaianku. "
" Taehyung ssi... Aku pergi ke toilet dulu, ya."
" Silahkan... "
Yoon Ji membungkuk untuk mengambil sepasang sepatunya yang bermasalah. Dia berniat menenteng sepatunya itu sampai ke toilet. Ia berpikir lebih baik dipatahkan saja hak sepatu yang satunya daripada dia harus berjalan pincang. Yoon Ji baru akan melangkah ketika rasa nyeri menjalar di kakinya.
" Omona. "
" Ada apa? "
" Kakiku... Agak sakit. "
Taehyung ikut mengarahkan pandangannya ke bawah.
" Sepertinya kau terkilir. Ayo aku bantu kau untuk duduk di sebelah sana. Aku akan pergi menemui Jennie. "
Yoon Ji mengangguk. Taehyung lantas memapah Yoon Ji yang agak kesulitan berjalan menuju kursi. Tak butuh waktu lama untuk Jennie dan Taehyung kembali ke tempat dimana Yoon Ji duduk.
" Ya Tuhan... Kenapa kau bisa terkilir seperti ini sih? "
" Hak sepatuku patah. Aku hampir jatuh tadi. "
" Haaah... Ada-ada saja. Kau harus segera ke rumah sakit. Daripada nantinya tambah parah. Tapi maaf ya Yoon Ji. Aku tak bisa menemanimu. "
" Tak apa Jennie. Aku baik-baik saja. "
" Biarkan aku saja yang mengantarmu ke rumah sakit. "
Taehyung menawarkan diri.
" Itu ide bagus. Lebih aman dan lebih cepat. "
"Eumm... Baiklah... "
Akhirnya Yoon Ji pun mengiyakan.
Taehyung kembali memapah Yoon Ji berjalan. Tadinya wanita bergaun hijau mix hitam itu ingin berjalan sendiri tanpa bantuan. Tapi ternyata dia malah seperti akan jatuh lagi. Mau tak mau dia harus kembali di papah.
...My Regret...
Braaakkk
Pintu mobil yang tak berdosa tiba-tiba saja menjadi pelampiasan pria tampan yang tampak sedang murka. Napasnya memburu. Tangannya mencengkeram kemudi mobil seperti hendak meremukkannya. Terlihat jelas di iris matanya aura kemarahan yang tanpa diketahui sebabnya oleh gadis yang duduk di sebelahnya itu. Apa sebenarnya yang terjadi hingga pria yang dicintanya marah seperti itu? Sejeong hanya bisa menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya tanpa bersuara.
Sejeong sangat ingin bertanya kepada Oh Sehun perihal apa yang membuatnya menjadi semarah ini. Tapi dia takut. Sejeong sangat mengenal Sehun. Sehun tak akan menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. Dia hanya akan memberikan tatapan mematikannya kepada orang yang ia anggap banyak tanya tersebut. Atau bahkan malah memarahinya karena dianggap menambah hancur mood-nya. Kecuali bila dia sudah agak tenang, kadang tanpa ditanya pun Sehun malah suka curhat sendiri.
Tanpa banyak basa-basi Sehun menyalakan mobilnya hendak pergi dari tempat mereka kini berada. Belum jauh mereka pergi, tanpa sengaja ekor mata Sejeong sempat menangkap siluet seseorang yang dia kenal sedang berdiri di dekat aula. Lewat bantuan kaca spion, dia menyipitkan matanya guna memperjelas apa yang ia lihat di seberang.
" Kim Taehyung? "
Sejeong membatin. Oh... Pantas saja Sehun tiba-tiba marah tak jelas seperti ini.. Tak hanya Yoon Ji yang tahu kalau Sehun itu pencemburu dan posesif. Masalah kecil pun bisa jadi besar olehnya. Entah itu gerak refleks atau bukan, kedua sudut bibir Sejeong melengkung tipis. Dan di dalam hatinya dia tau...
" Ini kesempatan emas... "
...My Regret...