ini adalah kisah lanjutan dari season pertama yang judul nya *musuhku adalah suamiku* dengan perbaikan kata dan bahasa sedikit ya dears.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Tepat satu minggu setelah kepergian Arin, Rafa masih dalam kondisi yang sama bahkan lebih dari sebelum nya. Wajah pucat yang kini menghilangkan ketampanan juga keceriaan nya, tubuh yang semakin lemah karena ia menolak untuk makan atau pun minum semakin membuat semua orang sangat khawatir dengan kesehatan Rafa. Adi, Alex dan Reta serta om Arin tak pernah henti mencari Arin namun belum juga mendapatkan petunjuk apa pun. Dari semenjak kepergian istrinya, Rafa tak pernah sedikitpun beranjak dari sofa berharap istrinya akan kembali lagi. Segala upaya orang tua untuk membujuk Rafa pun seakan sia sia. Kini Rafa hanya semakin terlihat seperti mayat hidup yang selalu menatap kosong. Papa Arin yang tak tega dengan menantunya teringat jika dulu Arin pernah kabur ke rumah kakek nenek nya, lalu ia meminta adik nya untuk melihat ke rumah orang tua papa Arin di sebuah perkebunan di kota X.
Mendengar ucapan kakaknya ia pun bergegas pergi ke kota tersebut bersama Adi, Alex dan Reta yang memang satu mobil dengannya untuk mencari Arin. Sekitar setengah hari jalan yang mereka tempuh untuk sampai di kota tersebut.
Sesampainya disana yang ternyata benar Arin berada di rumah kakek nenek nya sedang duduk di teras bersama nenek nya. Alex yang langsung berlari ke arah Arin mengejutkan Arin karena langsung memeluk Arin.
" Akhirnya gue nemuin lo Rin" gumam Alex.
" Lo gila, lepasin gue" gerutu Arin ketus .
" Maaf Rin gue seneng banget ketemu lo" kilah Alex yang memang merasa bahagia melihat sahabat konyol nya.
Reta yang menghampiri Arin juga langsung memeluk Arin. Mereka berusaha membujuk Arin agar mau kembali dengan menceritakan kondisi Rafa sekarang. Tak lupa Alex pun menunjukkan video yang telah ia rekam di kafe waktu itu.
Arin yang tak tega mendengar keadaan suaminya tak ingin mengulur waktu dan langsung pergi kembali ke apartemen.
" Kenapa lo langsung pergi gitu aja sih Rin? " tanya Adi
" Gue pikir dia bakal seneng Kania kembali di, makanya gue mutusin buat pergi. Gue engga tahu kalau bakal jadi kaya gini" jawab Arin menyesal.
" Lo tahu seberapa dia sayang sama lo? seberapa cinta dia sama lo? lo udah salah mikir kaya gitu" seru Alex
" Gue tahu" ucap Arin pelan " Om cepetan om" pinta Arin pada om nya yang tengah mengemudi dengan cepat membelah jalanan malam yang sedikit sepi.
Pukul 3 pagi, sesampai nya di depan apartemen Arin meminta agar turun lebih dulu dan berlari ke arah lift untuk segera menemui suami nya. Saat tengah sampai di depan pintu dengan cepat ia membuka dan langsung di sambut pelukan mertua nya " Kamu kemana aja nak" seru Mama mertua Arin
" Maafin Arin ma" seru Arin dan melepas pelukan mertua nya lalu memeluk ibu nya.
Hati nya seakan hancur melihat Rafa yang tertidur dengan posisi duduk di sofa dalam keadaan lemas masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat ia meninggalkan ayah dari anak yang ia kandung.
" Yank, bangun ini aku. Kenapa kamu jadi kaya gini yank? maafin aku" seru Arin yang duduk di samping Rafa dengan memegang pipi suami nya lembut.
" Yank, bangun maafin aku" timpa Arin yang mulai menangis dan memeluk tubuh lemah Rafa yang langsung mengejutkan Rafa dari tidurnya.
" Yank" ucap Rafa pertama kali setelah kepergian Arin ia menutup rapat mulut nya. " Jangan tinggalin aku, aku butuh kamu aku sayang kamu, jangan tinggalin aku" pinta Rafa dengan air mata membasahi pipinya.
" Maafin aku yank, aku salah. Aku engga akan tinggalin kamu, aku sayang kamu yank" seru Arin mengeratkan pelukannya. " Kenapa kamu kaya gini sih yank? aku engga mau kamu kaya gini" tambah Arin.
" Aku engga ada apa apa sama dia yank, akimu sayang kamu aku engga mau engga ada kamu" jelas Rafa " jangan pergi " tambah Rafa.
" Iya sayang aku tahu semua nya, aku yang salah. Aku engga akan pernah tinggalin kamu lagi. Kita akan terus sama sama " jawab Arin.
Tenaga yang seakan pergi kini kembali lagi bersama dengan nyawa yang seakan meninggalkan tubuh Rafa selama kepergian Arin. Perasaan yang terlalu kuat untuk Arin mampu membahagiakan Rafa namun juga bisa menghancurkannya. Semua orang di sana menatap lega dan bahagia melihat Arin dan Rafa yang sudah kembali. Alex dan Adi yang juga telah memasuki apartemen itu bersama Reta dan Om Arin pun sangat bahagia kini sahabatnya yang seakan telah lama pergi bisa kembali lagi.
gk tau udh kebrp x ny baca masih ajh ngakakk klo baca.../Joyful/kereen bgt sey thor..