Prolog
Ini mencerita kan kisah Kayla putri purnama dan Karel Albert purnama yang bertransmigrasi ke dalam novel "Bucinnya anak SMA ".
Kayla menjadi tokoh antagonis yang akan mati dengan tragis ,sedangkan sang adik menjadi tokoh figuran yang miskin mempunyai hidup yang kelam dan sahabat dari tokoh utama pria.
Adik laki-laki yang sangat menyebalkan nya merupakan pembully di sekolah.dan setiap hari pasti ada peringatan dari guru bk,tentu saja Kayla yang selalu menyelesaikan nya.
Berbeda dengan sifat sang adik yang hiperaktif ,Keyla adalah orang yang cuek dan dingin kecuali bersama adiknya.
Adiknya yang mempunyai trauma membuat Kayla memanjakan nya ,apapun yang Karel mau pasti terpenuhi.namun ,karena Karel seorang pembully.seorang siswa yang pernah menjadi korban mencoba balas dendam kepada mereka berdua dan dengan tragis nya Kayla dan Karel meninggal tertabrak mobil saat ingin pergi ke Alfamart.
Dan entah sial kenapa Kayla terjebak di dalam tubuh antagonis kejam bersama sang adik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayla sakit
Kayla terbangun dari tidurnya, ia langsung duduk bersandar pada kasurnya.Nafasnya terengah-engah naik turun, tubuhnya bergetar. Kematian Kayla masih terngiang-ngiang di kepalanya. Bagaimana Xion dengan sadisnya menyiksanya, dan membunuhnya.
Bayangan-bayangan itu seketika membuat mulutnya terasa mual.
"Kayla syukurlah, demam nya sudah turun!" Ucap Laura, ketika melihat putrinya benar-benar terbangun. Tadi ia sempat khawatir dengan putrinya yang tidak bangun-bangun juga.
Kayla melihat siapa orang yang berbicara padanya, terlihat di sekelilingnya terdapat Laura, Zein, dan Kevin. Kenapa mereka berada di kamarnya?
"Sayang kamu istirahat lah lagi, agar badan mu lebih baik." Ucap Zein, ia merasa khawatir dengan putrinya yang mengalami demam tinggi.
Kayla merasa tenggorokan nya terasa kering dan sakit, apalagi suhu tubuhnya terasa panas. " Mom apa yang terjadi?"
"Kamu tadi demam sayang, mommy udah berusaha buat bangunin kamu. Tapi, kamu gak bangun-bangun. Seperti nya kamu habis mimpi buruk ya!"
Kayla tertegun jadi benar ia tengah bermimpi buruk.
"Sekarang kamu harus makan dan setelah itu minum obat, mommy akan buatkan kamu bubur ya!"
"Zein jaga anak mu!" Perintah Laura, jangan sampai bapaknya diam saja ketika anaknya sedang sakit.
"I-iya sayang," ucap Zein.
Laura melenggang pergi untuk membuatkan anaknya bubur, sekalian mengambilkannya obat. Meninggalkan sosok dua laki-laki yang berbeda umur di ruangan itu.
Zein mengusap rambut anaknya yang terasa lembap di tangannya, tidak lupa juga mengukur suhu tubuh putrinya.
"Syukurlah demam kamu sudah turun sayang. Mau apa kamu? Daddy belikan apapun yang kamu mau, asalkan kamu cepat sembuh!"
"Daddy gak perlu lakuin itu, ini hanya demam biasa."
"Apa! Justru itu kamu tidak boleh demam lagi." Ucap Zein.
Kayla mengangguk, "Ini jam berapa ya dad?"
"Jam 10:00, pagi!" Jawab Kevin, mendahului ucapan Zein.
Kayla melotot, apa! yang benar saja. Jadi selama itu Kayla tertidur. Pantas saja mimpi itu terasa panjang dan melelahkan, ternyata ia tertidur begitu sangat lama.
"Kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Kayla.
"Orang tua mu sudah berusaha keras untuk membangunkan mu dari mimpi buruk mu itu. Tapi kau, tidak terlihat akan bangun sama sekali. Padahal orang tua mu sangat cemas melihat mu." Kata Kevin, ia ingin memberitahu keadaan saat gadis itu tidak terbangun dari mimpinya.
Zein mengangguk, putrinya kelihatan kesakitan saat itu. Zein saja sangat khawatir, sampai memerintahkan bodyguard nya untuk menyiapkan mobil, membawa putrinya kembali ke Rumah Sakit.
"Daddy berniat membawa mu ke Rumah Sakit saat itu, namun mommy kamu menolak nya. Katanya kamu baik-baik saja." Ucap Zein.
"Mommy benar aku baik-baik saja, setalah beristirahat Kayla akan cepat sembuh." Ucap Kayla.
Tiba-tiba Laura datang sambil membawa nampan di tangannya, ia meletakan nampan itu di meja.
"Mau mommy suapi!" Ucap Laura.
Kayla menggeleng menolak, yang benar saja ia di suapi. Memangnya ia berumur berapa? Kayla bukan anak kecil, yang berumur 5 tahun. Okey!
"Tidak! Kayla bisa memakannya sendiri." Tolak Kayla, meskipun hatinya merasa tidak enak karena mommy dan Daddy nya itu memasang wajah sedih nya.
"Baiklah, kalau begitu mommy dan daddy pergi dulu. Kalau ada sesuatu panggil mommy dan daddy ya!" Ucap Laura.
Kayla tersenyum, " Iya tenang saja, kalian tidak perlu khawatir."
Laura dan Zein pergi meninggalkan kamar milik putrinya, menyisakan sosok Kevin yang masih terdiam di tempatnya.
"Lo gak pergi!" Ucap Kayla, merasa heran dengan tingkah nya. Kenapa dari tadi Kevin terus menatapnya dengan tatapan tajam nya. Apa ia melakukan kesalahan?
"Kau mengusirku?" Ucap Kevin bertanya.
Kayla menatapnya kesal, jelas-jelas ia memang ingin mengusirnya. Siapa yang merasa nyaman ketika berduaan di kamar dengan seorang pria. Apalagi orang itu menatapnya terus.
"Yasudah!" Kevin membalikkan badannya, melangkah pergi melewati pintu kamar gadis itu yang terbuka. Tidak lupa menutup nya dengan sedikit kencang.
Brak!
Kayla melongo melihatnya, Kevin pergi begitu saja.
"Wah, wah itu anak mulai ngelunjak ya anj***!" Kesal nya.
*****
Farka tengah melayani pembeli di cafe, ia menjadi seorang waiter yang mengantarkan pesanannya, kepada pelanggan.
"Silahkan di nikmati!" Ucap nya, sambil meletakan hidangannya di atas meja.
"Terimakasih ya mas!" Ucap pembeli itu, yang merupakan seorang gadis cantik yang terlihat dewasa.
"Mas ganteng banget, kenapa harus kerja jadi pelayan?" Tanya nya.
Farka menghela nafasnya, beginilah yang tidak inginkan ketika seseorang yang bertanya, tentang pekerjaan nya.
"Gabut gw, makannya jadi pelayan." Ucap Farka.
"Oh gabut ya mas."
Farka memutarkan bola matanya malas, "Ya kerja lah mba, ya kali gabut."
"Kak, kakak yang sekolah di SMA Galaxy itu kan anak XII MIPA 3. Kak Farka ya?" Ucap gadis di sebelah nya.
"Ah, Lo kenal gw!" Tanya Farka seraya menunjuk dirinya.
"Loh kamu kenal sama dia dek!" ucapnya yang tidak lain adalah kakak nya, Gina.
"Kenal kak, Kakak kelas aku. Namanya Farka, kak Farka ini yang suka malak uang aku kak!" Ucap gadis itu memperkenalkan kakak kelasnya dengan bangga.
Gadis itu merasa bangga dengan Farka sosok yang di kagumi nya, menurut nya Farka itu keren di matanya. Apalagi ia pernah di palak oleh Kakak kelasnya itu, ia merasa menjadi gadis yang paling beruntung.
Gina melotot, oh jadi laki-laki ini yang suka memalak uang adiknya.
"Bang*** Lo ngapain malak uang adek gw hah!"
Wajah Farka seketika menjadi pucat, kenapa bocah itu malah memberi tahukan kakaknya. Apalagi dengan wajah nya berseri-seri.
Gina memasang wajah seramnya, ia ingin mematahkan tulang-tulang laki-laki di depannya itu.
"Lo salah paham okey!" Panik Farka.
Buk!
Terlambat, Gina sudah memasang tanduknya. Bersiap-siap untuk mengayunkan pukulannya, sekali lagi.
5 minutes later.
Setelah kejadian itu, Farka menemui teman kenalannya yang sama berkerja paruh waktu seperti nya, bang Bejo.
"Bang!" Panggilnya.
Farka menepuk pundak nya, membuat bang Bejo menatapnya.
"Anjir! Wajah Lo bonyok!" Ucap Bang Bejo, memasang wajah terkejutnya.
"Biasa lah bang, orang kayak gw mah banyak haters nya." Jawab Farka.
"Sana! Lo obati luka nya dulu!"
"Tukeran tempat kerja dong bang!" Gerutu Farka, ia tidak mau kejadian ini terulang untuk kedua kalinya.
"Lah bukannya enak kebagian jadi pelayan, gw bagian bersih-bersih sama cuci piring. Emang Lo mau!" Ucap bang Bejo.
"Nah, itu. Gw bagian bersih-bersih aja. Gimana?" tanya Farka.
"Okey lah!"
Farka menghembuskan nafasnya, baru saja pertama bekerja di sini. Ia sudah kena pukulan saja.
"Ingatkan gw buat gak malak duit adek kelas lagi hah..." Gumamnya.
Sumpah besok-besok Farka tidak akan melakukan itu lagi, biarlah ia bekerja keras untuk mendapatkan uang. Agar dapat menghidupi kebutuhan nya.
Farka tahu tidak ada yang mudah di dunia ini, tapi tidak ada yang tidak bisa. Semuanya butuh proses.
jgn lpa mampir di PSM ya
Pesona Sang Majjkan
Makasih