NovelToon NovelToon
Elleana And The King Of Mafia

Elleana And The King Of Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:20.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ranty Yoona

Perjalanan hidup Elleana Callista Miller tidak semudah dan seindah wajahnya. Memiliki penampilan yang cantik serta kekayaan yang luar biasa di negaranya membuatnya menjadi target siapa aja yang ingin memiliki kekayaan keluarga Miller termasuk keluarga pamannya yang mengakibatkan Elleana harus kehilangan kedua orangtuanya. Untuk bisa hidup dan membalaskan perbuatan pamannya dia harus bersembunyi di negara lain serta sang kakak Elleana yaitu Edward Jullio Miller harus berjuang mempertahankan perusahaan keluarga Miller. Kenyataan pahit yang dirasakan Elleana bertambah ketika mengetahui bahwa sang kakak bukanlah kakak kandungnya.

Xavier Alexander Romanov, pria tampan dan kaya raya. Banyak di gilai para wanita meskipun memiliki sifat dingin dan kejam terhadap musuh-musuhnya menjadi daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Banyak yang ingin menjadi kekasihnya karena ketampanan dan kekayaannya, tetapi Xavier tidak tertarik karena masa lalunya yang di khianati sang kekasih Allona Debora sang model yang terkenal. Demi melindungi keluarganya dan dirinya sendiri dia menjadi ketua mafia yang sangat di takuti.

Bagaimanakah kisah keduanya ? apakah takdir mempersatukan mereka dengan kisah yang indah ? serta mampukah mereka mempertahankan cinta ketika masa lalu hadir di kehidupan keduanya ?

Ikuti dan baca kisah mereka yang penuh dengan lika - liku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranty Yoona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Xavier VS Edward

"Walaupun kau tidak dapat membalas perasaan kak Ed tetapi kau harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu Elle.. sampai kapanpun akan seperti itu."

Ya akhirnya setelah sekian lama Edward dapat mengutarakan perasaannya, perasaan yang membuatnya merasa sesak, perasaan yang sudah mengetahui jalan ceritanya. Sungguh Edward tidak dapat menahan air matanya untuk tidak menetes. Apakah ini tandanya ia harus merelakan Elleana, apakah ini akhir dari cintanya.

"Hanya maaf yang dapat aku katakan kak, walaupun aku mengetahui perasaanmu aku menutup mata agar aku tidak akan pernah kehilanganmu, aku tidak ingin menyakitimu lebih dari ini. Aku memang bodoh kak. Kau pria yang sangat baik." Hikss hiksss Elleana menangis sejadi-jadinya di pelukan Edward.

"Sudah jangan menangis lagi.. Kau jelek jika menangis seperti ini, Kak Ed baik-baik saja Elle." Edward berusaha menenangkan Elleana yang masih menangis.

"Hmm aku mewakilimu menangis kak, huwwaaa." Tangis Elleana semakin kencang.

"Sudah jika kau menangis seperti ini nanti aku akan mendapatkan pukulan dari tuan Xavier mu itu." Edward menggoda Elleana.. Elleana hanya tertawa kecil di sela-sela tangisnya.

"Apa kau tidak berniat membawaku pergi kak." Ucap Elleana menggoda Edward.

"Hm pastinya aku akan membawamu pergi jika kekasihmu itu berani menyakitimu." Edward mengusap air mata Elleana dengan tangannya.

"Sekarang sudah malam sebaiknya kau segera tidur, Elle. Lihat matamu sudah membengkak dan mirip seperti panda." canda Edward. Elleana hanya menepuk pelan bahu Edward.

"Yasudah aku akan ke kamar ya kak.. kau juga harus beristirahat kak." Ucap Elleana dan Edward hanya mengangguk.

"Iya kau tidurlah, kak Ed akan disini dulu." Edward tersenyum. Kemudian Elleana beranjak dari sofa berjalan menuju tangga, ia menoleh ke arah Edward yang sedang memejamkan matanya.

"Begitu besarnya rasa cintamu kepadaku kak.. maafkan aku terlalu menyakitimu kak Ed.

Seandainya takdir tidak mempermainkan kita, tentu aku berharap kita akan selalu bersama seperti ini kak. Aku berharap kak Ed selalu bahagia." Ucap Elleana dalam hati.

.

.

.

.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Keesokan paginya Edward sudah berada di kantornya. Edward hari ini tidak sarapan bersama Elleana, karena pukul 08.00 ada meeting dengan beberapa investornya dan Xavier pun juga akan hadir. Elleana tidak menghadiri meeting karena memang Edward selalu menghandle semua meeting, kecuali jika ia di haruskan untuk ikut serta. Apalagi saat ini keadaannya sedang tidak baik, matanya masih terlihat membengkak. Mungkin ia akan datang siang hari.

"Tuan, semua sudah menunggu di ruang meeting." Kata Justin yang juga berada di ruangannya. Ia baru mendapatkan pesan bahwa semuanya sudah berkumpul.

"Ya baiklah kita kesana sekarang.." Edward beranjak dari kursinya. Lalu menuju ruang meeting yang berada di bawah satu lantai ruangannya. Kemudian Edward dan Justin memasuki meeting. Martin yang baru tiba pun hanya tersenyum kepada Edward. Ya dia tahu pasti Edward masih marah terhadapnya.

"Selamat pagi semuanya, terimakasih sudah hadir di meeting kali ini." Ucap Edward yang mulai membuka meetingnya.

Meeting itu melibatkan 5 perusahaan besar, dan A.X Romanov Group menjadi investor terbesar. Meeting berjalan dengan baik, Edward dan Xavier selalu beradu argumen, ya mereka memang sangat teliti, dan tidak ingin ada kesalahan apapun karena ini menyangkut proyek yang besar tentunya keuntungan yang fantastis untuk ke 5 perusahaan tersebut. Selama kurang dari 3 jam akhirnya meeting selesai dan berjalan dengan lancar. Tetapi saat akan menutup meetingnya tiba-tiba ada seseorang CEO dari perusahaan ZY Group bertanya.

"Mengapa meeting kali ini tidak melibatkan presdir Miller Group." Ucap salah satu CEO yang masih terlihat muda itu.

"Hm sayang sekali presdir Miller Group tidak ikut serta, padahal kami sangat penasaran dengan presdir yang sangat cantik itu." Ucap presdir dari perusahaan Glory Company.

Kemudian ruang meeting menjadi ricuh. Edward menjadi tidak senang ketika adiknya menjadi pusat pembicaraan begitupun dengan Xavier yang melihat mereka dengan tatapan membunuh.

Martin dan Justin saling bertatapan, mereka tidak akan mencampurinya, Edward dan Xavier pasti akan mengurusnya.

"Sudah hentikan, bukankah dengan kehadiran saya di meeting kali ini sudah cukup. Bukankah seperti biasanya CEO Miller Group yang memimpin meeting dan bukan presdir kami, lalu mengapa kalian mempersalahkannya." tegas Edward.

"Maaf tuan Edward kalau kami begitu lancang. Kami hanya ingin bertemu saja dengan presdir Miller Group. Kami hanya penasaran dengan desas desus kalau presdir Miller Group begitu cantik." Ucap CEO ZY membela.

"Bukankah sangat tidak profesional jika membahas seorang wanita ketika sedang meeting. Jika tidak ada pembahasan lagi lebih baik di akhiri sampai di sini, bukankah begitu tuan Endrew." Xavier yang sudah geram dengan obrolan mereka pun akhirnya membuka suara. Mereka semua yang berada di ruangan seketika diam karena mereka tidak ingin menyinggung raja singa, karena akan menjadi sangat panjang masalahnya. Ya tentu mereka sudah mengetahui jika berani menyinggung presdir dari Romanov Group dalam sekejap langsung bangkrut.

Edward menatap tajam Xavier. Entahlah ia pun berfikir bahwa Xavier tidak senang jika kekasihnya menjadi perbincangan.

"Baiklah kita akhiri meeting kali ini, dan terimakasih." Edward pun langsung menutup meetingnya dan segera keluar dari ruangan di ikuti oleh Justin dan Martin. Begitu pula dengan Xavier. Saat Xavier hendak pergi ia di cegah oleh Edward.

"Apa aku bisa meminta waktumu tuan presdir Xavier." Edward dingin.

"Ya baiklah.." Xavier mengikuti Edward yang menuju ruangannya. Dan tidak lama mereka sampai di ruangan Edward. Jack dan Justin hanya menunggu di luar ruangan.

"Ada apa.. karena aku masih ada pekerjaan penting." Kata Xavier tanpa basa basi lagi dan ia segera duduk padahal Edward belum menyuruhnya, sedangkan Edward hanya memandangnya tajam, kemudian acuh kembali dan ikut duduk di sofa. Mereka berdua duduk berhadapan.

"Apa kau serius dengan Elle ?" Edward datar.

"Apa kau berfikir bahwa aku main-main dengannya ?"

"Aku bertanya dan kau menjawab dengan pertanyaan lagi." kesal Edward.

"Bukankah kau pria terkaya juga tampan, tentunya kau dapat berkencan dengan wanita manapun." Ucap Edward lagi.

"Mengapa kau mengaturku dengan siapa aku berkencan. Aku hanya ingin Elle yang menjadi kekasihku. Apa kau keberatan kakak ipar ?" Xavier tersenyum menyeringai. Edward yang mendengarnya menjadi sangat kesal.

"Huh, kakak ipar ? aku bahkan tidak merestui kau menjadi kekasih Elle." Sinis Edward.

"Benarkah.. kalau begitu aku akan membuatmu menerimaku." Ucap Xavier santai yang kemudian di tatap tajam oleh Edward. Sikap mereka ini sama-sama dingin dan acuh. Tidak akan selesai jika mereka tidak ada yang ingin mengalah.

"Apakah alasanmu menerima kerjasama ini karena Elle ?" Selidik Edward, dan Xavier menaikkan sebelah alisnya lalu tertawa kecil.

"Aku selalu bersikap profesional dalam bekerja, Lagipula kalau aku menerima kerjasama ini karena Elle bukankah dari awal seharusnya aku mengajukan syarat. Ah ya seharusnya aku mengajukan syarat agar dapat menikahi Elle saat ini juga." Perkataan Xavier membuat Edward menjadi emosi, menggebrakkan meja yang berada di hadapannya itu.

Brakkkk

"Apakah kau berfikir bahwa Elle adalah barang." geram Edward.

"Aku tidak berkata seperti itu, bukankah aku sudah mengatakannya jika aku mengajukan syarat maka syaratnya seperti itu tetapi aku tidak melakukannya bukan." Ucap Xavier santai. Edward masih terdiam wajahnya masih terlihat marah.

"Aku ingin mendapatkan Elle dengan cara yang baik dan ya aku tidak akan melukai harga dirinya." Kata Xavier tulus. Edward melihat lekat Xavier tidak ada kebohongan dalam dirinya. Seketika itu wajahnya melembut kembali.

"Aku akan memberikanmu kesempatan, karena Elle sudah memilihmu jadi aku bisa apa. Tetapi jika sampai kau menyakitinya maka aku akan membawanya pergi saat itu juga." Ucap Edward serius. Xavier menatap tajam Edward.

"Apa kau mencintainya.." perkataan Xavier membuat Edward tekejut, ia hanya diam saja.

"Dari sikapmu aku sudah menduganya bahwa ada sesuatu dengan hatimu. Dan ya sesuatu itu karena kau mencintainya."

"Aku mencintainya atau tidak itu bukan urusanmu." acuh Edward.

"Ya memang tetapi akan menjadi urusanku jika kau berani merebutnya."

"Hey siapa yang merebut siapa.. bukankah yang pantas disebut merebut adalah dirimu tuan Xavier." Edward tersenyum sinis.

.

.

.

.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

.

.

Jangan lupa untuk Like, Vote dan Follow Me 🤗🤗

1
Adel Sahara
👍
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
Wary Ramadhani
kak boleh ga alurnya ga usah terlalu detalil,, ? ceritanya bagus, hanya saja mnrtku hal" kecil tidak usah di tulis juga ...
Nana Niez
othornya keren banget,, kl ngedit gambar😁😁😁bacanya jdi menjiwai krn pemerannya semua sesuai dg ekspektasi
Arkadia cord: halo kak,saya ingin promosi novel saya Menikahi Kaisar Dari Dunia Lain, jika kak meminati boleh coba baca dlu
total 1 replies
Nana Niez
jeniie. jodohnya siapa Thor?
Nana Niez
jenis jg blm dikasih jodoh sm author nya
Nana Niez
Edward bodoh,, lemah,,, g kyk Xavier,, pantes aja g bs dptin. elle
Nana Niez
kasih lah Edward jodoh Thor,, mgkn sm Olivia,,
Nana Niez
jadi terharu thoooorrr
Nana Niez
knp namanya el,, g ada nama el di nama xavier
Nana Niez
aq. mampir Thor,,, liat dri komen semua sprtinya seru
Siti Tea
😊
Rinh@ Ayong
hebat banget km thor, dari awal sampe skr ceritanya seru.
aku gak Nemu cerita yg garing, bagus bangeeeeet.
semangat ya buat cerita2 baru, suka 🥰🥰🥰🥰🥰
Muryati Yati
aku tak pernah bosan baca novel ini
Muryati Yati
aku baca berulang-ulang gak bosen
Chin Hong Tan
Luar biasa
Dysha♡💕
wah seru nih,baca ahh soalnya dulu aku yg dibaca malah tentang adeknya dulu si jeni sama Nico 🤭
muhammad ibnuarfan
ahhh...kurang manteb Xavier...lemahhh
muhammad ibnuarfan
nah...gitu....yang gercep...jangan lelet....katanya ketua mafia....fayahhhh....
muhammad ibnuarfan
lagian...orang gak cinta kok di paksa...yang aneh nya...cinta Ama orang pek mati...dah gitu milik orang lagi....mbok ya terima yang di depan mata...Herman deh deh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!