NovelToon NovelToon
Jangan Benci Aku

Jangan Benci Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:261.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: poppy susan

Kehidupan Naura Anandita ternyata tidak seberuntung anak-anak pada umumnya. Hinaan dan cacian adalah makanan Naura sehari-hari, bahkan penderitaan demi penderitaan tidak pernah absen menghampiri kehidupan Naura. Acara camping sekolah yang seharusnya menjadi momen bahagia, justru menjadi awal penderitaan yang panjang untuk Naura. Naura diperkosa oleh seseorang pria yang mabuk, kehidupan Naura semakin hancur saat Naura diketahui hamil dan diusir oleh orangtuanya sendiri. Ditengah keputusasaannya, tidak disangka Naura dipertemukan dengan orang yang sudah memperkosanya itu. Siapakah dia? Apakah Naura akan meminta pertanggung jawaban orang itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Kedatangan Kaira

Kaira memutuskan untuk menemui Kakaknya itu, dia tidak tega melihat Papanya selalu melamun setiap hari memikirkan Andre.

Sepulang sekolah, Kaira pun segera menuju restoran milik Andre tapi sayang Andre sudah pulang.

"Aku harus cari Kak Andre ke mana? Aku sama sekali gak tahu di mana Kak Andre tinggal," gumam Kaira.

Akhirnya Kaira pun memilih untuk pulang dan akan kembali lagi keesokan harinya. Kaira hanya tahu restoran Andre yang dulu bukan restoran yang sekarang.

Sementara itu, Andre baru saja sampai di apartemen miliknya. Andre langsung merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya.

"Apa Naura mau ya, menikah denganku? Padahal Nattan sudah sangat dekat sama aku," gumam Andre.

***

Malam pun tiba....

Tristan sedang duduk di balkon kamarnya sembari menyesap rokok di tangannya, bayangan dulu Tristan memperkosa Naura, memperlakukan Naura dengan sangat tidak baik, terus saja berseliweran di pikirannya bahkan saat Naura menangis sembari menggendong Nattan dan memohon jangan dimasukan ke penjara terus saja mengganggu pikirannya.

"Maafkan aku Naura, aku sudah banyak salah sama kamu bahkan aku sudah tidak mengakui kalau Nattan adalah anakku," gumamnya.

Tristan benar-benar tersiksa dengan perasaannya sendiri, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, sementara itu dia tidak tahu di mana Naura dan anaknya berada.

***

Keesokan harinya....

Kali ini Naura tampil dengan sedikit berbeda, Andre mengirimkan banyak baju untuknya dan juga alat-alat kosmetik untuk Naura pakai.

Naura tidak pandai berdandan, hingga akhirnya Naura hanya bisa berdandan tipis saja tapi itu juga sudah membuat Naura tampil sangat cantik dan anggun.

Saat ini Naura memakai kemeja dan rok span selutut dengan rambut yang digerai, Naura terlihat cantik dan bagi orang yang melihatnya, pasti akan berpikiran kalau Naura adalah seorang gadis.

"Nattan, sekarang Bunda sudah mulai bekerja mengurus restoran, do'akan Bunda semoga Bunda bisa," seru Naura dengan mengusap kepala Nattan.

Nattan terlihat tersenyum dan mengoceh bahasa bayi membuat Naura gemas dan menghujani ciuman di seluruh wajah Nattan membuat Nattan tertawa.

Tok..tok..tok..

Naura segera membuka pintunya dan ternyata yang datang adalah Andre. Andre sampai melongo melihat penampilan Naura yang sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya.

"Mas, kok malah diam?" tanya Naura.

Andre tersentak dan langsung tersadar. "Ah maaf, aku terkejut karena penampilan kamu berbeda pagi ini."

"Tidak cocok ya, aku pakai pakaian seperti ini? Ini kan, pakaian yang Mas belikan untukku."

"Siapa bilang tidak cocok, justru kamu terlihat sangat cantik bahkan semua orang akan mengira kalau kamu seorang gadis. Tidak akan ada yang percaya kalau kamu sudah punya anak," puji Andre.

Seketika wajah Naura memerah karena malu, hingga tanpa sadar celana Andre ada yang menarik dari bawah membuat Andre dan Naura menundukkan kepalanya untuk melihat ke bawah.

Seketika tawa Andre dan Naura pecah saat melihat Nattan sudah berada di kaki Andre dengan cara merangkak.

"Ya Allah, tampannya Om sudah wangi, pasti sudah mandi ya," seru Andre dengan menggendong Nattan membuat Nattan tertawa.

Naura segera mengambil tas yang biasa dibawa sebagai tempat berbagai peralatan untuk kebutuhan Nattan.

Mereka segera menuju restoran yang dulu, Naura pernah bekerja di sana. Selama dalam perjalanan, Andre tampak bernyanyi-nyanyi riang bersama Nattan dan Naura hanya bisa tersenyum. Naura sangat beruntung karena masih ada orang yang peduli kepada dirinya dan Nattan.

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Andre sampai di restoran. Andre turun dari dalam mobil dengan menggendong Nattan, mereka seperti keluarga kecil bahagia.

Kaira yang dari tadi sudah menunggu kedatangan Kakaknya itu terlihat mengerutkan keningnya melihat Andre bersama wanita muda cantik dengan menggendong seorang balita yang sangat tampan dan menggemaskan.

"Kak Andre."

Andre dan Naura menoleh bersamaan, Andre tampak terkejut dengan kedatangan adik satu Bapak itu.

"Kaira, ngapain kamu ke sini?" tanya Andre.

"Kak, Kaira mohon, pulanglah. Kasihan Papa, saat ini Papa sudah sakit-sakitan bahkan Papa terkena stroke ringan dan gak bisa berjalan lagi," sahut Kaira dengan wajah sendunya.

"Apa?"

Andre merasa terkejut dengan ucapan adiknya itu tapi ego Andre masih terlalu tinggi untuk pulang dan bertemu dengan Mama tirinya itu.

"Kak, Papa sangat merindukan Kakak, beliau ingin sekali bertemu Kakak. Sudah satu tahun loh Kak, Kakak gak pulang memangnya Kakak tidak merindukan Papa?" seru Kaira dengan deraian airmata.

Naura tersentak, Naura menatap wajah Andre yang tiba-tiba berubah menjadi dingin. Naura tidak menyangka kalau Andre sedang mempunyai masalah dengan keluarganya.

"Kai, lebih baik sekarang kamu pulang jangan memaksa Kakak terus-terusan, nanti kalau Kakak sudah siap, Kakak pasti akan pulang."

"Kapan Kak? Dulu Kakak juga sering berkata seperti itu, hingga akhirnya satu tahun pun berlalu dan Kakak gak pernah mau pulang ke rumah."

"Kakak bilang, pulang!" sentak Andre.

Kaira dan Naura pun kaget dengan sentakan Andre, akhirnya dengan deraian airmata Kaira pun berlari dan masuk ke dalam mobilnya.

"Jalan Pak."

"Baik Nona."

Tatapan Kaira tertuju kepada Naura, entah kenapa Kaira merasa ada yang aneh dengan perasaannya.

Andre dengan cepat masuk ke dalam restoran itu dengan wajah kesalnya dan Naura mengikutinya dari belakang. Andre masuk ke dalam ruangannya, Andre memberikan mainan kepada Nattan, sehingga Nattan mau turun dari gendongan Andre.

Andre duduk di sofa dengan memijat keningnya yang tiba-tiba terasa berdenyut dan Naura perlahan menghampiri Andre dan duduk di samping Andre.

"Maaf Mas, bukanya aku mau ikut campur dengan urusan Mas tapi, apa tidak keterlaluan Mas mengacuhkan Papa Mas sendiri? Bahkan saat ini Papa Mas sedang sakit," seru Naura lembut.

"Kamu tidak akan tahu bagaimana perasaan aku, Ra."

"Kalau boleh tahu, memangnya apa masalahnya? Sampai-sampai sudah satu tahun lamanya Mas tidak pulang ke rumah?"

"Papa menikah lagi di saat almarhumah Mama baru satu tahun meninggal, aku bukanya ingin melarang Papa untuk menikah lagi, tapi setidaknya Papa itu jaga perasaanku. Dia hanya mengikuti hawa nafsunya saja, bagaimana mungkin dia mengatakan cinta mati sama Mama, sedangkan Mama baru pergi satu tahun, dia sudah menikah lagi," sahut Andre.

"Maaf, kalau boleh tahu, Mama Mas meninggal di saat Mas berusia berapa tahun?"

"13 tahun, Ra."

Naura menyentuh lengan Andre membuat Andre terkejut.

"Mas, mungkin Papa Mas memutuskan menikah lagi karena beliau tidak tega melihat Mas. Anak-anak di usia seperti itu masih sangat membutuhkan sosok Ibunya, jadi Papa Mas berniat ingin memberikan Mama sambung untukmu."

"Iya aku tahu, tapi tidak secepat itu juga Naura."

Naura mengusap pundak Andre. "Kalau menurutku, Mas pulanglah dulu temui Papa Mas, jangan sampai Mas menyesal di kemudian hari."

Andre menatap Naura dan Naura pun tersenyum ke arah Andre.

"Jangan sampai seperti aku yang hanya bisa meminta maaf dalam hati karena sudah mengecewakan Papaku sendiri dan bahkan menjelang tutup usianya, mungkin saja Papa masih menyimpan kekecewaan atas apa yang sudah terjadi kepadaku."

Andre terdiam, memikirkan apa yang Naura ucapkan.

1
Lila Susanti
ga gila ud bagus itu naura
Andriani Rahmi
suka sama Naura, keren.... kuat, baik, lembut... harusnya part bagian penyesalan tristan dan usahanya merebut kembali hati Naura dibanyakin lagi...
kenapa Andre nggak dikasih jodoh jg..
tapi nanti jadi panjang episode atau babnya..
terima kasih author keren...
Syazukhan
sampai d sini aja bacanya males sepertinya bakal rujuk
Syazukhan
keael baca nya lama bahagia nya
Ahmad Ridho Rahmani
Luar biasa
bunda L
keira adeknya Naura, andre kk tirinya Naura, wah seru nih kebahagiaan Naura udah terlihat hilalnya
bunda L
ish ish ish kurang kah kejahatan kamu tristan dan veronika tidak punya hati, ada ya manusia gitu, hmm untung di novel hihi, semangat kak poppy
bunda L
kesel banget sama si tristan ihh, kapan sih Naura bahagia harusnya ibu hamil tuh bahagia biar bayi nya sehat, inimah aduh ampunnn, sabar ya Naura tunggu si tristan dapat karma nya
Gita Gita Ajay
aq pilih Naura sama Andre saja .
Nurwana
saya harap bapaknya Naura TDK menyesal krna mengusir anaknya yg TDK bersalah....
winda
ceritanya bgus, ada sedih nya dan bahagianya
Nur'aidha Doingano
Kecewa
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: kalau gak suka jangan baca dan skip aja, jangan tinggalkan jejak rate jelek karena akan mempengaruhi karyaku.
total 1 replies
rikautami
bikin mewekkk 🥲🥲
Maida Wati
😭😭😭
Maida Wati
mendingan sama andre baik n tajir lagi.
Partini Maesa
bknya suani gx blh minum susu istrinya jdinya haram
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: kata siapa?di Islam aja gak ada larangannya, coba deh searching di google kalau gak percaya🙏🙏
total 1 replies
Partini Maesa
aku team pendukung andre
Partini Maesa
tristan menikah dgn dinda trs gx punya anak
Partini Maesa
cris lbh nyengengin kasian klo nanti nikahnya sama tristan
Rara Kusumadewi
siappa jodoh sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!