NovelToon NovelToon
Benih Ayah Mertua

Benih Ayah Mertua

Status: tamat
Genre:Anak Haram Sang Istri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Momoy Dandelion

Rima selalu disudutkan keluarga mertua karena belum juga hamil setelah menikah 4 tahun dengan Arjun. Dari hasil pemeriksaan, ternyata yang bermasalah bukanlah dirinya, melainkan sang suami. Arjun tak dapat memiliki keturunan.

Rasa cintanya yang besar terhadap suami dan tidak tega melihat Arjun sedih membuat Rima ragu mengatakan kebenarannya. Tanpa sengaja sang ayah mertua mengetahui kenyataan itu. Memiliki ketertarikan pada Rima sejak lama, membuat ide licik Sandi bermain. Berkedok rasa simpati, ia membujuk Rima untuk melakukan hubungan terlarang dengannya agar bisa hamil. Ia berjanji akan merahasiakan segalanya dari keluarga.

Kebimbangan telah membutakan mata Rima. Ia menerima tawaran sang ayah mertua dan melakukan hubungan terlarang dengannya. Satu bulan kemudian, Rima dinyatakan hamil. Ia mengandung benih ayah mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Rima merasa sangat gelisah dan takut selama perjalanan pulang bersama ayah mertuanya, Sandi. Ia khawatir bahwa rahasia perselingkuhannya dengan Sandi akan terungkap. Namun, setelah sampai di rumah, Sandi terlihat baik-baik saja. Ia rasa itu hanya gertakan semata.

Pelayan sudah menyiapkan hidangan makan malam yang menggugah selera. Mereka diarahkan untuk langsung duduk di sana. Sementara, Arjun tampak menggendong Renjun yang tertidur saat di perjalanan pulang. Ia membawa anak itu dengan hati-hati dan membawanya masuk ke dam kamar. Usai mengurusi Renjun, ia kembali ke ruang makan menemui yang lain.

Suni dan Sandi duduk di meja makan dan terlihat senang berbincang-bincang satu sama lain sembari menyantap hidangan yang sudah lama tidak bisa mereka nikmati. Arjun, Rima, dan Yunita duduk di sebelah mereka dan terlihat tertarik mendengarkan obrolan mereka.

"Aku sangat merindukan makanan Indonesia selama dua tahun tinggal di Amerika sana. Lidahku sama selali tidak.bisa terbiasa dengan makanan di sana," ujar Suni, sambil tersenyum.

"Benar sekali," tambah Sandi. "Makanan Indonesia punya rasa yang unik dan tidak bisa didapatkan dari negada lain."

"Seharusnya Mama bawa koki pribadi dari sini," usul Arjun.

"Nah, itu dia! Mama agak menyesal tidak berpikir sampai sejauh itu. Tapi, untunglah setidaknya masih ada warung-warung Indonesia yang rasanya lumayan," kata Suni.

Rima mencoba tersenyum, meskipun masih merasa cemas. Ia tidak ingin Sandi mengungkapkan rahasia perselingkuhan mereka di depan semua orang.

Hal serupa juga dialami Yunita. Ia merasa sangat canggung berada di tengah-tengah mereka. Ia hanya seorang pengasuh tapi diperlakukan layaknya seperti keluarga sendiri.

"Bagaimana Yunita bisa menjadi pengasuh Renjun?" tanya Suni, sambil menatap Yunita.

Arjun menjawab, "Yunita adalah teman baik kami saat kuliah dulu, Ma. Setelah kami memiliki bayi, kami memutuskan untuk mencari pengasuh yang bisa dipercaya dan Yunita merupakan pilihan yang tepat."

Arjun menjawabnya dengan sangat lugas. Rima tengah was-was jika akan dimarahi mertuanya karena menggunakan jasa pengasuh. Seharusnya ia menepati janjinya untuk mengurus Renjun sendiri seperti kemauan ibu mertuanya.

"Oh, begitu," ujar Suni. "Bagus sekali kalian menemukan seseorang yang bisa dipercaya untuk menjaga Renjun."

Sandi menambahkan, "Kami juga ingin memastikan bahwa Renjun mendapat pengasuh yang terbaik. Terima kasih Yunita, kamu telah merawat Renjun dengan baik."

Obrolan di meja makan tersebut berlangsung selama beberapa waktu hingga pelayan membawa hidangan penutup. Semua orang menikmati hidangan penutup dan merasa kenyang setelah makan malam yang lezat. Setelah itu, mereka semua menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.

"Rima, ikut aku sebentar," kata Yunita dengan nada lirih.

Sebelum Rima sempat masuk ke kamar, Yunita menariknya ke kamar Renjun dan mengunci pintu agar mereka bisa bicara berdua dengan privat.

"Kenapa, Yun?" tanya Rima.

Yunita awalnya merasa ragu untuk mengungkapkan kegelisahannya. Namun, ia memberanikan diri untuk berbicara karena telah menganggap Rima sebagai saudaranya. Ia merasa ada yang tidak beres dan ingin memastikan bahwa Rima baik-baik saja. "Rima, aku merasa ada yang tidak beres. Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya.

Rima mengerutkan dahi. Ia merasa heran dengan pertanyaan Yunita yang seperti itu. "Aku baik-baik saja, Yun. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," jawab Rima sambil berusaha tersenyum.

Namun, Yunita tidak bisa dipercaya dan ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan Rima. "Tidak, Rima. Kamu jangan bohong. Aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Apa yang terjadi? Ceritakan padaku, aku janji ini akan menjadi rahasia di antara kita berdua," bujuk Yunita.

Rima terdiam sejenak. Ia merasa tersentuh dengan kepedulian Yunita yang begitu tulus. Namun, ia masih ragu untuk mengungkapkan rahasia perselingkuhannya dengan Sandi.

Yunita merasa ada yang tidak beres dengan Rima dan Sandi. Saat mereka bertiga berkumpul untuk makan malam, Yunita merasa Sandi terlalu ramah pada Rima, bahkan terlalu sering melirik ke arahnya. Yunita juga sempat memperhatikan ekspresi wajah Rima yang terlihat pucat seperti orang yang kurang sehat. Rima juga terlihat canggung berada di dekat mertuanya.

"Tidak ada apa-apa, Yuni. Aku baik-baik saja," jawab Rima dengan senyum yang terlihat terpaksa.

Yunita merasa tidak puas dengan jawaban Rima. Ia mulai menggali lebih dalam, "Tapi aku melihat Sandi terlalu sering melirik ke arahmu. Apa ada sesuatu yang terjadi di antara kalian?"

Rima terlihat gelisah dan mulai mengeluarkan tangis kecil. "Maafkan aku, Yuni," ucapnya. Rima tak kuasa berkata-kata.

Yunita memegang tangan Rima dengan lembut. "Kamu bisa percaya padaku, Rima. Aku akan mendengarkanmu dengan sepenuh hati dan tidak akan menghakimi kamu. Apapun yang terjadi, aku di sini untukmu," ucapnya dengan lembut.

Setelah merenung sejenak, Rima akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan semuanya pada Yunita. Ia bercerita tentang perselingkuhannya dengan Sandi dan kekhawatirannya bahwa rahasia tersebut akan terungkap. Ia juga mengatakan bahwa Renjun adalah anak dari hasil perselingkuhan itu.

Yunita sangat syok mendengarnya. Ia tidak menyangka Rima bisa melakukan hal semacam itu.

1
Ati Ati
endingnya bikin terharu,ya si Arjun tahu diri juga dia punya kekurangan....
Ati Ati
kasihan Rima,br pun caranya salah bt dpt anak TPI dia sebenarnya istri yg baik,sabar dengan mertua yg suka ngatur,suami nya mandul dia tutupin,ya udh gini nasib nya yg buruk, harus nya si Sandi tu mati kecelakaan atau apalah jng mati ditangan Rima...
Dewi Habibah
bagus ceritanya
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Katherina Ajawaila
aneh" aja walaupun itu PP tiri judulnya. bukan suami. biarpun tdk ada ikatan darah dgn Arjun. mertua perempuan bawel ngk mikir 😡
Bunda
nyimak kak 🙏🏻
Wiwik Rusmita
Luar biasa
Amilia Indriyanti
bulshit
Amilia Indriyanti
pegawai wanita karir kok goblog. tapi ya mungkin dia menikmati si sebenernya
Amilia Indriyanti
goblogke renoreno
Nining Moo
malas deh sama rima
Retno Ardhani
keselku ama rima,pembohong
jujur lebih bsik
Ely
Luar biasa
Rama Rame
akhir yang membagongkan
Muliati Muliati
Biasa
Muliati Muliati
Kecewa
Dawam Lee
yang bikin novel ini anjing.......pezina berakhir bahagia itu tidak masuk akal......
Intan Risma Wandy
gk tlaten suwi" pancet ngene'ae
Momoy Dandelion: sabar, kak ... 😆
total 1 replies
Intan Risma Wandy
hadehhhh thorrrr gregettt suwi"
Intan Risma Wandy
lhaaaaa konagan thooooo
Intan Risma Wandy
gregettt sama Rima....... hadeh thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!