Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.
Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!
Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.
Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Tangan besar itu mulai bermain sesuka hatinya untuk membuat Claire semakin gelagapan, tubuh Claire dibuatnya semakin bergetar hebat dan nafasnya jadi terengah-engah.
"Teo pelan-pelan ssthh,"
Mateo yang sedang men *usu pun terpaksa harus melepaskannya terlebih dahulu.
"Apa yang harus pelan-pelan?"
"Dibawah sana, eunghttttt a-aku tidak tahan,"
"Kalau begitu jangan ditahan, keluarkan!"
Terasa mulai ada yang menyeruak masuk kedalam Claire membuat Claire mencengkram kuat lengan Mateo, wajahnya terlihat semakin memanas saat jari-jari Mateo berhasil bermain didalam sana.
Melihat Claire dengan wajah yang sudah sangat menikmati hal ini, membuat Mateo semakin tergila-gila lagi pada Claire.
"Mau aku gantikan dengan yang lebih besar lagi?"
"Ganti apa ah,"
"Dibawah sana, sepertinya itu kekecilan aku punya yang lain yang lebih besar!"
"Teo, sssthh,"
Jari-jari itupun keluar dari dalam sana dan Mateo pun segera menurunkan kain penutup akhir yang dikenakan oleh Claire, begitu juga dengan resleting celananya yang memang sudah dia turunkan sejak tadi!
"Aku mau kau juga menikmatinya, kau mau kan?"
"Sejak tadi pun aku sudah menikmatinya!" Kata Claire.
Mateo pun tersenyum kemudian mengecup bibir Claire dengan mesra, Mateo sangat senang karena Claire sangat jujur dengan apa yang dia rasakan. Tanpa berlama-lama lagi, Mateo pun segera mengarahkan lobak import miliknya yang memang sudah sangat mengeras dan sangat berurat.
Tubuh Claire langsung tersentak menerimanya dan kedua tangannya semakin kencang berpegangan pada bahu Mateo, seperti hendak dibawa menaiki wahana rollcoasrer wajah Claire terlihat tegang dan kedua matanya terpejam.
Sambil terus ditekan secara perlahan namun pasti, akhirnya lobak import itupun tenggelam seluruhnya kedalam milik Claire.
"Claire, aku sangat menikmatimu! Uuhhhh enak sekali Claire,"
Mateo merasakan kenikmatan yang luar biasa, dia begitu bersemangat menggerakkan pinggulnya dibawah sana hingga membuat meja kerja tersebut ikut bergerak-gerak, sementara Claire pun pasrah saja mendapatkan hentakan demi hentakan pada dirinya di bawah sana.
Modus untuk menjenguk calon anaknya didalam kandungan, padahal Mateo memang sudah sangat merindukan sebuah pelepasan didalam tubuh Claire.
Keduanya sama-sama bergerak maju mundur, Mateo sangat cepat menggerakkannya hingga membuat Claire pun replex mengikuti gerakan Mateo, cukup lama Mateo dan Claire bergumul dalam kegiatan berkeringat tersebut hingga tubuh Claire merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari bawah sana.
"Teo, a-aku akan euhhhh,"
"Kita keluarkan bersama-sama Claire, a-aku sebentar lagi ah,"
"Teo, aku tidak tahan lagi euhh,"
"Claire ayo Claire aku hampir samp-ai ahh,"
"Teo,,,,,, ouhhhh,"
Keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatannya diatas meja kerja tersebut! Claire pun menatap wajah berkeringat Mateo, membuat Mateo tersenyum pada Claire.
"Kenapa menatapku begitu?"
"Kau masih kecil tapi ternyata nakal sekali,"
"Tadi aku nakal?"
"Hmm,"
"Padahal itu belum semua aku keluarkan kenakalanku, jika aku keluarkan semua kau sudah pasti akan menjerit sepanjang malam!"
"Teo," kedua tangan Claire pun memukul dada bidang Mateo.
"Kau menikmatinya kan? Apa kita sudah berbaikan sekarang?"
"Menurutmu?"
"Ayolah, aku tidak bisa berlama-lama jauh darimu, atau bertengkar darimu! Please Claire, I love you Claire,"
"Ya ya ya, sekarang aku mau turun! Turunkan aku!"
Mateo pun menurunkan Claire dari atas meja, keduanya sama-sama memakai pakaian mereka kembali sebelum ada yang memergoki dalam keadaan berantakan seperti ini.
Mateo pun sangat bahagia sekali karena Claire sudah bisa mencair dan tidak lagi membenci dirinya.
"Aku berjanji akan membahagiakanmu Claire, aku akan selalu mencintaimu dan calon anak kita!"
Claire pun berbisik ditelinga Mateo untuk mengucapkan sesuatu.
"Sepertinya aku telah jatuh cinta padamu!"
Tamat.