Apakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidaApakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidak akan ada ucapan sakinah mawadah warahmah, dalam pernikahan.
Bertahan dalam pernikahan yang memberi tangis kesedihan bukan hanya bentuk kebodohan, tetapi bentuk dari perjuangan dalam mencapai pernikahan yang bahagia. Karena tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa masalah. Begitu juga pernikahan antara Zaara dan suaminya–Arjuna.
Malam pertama pernikahan yang harusnya memberikan Zara kebahagiaan, justru memberikan luka yang begitu menyakitkan untuk Zara, saat Zara mengetahui jika suaminya mencintai wanita lain.
Apakah Zara memilih menyerah? Tidak. Karena Zara mencoba bertahan dan berjuang untuk pernikahannya.
Apakah perjuangan Zara akan berbuah manis? Entahlah.
Ikuti ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Meskipun ada rasa kecewa saat melihat Zara baik-baik saja tanpanya, tetapi Juna tetap membuka instagram dan mencari akun instagram milik Zayan.
"Semoga saja dia tidak mengunci privasi akun instagramnya," gumam Juna sesaat kemudian mengembuskan nafas lega saat menemukan akun instagram Zayan yang terbuka untuk umum.
Juna langsung membuka isi laman instagram Zayan. "Semua foto Zara. Ada apa dengan kedua saudara iparku, apa mereka tidak menyukai rasa suka pada wanita lain? Kenapa isi akun instagram mereka hanya dipenuhi oleh foto Zara?" ucap Juna karena memang dari tujuh puluh foto yang ada, hampir semuanya ada Zara.
Rasa cemburu sedikit menghampiri Juna, meskipun Juna sadar si kembar adalah saudara kandung Zara. Juna sebagai suami Zara tidak mempunyai foto apa pun bersama Zara, kecuali foto pernikahan mereka. Rasa kesal Juna sedikit berkurang saat melihat Zayan memposting beberapa foto pernikahan Zara dan Juna dengan caption yang cukup membuat Juna merasa tak nyaman membacanya.
"Mungkin orang-orang akan berkata tanggung jawab kami sebagai kakak akan hilang setelah Zara menikah, karena sudah ada pria yang akan bertanggung jawab penuh akan Zara. Namun, kami membantah semua itu. Seperti ikatan darah yang tidak akan pernah putus, maka seperti itulah tanggung jawab kami terhadap Zara. Selamanya Zara akan menjadi tanggung jawab kami sekalipun Zara telah menikah. Tidak akan kami biarkan sedikit pun atau siapapun itu menyakiti Zara. Menyakiti Zara sama saja dengan menantang kami dan kami akan maju untuk Zara. Selamat menempuh hidup baru adik kami tersayang, percayalah apa pun dan bagaimana pun kehidupan yang akan datang, selamanya aku dan @Zavier_Emirhan akan selalu menjaga dan menyayangimu @Zara_Emirhan. Doa terbaik dari kami untukmu." Isi caption Zayan pada foto dia, Zara dan Zavier di hari pernikahan Zara.
Juna mencoba untuk membuka foto-foto lainnya agar bisa mengalihkan rasa tidak nyaman di hatinya setelah membaca caption Zayan, tetapi yang terjadi Juna justru menjadi kesal saat melihat kolom komentar dari orang-orang terlebih lagi dari banyak pria yang mengagumi dan memuji kecantikan Zara.
Di foto yang terakhir di unggah, foto yang sama dengan foto yang Juna dapatkan dari Haikal. Juna membaca setiap komentar yang ada, rasa geram membuat Juna ingin sekali membalasnya, tetapi mencoba untuk menahan diri untuk tidak melakukannya.
@Didi21 Benar-benar cantik. Salam untuk adiknya.😘
@Handi.RE Pantas saja selama ini di cari nggak ketemu, ternyata jodohku ada di sini. 🤭
@Rido_Ginanjar Akhirnya ku menemukanmu sang pujaan hati.
Ada banyak sekali komentar dari banyak pria yang mengomentari foto yang baru saja Zayan unggah dan itu benar-benar membuat Juna merasa kesal. Juna melempar asal ponselnya setelah itu bergegas masuk ke dalam kamar mandi, berdiri di bawah guyuran air Shower berharap dapat mendinginkan pikirannya yang tengah panas memikirkan Zara dan semua pria yang mengagumi Zara.
Sepuluh menit berlalu, apa yang Juna harapkan tidak terjadi. Sekeras apa pun Juna mencoba untuk tenang, tetap saja Juna merasa gelisah, terlebih memikirkan Zara yang berada jauh darinya.
Juna keluar dari kamar mandi lalu masuk ke dalam walk in closet. Bukan menuju deretan pakaiannya, Juna justru menuju ke tempat dimana barang-barang Zara berada. Tangan Juna tergerak menyentuh pakaian-pakaian Zara, lalu tanpa sadar menghirup wangi tubuh Zara yang Juna pikir masih menempel di sana.
"Bagaimana jika banyak pria-pria yang menggoda Zara di sana?" ucap Juna yang kembali teringat akan kekaguman orang-orang pada Zara.
Juna kembali mencoba mengalihkan pikirannya, mencoba berpikir jika yang harusnya Juna pikirkan adalah Laura, karena Luara adalah kekasihnya. Juna memutar tubuhnya lalu mulai mencari serta menggunakan pakaiannya setelah itu keluar dari kamarnya untuk menemui Laura.
Di luar kamar, dari kejauhan Juna sudah melihat keberadaan Laura yang tengah bersantai duduk di sofa sembari memainkan ponsel di tangannya. Sangat jelas yang ada di hadapan Juna adalah Laura, tetapi Juna masih saja mengharapkan itu adalah Zara.
"Ada apa denganku? Apa aku mulai menyukainya? Jika benar aku menyukai Zara, bagaimana dengan Laura?" gumam Juna pelan.
Perfect deh.....
ada season kedua kah???
ternyata selama itu kamu pergi , gimana keadaan papa Emir juga Juna sekarang....