NovelToon NovelToon
Married With Ketos

Married With Ketos

Status: tamat
Genre:Ketos / Nikahmuda / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rsawty

Bagaimana jadinya jika dijodohkan dengan ketua osis yang selalu menghukum mu disekolah? Konyol? Yah tentu saja!

Itulah yang terjadi dengan gadis bernama Bianca Dealova Christabel. Dijodohkan dengan ketos yang minim ekspresi. Hemat dalam mengeluarkan kalimat. Agam Ezekiel Arbyshaka, the king disekolah SMA Garuda.

Namun, siapa sangka dibalik cover kalem, dingin nan bijaksana, tersimpan sebuah sisi liar yang baru diketahui oleh Bianca setelah menikah dengannya.

"Dasar ketos nyebelin!"

"Shit! I'm addicted to that girl's lips."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rsawty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah pohon

"Didalem ada adegan dewasa yang gak layak dilihat anak-anak seperti kita."

"Apa sih! gak jelas lo ah!" Bella menyingkirkan Nathan dari pintu dan membuka pintu tersebut. Ketiganya masuk kedalam dengan beriringan.

"Lah kok ada Bia?" tanya Bella duduk di sofa diikuti Nathan dan Camella.

Bianca kalang kabut merapikan rambutnya, menutupi tanda yang dibuat Agam dan menggaruk kepalanya yang tak gatal, canggung akan situasi ini. "H-hai kak."

Bella dan Camella melemparkan tatapan tanya pada Agam. Kenapa bisa gadis itu bisa disini?

Sementara Nathan, ia sangat penasaran sejauh apa perkembangan hubungan Agam dan Bianca. Melihat adegan tadi sungguh membuatnya curiga jika hubungan keduanya sudah jauh, bukan hanya sekedar teman dekat saja.

"Oh, babu." ungkap Agam santai mendapat pelototan tajam dari Bianca.

Babu apaan!

"Babu?" beo Camella dan Bella bersamaan.

Agam mengangguk.

Bella menggaruk pelan pipinya bingung dengan arah tatapan mengarah pada Bianca. "Hmm iya aja deh." Malas bertanya. Yang intinya ia tahu jika Bianca dekat dengan Agam maka dari itu gadis itu bisa berada disini.

Tatapan Bianca teralih pada kucing di gendongan Nathan. Matanya berbinar takjub melihat kucing tersebut. "Ihh Kak Nathan! itu anak kucing imut banget Kak! mungut dimana?"

Nathan mengangkat kucing kecil itu. "Oh, ini mungut dibawa bangku. Imut kan?"

Bianca beranjak dari duduknya sambil mengangguk semangat. Mendekat pada Nathan, lantas ia mengambil alih gendongan kucing tersebut.

"Namanya Pushy." Beritahu Nathan.

"Pushy, pushy!" Bianca mendusel-duselkan pipinya ke kepala pushy.

Mereka terdiam sejenak dengan saling pandang saat deringan ponsel berbunyi nyaring. "Ponsel siapa?"

Nathan mengangkat bahu tak tahu. "Agam kali."

Agam menggeleng.

Meraba saku seragam, Bella pun mengambil ponselnya. "Hp gue." ujarnya mengangkat ponsel nya diudara. "Gue ngangkat telepon bentar, diluar."

"Oke!"

Setelah Bella keluar, mereka kembali ke kesibukan mereka masing-masing.

Bianca sibuk dengan pushy. Sedangkan Camella sibuk dengan ponselnya.

Nathan mengambil posisi duduk disisi Agam ditempat Bianca tadi. "Gam, Gam, lo gercep amat dah! masa udah pelukan-pelukan sih, sedangkan gue pegangan tangan aja belom!" curhatnya adu nasib. "Kasih tutor dong!"

Tatapan Agam terus terkunci pada Bianca yang sedang sibuk dengan kucing kecil itu, pandangannya tak berpaling dari Bianca seakan dia adalah objek yang teramat indah untuk dipandang. "Nikah." sahut Agam singkat terdengar ngelantur di telinga Nathan.

Nathan terbahak mendengar perkataan Agam yang ia kira bercanda. "Naik darah nanti istri lo! setiap ditanya. Hm hm hm!" Ia merinding membayangkan jika seorang Agam Ezekiel Arbyshaka mempunyai istri nanti. Kasian nasib istrinya. "Mati berdiri nanti tuh cewek!"

"Siapa bilang?"

"Gue!"

"Terserah." cuek Agam tak peduli. Ia terkekeh kecil melihat Bianca mengangkat dua kaki pushy menghadapnya.

"Gue tahu lo sama Bianca ada something gitu. Tapi gue gak tahu hubungan kalian apa?"

"Almost married."

"Omongan lo ngelantur terus ah!"

"Serah!" Acuh Agam. Yaudah kalau tidak percaya yaudah diam. Inginnya Agam mengatakan itu tapi mulutnya terlalu malas bicara panjang lebar pada orang yang hanya ngang ngong alias lemot.

Bianca mendekat pada Agam. "Yang ini namanya Agam. Si ketos nyebelin, dingin, datar, dan galak." ujar Bianca memperkenalkan Agam pada pushy yang tak tahu apa-apa. Ia melambai-lambaikan satu kaki kucing tersebut. Untung kucing itu sangat jinak. jika tidak, di cakarlah kau Bianca.

"Bi, suka amat kayaknya lo sama anak kucing itu?"

"Iyalah! imut banget!" Bianca menghadapkan pushy padanya lalu mendusel-duselkan hidungnya di dahi pushy.

"Kita bisa bikin yang lebih imut Bi, setelah nikah." ujarnya berhasil membuat mata Nathan melotot.

"Diem lo!" cebik Bianca duduk kembali disofa.

"Jadi, beneran lo bakalan nikah?! terus, sama Bianca? cewek yang lo taks--"

Sebelum Nathan melanjutkan ucapannya, Agam sudah membekap mulut cowok itu dengan telapak tangannya.

"Diem." tekannya lalu menarik kembali tangannya dari mulut Nathan.

Nathan cengengesan. Nyaris saja dia kecoplosan. "Tapi, kok bisa nikah sih? kalian kan masih SMA? terus--" Nathan mengacak-ngacak rambutnya sebab tak menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang terlintas dikepalanya. "Yang intinya kok bisa nikah?! hubungan kalian juga kan belum terlalu jauh-jauh amat!"

"Dijodohin." hanya satu kata itu jawaban yang keluar dari mulut Agam. Yah, memang cuma itu jawabannya.

"Kok bisa?!"

Agam mengedikkan bahu tak tahu. Dia saja hanya mengikuti alur dari dua bela pihak orang tua. Tapi, bersyukur juga sebab ia dijodohkan dengan gadis yang disukainya. Ah bukan sekedar suka semata tapi mencintainya.

Nathan menggeleng-geleng tak menyangka. "Lo beruntung banget ya. Bisa nikah sama cewek yang lo suka." ujarnya dengan arah tatapan keatas meratapi nasib. "Sedangkan gue--"

Nathan menoleh pada Camella yang sibuk dengan ponselnya. Cowok itu nampak menghela napas. "Jangankan nikah Gam. Dia aja udah jauhin gue. Udah punya pacar kali."

Agam menepuk sekali bahu Nathan. "Nyerah aja Nath. Dia gak suka sama lo."

Kreak. Ada yang retak tapi bukan kaca. Hati Nathan patah mendengar penuturan Agam. "Gak asik lo ah! bukannya nyemangatin, malah nyuruh nyerah!"

Ceklek

Pintu dibuka oleh Bella. Cewek itu masuk meraih tas-nya disofa, menyandangnya dipunggung. "Gaes gue pamit duluan ya! gue diajak cowok virtual gue ketemu! kencan pertama gue ini! doain ye!"

Seusai mengucapkan itu, Bella bergegas keluar dari kamar rawat inap Agam dengan antusias.

Camella masih terbengong ditempatnya. "Terus, gue pulangnya bareng sama siapa?" tunjuknya pada dirinya sendiri.

Nathan menepuk-nepuk dadanya. "Sama gue lah Mell! sama siapa lagi!"

Camella memutar bola mata malas.

Agam memberi kode, menunjuk Camella dengan dagu. Lalu mendekat pada Nathan dan berbisik. "Jangan sampe Mella mesen gojek duluan. Ini kesempatan langkah." Ia menepuk sekali bahu Nathan.

Mendengar bisikan itu, Nathan langsung berdiri dari duduknya. Saatnya bertindak. "Ehm. Mell, pulang yuk." Nathan mendekat pada Bianca dan mengambil alih gendongan pushy.

"Bianca, jaga calon suami lo sampe sembuh total ya."

"Ih Alay! jangan sebut-sebut calon suami gitu! geli gue dengernya!"

Nathan tertawa kemudian mendekat kembali pada Agam. Ia membisikan sesuatu pada cowok itu. "Gam, saat pernikahan kalian, jangan lupa ngundang ya."

"Ngabisin hidangan!"

Nathan menyengir. "Yah memang itu salah satu tujuannya sih." ucapnya membuat Agam memutar bola matanya.

"Udah sana! bisa hangus kesempatan lo!" usir Agam jengah. Sebenarnya tujuannya bukan untuk supaya Nathan bisa mendapat kesempatan untuk mengantarkan Camella. Namun, agar dirinya dan Bianca bisa ada waktu untuk berduaan!

Nathan pun lalu menoleh pada Camella. "Ayok Mell gue anter lo pulang."

Camella bangkit dalam diam tak bersuara. Obrolan mereka, seakan membuat cewek itu tak tertarik sama sekali. Nathan dan Camella keluar beriringan dan sampai diluarpun Camella tetap diam membisu.

Setelah punggung keduanya menghilang dibalik pintu. Agam merentangkan tangannya dengan menatap manja pada Bianca.

"Cuddle Bi.."

***

Nathan menghentikan motornya tepat didekat tepi danau. Lelaki itu membalik sedikit tubuhnya dan melepas helm Camella.

"Kok berhenti disini?" Bingung Camella. Pasalnya Nathan bilang akan mengantarkannya pulang namun malah berhenti.

"Bentar doang," sebenarnya Nathan hanya ingin memperpanjang waktunya bersama Camella.

Setelah turun dari motor. Camella menyerahkan pushy pada Nathan dan berjalan mendahului lelaki itu, berdiri memandang lurus ke depan. Menatap hamparan danau. Rambutnya sedikit berterbangan teradu oleh semilir angin yang bertiup.

Tempat ini indah. Danau dengan air warna yang begitu biru terpadu dengan rerumputan hijau. Camella tersenyum. "Indah." gumamnya.

Nathan berdiri disampingnya, mengelus-elus pushy digendongannya. Ditatapnya wajah Camella dari samping dengan intens, senyuman cewek itu menular padanya. "Iya, indah."

Camella mengangguk sambil menolehkan kepala kepada Nathan. Ia sedikit salting karena cowok itu memandangnya lekat. "K-kenapa? ada sesuatu dimuka gue?" Camella meraba-raba wajahnya. Mengira diwajahnya ada sesuatu sebab Nathan menatapnya tanpa berkedip.

Tatapan Nathan terus terkunci diwajah Camella dengan Senyuman yang tak kunjung memudar. "Cantik." gumamnya tanpa sadar.

"Hah?"

Tersadar, Nathan berdehem sambil meluruskan pandangannya ke depan, lalu mengerlingkan matanya keatas "P-pemandangannya indah ya Mell." Nathan tertawa garing seraya melirik sedikit pada Camella.

Melihat Nathan tertawa, Camella pun ikut tertawa canggung. "I-iya Indah hahaha."

Nathan menggaruk kepalanya tak gatal. "Hm Mell, ada sesuatu yang mau gue tunjukin ke lo."

"Apa?"

Tak menjawab pertanyaan itu, Nathan justru meraih tangan Camella, menariknya berjalan sedikit sampai pada sebuah rumah pohon kayu yang terdekorasi oleh rumputan menjalar. "Ini rumah pohon kayu yang dibuat papa gue waktu gue umur 8 tahun."

Camella manggut-manggut dengan arah tatapan terangkat meneliti rumah pohon kayu tersebut. "Kok bisa buatnya rumah pohon kayu disini? jalan rumah lo kan berlawanan dari sini."

"Hmm, karena tempat ini adalah tempat pertama pertemuan mama dan papa gue. Juga tempat kesukaan gue. Jadi, papa buat rumah pohon disini, biar jadi tempat kami berteduh kalo main kesini."

Camella mengangguk-angguk memegangi anak tangga kedua rumah pohon itu. "Kalo gue naik, tumbang gak nih?"

Nathan terkekeh. "Seberat apa sih lo mell sampe tumbang? naik aja, tumbang pun ada gue yang--"

"Siap ketawain lo." setelah mengucapkan itu Nathan terbahak membuat cewek itu memberengut. Melepas tas dan memukulkannya pada lelaki itu. "Nyebelin ih!"

"Bercanda Mell bercanda."

"Ayok naik." Nathan naik terlebih dahulu diikuti Camella.

Setelah memasuki rumah pohon yang tak berpintu itu, Nathan dan Camella duduk bersampingan dengan bersila. Sementara Pushy dibiarkan oleh Nathan berkeliaran bebas didalam ini.

Tatapan Camella mengedar disekitar, meneliti tempat ini. Didalam sini cukup luas. "Kapan-kapan kalo belajar kelompok, disini aja. Bagus tempatnya. Adem lagi." ucapnya menyandarkan punggungnya didinding kayu rumah pohon tersebut.

Nathan mengangguk sambil merebahkan kepalanya di paha Camella.

Cewek itu sedikit terkejut dengan tindakan Nathan yang tiba-tiba. "I-itu Nath. Gulingnya dilantai aja. Jangan di paha gue." Kenapa tindakan cowok ini seenaknya sekali! kan jantungnya jadi jedag jedug!

"Bentar Mell. Nyamanan di paha lo dari pada dilante, kasar." Nathan memejamkan mata.

Meskipun sedikit tak nyaman dengan posisi ini. Namun Camella tetap berusaha untuk menyaman-nyamankan saja.

Hening beberapa menit. Mereka diam dengan posisi itu. Sama-sama memejamkan mata.

"Mell." panggil Nathan tiba-tiba membuka matanya.

"Hm."

"Lo kenapa akhir-akhir ini ngejauh dari gue?"

"Ngejauh?" Camella membuka kelopak matanya merasa aneh dengan pertanyaan Nathan. "Emang kita sedekat itu?"

Pertanyaan yang membuat hati Nathan menyelekit. Seakan didalam sana hancur berkeping-keping mendengarnya. "Gak deket ya?" Nathan tersenyum getir.

Camella mengangguk. Ini cara agar Nathan bisa menjauh darinya. Justru ia ingin lelaki ini bisa menjauh sejauh-jauhnya darinya. Biar dirinya tak akan terus patah akan harapan yang ia ciptakan sendiri.

Lucu ya? Friendzone. Yang satu karena memang friendly dan salah satunya justru baper.

Nathan memiringkan tubuhnya menghadap pushy yang rebahan enteng disebelahnya. "Kita udah deket dari SMP Mell. Lo gak ada rasa ke gue?" tanyanya tanpa menatap Camella.

Pertanyaan yang aneh. "Justru gue yang nanya Nath. Kenapa lo terus ngegantung gue? gue capek dengan harapan yang berkepanjangan tanpa kepastian."

Camella menggeleng kemudian. "Gak ada."

Nathan menghela napas gusar, menenangkan hatinya yang memberontak ingin merobohkan rumah kayu ini. Cowok itu memilih memejamkan matanya.

Lima menit dalam keheningan dengan pikiran masing-masing. Netra Camella semakin berat, kantuk menyambut. Perlahan demi perlahan kelopak matanya pun tertutup membawanya ke alam mimpi.

Sedangkan Nathan yang sedari tadi menutup mata tak tertidur. Lelaki itu membuka mata, meluruskan tubuhnya dan menatap dalam wajah Camella dari bawah. "I'm sorry for making you hang. I feel I don't deserve you because I'm just an orphan."

Cowok itu mengaitkan jari kelingkingnya ke kelingking Camella. "Just so you know, I love you Camella Adeeva." ungkapnya yang tentu tidak didengar perempuan tersebut.

***

1
AL
mulai dari sini ya.. boleh manpir ke nove temanku dong kk di Aleta ya krya purwastuti
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
persis banget kayak aku kalo lagi dandan atau gabut pasti karang lagu sendiri ngga ngurus nyambung apa ngga nya 😭
Tapi cuma itu yang bisa ngilangin rasa gabut kalo ngga pas lagi sendirian pasti gitu biar ngga terlalu bosen dan bingung mau ngapain jadi ya gitu 😂😭
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
curiga endnya entar Bianca lagi melahirkan ngga lama setelah itu Agam kecelakaan terus meninggal.
E F
ga suka diakhir2
bagus awal akhir kok jd
Qaisaa Nazarudin
Padahal dari awal nya bagus alur cerita nya,Tapi makin kesini makin gak jelas, Terlalu BERTELE-TELE,,
1-BIANCA YG SUDAH BERSUAMI,TAPI MASIH BERHUBUNGAN DENGAN LELAKI LAIN, APAPUN ALASANNYA TETAP AJA GAK DIBENARKAN..
2-AGAM SEBAGAI SUAMI TAPI KAYAK PECUNDANG,DAN GAK TEGAS, BISA2 MEMBIARKAN ISTERI NYA DIDEKATIN LELAKI LAIN, DENGAN ALASAN TERLALU BUCIN KE BIA..Ckkk jadi kecewa deh,maaf ya thor..🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Samuel ini mmg udah Gila ya...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Gak milih SAHABAT kamu aja??Kenapa harus Bia, Bia itu udah jadi isteri orang,Kamu Nikah aja dengan SAHABAT kamu..
Qaisaa Nazarudin
Setelah Bia menyerahkan dirinya ke Agam,Bermulalah Bia yg akan sakit hati dan tersakiti dengan poto Agam dengan cewek di Club itu..
Qaisaa Nazarudin
CINTA sih boleh, BODOH jangan, SAYANG boleh tapi pake OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Mending Agam nyuruh Bia pulang kerumah ORTUNYA untuk koreksi dirinya,biar sadar nih CEWEK..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya biarkan aja dia di PERKOSA sama Lucas,Biar dia tau Rasa..Jadi CEWEK bego banget,udah gitu ngaku dia yg salah,Kenapa gak ngomong,kalo Lucas itu lebih memilih Sahabat nya di banding kamu sih..hais kesel aku..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Bianca,kesel aku,Cewek Bodoh..
Qaisaa Nazarudin
BianTerlalu Banyak DRAMA... yang terlihat salah sekarang itu kamu,bukan dia..Kenapa gak ngomong jujur aja.haiss kesel aku.. Sekarang Lucas itu bukan nya CINTA,tapi OBSESI..
Qaisaa Nazarudin
Aku juga Greget sih sama Bia,kenapa sih plin plan banget,Kapan mau putusnya,Ingat lho Bia,kamu itu udah Berdosa nyelingkuhin Suami kamu,Jangan sampai Agam.hilang sabar sama kamu..
Qaisaa Nazarudin
Gak ngalah apanya?? Lo udah KALAH duluan, Sekarang beda statusnya,Bia bukan SELINGKUH tapi married lho..
Qaisaa Nazarudin
Itu ke itu aja alasannya Bia untuk mengangkat call dari Lucas,Ckk heran deh,Apa dia gak mikir gimana perasaan Agam..
Qaisaa Nazarudin
Gila Samuel,maniak..
Qaisaa Nazarudin
Samuel..Apakah Sam juga mau bertanggungjawab seperti Nathan?
Qaisaa Nazarudin
Jangan2 Sherly juga hamil lho..
Qaisaa Nazarudin
berarti Nathan sama Agam menikahi cewek yang sama2 mereka sukai dari lama,Cuman caranya mereka bersatu aja yg beda2,Satu lewat perjodohan,satunya lagi lewat obat perangsang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!