🧭 96 km season 1 ⏰
16+
Mina, si langit timur yang mengawali munculnya cahaya, dipertemukan semesta dengan Nagi, si langit barat yang menenggelamkan cahaya.
Mereka memiliki kisah kehidupan yang serba mudah dan megah di pulau kecil. Ambisi jiwa terhadap logika, harta, dan tahta adalah tujuan mereka. Walaupun berbeda cara meraihnya.
Namun, mereka mendapat masalah mengenai ambisi terhadap rasa!
Sekat sejauh 96 kilometer hadir di antara mereka, membuat cahaya kedua langit mulai meredup.
Suatu hari, mereka berhasil menembus jarak dan menyatu!
Tapi hal tersebut justru membuat mereka semakin jauh. Hingga muncullah rasa penyesalan dan berharap bisa membalikkan waktu.
Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang menyebabkan semesta justru memisahkan mereka, di saat telah menyatu?
Cahaya dari kedua langit itu, adalah cinta. Ayo ikuti kisah romansa bertajuk petualangan ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lari Dan Rindu (LDR)_2
Desember 2037.
Tanpa terasa, waktu berputar begitu cepat. Kini Mina harus menghadapi ujian akhir semester.
Pada semester satu ini, materi yang diajarkan di kuliah masih merupakan pengulangan dari pelajaran SMA, sehingga masih terasa mudah. Alhasil, Mina mendapatkan nilai cukup memuaskan.
Sedangkan Nagi? Ngga perlu dibahas ya. Pasti mudah ditebak berapa nilainya. So incredible!
...***...
Januari 2037. Saat liburan semester 1.
Akhirnya Mina bisa pulang kampung. Pukul 7 pagi ia memesan ojek online yang akan mengantarkannya menuju terminal bis.
Sampai di terminal bis, ia mencari bis dengan tujuan dari kota Biru menuju kota Hijau. Setelah beberapa menit, ia menemukan bis itu dan menaikinya.
Selama perjalanan, ia memandangi mobil dan kendaraan lainnya yang lalu lalang dari kaca jendela bis. Dia menghela nafas saat menatap lalu lalang kendaraan dari balik kaca jendela besar milik bis.
Sampai di terminal kota Hijau, ia menaiki bis dengan tujuan kota Bunga. Bis inilah yang akan melewati jembatan di atas lautan.
Pukul 12 siang, Mina telah sampai di rumah. Dia disambut oleh ayah, ibu dan Dina. Rasa bahagia mereka terlihat jelas dari wajah yang berseri-seri ketika melihat salah satu anggota keluarga sampai dengan selamat.
Sedangkan Nagi hanya perlu berboncengan bersama Mogi menggunakan motor. Mereka berangkat dari kosnya di kota Hijau menuju rumah di Desa Ujung Barat. Namun mereka harus menyebrangi lautan menggunakan kapal.
...***...
Malam harinya, Mina mendapat kabar melalui pesan di grup online bahwa 2 hari lagi akan diadakan sosialisasi untuk memperkenalkan kampus dan memberi motivasi kuliah pada murid-murid SMA di kota Bunga. Mina menyanggupi permintaan untuk menghadiri acara itu.
Tiba-tiba grup chatting kelas 12-1 menjadi ramai oleh teman-teman Mina dan Nagi yang sedang membahas sosialisasi ke SMA 1 Bunga.
Ternyata mereka menganggap sosialisasi akan menjadi ajang reuni. Karena mereka datang ke sekolah dengan menjabat sebagai alumni. Mina maupun Nagi tersenyum bahagia, karena mereka berdua sebentar lagi akan bertemu!
...***...
Dua hari kemudian,
Mina dan Nagi mengikuti sosialisasi di SMA 1 Bunga dengan rombongan perwakilan kampusnya masing-masing. Mina dari kampus Kejayaan Biru dan Nagi dari kampus Perjuangan Hijau.
Di sekolah ini, Mina dapat melepas rindu dengan Gita dan Leila. Ia juga memanjakan matanya dengan sosok Nagi.
“Hai, Nag!” panggil Mina. Hatinya yang berteriak, Hei! Aku disini! I miss you, huhu.
“Eh? Hai, Min!” sapa Nagi yang segera melenggang pergi. Kamu baik-baik saja ya? Ya sudah, batinnya.
Mereka berpapasan dan melempar senyuman, tetapi mereka hanya bertemu saja. Begitu juga dengan Gita dan Leila. Mina tidak melakukan sesi foto bertiga, ataupun berdua dengan Nagi. Bahkan percakapan Mina dengan kedua temannya hanya ala kadarnya.
Hal itu dikarenakan mereka berpindah-pindah kelas. Mereka mengikuti senior dari kampus masing-masing. Kegiatan mereka adalah mengisi kelas untuk menyampaikan materi atau sekedar basa-basi dengan batas waktu yang sudah ditentukan.
Mina bersyukur masih dapat dipertemukan dengan mereka, walaupun hanya sekedar menyapa sosok mereka yang kini menggunakan jas kebanggaan kampusnya masing-masing.
...***...
Februari 2037. Sebelum kuliah semester 2.
Mina telah harus kembali ke kota Biru untuk menghadiri acara malam keakraban (makrab) yang akan diselenggarakan di vila kota Biru. Makrab itu diadakan oleh satu angkatan Mina di jurusan gizi.
Nagi juga memiliki acara makrab jurusan teknik sipilnya. Di grup chatting, ketua angkatannya memberitahu kalau acara makrab diadakan di vila kota Biru.
...***...
Hari Sabtu,
Mereka sama-sama telah bersiap dari kosannya masing-masing menuju titik kumpul keberangkatan dari kampus. Mereka berangkat pukul 7 pagi.
Mina menuju kampus kota Biru dan bertemu dengan teman-temannya. Mereka menunggu bis yang telah disewa untuk membawa mahasiswa gizi satu angkatan ini menuju vila di kota Biru.
“Kalian sudah sarapan?” tanya Mina.
“Belum Mi,” jawab Geby.
“Oh iya, aku juga belum sarapan. Tapi aku sudah membawa ini, hehe. Mau ngga? Nih!” ucap Fera yang mengeluarkan roti dari dalam tasnya.
“Terima kasih, Ra. Aku juga sudah bawa sarapan. Ayo makan!” ajak Mina.
“Mau dong, Mi, Ra. Aku lupa belum beli sarapan,” kata Geby.
Mina dan Fera sama-sama memberikan sedikit rotinya untuk Geby. Mereka segera menghabiskan sarapannya dengan senyuman. Tak menunggu lama, bis telah datang. Mereka semua segera menaiki bis.
Nagi juga telah sampai di kampusnya. Hari ini, satu angkatan mahasiswa teknik sipil akan menggunakan bis untuk membawa mereka menuju vila di kota Biru. Tanpa menunggu, Nagi segera menaiki bis tersebut dan memilih tempat duduk.
...***...
Pukul 10 pagi, bis mahasiswa gizi telah sampai di vila dan semua penghuni bis segera turun.
Bis yang mereka tumpangi ternyata tidak bisa menurunkan mereka di depan pintu vila. Karena jalan menuju vila cukup tinggi, serta dikhawatirkan bis tidak kuat untuk menaiki tanjakan.
Alhasil mereka berjalan menyusuri tanjakan yang beraspal mulus, dan sampai lah di vila itu.
...***...
Pukul 2 siang, bis mahasiswa teknik sipil baru saja sampai di vila. Bis itu berhenti tepat di halaman vila yang cukup luas. Mereka semua, termasuk Nagi, segera turun dan masuk menuju vila.
Mina dan teman seangkatannya telah membagi kamar supaya semua dapat meletakkan barang-barang bawaannya di dalam kamar masing-masing.
Setelah itu, barulah mereka mendekorasi ruang aula, mempersiapkan acara bakar-bakar. Dan juga ada yang mempersiapkan serangkaian permainan untuk out bound di keesokan harinya.
...***...
Pukul 7 malam,
Nagi dan teman seangkatannya sedang melakukan kumpul bersama. Tidak seperti Mina, angkatan teknik sipil ini lebih santai dan hanya mempersiapkan acara bakar-bakar saja.
Mereka hanya ingin santai menikmati acara saling akrab ini dan berharap dapat amnesia sebentar bahwa mereka adalah anak teknik. Kata kakak tingkat mereka, jurusan ini harus memiliki otot sekuat kawat dan tulang sekuat besi.
Beberapa teman Mina ada yang menghibur malam keakraban ini dengan menyumbangkan suara merdunya, ditambah alunan perkusi. Sehingga semua bernyanyi bersama sembari menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri karena merasa damai.
Mereka berharap bisa santai sebentar sebelum menghadapi praktikum di laboratorium. Dan pura-pura amnesia dari kakak tingkat mereka yang bilang kalau penulisan laporan harus dengan tangan kosong bertinta biru.
Mina tidak duduk di aula dan bergabung bersama teman yang menikmati alunan merdu. Dia justru duduk bersama Ova di tempat membakar vila. Eh, tempat membakar sate sosis-tempura!
Kalau untuk urusan perut, Mina dan Ova sangat kompak. Mereka sangat bahagia menghibur Fera dan Geby yang mengipas sate di atas arang yang merah membara.
“Ayo, Ra! Kipas terus!! Yang kencang, Ra!” sorak Mina.
“Main ayo aja. Ini gantian woi!” protes Fera.
Mereka tertawa bersama. Kini giliran Geby yang mengipasnya. Sate-sate yang telah matang, diletakkan di atas piring.
Kemudian Mina dan Ova membagikannya ke teman-teman di aula. Tentu saja Mina dan Ova telah mencicipi sate itu sebelumnya.
Suasana kumpul teman seangkatan Nagi cukup serius, karena mereka membahas bagaimana jurusan ini ke depannya.
Dimulai dari pertanyaan siapa yang ingin menjadi pengurus himpunan, siapa yang ingin menyalurkan hobi olahraga atau pun seni, hingga siapa yang ingin berjuang di ajang tulis ilmiah atau pun jurnalistik.
Mereka ingin teman-teman dari angkatan ini bisa saling mengenal satu sama lain melalui minat dan bakatnya.
“Mari, kita berjuang bersama di jurusan ini!”
Semua bersorak, termasuk Nagi di dalamnya.
maaf merusuh😂
salam sayang selalu ❤️
💌To: kak noejan kembaran nama Arsy
kakak dari planet Saturnus yang ketemu di bumi imajinasi
💌
Kangen selalu kak💌
Instagram diriku peluh babalope kakak 😂
Btw, jangan lupa gantian spam novel remahan biskuit Roma kelapa adik❤️
pulau kecil kisah nano-nano ~~~~~
next ❤️
otw spam biar kak noejan nyamuk😅
lama banget hibernasi nya kak.. uhuk.. nunggu new yang tadi di chat❤️❤️❤️
lagi
lagi
saling dukung dan saling mengisi
ayo jangan malas komen
agar semua karya bisa jadi terdepan
seharusnya 841
jejak selalu ada
semoga rating makin meningkat
tapi menuju 21200 like
semoga menjadi 2100 bahkan lebih