1
Ninda seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku akhir sekolah menengah. Namun dia terpaksa
menikah. Karena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pura-pura
Sementara Sisil uring-uringan di atas pesawat, ia melihat setiap penumpang. kalau ada Lelaki pujaan hatinya dulu.
Dulu mereka pacaran selama 5 tahun. namun karena ke egois nya. ia kehilangan orang yang baik.
Ditambah lagi, tadi dia sempat lihat Faris yang makin keren." Kemana ya? " Tanya nya lambat sekali.
Si ibu yang melihat wanita yang bikin pasangan yang muda tadi bertengkar. Sang ibu jadi pembelanya.
" Nggak baik ganggu pasangan orang! " Sindir ibu itu, ketika mereka sudah sampai di bawah. karena mereka sudah sampai di India.
Hari sudah mulai Sore , jadi wanita itu terkejut mendengar ada suara yang bicara. tapi terdengar menyindir nya.
" Ibu menyindir saya? " Tanya sisil heran.
Sang ibu tersenyum di samping suaminya yang jalan beriringan.
" Oh tersindir ya! Banyak laki-laki lain. kenapa doyan suami orang, gimana suami mu yang di ganggu? Kalau suami saya di ganggu.. akan saya becek-becek tu Sang pelakor." Kata si ibu yang di tatap aneh suaminya.
Sisil yang merasa terusik mendekati si ibu. "h! apa maksudmu. mana sudi aku ganggu suami mu yang tua ini." Ucap sisil yang memanaskan hati Sang ibu. karena dia ingin melampiaskan sakit hatinya pada Sang ibu.
Kalau tidak di lerai oleh suami Si ibu. mungkin mereka sudah cakar-cakaran di bandara itu. Untung saja Sang suami menarik paksa istrinya. sehingga sisil kesal kembali.
" Dasar wanita gila, Kenapa juga ia ngurusin aku. urus saja suaminya yang udah bangkotan itu. awas kalau kita ketemu lagi. akan aku cakar beneran kamu wanita tua." sarkas nya sebel.
Hatinya benar galau, karena sudah berapa tahun ini ia mencari keberadaan Faris yang merupakan ATM berjalan baginya, Karena selama ia pacaran, ia tidak pernah kekurangan apapun. Itu yang membuat dia merasa bersalah untuk meninggalkan Faris dulu. akibat rayuan Johan teman brengkseknya..
Padahal Faris selalu bersikap baik pada mereka berdua. Faris selalu mengajak kami berdua untuk jalan-jalan. selama kuliah kami berdua tidak pernah kekurangan. Itu karena Faris dengan santai memberikan apa yang kami berdua inginkan.
Kami berdua memang kejam. Faris begitu baik pada kami berdua. apapun selalu dipenuhi. namun kami berdua telah mengecewakannya. Sekarang aku baru merasakan. pantas saja Faris sakit hati..
Tapi aku memang egois. aku mana bisa melupakan lelaki yang tampan dan mapan itu, benar perfek. Aku harus mendapatkannya kembali. Ucap Sisil pada diri sendiri. Sampai di rumah pamannya. ia tinggal di rumah pamannya sudah 5 tahun ini.
Karena Johan tidak mau bertanggung jawab atas kehamilanku. Dia menyangkal kalau anakku bukan anaknya. aku tidak mungkin menggugurkan kandungan ku sudah besar. Karena saat aku tahu hamil sudah masuk 5 bulan. Jadi sangat beresiko kalau di gugurkan.
Aku tidak mungkin mengorbankan nyawaku karena anak sialan Johan itu.
Lama Sisil merenung di kamarnya. Mungkin ini hukuman buat aku yang telah mengkhianati Faris. Tapi aku belum mau melepaskannya. aku menyesal. aku ingin memilikinya lagi. apakah aku salah.? Tanya nya pada diri sendiri.
>>>
Sementara Faris yang sudah sampai di Sydney. langsung mengajak istrinya ke tempat tinggalnya selama di Sydney.
Ia ke sana, ingin melihat kondisi perusahaan yang ditinggalkannya tahun kemaren. Hampir setahun ia tidak ke perusahaan yang papanya bangun untuk dirinya. saat melarikan diri dari Sisil. Berkat kerjasama papanya dengan teman papanya.
Faris langsung ke apartemennya. Di sana Nindi melepas lelah karena perjalanan yang cukup melelahkan.
" Sayang... mandi du....." Ucap Faris melihat istrinya yang sudah mendengkur. Dia tersenyum dan mencium kening istrinya lembut. " Istirahat lah sayang..! " Ucapnya pelan.
Setelah mandi, Faris mengabari papanya. kalau ia untuk beberapa bulan ini tinggal di sini dulu. Dia menceritakan pada papanya tentang pertemuannya dengan Sisil.
Pak Bram pun setuju. Dia tidak ingin anaknya kembali stres." Mana yang bagus dan nyaman saja nak, tapi bagaimana dengan Nindi? Apa dia mau tinggal di sana? " Tanya Bram.
" Nanti aku akan ceritakan padanya pa. Sekarang biarlah dia anggap kita bulan madu saja dulu. " Jawabnya pelan. Karena ia tidak ingin istrinya terbangun.
Saat senja Faris membangunkan istrinya. Karena tadi Nindi belum mandi, dengan agak lembut Faris membangunkan istrinya itu.
Nindi yang sudah cukup istirahat nya, dia pun mengerjapkan matanya saat suaminya membangun kan nya.
" Sayang.. mandilah cepat. nanti keburu malam. nggak baik. " Faris berusaha membangunkan. Namun Nindi pura-pura tidur kembali.
Faris pun mempunyai ide untuk mengusili istrinya " Mandilah sayang! atau aku yang mandikan? " Tanya Faris di telinga istrinya.
Nindi yang mendengarkan. langsung spontan bangkit dan lari ke kamar mandi, Faris yang melihat tingkah istrinya tertawa.
Nindi mandi air hangat, karena hari mulai malam. Jadi ia takut nanti kenapa-napa. Lagi pula kalau di mandiin mas Faris malah jadinya berabe.
Ia selesai mandi, namun lupa bawa handuk. Dia sudah lama juga menikah dengan Faris. Tapi kenapa kalau setiap kali mas Faris ngusilin begitu dia jadi salah tingkah. ujung-ujungnya. lupa bawa handuk mandi.
" Mas. bisa tolong bawakan handuk untuk ku mas. aku lupa? " Rengek Nindi dari kamar mandi.
Faris pura-pura nggak dengar, tapi dengan pelan dia ke balkon. agar Nindi tau kalau dia nggak dengar.
Nindi mencoba mengintip dari balik pintu yang di bukanya sedikit. Kok nggak ada. kemana mas Faris ya. bisik nya. Dia mencoba berjalan pelan, mengendap-endap. sambil menutupi dengan baju yang di pakai tadi bagian sensitifnya.
Faris mendehem pas istrinya berdiri depan pintu lemari. dia terkejut, sehingga baju yang di selempang untuk menutupi bagian penting, pun melorot.
Faris tertawa melihat tubuh istrinya yang polos dengan tatapan menggoda. Nindi dengan cepat kembali mengambil baju tadi dan menutupinya.
Faris yang melihat tingkah istrinya yang lucu sangat gemes. dia mendekati istrinya. " Kenapa harus malu sayang. aku tuh udah lihat semuanya. " Ucapnya memeluknya dari belakang.
Nindi yang di perlakukan begitu merasa canggung dan malu. itu yang membuat Faris makin gemes dengan istri kecilnya itu.
" Mas aku malu. awas! aku mau pakai baju. " Ucapnya lirih mencoba melepaskan tangan suaminya yang sudah nakal memegang kembarannya.
Faris makin mempermainkan nya. " Kenapa malu. ini kan milik ku, kamu nggak bisa larang aku begitu. dosa loh. " Ucapnya menekannya kata dosa.
Nindi yang dengar ucapan suaminya, terpaksa diam Tapi Faris pun melepaskan istrinya. " Pakailah bajumu. nanti masuk angin." Dengan menjauh, karena ia takut kelepasan jika dengan posisi begitu.
" Tapi diganti nanti malam. karena kamu sudah membangunkan singa yang sedang tidur dengan sikapmu ini. " Kata Faris menekankan. padahal dia sengaja begitu, agar tidak ada penolakan dari istrinya.
Nindi hanya mengangguk pasrah, mau gimana.. tuh suaminya selalu menggunakan kesempatan.