dewasa itu bukan kita bisa melakukan semuanya tapi dewasa adalah ketika kita bisa membedakan yg mana yg salah dan yg mana yg benar
kita tidak melakukan yg salah dan berusaha melakukan yg benar walau itu sulit tapi itulah dewasa
masa masa yg talah berakhir
kisah cinta yg tidak akan pernah terlupakan orang orang punya kisahnya sendiri
kenangan terindah yg pernah aku lalui adalah katika aku bermimpi panjang yg sangat indah dan aku berharap dunia yg kelam ini tidak ada lagi saat aku bangun
tapi ternyata aku salah
hidup tetaplah hidup
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saljung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
akhirnnya mereka bisa keluar dari rumah nenek itu.....
"eh vina kemana" ucap raisyah
"gk tau" ucap ojan yg melihat sekeliling tapi tidak melihat vina
"biasannya dia nungguin walaupun dia lagi ngambek dia masih setia" ucap raisyah
"apa vina udah ngilang dan dia udah mati" ucap adang
"gk gk mungkin vina gk mungkin mati sekarang" ucap ojan
"iya vina gk mungkin mati sekarang apa coba yg bikin dia mati" ucap raisyah
"yaudah kita cari dia aja pisah" ucap adang
"kita gk bisa pisah karna jika kita pisah pasti ada yg tersesat sementara kita belum tau jalan ini" ucap agak dingin Vin
"terus vina ada di mana vina... hiskk" raisyah sudah menangis mengingat sahabatnya
"raisyah gk mungkin vina meninggal dia mungkin hanya sedang ngambek kita cari aja yuk" ucap ojan yg menahan nangis padahal matannya sudah berkaca kaca
*kemana gadis itu pergi apakah dia mati duluan karna kecerobohhannya* ucap vero di dalam hati
*sayang sekali gadis itu mati dia sepertinnya suka petualang dan ingin memenangkannya tapi dia malah musnah di tengah tengah perjalanan mau menang* ucap Vin dalam hati
"hiskk ayo" ucal raisyah yg menghapus air matannya merekapun pergi
"VINA" mereka berteriak di sekian banyaknnya orang
"maaf buk kenal orang ini gk" ucap raisyah melihatkan foto vina
"gk liat neng"
"pak liat ini gk"
"enggak deh"
"nek liat orang ini gk"
"gk liat kak"
"aduuh dimana dong emmbuk liat orang inj gk" merekapun terus bertannya kepada orang otang di sekitar sini
"apa mau mencarinnya" ucap Vin tanpa melihat vero dengan dingin dan datarnnya
"apa kau punya fotonnya" ucap vero dingin lebih dingin dengan dengan ekspreksi yg tidak di mengerti
"tidak" ucap Vin
"bagaimana kita mencarinnya" ucap vero
"bagaimana kalo kita minta fotonnya" ucap Vin
"itu memalukkan kau saja" ucap vero
"itu bukan memalukkan kau saja yg ragu dan maulu untukmemintannya" ucap Vin dingin agak tegas
"untung di sini ada sinyal" ucap Vin mengambil hp nya dan memainkannya
"sudah ku kirim" ucap Vin
"hah" ucap vero yg bingung lalu mengambil hpnnya mengecek dan benar saja Vin sudah mengirimkan foto vina vero pun mentap foto itu
"jangan menatapnnya berlebihan" ucal Vin
"cih siapa yg mentapnnya" ucap vero
"dari mana kau mendapatkan fotonnya apa dari ig"ucap lagi vero
"tidak dia tidak pernah memosting fotonnya di ig gadis yg menarik jadi aku meminta fotonnya kepada justin waktu justin belum meninggal" ucap Vin dingin
"hem." ucap vero merekapun saling menannyakannya
sekarang mereka mencarinnya bareng bereng
"dek dek tau gk kakak yg di foto ini" ucap raisyah
"kakak itu tadi di bewa sama orang jahat kak" ucap adek itu
"orang jahat" ucap mereka kecuali..... siapa lagi kalo bukan Vin dan vero
"orang jahat siapa dek" ucap ojan
"kata mamah aku orang jahat itu mafia gitu mau membeli tananh ini tapi gk bisa tapi diamcem mulu kita eh tapi kakak kakak tadi ngelindungin tapi malah di bawa" ucap adek itu
"di bawa yaudah makasih ya dek" ucap raisyah adek itupun langsung pergi
"di culik mafia hah pa... pasti nanti vina di bunuh" ucap raisyah yg menggeleng geleng kepala
"di bawa kemana vina sama mafia itu" ucap adang
"buk mafia yg suka mau ngerebut tanah ini di mana ya buk ya" ucap ojan
"biasannya pergi ke markasnnya yg ada di ******" ucap ibu itu
"oh makasih ya buk" ucap ojan
"ayo kita ke lokasinnya" ucap ojan sementara vero dan vin sudah menaiki mobil yg tadi
"ayo" ucap mereka bersamaan dingin
merekapun tanpa banyak waktu langsung naik
Vin pun menyetir mobil itu dengan kecepatan mereka pun tidak apa apa
setelah tiga puluh menit akhirnnya mereka sampe di markas mafia itu
sementara itu........
WAKTU KEJADIAN SEBELUMNNYA TERTANGKAP
**vina sudah keluar dari rumah nenek itu
tapi melihat orang banyak menarik perhatiannnya
"JANGAN AMBIL TANAH KITA "
"JANGAN AMBIL TANAH KITA" merekapun hanya bersorak sorak seperti itu
"jangan ambil tanah kita" ucap vian yg curiga dan menghampiri gerombolan orang orang di sana
"HARAP TENANG SEMUA KAMI AKAN MEMBALI TANAH KALIAN DAN MASING MASING AKAN MENDAPATKAN UANG UNTUK BIAYAYA KALIAN HIDUP...."
"TIDAK KAMI AKAN TINGGAL DI SINI" ucap masyarakat
"UANG ITU TIDAK CUKUP UNTUK BIAYAYA HIDUP KAMI APALAGI MEMBELI RUMAH DI LUAR NEGRI" UCAP MEREKA
vina pun masih memperhatikan keributan ddisini dia tau persoallannya tiba tiba di kerumunan itu datanglah sebuah mobil mobil itu sangat mewah berwarna merah lalu berhenti di tengah tengah kerumunan itu
orang itupun turun dari arah sypir lalu membuka pintu mobilnnya dan membungkuk
dari bawah kaki terlihatlah sepatu hitam dan jelana hitam dan terlihat lah orang itu keluar memakai sweter hitam lalu menaruh tangannya di kantong celanannya
diapun menagmbil mik
"ekkmm ekkmm tenang semua aku akan membeli tanah ini lalu kalian boleh tinggal di kontrakkan yg aku sudah buat tapi kalian harus patuh paerintahkan syaratnya gampang kalian persatu satu harus menanda tangani surat ini" ucap orang itu dingin lalu duduk dengan santai dan menunjukkan suratnnya
"TIDAK KAMI TIDAK MAU TANAH INI DI JUAL" ucap mereka serentak
"KALIAN TIDAK MAU TANAH INI DI JUAL OKE AKU SUDAH MENGGUNAKAN CARA BAIK BAIK SEKARANG APA HARUS MEMAKAI CARA KASAR" ucap orang itu lagi lalu menggerkkan carinnya
DOORR
seseorang pun tertembak
"APA AKU HARUS MEMBUNUH SEMUA INI AKU SUDAH MENGGUNAKAN CARA BAIK BAIK TETAPI KALIAN SEMUA MALAH MENENTANGKU" ucap seseoarang itu dingin
merekapun tidak epduli lalu masih tidak mengizinkan untuk menjual tanah mereka
vina pun masih diam ketika 1 orang mati dan 2 orang mati
DOORR
tiga orang pun mati vina pun angkat tangan lalu maju ke depan
lalu menuju ke seseorang itu
tapi sseeett diapun di todongkan senjata vina pun tersenyum miris
"cih" ucap vina lalu menatap seseoarang itu yg tidak menatapnnya seseorang itu pun menggerakkan tangannya senjata itupun menjauh
vina pun menghampiri seseorang itu
vina pun duduk di depan dia sementara ada meja vina pun melihat kertas itu
"cih kertas ini hanya palsu hanya untuk membuat masyarakat tenang agar mau menjual tanah ini" ucap vina seseorang itu pun melihat vina yg berbicara seperti itu
"jika tuan sudah mendapatkan kota ini apa yg akan tuan lakukan dengan kota ini" ucap vina
"bukan urusanmu lagian kau bukan dari kota ini kan" ucap laki laki itu dingin
"kau tau kenapa mereka tidak mau jadi budah mu.... tentu saja karna seseorang maupun yg jahat akan memilih majikkan yg baik dan mudah di tipu" ucap vina**
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung........
aku sentiasa menunggu