NovelToon NovelToon
Si Genius, Aqeel

Si Genius, Aqeel

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Tamat
Popularitas:836.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puji170

Di saat Arumi mengalami kesulitan karena ibunya sakit keras, Rina - sang ibu tiri menawarinya uang dalam jumlah besar. Dengan syarat, Arumi harus bersedia tidur dengan calon suami kakak kembarnya.

Tujuh tahun berlalu, seorang anak lelaki berusia enam tahun hadir. Aqeel Elvano, bocah dengan kecerdasan yang luar biasa di bidang kesehatan.

Bagaimanakah nasib Arumi? Dan siapakah Aqeel Elvano? Hanya bisa kamu temukan jawabannya ketika membaca kisah dasyat ini. Happy reading....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana jahat

Alena berdiri tegap di depan ruang rawat Aqeel, matanya melirik sana sini guna memastikan jika keadaan sepi sebelum ia memulai pembicaraan dengan Rina.

"Hallo, Mah." Sapa Alena

"Kau masih berada di rumah sakit?"

"Iya, aku masih berperan sebagai Arumi. Kau tahu semua tidak sesuai yang kita harapkan. David belum memberikan keputusan." Alena membeberkan informasi pada Rina.

Gestur tubuhnya memperlihatkan jika dia sedang cemas.

"Kau tenang saja. Jika rencana A tidak berjalan dengan sempurna, masih ada rencana B." Ujar Rina menenangkan Alena.

"Apa yang ingin Mamah lakukan?"

"Kita lenyap semua!"

Alena mematung saat mendengar ucapan dari Rina. Dia memang tidak ingin kehilangan semua yang ia miliki sekarang, tapi apa harus melenyapkan nyawa orang lain adalah solusinya.

"Tapi, Mah. Bukankah ada cara lain? Kita masih bisa mengancam Arumi." Tutur Alena yang tidak setuju dengan ide Rina.

"Mamah yakin di sekeliling kita, semua sudah pada curiga dengan drama yang kita ciptakan, Alena. Jika ingin berbuat jahat jangan kepalang tanggung, itu sama saja kau bunuh diri." Sahut Rina dari seberang, wanita separuh baya itu sedikit geram, mendengar penolakan dari Alena.

"Baiklah Mah. Tapi kita lihat dulu situasi selanjutnya. Bukankah Mamah selalu mengajarkan, jika kita tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan?" Alena mengingatkan Rina.

Diseberang sana Rina mengembangkan senyum nya. Kekhawatiran wayang yang selama ini bisa atur akan membelok kini lenyap sudah saat Alena berucap seperti itu. Berarti Alena masih menjadi wayangnya dan dia adalah dalangnya.

"Bagus, anak pintar. Kau mengingat semua yang sudah Mamah ajaran. Baiklah jaga kesehatan jangan terlalu capek mengurus anak haram itu."

"Baik, Mah. Aku tutup dulu." Pamit Alena, segera menggeser tombol merah dalam layar ponselnya.

Alena menyeringai licik, sembari bergumam. "Benar, kau sudah diciptakan menjadi peran antagonis, Len. Jadi nikmati peranmu. Lagipula orang jahat tidak mudah untuk kalah terlebih mati."

Alena kembali masuk kedalam kamar rawat Aqeel. Tanpa ia sadari sejak tadi Yolanda mendengarkan perbincangan Alena.

"Astaga, menantu apa yang sudah aku pilih itu?" Yolanda bergumam, ada rasa kesal dalam batinnya. Mungkin untuk alasan itulah sejak bulan pertama Alena menjadi menantunya, Yolanda tidak pernah akrab dengan Alena. Meskipun satu atap, Yolanda berbincang pada Alena jika ada perlu saja.

Ponsel Yolanda berdering menyadarkan dirinya agar segera mengangkat panggilan.

"Hallo, Nyonya." Suara tegas seorang lelaki terdengar nyaring di telinga Yolanda.

"Kau pekerja lelet, apa yang akan kau laporkan? Jika hanya ingin memberitahu jika Alena memiliki saudara kembar saya sudah tahu itu." Jelas Yolanda merasa kesal dengan orang suruhannya. Sudah beberapa hari Robert belum juga memberikan informasi apapun sejak ia perintahkan waktu itu.

"Maaf Nyonya, tapi saya bersyukur jika Nyonya sudah mengetahui hal itu. Namun, saya ada satu kabar lagi, ini tentang anak kecil..."

"Yang kau maksud Aqeel? Aku sudah tahu jika dia adalah cucuku!" Sergah Yolanda membuat Robert terdiam langsung.

Diseberang sana Robert hanya bisa mengikuti cara berbicara Yolanda, lagipula jika Nyonya tua itu bisa cepat lebih tahu dari pada penyelidikan nya kenapa harus membuang-buang waktu.

"Iya Nyonya." Mau tidak mau Albert hanya bisa berucap ia saja, dibandingkan dia tidak diberikan upah.

"Dasar lamban."

"Maaf Nyonya."

"Aku akan memaafkan mu, tapi aku ingin kau melindungi Arumi asli yang sedang berkeliaran diluar sana. Mungkin saja sekarang nyawanya akan terancam." Perintah Yolanda.

Yolanda harus satu langkah didepan untuk melindungi Arumi dan juga Aqeel. Entah sejak David mengatakan jika Arumi lah yang tidur dengannya, sejak itu pula Yolanda ingin menjadikan Arumi istri sesungguhnya David. Meskipun harus turun ranjang.

Lulu yang baru saja tiba, sedikit mendengar percakapan wanita paru baya itu. Ia menjadi penasaran saat wanita itu menyebutkan nama Arumi. Meskipun nama itu terbilang pasaran tapi, ia yakin jika Arumi yang wanita itu sebut adalah Arumi sahabatnya.

Lulu memiliki sifat yang akan berterus terang, jika ia suka makan akan bilang suka, dan jika ia tidak suka maka akan bilang tidak suka. Membicarakan orang dibelakangnya bukanlah adat dari Lulu, ia akan lebih lega jika mengatakan langsung pada yang bersangkutan.

"Apa yang akan terjadi pada Arumi?" tanya Lulu, membuat Yolanda terkejut.

Yolanda pun mematikan ponselnya lalu berkata, "Bukan urusan Anda."

"Apa Arumi yang kau maksud adalah sahabat ku?"

"Bisa iya, bisa juga tidak." Ujar Yolanda penuh penekanan, namun senyum tak lepas dari bibir merahnya.

"Oh astaga, mengapa hari ini begitu banyak orang yang membuat ku hipertensi!" Kesal Lulu, ia pun menghentak kaki jenjangnya lalu pergi meninggalkan Yolanda.

Yolanda tersenyum melihat tingkah konyol anak muda jaman sekarang yang tidak ada sopan santunnya pada orang yang lebih tua. Dalam hati Yolanda berdoa, semoga anak saudara-saudara ku tidak ada yang menikah dengan wanita seperti itu.

***

Di apartemen, David masih belum bisa meninggalkan Arumi. Setelah ia benar-benar puas menghirup aroma tubuh wanita itu. Kini David memiliki keyakinan bahwa wanita dihadapannya itu adalah Arumi.

Namun, David belum memiliki bukti yang kongkrit. Ia tidak mungkin akan menjelaskan kepada orang-orang jika ia mengenali Arumi dari aroma tubuhnya.

"Kau kapan akan pergi? Bukankah Aqeel dan juga Arumi sudah menunggu mu. Lagian kasian anak itu belum sadar dari tidur panjangnya, kau harus menjaganya." Tutur Arumi panjang lebar, ia bener-benar ingin David keluar dari apartemen miliknya ini.

"Tenang saja, Aqeel sudah sadar. Itu kopi gulanya satu sendok saja, jangan manis-manis." Jawab David dengan lembut.

Arumi menghela nafas dalam-dalam, bersyukur jika anak semata wayangnya sudah sadar, dan kesempatan untuk berkumpul bersama semakin terbuka lebar. Tanpa Arumi sadari, jika ia sejak tadi tersenyum dengan begitu manisnya. Membuat David tak henti memandangnya.

"Terus tersenyum seperti itu, aku menyukai nya."

Arumi mendengar ucapan David lalu tersadar dan melirik David sekilas, "Kau jangan menatap ku seperti itu." Arumi memberikan perintah larangan pada David, andaikan dia bisa menjadi Arumi, tentu saja lelaki di depannya ini sudah ia maki-maki habis-habisan. Sudah tahu masih memiliki istri namun masih menggoda wanita lain. Dan wanita lain itu adalah adik dari sang istri, apa perlu ia bikin judul novel digoda suami kakak ku.

"Menatap istri sendiri itu pahalanya besar, kenapa tidak boleh?" tanya David dengan polosnya.

'karena aku bukan istrimu.' jawab Arumi dalam hatinya. Jika bisa ia ingin sekali meneriaki kalimat itu langsung ke telinga David.

"Baiklah suka-suka kau." Ujar Arumi pasrah, ia pun segera memberikan secangkir kopi pada David. Lalu beranjak pergi dari pantry.

"Kau mau kemana?"

"Akan ku siapkan baju Aqeel untuk kau bawa." Sahut Arumi yang sudah masuk kedalam kamar Aqeel.

"Alena palsu." Gumam David sembari menyesap kopi hitam buatan Arumi. Meskipun 1 sendok gula tapi rasanya begitu manis.

1
Ade Irma
ini juga prosrs pembelajaran..
klo mau baca novel..liat dulu bab terakhirnya..
Ade Irma
pandai tp ngak beradab itu gambaran untuk Aqeel👎
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Erlinda
receh banget cerita nya si arumi juga terkesan wanita murahan masa dgn mudah nya tidur di apartement org dan melupakan anak nya ternyata si arumi seorang ibu yg bertanggung jawab
Erlinda
David seorang dokter genius tapi perilaku dan kata kata kasarnya pada wanita tidak mencerminkan dia org terhormat dan tidak berpendidikan..
Rani Saraswaty
flashback ato flace?
Moertini
sedihnya ceritanya tidak lanjut bikin penasaran sekali Author ada seasons ke dua kan baru asyiiiik ceritanya sampai nahan nafas lhooo Author harus bantuin hati ini yang kecewa dilanjutin Author semangat ditunggu🙏👍💪
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: sabar ya kak, ini autornya sampai lupa alur, waktu dulu tamat ngegantung karena ngurus anak baru lahir..
total 1 replies
Linsi bleskadit
loh kok udah hbis? tdk dinikahi juha🤣
Linsi bleskadit
saya kasihan arumi, seharusnya dia dgn pria yg lbih baik
Linsi bleskadit
takut Alena yg krim pesan
Linsi bleskadit
arumi carikan jodoh lain aj, yg lebih syng dia
Linsi bleskadit
kalau tdk suka arumi, tdk usah lagi kau cari2 semoga jodoh arumi orng lain
Linsi bleskadit
LULU😍😍😍 ah aku padamu sayang, makasih sdh jelaskan semua
Linsi bleskadit
emosi skli David, dia tdk sadar yg baik itu siapa
Linsi bleskadit
biarkan Alena kmbli ke suaminya saja, arumi kamu cari pria lain saja ya syng
Linsi bleskadit
emosi knp semuanya bdoh ya
Linsi bleskadit
arumi benar@ benar bodoh
Linsi bleskadit
arumi sangat bodoh ya, emosi skli bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!