Serenity Martinez adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang menjalani kerasnya kehidupan sejak kecil. Berasal dari keluarga miskin, berantakan dan berakhir tragis. Sempurna sekali kan. Mendiang ayahnya meninggal tertabrak truk ketika mencoba merampok truk tersebut. Sedangkan ibunya bunuh diri karena lelah dengan kehidupannya yang miskin dan menderita.
Ada sesuatu yang unik dari Seren yaitu dia memiliki mata heterochromia. Itu artinya dia memiliki 2 warna mata yang berbeda, tetapi dia memilih menutup kelebihannya itu dengan menggunakan softlens agar tidak mencolok.
Regan Riley Robert, seorang pria tampan dengan kehidupan yang sempurna tanpa cela. Dilahirkan di keluarga kaya raya dan bahagia. Menjalankan bisnis warisan sang ayah dan merupakan putra tunggal. Dan dikelilingi oleh wanita wanita cantik yang ingin menjadi pendampingnya.
Mereka dipertemukan oleh takdir dan dipisahkan pula oleh takdir..bagaimana kisah mereka? yuk Ikuti kisah mereka ya...
Semua novel otor minim konflik seperti biasanya...jangan suruh otor untuk bikin konflik berat ya..semua tergantung otor mau dibuat apa cerita dan endingnya..skip aja kalau ga suka ya gaees...
ig author @zarin.violetta
(sedang proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#32
Akhirnya proses pemakaman pun selesai. Tak ada obrolan sama sekali antar Regan, Seren dan Robert. Mereka sama sama terpukul atas hal ini. Berita ini benar benar ditutup oleh Robert dari media agar tidak menimbulkan spekulasi macam macam di luar sana.
Seren pulang dengan langkah lunglai dan langsung merebahkan dirinya di ranjang. Dia tidur sambil menangis. Terlalu sedih untuk diungkapkan. Dia hanya bisa menangis.
Regan pun tidak bisa menyemangati Seren karena dirinyapun juga terpuruk. Mommy yang sangat dia cintai pergi untuk selamanya.
Tak terasa sudah berjalan seminggu. Seren tetap dengan sikap diamnya karena masih berduka. Regan lebih menenggelamkan dirinya ke dalam pekerjaanya agar tidak terlalu larut dengan kesedihannya. Regan dan Seren semakin menjauh karena ingin menenangkan dirinya masing masing.
Saat ini Regan berada di ruangan kerjanya di penthouse. Dia menerima telepon dari sang anak buah.
"Kau menemukannya?", tanya Regan.
"Bagaimana bisa kalian kehilangan jejaknya?cari dia di seluruh jalanan kota", teriak Regan.
Seren mendengar teriakan Regan dari balik pintu. Dan dia menguping apa yang dibicarakan oleh Regan.
Ya...ini mengenai Dorothy.
'Jadi Dorothy masih bebas diluar sana?..aku harus mencarinya dan membuat perhitungan dengannya', pikir Seren.
Keeseokan harinya, setelah Regan pergi ke perusahaan, Seren keluar dari penthouse. Dia mencoba mencari Dorothy meskipun itu hal yang mustahil untuk mencarinya di kota sebesar ini.
Sampai malam Seren tak menemukan keberadaan Dorothy. Dia sadar bahwa apa yang dilakukannya sangat sulit tapi Seren sudah mempunyai tekad bulat untuk menemukan Dorothy.
Seren memutuskan untuk pulang dan akan melanjutkannya besok.
Sesampainya dirumah, Seren melihat Regan sedang duduk di sofa.
"Kau darimana Ser?, mengapa tidak izin padaku dulu?".
"Aku mencari udara segar", kata Seren singkat.
"Jangan melakukan sesuatu seenaknya..itu membuatku khawatir", tegas Regan.
Seren malas berdebat, dia memilih diam dan masuk kekamar dan tidur.
Hubungan Seren dan Regan semakin dingin. Regan enggan menndekati Seren karena masih teringat dengan sang mommy.
Terkadang ada suara jahat yang mengatakan bahwa Seren adalah penyebab semua ini. Tetapi Regan selalu menyangkal hal itu karena rasa cintanya pada Seren dan menganggapnya ini semua adalah takdir.
Regan tertidur di sofa ruangan kerjanya. Keesokan harinya Seren melanjutkan pencariannya. Semua sudut kota dia datangi. Sampai akhirnya dia pergi keluar kota mendatangi bekas rumah pelacuran Dorothy yang dulu pernah ditinggalinya.
Hal yang paling dihindari Seren.
Seren memasukinya dan tempat kosong itu tampak terlihat berantakan didalamnya.
Seren melihat ada orang yang sepertinya sedang tertidur di salah satu kursi panjang disana.
'Ya...itu dia..i got you..', batin Seren.
Seren mengambil pisau didalam tasnya dan menghampiri Dorothy yang sedang tertidur.
Dia mulai menusukkan pisau itu ke dada Dorothy berkali kali.
"Kau harus mati..kau harus matiiiiiii", teriak Seren dengan darah yang mengenai wajahnya.
Tak puas dengan menusuknya, Seren mengambil kotak kayu yang ada di sampingnya dan memukul wajah Dorothy berkali kali meskipun Dorothy sudah tak bergerak.
"Kau mengambil kebahagiaanku..kau pantas matiiiii..mati..matilaaahhhh bangsaaaattt!!!", teriak Seren tanpa menghentikan aksinya sampai akhirnya dia puas melihat Dorothy yang benar benar hancur.
Tak ada rasa takut diwajah Seren. Dia justru tertawa frustasi. Tangan, wajah dan bajunya bersimbah darah Dorothy.
Lalu dia membersihkan tangan dan wajahnya di wastafel. Kemudian Seren mengambil mantel panjang yang ada di lemari Dorothy dan memakainya.
sumpah ceritanya bagus banget, smua judul udah aku baca berulang2.
& ini paling penting GK ada PelakorNya.
suka karena part-nya juga GX terlalu bnyak GX bertelele 🤗👍👍👍