NovelToon NovelToon
Second Husband

Second Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: dewi wahyuningsih

Awalnya aku adalah seorang istri yang diperlakukan bagai Ratu. Hingga suatu saat, gelar Ratu itu lengser dariku. Suamiku datang lalu mengenalkan Ratu barunya. Kesedihan tak berhenti sampai disitu, aku terus disalahkan atas kesalahan ratu barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Di pagi hari yang cerah secerah hati sepasang anak manusia yang masih bergumul dengan selimut tebal. Tubuh polos mereka masih saling memeluk dengan erat. Suara burung yang berkicau seolah nampak indah di telinga dua anak manusia itu. Meski sudah sama-sama terbangun, nyatanya mereka tak mengubah posisi karena merasa nyaman dengan posisi mereka saat ini.

" Jhon, kau masih belum ingin pergi mandi? " Tanya Elia.

" Belum. " Jhon justru semakin mengeratkan dekapannya dan mengusap lembut kepala Elia.

" Tidak pergi bekerja? "

" Apa hari minggu aku juga harus mencari uang? "

Elia tersentak karena dia benar-benar sampai lupa hari. Tapi karena sudah tahu ini hari minggu, maka Elai kembali memeluk Jhon dan memejamkan matanya. Buka untuk kembali tidur, tapi untuk menikmati aroma tubuh Jhon yang begitu membuatnya ketagihan. Tapi mata Elia kembali terbuka lebar saat sesuatu di bawah sana terasa mengeras mengenai kulitnya.

" Jhon? "

Jhon yang sebenarnya tidak ingin membuat Elia kelelahan, akhirnya menyerah dengan usahanya yang sok perduli itu. Dia bangkit lalu mengubah posisi nya dan langsung merengkuh tubuh Elia.

" Ayo lakukan lagi. " Elia membulatkan matanya karena terkejut. Sebenarnya dia sudah tidak lemas seperti semalam, hanya saja Jhon seperti singa kelaparan saat melakukan itu. Dia benar-benar menjadi buas dan susah untuk berhenti. Tapi mau bagaimana lagi, kegiatan yang meski mengandung rasa malu, toh nyatanya juga sangat Elia nikmati. Elia menyambut hangat bibir Jhon yang sudah menyergap bibirnya. Dia juga melingkarkan kedua lengannya di leher Jhon dan mulai fokus dengan kegiatannya pagi ini.

Ibu Sofia yang saat itu ingin mengetuk pintu kamar bersama Yana dan Ive di gendongannya, perlahan-lahan mundur dan menjauhi kamar Elia dan Jhon Sembari jari telunjuknya menempel di bibirnya mengisyaratkan untuk jangan bersuara. Sebenarnya Ibu Sofia ingin meminta Elia memberikan asi kepada Ive karena sudah beberapa hari Ive tidak mendapatkan Asi langsung dari ibunya. Tapi mendengar situasi di dalam kamar yamg sedang Hot itu, bagaimana mungkin Ive akan mendapatkan Asi?

" Baiklah cucu nenek yang cantik, sepertinya kau akan meminum asi perah yang dihangatkan lagi. " Yana hanya bisa mengeryit lalu mengangguk. Dia memang tidak tahu apa yang terjadi di kamar majikannya, karena Ibu Sofia lah yang lebih dekat dengan pintu dan sempat menempelkan telinganya disana.

Sarapan pagi hari ini terasa begitu sepi bagi Ibu Sofia. Apalagi para pelayan yang selalu menolak dengan halus ajakan Ibu Sofia untuk makan bersama, Ibu Sofia benar-benar begitu kesepian pagi ini. Setelah memikirkan beberapa solusi, akhirnya dia tersenyum dan menghubungi seseorang agar bisa menemaninya di setiap waktu.

***

Hendrick yamg kini mulai membaik, perlahan membuka mulut menerima suap demi suap bubur dari Zila. Setelah kejadian beberapa hari yang lalu itu, rasa cinta Hendrick kepada Elia langsung berubah menjadi rasa benci. Dia bahkan tidak lagi memikirkan putrinya yang beberapa waktu lalu sangat ia idam-idamkan ke kebersamaannya. Dia bertekad akan membalas setiap rasa sakit yang ia terima karena ulah Elia dan Jhon.

" Nak, " Ibu dan Ayahnya Hendrick datang bersamaan.

" Bagaimana keadaan mu hari ini? " Tanya Ayahnya Hendrick.

" Sedikit membaik, Ayah. "

" Syukurlah. "

Hendrick terdiam sesaat sebelum menanyakan apa yang mengganjal di hatinya.

" Ayah, kenapa tidak melaporkan Jhon ke polisi? apa Ayah hanya akan diam melihat ku di perlakukan begini? aku bahkan sekarat Ayah. Beberapa hari lalu aku hampir mati. Kenapa Ayah dan Ibu tidak melakukan apapun kepada Jhon? " Protes Hendrick.

" Kami sudah pernah mencoba, Nak. Tapi kau tahu bagaimana Jhon kan? dia selalu memegang kartu AS kita dalam keadaan apapun. Kita tidak bisa gegabah Nak. Bukan hanya kau yang akan celaka nantinya, tapi seluruh Dargo akan hancur kalau kita melakukan tindakan yang salah. "

Hendrick mengepalkan kedua tangannya dengan rahang yang mengeras marah. Rasa benci kepada Jhon semakin besar ia rasakan. Apalagi saat Elia dengan terang-terangan menolaknya dan mengatakan hal buruk tentangnya, dia benar-benar tidak bisa menerima itu semua. Dia beranggapan bahwa Elia la wanita kotor yang tidak pantas untuk dirinya.

" Aku akan menghancurkan kalian semua! " Hendrick berucap dengan mata yang begitu mengobarkan kebencian. Zila yang melihat itu tersenyum tipis. Inilah yang dia inginkan. Semua membenci Elia seperti dia membencinya. Semua mengaguminya dan memandang hina ke arah Elia.

Zila, sekali lagi kau berhasil melakukan hal yang memuaskan. Sekarang permainan yang lebih seru akan di mulai.

***

Hari sudah menjelang siang, dan Elia baru bisa keluar dari kamar dengan kedua kaki yamg gemetar. Semalam dia sudah kehabisan tenaga dan pagi ini juga terjadi. Mau tidak mau dia harus banyak makan untuk mengembalikan semua tenaganya yang sudah terbuang itu.

" Elia? " Ibu Sofia yang sedang menggendong Ive menghampiri Elia dengan senyum yang terlihat aneh bagi Elia.

" Siang sekali bangunnya? " Ledek Ibu Sofia. Matanya melotot sesaat saat melihat leher Elia yang di penuhi tanda merah. Ibu Sofia bahkan sampa menelan ludahnya sendiri.

Ya ampun! mereka ini bergairah sekali ruapanya ya?

Elia yang lupa kalau banyak tanda merah di lehernya, langsung menutupinya dengan telapak tangan. Maklum saja, rasa lapar yang berlebihan itu membuat setengah otaknya lumpuh sesaat. Ibu yang melihat reaksi malu Elia kini tengah menahan tawanya.

" Pergilah makan. Makan yang banyak ya.. Kau kan harus menyusui dua bayi. " Ibu Sofia kembali menutup mulutnya dan berlalu meninggalkan Elia begitu saja.

Elia memegangi wajahnya yang terasa panas.

Ya ampun! pipi ku pasti merah. Oh...! aku mau sekali!

Elia tak membuang-buang waktu dan langsung memakan makanan yang sudah disiapkan oleh pelayan. Setelah itu dia kembali ke kamar dan tak lupa membawa sepiring makanan untuk Jhon yang tadi belum bangun. Sesampainya dikamar, Elia tak mendapati Jhon di tempat tidur. Tapi suara gemercik air sudah bisa menandakan jika itu adalah Jhon. Elia meletakkan sepiring makanan itu di meja lalu menyiapkan pakaian rumahan untuk Jhon. Setelah itu, Elia mulai merapikan tempat tidur yang sangat berantakan. Entah mengapa melihatnya Elia selalu teringat tentang apa yang sudah dia dan Jhon lakukan.

" Kau sedang memikirkan sesuatu? " Jhon memeluk tubuh Elia dari belakang. Tentu saja Elia kaget dan langsung memutarkan tubuhnya menghadap Jhon. Jhon tersenyum melihat pipi Elia yang masih bersemu merah.

" Ja jangan begini, Jhon. Pakailah dulu baju mu lalu makan makanan mu. " Elia perlahan menyingkirkan kedua lengan Jhon yang masih betah melingkar di pinggangnya.

" Elia, sebenarnya aku ingin mengulangnya lagi, tapi melihat kedua kaki mu yang gemetar, aku akan menahannya sampai malam nanti. " Jhon tersenyum miring sembari mengusap pipi Elia dengan sebelah tangannya.

Elia menelan salivanya menatap mata Jhon yang seolah sudah menandainya sebagai mangsa.

Ya ampun! Jhon jadi buas begini hanya dalam beberapa jam saja.

TBC

1
74 Jameela
Jhon...Jhon...hhhhhmmmm bahagialah kamu brsm keluargamu🥰
Dyah Rahmawati
Hendrik goblok...kau👊
Dyah Rahmawati
ayo semangat elia...jadilah istri ya john
ayu cantik
suka
Yuningsih Nining
woaah ini mah saling tatap curiga
adek nya Ive otw ni.....
Ester Hadasa Ruru
Luar biasa
YuWie
lha di sensor bgmana tau klo banyak pria..wong wajahe di sensor
R baenah Yusof: 😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
YuWie
kesuwen pak
YuWie
awass nek salle eli salah paham ya jhon.. gak suka walo rendra yg nyamar..iahh
YuWie
krg dong klo cmn hendrik aja yg tau
YuWie
aq jg sdh gak sabar lihat zila family kena batunya
YuWie
takuttttt kata john
YuWie
kesuwen taoi ya el..2 -3th..pelan2
YuWie
jangan coba2 kau eli..kata jhon
YuWie
Luar biasa
YuWie
baru baca
Ahmad Zaenuri
terserah author ya mo cowok or ciwik kan yg nulis aothornya
Ahmad Zaenuri
bangun dong Jhon ....
Ahmad Zaenuri
oh sweet /Kiss//Kiss/
Ahmad Zaenuri
ibu Jhon lebih baik dari makanya Hendrick
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!