NovelToon NovelToon
Bodyguard Ku Suamiku

Bodyguard Ku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: wheena the pooh

"Ini uang, aku menginginkan suamimu!" ucap Nadine serius.

"Apa???" Dinda tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Patah hati dari penghianatan sang kekasih yang berselingkuh dengan adiknya sendiri membawa kisah tersendiri seorang Nadine yang semula angkuh dan sombong namun berubah lebih baik hanya karena terpesona pada bodyguardnya sendiri.

Kisah gadis kaya raya yang terlalu mudah jatuh cinta kembali pada seorang pengawal pribadinya, membawa ia pada kenyataan lain yang tidak ia ketahui selama ini.

Farhan Pradhipta merupakan sosok yang mampu membuat Nadine kembali merasa hidup disaat yang tepat, namun siapa yang menyangka bahwa lelaki ini tidaklah seperti yang Nadine kira.


Penasaran?




Lanjut ke Bab ya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wheena the pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

"Farhan?"

"Aku dan Dinda bukan suami istri," Farhan mengulangi kata-katanya.

"Benarkah? lalu anak itu? dia memanggilmu ayah"

"Dia Zia, putrinya Dinda. Dia terbiasa memanggilku begitu sejak kecil"

"Farhan"

"Aku bisa menjelaskan kesalahpahaman ini, ceritanya cukup panjang nona. Maafkan aku jika kau marah Dinda telah menamparmu"

Nadine tidak menjawab, ia malah menutup mulutnya seakan tidak percaya. Gadis itu tiba-tiba merona, ia seperti kehilangan beban yang menghimpit dadanya selama dua hari terakhir.

Farhan masih menunggu tanggapan Nadine, namun ia dibuat terkejut saat Nadine berhambur memeluknya dengan erat.

"Farhan benarkah itu? kau bukan suami orang?"

Farhan menggeleng.

"Juga bukan ayah dari anak itu?"

Farhan kembali menggeleng. Demi apa Nadine tidak pernah merasa sebahagia ini, gadis itu memeluk Farhan lagi. Kali ini Farhan membalas pelukan Nadine dengan kedua tangan besarnya seraya tersenyum.

"Katakan padaku kapan kau akan menikahiku?"

Senyum pria itu kembali pudar, ia melepas pelukan lalu memandang Nadine dengan tatapan serius nan penuh selidik.

"Nona, menikah tidak semudah kata-kata yang kau ucapkan"

"Akan mudah jika kita melewatinya bersama, lagipula apa kau mau jadi pria yang tidak bertanggung jawab? kau pikir aku akan tinggal diam setelah kau tiduri semalam?"

Farhan terdiam, ia sungguh bingung untuk menjawab apalagi mengiyakan permintaan Nadine yang tiba-tiba itu bahkan ia baru saja terbangun dari keadaan yang ia merasa seperti pingsan.

"Kau tidak percaya padaku? apa aku harus membuka jubah ku ini jadi kau bisa lihat ada banyak bekas percintaan kita semalam"

Ucap Nadine yang telah mengancam Farhan dengan membuka tali pengikat jubah handuknya.

"Tidak, tidak jangan dibuka," cegah Farhan menghentikan tangan Nadine.

Nadine terus mendesak, hingga Farhan terpaksa hanya mengangguk saja tanpa banyak bicara.

Nadine membiarkan Farhan keluar dari kamarnya setelah Farhan memutuskan akan bertanggung jawab dengan menikahinya.

"Yes.... kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja? terlebih saat tahu kau bukan suami orang, oh aku sungguh bahagia, kau menggemaskan Farhan"

"Tidak akan Farhan, tidak akan ku lepas kau kali ini"

Gumam Nadine setelah Farhan menghilang dari balik pintu kamarnya, pada kenyataannya Farhan memang tidak melakukan apapun padanya semalam, pria itu tiba-tiba pingsan meski dalam keadaan mabuk Nadine tentu mengambil kesempatan karena ia telah kehilangan akal ingin memiliki Farhan meski suami orang sekalipun.

Bak keberuntungan berpihak padanya, Farhan yang pingsan ia tuntun untuk tidur di ranjangnya agar mereka terlihat selesai bercinta.

Nadine bersyukur jika minuman itu diminum oleh Farhan bukan dirinya, meski setengah sadar ia mengingat minuman itu disiapkan untuknya oleh Windy, entah apa alasan teman malamnya itu.

Di luar kamar, Farhan tampak melamun di tepi sebuah jendela yang menghadap langsung pada gedung-gedung bertingkat tinggi yang memenuhi kota.

Pandangannya jauh menerawang kehidupannya yang banyak berubah dalam beberapa tahun, ia memejamkan mata sejenak mengingat beberapa urutan kejadian yang membuatnya pindah ke kota ini.

Ada banyak hal yang tidak ada satupun orang di kota ini tahu tentangnya dimasa lalu kecuali Dinda, iya perempuan ini berperan penting dalam kehidupannya bahkan hingga sekarang.

Terlebih Nadine yang baru saja ia kenal beberapa bulan ini karena pekerjaan, entah Farhan menyadari atau tidak hatinya menghangat ketika bersama majikannya itu, bagaimana cara Nadine menatapnya, menciumnya tanpa permisi, memeluknya tanpa malu.

Senyum sungging ia kembangkan, lalu ia menyadari telah melakukan kesalahan besar bahwa ia meniduri majikannya sendiri, meski ia tidak mengingat apapun namun lari dari kenyataan bukanlah dirinya.

Menikah adalah keputusan yang tepat untuk menghargai Nadine sebagai wanita yang telah ia jamah semalam dalam keadaan tidak sadar. Farhan ingin menikah namun tidak dengan cara seperti ini, menikah karena bertanggung jawab atas kesalahan fatal yang belum pernah ia buat meniduri majikannya sendiri.

Sungguh pria itu malu terhadap dirinya sendiri. Lamunannya buyar saat mendapat sebuah pelukan dari seorang perempuan yang telah memakai baju atasan yang kebesaran serta hot pant yang menampilkan tubuh bagian bawahnya.

"Kau ingin kopi?" tanya Nadine pelan di balik punggung pria yang juga telah memakai kaosnya.

Farhan tidak menjawab, ia berbalik badan menghadap Nadine yang menatapnya bahagia, wajah gadis itu cerah secerah matahari pagi hari ini.

"Nona, maafkan tentang semalam, sungguh aku menyesalinya, aku lancang menyentuhmu, aku benar-benar tidak berniat seperti itu, percayalah"

Nadine tersenyum.

"Panggil aku Nadine, hilangkan bagian nonanya"

Lalu Nadine memeluk Farhan, ia menjatuhkan kepalanya di dada pria itu.

"Jangan tinggalkan aku Farhan, aku tidak meminta apapun selain kau menikahiku dan hidup bersama ku"

"Aku hanya takut kau tidak mengenalku dengan baik karena perkenalan kita cukup singkat"

"Kita akan berkenalan lebih jauh setelah menikah," jawab Nadine enteng.

"Bagaimana jika aku menyakitimu setelah menikah?"

"Itu tidak mungkin"

"Kau tidak mengenalku nona"

"Setelah menikah saja," jawab Nadine lagi.

"Bagaimana kau bisa bahagia dengan lelaki yang tidak memiliki apa-apa ini? kita bagai dua sisi yang berbeda"

"Aku sudah memiliki semuanya sayang, aku tidak butuh hartamu, harta ku saja tidak tahu harus ku habiskan untuk apa mana sempat untukku mengurus harta orang lain"

"Aku hanya butuh pria ini, pria yang selalu membuatku penasaran, aku mencintaimu Farhan, ayo kita menikah"

Farhan terdiam, ia menatap Nadine yang tersenyum padanya.

"Seharusnya aku lebih jantan lagi menikahimu bukan karena kecelakaan seperti ini, seharusnya aku melamarmu dengan baik bukan menidurimu seperti semalam"

"Bicara tentang semalam, apa kau ingin mengulanginya?" goda Nadine yang ingin mengalihkan pembicaraan.

Farhan menggeleng dengan pelan.

"Ayolah aku hanya bercanda," Nadine terkekeh melihat raut Farhan.

Bel berbunyi.

"Itu pasti Rose"

Nadine menautkan tangannya pada jari besar Farhan dan berjalan bersama menuju pintu apartemen. Farhan tidak menolak.

"Hai Rose!" sapa Nadine tersenyum bahagia.

Rose menatap heran mereka berdua yang menempel.

"Nadine?Farhan?"

"Untunglah kau kemari, atur jadwal ku kosongkan hari ini. Kami akan menikah hari ini Rose"

Nadine bicara lancar tanpa hambatan, ia menggoda Rose dengan mengecup tangan Farhan dengan mesra lalu menempelkannya di pipi.

"Apa?"

Farhan dan Rose tidak bisa menyembunyikan raut terkejut mereka.

"Hari ini?" Farhan menoleh.

Nadine mengangguk pasti.

"Lebih cepat lebih baik bukan? bukankah kau sudah berjanji, apa kau mau aku hamil dulu baru menikah? aku sedang masa subur, mana tahu semalam itu langsung jadi"

Rose ternganga mendengar Nadine mengatakan kalimat demi kalimat yang ia belum mengerti pagi ini.

Farhan memejamkan matanya menahan kesal, bagaimana Nadine dengan lancar mengatakan tentang aib yang telah mereka perbuat semalam.

"Rose, kau baik-baik saja?"

"Nadine? apa yang terjadi semalam? Nadine apa kau ingin membunuhku? sudah ku katakan Farhan adalah suami orang, apa kalian tidur bersama?"

Nadine mengangguk tersenyum menahan geli melihat raut Rose yang tampak menggemaskan.

"Oh my god.... apa ini, apa kau ingin menjadi perebut suami orang?"

"Apa salahnya menjadi istri kedua?" goda Nadine lagi.

1
Taqwim Mujiono
Luar biasa
Miela Zaa
gk suka sma yg komen aneh2 ... klo gak suka crita x gk ush dbca ... spnjng crita ttp dbaca tp komen jelek2 trus jd bosen sm comen x
Odhe Canang
Lumayan
Odhe Canang
Kecewa
Safa Almira
suka
Jihan Hwang
thor aku marathon baca ini... suka bgt sm ceritanya

mampir juga ya di karyaku jika berkenan
Heryta Herman
walaupun cerita menggantung tapi aku suka thor..terima kasih...
semangat terus thor...
Heryta Herman
alur cerita nya sprti drama turki...
Heryta Herman
farhan bukan kakakmu nadine...aditya lah kakakmu se ibu...
Heryta Herman
ceritanya berbelit" ni...farhan terlalu bnyk rahasia dgn istri..jngn sampai nti istrimu tau dan sdh terlambat farhan...jaga hati istrimu...kau memilihnya dgn segala kelebihan dan kekurangannya
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TAMAT JUGA..
Sulaiman Efendy
BETUL KATA FARHAN, SI NADINE MMG WANITA BODOH, HRSNYA DIA CARI KBNARAN, BKN BRSPEKULASI SENDIRI, MINIMAL DIA BRTEMU ZAHARA DN BICARA..
Sulaiman Efendy
FARHAN BALAS SPRTI WINDY YG KASI OBAT TIDUR..
Sulaiman Efendy
PASTI ANAK FARHAN TUH
Sulaiman Efendy
JADI MAKIN RUMIT, HRSNYA NADINE CERITA K FARHAN, BKN DGN CARA MNYAKITKN SPRTI INI
Sulaiman Efendy
BRRTI ADITYA KK NADINE SATU IBU..
Sulaiman Efendy
YG SALAH SI RINALDI, ORG KAYA TPI TDK BRTANGGUNG JAWAB..
Sulaiman Efendy
BENARKN, SI TUA SMITH MMG AYAHNYA FARHAN..
Sulaiman Efendy
YAKIN SI SMITH MMG AYAHNYA FARHAN..
Sulaiman Efendy
PASTI OTW HAMIL
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!