Rate 21+
#Bijaklah dalam membaca#
Seorang Tuan Muda yang bernama Kelvin Artademaga yang kerap dikabarkan seorang playboy kelas kakap, dalam sekejap bisa jatuh cinta dengan Wulan gadis yang ia temui tak sengaja di sebuah Club.
Kelvin begitu tergoda, hingga pada akhirnya Kelvin menjebak Wulan. Hingga pada akhirnya, seorang Kelvin berhasil merenggut kesucian gadis itu. Tanpa Kelvin sadari, kalau wanita satu malamnya itu adalah pembantu yang bekerja di rumahnya. Wulan saat itu kabur dari rumah mewahnya dan menyamar menjadi gadis cupu. Gadis berkacamata besar.
Berhasilkah Tuan Muda mengejar cinta satu malamnya?
Disaat Wulan dan Kelvin sudah menyatu dengan ikatan suci pernikahan yang baru sehari. Kelvin harus menelan pahit karena Wanita satu malamnya pergi selama-lamanya.
Sanggupkah Kelvin menjalani hari-harinya? Sanggupkah Tuan Muda ini menjadi sosok ayah dan ibu untuk Baby Al, hasil cinta 2 malamnya dengan Wulan.
Apakah kehadiran Kanaya (kembaran Wulan) mampu membuat Kelvin jatuh cinta?
Penasaran sama kisahnya?
Hanya di Tuan Muda Mengejar CINTA (Cinta Satu Malam)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Wulan yang sangat yakin kalau dirinya itu tangah hamil. Wulan langsung pergi keluar untuk menemui Kelvin di kantornya. Wulan masih berpakaian layaknya seorang pembantu. Perpakaian lusuh dan berkacamata besar. Dengan percaya dirinya Wulan masuk kedalam kantor perusahaan yang di pimpin oleh Kelvin. Kedatanganya menjadi sorotan para karyawan di kantornya Kelvin. Kenapa tidak? Karena penampilannya yang lusuh.
"Tadi ada wanita cantik, seksi! Eh... sekarang wanita jelek yang masuk ke kantor ini," celoteh salah satu karyawan.
Gisel sudah pulang! Niat Gisel sekarang akan menemui Vipian mamanya Kelvin. Gisel akan mengaku kalau dirinya adalah pacarnya Kelvin. Wanita yang sangat Kelvin cintai.
Saat ini Kelvin sedang menghadiri rapat. Wulan menunggunya di depan ruangan tempat kerjanya Kelvin.
"Aku sangat yakin kalau aku itu hamil anaknya Kelvin," gumamnya sembari mengelus-ngelus perutnya.
Perut Wulan masih terasa sangat mual. Kepala Wulan juga sangat pusing. Kelvin masih lama rapatnya.
"Jadi kamu pacarnya Kelvin? Wanita yang sangat Kelvin cintai?" tanya Vipian. Dirinya begitu terkejut sekaligus senang karena akhirnya wanita yang Kelvin cintai itu menemuinya.
"Iya tante! Rasanya Gisel ingin sekali di akui di depan publik kalau Gisel ini pacarnya. Tapi, Kelvin tidak mau katanya nanti saja saat ulang tahun. Gisel jadi kesal, mangkanya Gisel menemui tante."
Gisel sepertinya sudah sangat sukses membuat Vipian mempercayainya kalau Gisel adalah wanita yang sangat Kelvin cintai.
Vipian menghubungi salah satu reporter untuk datang ke rumahnya. Vipian akan memumumkan Gisel kepada seluruh publik kalau Gisel adalah calon menantunya, wanita yang sangat dicintai oleh Tuan Muda Kelvin.
Betapa tercengangnya saat ini Wulan ketika melihat di layar televisi ketika Vipian mamanya Kelvin memperkenalkan sosok Gisel kepada publik.
"Ini adalah Gisel wanita yang membuat Tuan Muda Kelvin Artademaga jatuh cinta. Hubungan Kelvin dan Gisel akan di resmikan tepat di hari ulang tahun Kelvin. Terimakasih!"
Hati Wulan benar-benar sakit mendengarnya, "Kelvin kamu jahat!" pekiknya.
Wulan bangkit dari duduknya. Kemudian Wulan berlari meninggalkan kantornya Kelvin.
Bukan Wulan saja yang terkejut, tapi Arya papanya Wulan. "Dasar lak-laki baj*ngan," desis papa Arya seraya memukul meja kerjanya.
"Si Tuan Muda itu sudah menyentuh putriku dan sekarang malah memumumkan calon tunangannya di depan publik," geram papa Arya. Kemarahannya semakin memuncak.
Kelvin sama sekali belum mendengar kabar yang di beritakan mamanya kepada media publik. Kelvin masih disibukan dengan rapat. Sementara Bima, dia yang paling bahagia mendengar kabar ini.
"Bagus Gisel! Saya suka cara kamu. Hahaa... " Bima benar-benar puas dengan kerjanya Gisel.
Wulan menangis di dalam kamarnya di rumah mewahnya. Nani terkejut saat Lea menangis di dalam kamar Wulan. Mobil Papa Arya sudah tiba di halaman rumah.
"Eh kamu ngapain nangis di sini?" tanya Nani ketusnya.
"Ini kan kamar aku! Jadi aku berhak!" jawab Wulan dengan entengnya.
Nani tercengang!
"Dasar pembantu tidak tahu diri?" bentak Nani.
Wulan bangkit. Wulan membuka kacamata besar dan tompelnya, "Saya bukan pembantu! Saya Wulan Azzalea Putri Wijaya! Saya pewaris tunggal keluarga Wijaya! Dan untuk anda, saya tahu kalau anda di balik kematian mama saya."
Nani terbelalak. Nani menyumpal mulutnya dengan kedua tangannya. Papa Arya berdiri di ambang pintu. Papa Arya begitu tercengang saat mendengar perkataan soal kematian mendiam istrinya itu ada sangkut pautnya dengan Nani.
"Papa!" Wulan menghampiri papanya. Lalu memeluknya.
"Papa, bawa Wulan pergi kemanapun! Tanpa ada yang mengetahui keberadaan Wulan," lirihnya.
(Bersambung)