Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 30
Beberapa bulan setelah Nana mengobrol dengan Marcel untuk melepas rindu.
Setelah mengobrol dengan Marcel lewat telepon, bukannya rindunya terobati. Nana malah tambah rindu.
Apa ini alasan Marcel, tidak pernah mau membalas pesan atau menerima telpon darinya. Takutnya enggak nahan pengen ketemu..
Tapi benarkah Marcel rindu padanya?
Tapi kenapa Marcel harus mau repot merindukannya?
Tentu saja karena Nana istrinya, wajar saja bukan, kalau seorang suami merindukan istrinya!
Tapi tidak bisakah alasannya karna cinta saja..
Nana dan Marcel pun makin ketagihan saling berhubungan lewat telepon hingga kedua akhinya bertemu.
Tidak seperti yang diharapkan, dua insan yang saling merindukan ketika bertemu setelah sekian lama, akan melampiaskan rindu lewat pelukan dan kecupan atau bahkan lebih dari itu.
Tapi yang terjadi bukanlah seperti itu, malah Nana juga Marcel terlibat kecanggungan luar biasa.
Tidak ada pelukan.
Tidak ada ciuman.
Yang ada hanya saling menatap satu sama lain tanpa suara.
Pak Marcel gak mungkin cinta padaku, kalau cinta, ia pasti akan menjauh saat Rena mendekatinya.. Batin Nana
Siapa Rena sebenarnya dan kenapa ia begitu bersikukuh mendekati Marcel yang udah menikah.
Nana heran, urat malunya Rena itu ada dimana?
Kenapa sama sekali Rena seakan tidak punya urat malu saat menggoda Marcel dengan terang terangan dihadapan Nana notabe istri dari Marcel.
Dan Marcel apa arti dari skinship yang berikan kepada Nana? Apa itu cuma angin lalu yang bukan apa-apa dan bukan karna cinta.
Membuat Nana baper lalu tidak mempertanggung jawabkannya. Apa Marcel memang tipikal pria seperti itu?. Pikir Nana bertanya-tanya dalam hatinya.
Atau Marcel memang mencintainya, bolehkah Nana berharap demikian..
"Kak Nana." Sapa Yuyun mencoba menyadarkan Nana dari lamunannya. Kini ia telah mengubah panggilannya ke Nana dari Mbak menjadi kakak.
"Woii.. Kak, kalo gak mau makan bilang dong! Gak usah kali pake acara ngaduk-ngaduk makanan gak jelas gitu kayak lagi ketimpa jin deh." Omel Yuyun.
"Apaan sih Yun, orang lagi gak ngelamun kok." Elak Nana.
"Apaan sih yang dipikirin?" Tanya Yuyun penasaran.
"Gak ada." Jawab Nana singkat sambil menolehkan kepalanya melihat kesamping dan tanpa sengaja ekor matanya menangkap sosok seseorang yang dikenalinya dan sosok itu ialah orang yang sama dengan yang dilamunkannya.
Marcel bersama Rena tampak serius membicarakan sesuatu. Nana tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan karna jarak meja tempatnya duduk dikafe terlalu jauh dari Marcel.
Tapi Hal itu berhasil membuat Nana berpikir sepertinya dugaannya benar.
Marcel dan Rena saling menyukai.
Nana menduga lagi, hubungannya dengan Marcel yang merenggang pasti akibat adanya Rena di antara ia dan Marcel.
Nana pun beranjak karna sudah tidak tahan berlama-lama melihat kebersamaan antara Marcel dan Rena.
"Aku duluan ya Yun! Masih ada bimbingan nih." Ucap Nana tiba-tiba bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan Yuyun sendirian di kafe.
"Yah ditinggalin.. " Ucap Yuyun merasa apes sebab Nana meninggalkannya.
•••
"Wah.. cewek!! Sendirian aja Neng.." Goda Rizky.
"Loh liat!!." Jawab Nana dengan judes dan telihat kesal.
Rizky hanya acuh atas tindakan Nana barusan padanya, mendekat lalu menggambil tempat duduk tepat disamping Nana.
"Judes amat sihh lohh.. Suerr, demi apa Pak Marcel sampai mau sama kamu? Dada rata, mulut mirip comberan, otak jangan ditanya?? Pintar bangat cari ide buat bikin onar." Ejek Rizky menghina Nana.
"Gila, itu mulutmu minta aku jahit ya? Diam gak." Geram Nana dengan kekesalannya yang sudah di ubun-ubun.
Demi apa hari ini dia sial bangat. Marcel ternyata sama aja dengan Pria lain, satu wanita gak cukup!
Dasar ****!!.. umpat Nana dalam hati.
TO BE CONTINUED
Ditunggu like dan komentar ya beib..
Info lengkapnya
Facebook : Saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Wattpad : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..