NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Curly

Hola ...
Update setiap hari ... !!!

Warning :
Novel ini bisa membuat kalian tersenyum-senyum sendiri dan tertawa gemasss ...!!!
Novel ini juga mengandung banyak bawang ditengah!!! Selamat membaca ...

Karena ada yang minta sekuel anaknya Galas dan Gayung. Ini aku kasih sekuel mengenai anak kedua mereka, Jusuf Alexander.

Dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk menengok kedua orang tuanya yang kini menetap dikota kelahiran mereka. Jusuf Alexander tersesat dijalan karena mengikuti Google Map. Padahal ibunya sudah mengingatkannya untuk tidak mengendarai mobil sendiri. Karena Alex lemah mengingat jalan.

Hingga akhirnya ia tersesat dijalanan terjal dalam kondisi mobil yang tiba-tiba mogok. Apesnya hujan mengguyur begitu deras malam itu. Hingga ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sampai kemudian muncul seorang gadis yang menolongnya.

Dari sanalah perjalanan cintanya yang amazing bermula. Ikuti terus ya ...Ok say ...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 ( Pelangi diatas Danau )

"Kevin." Alex melirik tak sabar pada asistennya yang begitu fokus dengan pekerjaannya itu.

"Ya, Bos?" Kevin menoleh pada sang atasan.

"Solat sana ...," usir Alex halus. Laki-laki itu sedang mencari cara, agar asitennya itu segera minggat dari ruangannya. Ia ingin menelfon Pandan. Itu saja. Ia rindu berat dengan sang istri. Sepertinya akan sedikit terobati jika ia bisa mendengar suaranya.

"Sebentar, Bos. Tanggung," jawabnya lalu kembali fokus pada laptopnya. Tumbenan banget si Bos ingatin aku solat. Kesambet setan baik mana dia? Batin Kevin curiga.

Alex melirik gemas. Astaga ... bagaimana cara mengusir si Playboy tengik ini? Hah, harusnya aku dulu membuat ruanganku sendiri, sesal Alex dalam hati.

Setengah jam kemudian. Setengah jam yang rasanya bagai setahun bagi laki-laki yang sedang dimabuk cinta itu.

"Bos, aku ke toilet dulu. Sekalian solat," ijin Kevin sembari menggeliatkan tubuhnya.

"Oh, ya ... silahkan-silahkan ...," jawab Alex dengan senyum senang. Kenapa tidak daritadi saja kamu minggatnya? memang itu yang aku harapkan, batin Alex gemas sendiri karena sudah menunggu lama.

Kevin menautkan alisnya keheranan sembari melangkah keluar. Dalam hati, sebegitu bahagianyakah si Bos melihatnya menunaikan ibadah? Tumben-tumbenan ... ck ck ck semakin aneh saja si Alex.

Begitu Kevin keluar, Alex langsung menekan nomor telefon kantor yang menghubungkannya dengan Pandan. Anehnya dadanya bisa berdebar hebat hanya karena sebentar lagi akan berbicara dengan istrinya yang manisnya kelewat batas itu.

"Halo." Suara lembut Pandan, membuat Alex semakin merindukan sang istri.

"Pandan." Alex sedikit berdehem untuk menetralkan suaranya. Mendengar suara Pandan, membuatnya tak bisa mengontrol senyum dibibirnya.

"Hemm?" tanpa Alex tahu, bahwa Pandan pun merasakan hal yang sama. Hanya saja gadis itu begitu pandai mengontrol ekspresi wajahnya, ia tak ingin mendapati kecurigaan rekan-rekan kerjanya.

"I love you too." Alex membalas ungkapan cinta yang Pandan tulis dikertas yang terselip dimakanan yang dikirimkannya tadi siang.

"Hemm." Pandan melipat bibirnya, menyembunyikan senyumnya. Tangannya bergerak memainkan pulpen ditangannya dengan gerakan lincah. Sementara disampingnya, ada Arif, OB baru yang sedang menunggunya untuk meminta kasbon. Pria berwajah lugu itu duduk manis dikursi plastik berwarna merah, diam-diam mengagumi wajah manis yang sedang menerima telfon itu. Sembari mengingat-ingat senyum sumringah Bosnya tadi siang setelah mendapatkan kiriman makanan dari wanita cantik itu. Pikirannya mulai menduga-duga.

"Nanti pulang bersama, ya ... tunggu aku didekat danau," ucap Alex kemudian. Untuk Alex, bayangkan saja wajahnya yang sedang kasmaran. Sesekali Mika menoleh padanya dari tempat duduknya. Namun Alex terlalu fokus pada Pandan, membuatnya tak menyadari hal itu.

"Hemmm." Pandan mengulum senyumnya.

"Aku mencintaimu," ucap Alex sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.

"Aku juga." Hanya itu yang bisa Pandan katakan. Ia tak mungkin secara gamblang menjawab ungkapan cinta Alex padanya dalam situasi ini.

***

Setelah hujan, pelangi nampak melengkung indah diatas danau. Seperti itulah, yang Pandan saksikan dari sudut pandangnya sekarang. Tempatnya berdiri kini, dengan payung merah yang melindunginya dari gerimis yang sesekali masih saja jatuh ke bumi. Kakinya melangkah pelan-pelan, menikmati sore yang menenangkan melewati pinggir danau. Sesekali ia bergeser ke kiri atau ke kanan menghindari kubangan air. Pandan sengaja berlama-lama menikmati pemandangan disana. Mondar-mandir sembari menghirup aroma hujan yang menyenangkan. Menunggu sang suami, tentu saja.

Perhatiannya mulai teralih tatkala sebuah mobil berhenti tepat didekatnya. Pandan lantas melangkah mendekat bersamaan Alex yang turun dari mobilnya.

"Wah, ada pelangi?" Alex ikut bergabung dalam satu payung dengan Pandan. Mengambil alih gagang payung itu dan menautkan jemari mereka.

"Alex, nanti ada yang melihat." Pandan mengingatkan, karena Alex terlihat begitu bersemangat menggangeng tangannya lebih mendekat ke arah danau.

"Tidak ada, Sayang. Semua sudah pulang." Sebenarnya Alex terlalu rindu dan berpayung bersama menikmati pelangi dipinggir danau dengan wanita yang dicintainya terlalu menggoda untuk dilewatkan. Tanpa ia tahu sepasang mata begitu terluka menyaksikan kedekatan diantara mereka berdua.

"Pandan, ayo foto berdua," ajak Alex sembari mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada Pandan. Karena tangannya tentu saja lebih bebas daripada dirinya.

"Aleeex ... geli." Pandan melepaskan tangan Alex yang memeluk pinggangnya.

"Astaga Pandan ... baru juga dipegang pinggangnya belum yang lain." Alex mendelik geli mendengar protes istrinya itu.

"Alex, jangan mesum!" Pandan mencubit pinggang Alex. Tapi alih-alih merasa kesakitan, Alex justru tertawa melihat istrinya yang nampak manyun itu. "Memangnya kamu berani," ledek Pandan. Bahkan selama ini, selalu dirinya yang berinisiatif lebih dulu.

"Wahh ... Pandan, kamu menantangku?" Alex tidak terima. Ia bukannya tidak berani, hanya saja Alex sadar diri bahwa ia belum bisa mengakui status Pandan sebagai istrinya dihadapan semua orang. Karenanya ia menahan diri selama ini. "Ayo kita pulang saja kalau begitu." Alex sengaja berbisik dengan nada sensual.

"Mau apa?" tanya Pandan pura-pura tidak tahu. Tapi justru memancing sesuatu dalam diri laki-laki itu.

"MAU APA? Wahh ... apa aku harus menjelaskannya?" Senyum mesum terbit sempurna dibibir Alex sementara tangannya merangkul pundak istrinya itu gemas sendiri.

Pandan hanya tertawa lalu merapatkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya dipinggang Alex. Siap mengambil gambar mereka berdua. "Alex mesum. Ayo foto."

Mereka saling mendekatkan wajah mereka dan pada detik ke lima.

Cup.

Alex mendaratkan bibirnya dipipi putih istrinya. Otomatis Pandan membulatkan matanya mendapat kecupan kilat dari suaminya yang tampak tersenyum puas itu.

"Aleeex ... akunya jadi jelek," protes Pandan ketika melihat hasil gambar mereka.

"Astaga ... Ini bagus, Pandan. Wahh ... mesra sekali bukan ...." Alex tertawa senang. Kontras dengan wajah Pandan yang manyun mendapati dirinya melotot difoto itu.

"Ulang," pinta Pandan, tetap tak terima dengan hasilnya.

"Baiklah, apapun yang penting istriku bahagia." Mau mengambil gambar berapa kalipun, Alex akan dengan senang hati menurutinya.

Gambar kedua pun diambil dan kali ini sukses. Senyum Pandan nampak lebar, puas dengan hasilnya.

"Alex, sekali lagi," pinta Pandan penuh semangat menoleh pada suaminya itu. Dan kesempatan itu tak dilewatkan Alex untuk menyambar bibir istrinya yang sudah begitu menggodanya sedari tadi. Atau mungkin menggodanya setiap hari.

"Aleeexx ...." Pandan memundurkan wajahnya susah payah. Karena Alex terus menyerangnya. "Ini dipinggir jalan," protesnya.

"Sebentar saja, Pandan. Kompleks perkantoran disini sepi, masih banyak yang kosong. Ada payung yang menghalangi kita." Alex sudah dipenuhi kabut gairah. Lagipula yang diciumnya adalah istrinya sendiri, bukan istri orang.

Melihat wajah suaminya yang begitu mendamba, akhirnya Pandan hanya bisa pasrah ketika jemari Alex yang semula mengelus pipinya itu berpindah mengusap rambut panjangnya. Lalu mengusap tengkuk bagian belakang dan melanjutkan ciuman mereka yang sempat terputus tadi, yang bisa Pandan lakukan kemudian hanyalah memejamkan matanya dan membalas ciuman Alex dengan lembut. Sementara tangannya tampak memegang erat kemeja Alex dibagian pinggangnya.

Ciuman itu berlangsung cukup lama. Pandanlah yang berinisiatif menarik diri lebih dulu. Jantung wanita itu rasanya berdebar keras tak karuan, selain karena Alex yang begitu membuainya dalam ciuman juga ia masih sadar bahwa mereka melakukannya ditempat umum. Meski ada payung yang menghalangi pandangan siapapun yang mungkin sedang melintasi tempat tersebut. Tetap saja, rasanya tak tenang seolah rasanya ada yang sedang mengawasi mereka.

"Alex, ayo kita pulang." Itu yang Pandan ucapkan begitu mengakhiri ciuman mereka.

"Oh, kamu ingin segera meneruskannya dirumah?" tanya Alex dengan sengaja begitu menyadari wajah memerah istrinya. Ini pertama kalinya ia melihat istrinya seperti itu. Bahkan saat pertama kali mereka melakukannya dikantor Pandan tidak sampai seperti ini.

"Iya," jawab Pandan asal saja, bukan karena ingin melanjutkan tapi ia merasa tak nyaman karena sudah "berciuman" dipinggir jalan. Meski dengan suaminya sendiri. Namun Alex justru menanggapi hal itu dengan serius. Oleh karenanya ia bersemangat menarik istrinya itu untuk pulang.

"Alex, ayo makan diluar." Pandan tiba-tiba teringat satu menu yang begitu menggodanya beberapa hari ini. Tapi belum kesampaian.

"Mau makan apa?" Alex membukakan pintu untuk Pandan.

"Aku pengen makan nasi goreng meledak." Ia melihat rating tempat makan itu bagus dan sangat tertarik mencobanya.

"Ah, aku juga pengen-sama ." Alex menatap istrinya itu dengan senyum mesumnya.

"Pengen apa?" Pandan merapikan rambut Alex yang sedikit berantakan dibagian samping itu.

"Aku juga pengen makan kamu, sampai rasanya mau meledak ...," ucap Alex sendu. Untuk beberapa saat mereka saling menatap. Sebelum tawa mereka sama-sama pecah. Dan detik berikutnya Pandan tak menyangka jika Alex kemudian kembali mengecup bibirnya Walau sekilas, namun hal itu mampu membuat wajah Pandan memanas dan kembali melayangkan protesnya.

"Alex, jangan mesum dipinggir jalan," ucapnya sembari mengamati sekitar.

***

Meski kacauuuu balauuu ... semoga masih bisa menghibur guys ...

Jangan lupa LIKE VOTE KOMEN

1
NurhasanahHs
ini aku baca novel ini udah 2x tp msih aj nangis
nawale sophiae
Luar biasa
rosita
seru 🤭🤭🤭
EkaYulianti
alex harusnya bilang, "aku jatuhkan talak untuk mu Mika".
EkaYulianti
dulu di sekolahku ada yg namanya pandan wangi.
EkaYulianti
bukannya pandan lg M, kok sholat subuh?
RossyNara
biasanya yang dingin-dingin sedep cwonya ini malah si cwe nya.
FeVey
penulisnan bagus, penyampaian alur cerita juga bagus, cerita ringan, lucu dan romantis, recomend buat baca.
Safitri Agus
jadi udah ya sampe disini critanya Thor,ga lanjut kah,,bisa ditarik kesimpulan nya sesuai imajinasi yg baca aja, sayang sekali ya padahal cerita menarik tapi ya sudahlah,it's Ok,👍👌
Safitri Agus
kenapa malu Thor,yg begini masih wajar kok,malah terlihat' sopan lagi,😁🤭
Safitri Agus
sawadikap skidipapap,ini bahasa Bangkok ya,😁
Safitri Agus
yaa kok kecelakaan sih papa mama nya Olivia,,kalo is ded ga seru lah maunya mereka menderita dulu 🤭
Safitri Agus
tarik ulur kisahnya Ibra dan Olive,,Ibra kan taat beribadah,knp masih ragu², dah istikharah juga kan,dgn baca bismillah maju aja terus,yakinlah.
Safitri Agus
uwahh pas banget ini solusinya pandan utk menghalau malam yg mencekam,ga pake nolak ya Lex 😂
Safitri Agus
si Ibra kayaknya jatuh cintrong sama Pandan,,no.no.no way,ga boleh ya,perboden.
Safitri Agus
mika ini aneh dan agk licik kan lg sakit parah ya,dan ga mungkin melayani misua nya dlm kondisi seperti itu,kok tetap maksa Alex utk menikahinya,ga jln otaknya,, harusnya bertobat,lebih mendekatkan dirinya pada sang pencipta kan dah tahu umurnya ga panjang.
Safitri Agus
nenek Gayung,,🤭
Safitri Agus
iya Bu Gayung, dia menantumu,, Pandan itu istrinya Yusuf 😊
Safitri Agus
haha iya sampe Jontor tu lambe,🤣
Safitri Agus
gagal maning Lex, 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!