NovelToon NovelToon
Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Putri Arabella

Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dramanya Aretta

Jantung Aretta berdebar kencang mendengar suara lembut yang amat sangat ia rindukan. Aretta berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, Aretta juga berusaha menguasai dirinya untuk biasa saja tapi sayangnya ia tidak bisa.

Aretta menoleh ke sumber suara melihat seseorang yang berdiri tak jauh darinya, ingin rasanya Aretta memeluknya erat tapi Aretta tidak berani melakukan itu.

Aretta mengatur nafasnya menghembusnya dengan pelan kamu tersenyum manis, Aretta langsung berjalan menghampirinya. "Iya Tante." Ucap Aretta dengan bibir yang bergetar.

"Hai sayang siapa namamu?" Tanya Kamila dengan suara yang begitu lembut tangannya mengusap-usap rambut halus Aretta.

Tubuh Aretta menegang mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang ibu, ibu dari tubuh aslinya dulu tapi sekarang akan tetapi menjadi ibunya karena jiwa Aletta masih ada di dunia ini.

Perlakuan hangat yang sangat Aretta rindukan dan butuhkan, Aretta tetap saja untuk menguasai dirinya agar tidak menerjang Kamila memeluknya erat.

"Mommy." Batin Aretta. Dadanya sesak melihat senyum tulus terbit di bibir Kamila.

Kamila mengernyit heran sebab Aretta tidak menjawab pertanyaannya malah asik bengong. "Hai nak." Panggil Kamila yang menyadarkan Aretta.

Tubuh Aretta tersentak kecil ia tersadar dari lamunannya, Aretta menatap Kamila sendu lalu tersenyum manis. "Nama saya Aretta Gabriela Wilson Tante." Ucap Aretta.

Semua siswa siswi terkejut mendengar marga Aretta. Siapa yang tidak tau marga Wilson yang cukup berpengaruh di negara ini. Semua orang tau siapa keluarga Wilson itu dan mereka juga sangat mengenal Matthew di dunia bisnisnya. Yang mereka tau keluarga Wilson hanya mempunyai 2 princess yaitu Rachel dan Melissa tidak ada yang lain.

Bagaimana dengan Aretta apa dia peduli? Tentu saja tidak, Aretta tau jika dirinya berani mengatakan marganya di depan banyak orang Aretta akan mendapat siksaan dari keluarga Wilson karena keluarga Wilson tidak pernah mempubliskan Aretta dan selalu menyembunyikannya.

Hal itulah yang menjadi bahan omongan orang-orang di luaran sana. Bahkan ada yang bilang Aretta cacat atau Aretta bisu sehingga keluarga Wilson tidak mau mempubliskan Aretta dan masih banyak lagi omongan-omongan orang-orang yang buruk tentang Aretta.

Kamila, Azka, Rafka dan guru-guru yang lainnya juga tak kalah terkejutnya. Bahkan Rafka menjalin kerjasama dengan perusahaan keluarga Wilson yang di pimpin Matthew begitupun dengan perusahaan anak-anaknya.

"Tante gak nyangka kamu keturunan Wilson. Tapi kenapa kami semua gak tau kalo kamu keturunan Wilson?" Tanyanya Kamila penasaran lebih tepatnya memulai memancing agar Aretta mengatakan kenapa keluarga Wilson tidak mempublish Aretta.

Aretta yang mengetahui apa maksud pertanyaan Kamila tersenyum tipis tanpa ada yang mengetahuinya tentu saja ia akan mulai rencananya di sini sebagai anak yang seakan-akan sangat malang nasibnya.

"Aretta gak tau Tante mereka semua gak ada yang suka sama Aretta. Kalo di mansion Aretta selalu dapat siksaan dari mereka semua hiksh." Ucap Aretta dengan air matanya yang mengalir deras.

"Aretta gak tau apa kesalahan Aretta hikss padahal Aretta gak ngelakuin kesalahan apapun tapi mereka tetep aja nyiksa Aretta Tante, bahkan dengan tegasnya mereka ngurung Aretta di gudang yang sangat gelap selama 5 hari terus mereka gak ngasih Aretta makan."

"Bahkan mereka suka mencaci maki Aretta mereka selalu buat hati Aretta sakit Tante hiks mereka semua jahat sama Aretta Tante. Dari kecil Aretta sendiri gak ada yang mau berteman dan ajak Aretta main Aretta di jauhin Tante hikshh Aretta di pukul di cambuk di tampar seakan-akan Aretta samsak mereka padahal Aretta manusia."

"Aretta cape Tante Aretta ingin mati aja semuanya jahat semuanya gak ada yang peduli dan sayang sama Aretta semuanya nyalahin Aretta Tante hikshh Aretta harus apa?"

Mereka yang mendengar cerita Aretta tentang kehidupannya tanpa menyadarinya ikut menitikkan air matanya. Masih tidak menyangka dengan keluarga Wilson yang kelihatan sangat harmonis tapi begitu tega memperlakukan darah dagingnya seperti layaknya hewan.

Kamila, Alex, Rafka, Azka dan yang lainnya ikutan nyesek mengetahui kehidupan Aretta yang sangat malang. Mereka semua tidak menyangka dan sangat amat di sayangkan akan perilaku sikap dan sifat keluarga Wilson terhadap anak kandungnya sendiri.

"Berengsek keluarga Wilson." Batin Azka menggeram marah.

"Baj*Ngan kalian semua keterlaluan, liat aja bakalan gue balas semua perbuatan kalian pada Aretta." Batin Alex menahan emosinya.

"Malang sekali nasib mu nak, gue jadi inget princess bahkan gue aja gak pernah siksa princess semarah apapun gue. Tapi Aretta? Yang gak tau kesalahannya apa tiba-tiba di siksa, benar-benar keluarga berengsek." Batin Rafka.

Grep

Kamila langsung memeluk Aretta erat sangat erat. Kamila ikut merasakan bagaimana sakitnya menjadi Aretta, dadanya begitu sesak pasokan oksigen menjadi menipis.

Cup

Cup

Cup

Kamila mencium puncak kepala Aretta terus menerus sambil memberikan kata penenang. "Kamu gadis yang sangat kuat sayang kamu hebat bisa melewati semuanya ini sendiri Tante bangga sama kamu." Puji Kamila.

Kamila menatap Aretta dengan tatapan yang sulit di artikan ia tau kalau gadisnya ini sedang berakting. Bagaimana Kaivan bisa tau? Tentu saja Aretta memberikan kode ke pada dirinya tadi.

"Huh dasar gadis nakal." Batin Kaivan mendengus kesal.

Sedangkan di posisi Sean, Dani dan Ashaz mereka mengepalkan tangannya menatap Aretta tidak suka dan penuh kebencian. Mereka tidak menyangka bahwa Aretta akan mengatakan siapa dirinya sebenarnya dan lebih parahnya lagi Aretta menceritakan secara gamblang bagaimana perlakuan keluarga Wilson pada dirinya

"Sialan, kalo tuan Matthew tau apa yang dia perbuat gue yakin dia bakalan di hukum habis-habisan apalagi udah bongkar identitas dia yang sebenarnya." Batin Sean tersenyum miring.

"Hahaha Aretta Aretta lo kira lo bisa bikin hancur keluarga Wilson? Jangan harap. Gue gak mau lo hancurin keluarga itu jika Wilson sampai hancur gue gak akan bisa dapet harta gratis lagu." Batin Ashaz kesal.

"Gue sangat amat menunggu penyiksaan mereka buat lo Aretta karena sudah berani buka identitas lo." Batin Dani menatap Aretta dengan tatapan kebencian dan dendam. Entahlah dendam apa yang Dani tanamkan pada dirinya untuk Aretta yang jelas dendam itu begitu besar di mata Dani.

Beda halnya dengan Aretta yang tersenyum miring di dalam dekapannya Kamila. Ia merasa bangga dengan bakat aktingnya yang selama ini terpendam. "Akhirnya gue bisa menjelekkan keluarga Wilson sedikit demi sedikit. Tentu saja kehancuran kalian keluarga sialan gue pastiin kalian akan gue ratain tanpa sisa." Batin Aretta dengan amarah yang memuncak dirinya mengingat semua perlakuan Wilson pada dirinya apalagi pada Aretta asli.

Kamila melepaskan pelukannya ia menatap wajah Aretta dengan sendu, kasihan, marah, kecewa. "Kamu tenang aja sayang kamu akan hidup dengan amat mulia sekarang karena Tante akan menjaminnya." Ucap Kamila tulus.

Aretta menatap Kamila dengan mata yang berkaca-kaca ia merasa terharu sekaligus tersentuh dengan ucapan Kamila. Ibunya ini tidak pernah berubah, Kamila tetap menjadi orang yang begitu baik pada siapapun sekalipun orang yang tidak ia kenal.

"Terimakasih Tante. Maaf Aretta tadi jadi curhat." Ucap Aretta merasa tidak enak.

"Gak papa Tante dengan senang hati mendengarkan kamu curhat, kalo bisa sering-sering ya nak." Bercanda Kamila sambil terkekeh kecil begitupun dengan Aretta yang ikut terkekeh.

"Akan gue balas perlakuan kalian semua terhadap Aretta, kasian sekali kamu nak." Batin Kamila yang berusaha menahan amarahnya.

Selamat malam dan selamat membaca.

1
Dania
kayak dah pernah baca dah tapi lupa siapa autor nya
Vania Novel
Bagus 👍😊
Wiecipa Wicipha
/Good//Heart/
Ira Melly
Bagus ceritanya
Max Dhot
di tunggu kak bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!