NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Di Kenal

Menikahi Pria Tak Di Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.

Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.

Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,

yu simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Seharian di kosan bosan juga, aku pun memutuskan untuk keluar sekalian cari makan siang. Aku berjalan menyusuri trotoar sambil mencari penjual makanan. Namun tiba-tiba ponselku berdering dan saat aku lihat ternyata panggilan masuk dari Reyhan.

"Ngapain lagi ni orang nelpon segala, " kesal ku karena aku pikir itu Galang.

Aku pun terpaksa mengangkat panggilan itu karena takut penting juga. Namun saat aku mengangkat telepon itu dengan nada marah malah membuat aku malu karena ternyata itu yang menghubungi ku tante Nara alias mamanya Reyhan. Dia minta aku datang ke rumah sakit dan akhirnya aku langsung menyetop taksi dan pergi ke rumah sakit.

Tak butuh waktu lama aku pun tiba di rumah sakit . Aku berjalan menuju ruangan Reyhan dan saat di depan pintu ruangan Reyhan aku mengetuk pintu sampai akhirnya suruh langsung masuk. Saat membuka pintu ruangan Reyhan dengan jantung berdegup kencang karena takut bertemu Galang. Namun saat di buka hanya ada om Ilham dan tante Nara.

"Masuk Al, " panggil tante Nara dan aku pun mendekati mereka.

Tante Nara langsung memeluk ku dan berkata, "makasih ya Al, kalau gak ada kamu mungkin Reyhan entah bagaimana, ".

"Tante jangan ngomong gitu, kalau aku gak ada masih ada orang lain yang bantu Reyhan, " balas ku.

"Selama ini Reyhan selalu menanyakan tantang hubungan kamu sama Galang ternyata kamu jadi gurunya, " ucap tante Nara.

"Aku gak tau kalau Reyhan anak tante, aku tau baru kemarin saat Galang datang ke rumah sakit, " balas ku.

"Ya karena kalian gak pernah ketemu, kalau Reyhan mungkin pernah lihat kamu sekali jadi dia sedikit hapal. Tante harap kamu bisa baikan sama Galang, " tante Nara menatapku dengan tatapan lembut.

"Iya Al, om juga berharap kamu bisa memaafkan Galang toh dia menyembunyikan itu semua karena dia sayang sama kamu, " om Ilham menambahkan.

"Aku tau om, tapi aku juga memikirkan perasaan Galang dan mama, dia pasti akan menderita dengan apa yang aku alami di tambah keluarga papa pasti tidak akan berhenti membicarakan aku, " balas ku.

Tante Nara memegang tangan ku dan sepertinya dia mengerti.

"Iya Al, om udah selidiki orang yang mengirim foto Galang bersama cewek di hotel, ternyata dia orang suruhan Rindu istrinya Doni, " beritahu om Ilham membuat aku kaget.

"Rindu sepertinya dia tahu kalau saat itu kamu dan Galang sedang ada masalah jadi dia manfaatkan waktu itu buat memperburuk hubungan kamu sama Galang, " penjelasan Om Ilham.

"Iya Al, Galang selama ini sangat menderita hanya saja dia pura-pura baik-baik saja dengan menyibukan diri di kantor, " ucap tante Nara.

"Ma, " panggil Reyhan lirih, Reyhan sadar.

"Sayang, " panggil tante Nara dan aku pun ikut mendekati Reyhan.

"Sakit ma, " lirihnya.

"Papa panggil dokter, " ucap om Ilham dan langsung memijit tombol yang ada di sampingnya.

Tak lama dokter datang dan meminta kami keluar karena Reyhan di periksa. Tak lama dokter keluar dan memberi kabar jika Reyhan membiak hanya saja sakit yang di derita Reyhan itu dari kakinya yang di operasi karena patah.

Kami pun masuk kembali dan Reyhan tertidur karena dokter memberikan obat tidur agar rasa sakitnya berkurang.

"Bang, apa Reyhan akan bisa jalan normal lagi? " tanya tante Nara pada om Ilham.

"Dokter bilang bisa hanya butuh waktu dan keinginan Reyhan untuk subuh, " balas om Ilham.

Aku melihat tante Nara menangis di pelukan om Ilham. Ibu mana yang tega melihat anaknya menderita. Namun selama ini aku belum. pernah melihat ibu menangis untuk ku.

"Om, tante aku pulang, besok aku datang lagi buat jenguk Reyhan, " pamit ku dan mereka mengangguk.

Aku pun keluar dari ruangan Reyhan dan berjalan menuju keluar rumah sakit, namun dari jauh aku melihat orang tua Galang masuk ke ruangan sakit dan aku yakin mereka datang buat jenguk Reyhan. Aku pun segera mencari jalan lain karena aku gak mau bertemu dengan mereka untuk saat ini. Namun tiba-tiba aku malah melihat Galang berdiri tidak jauh dari ku dan menatap ke arah ku.

Galang berjalan ke arah ku dan aku hanya bisa diam dan saat aku hendak pergi Galang langsung menarik tangan ku dan membawa aku ke parkiran mobil yang di basemen.

"Lepas bang, " aku mencoba menarik tangan ku namun pegangan Galang lebih kuat.

Tibanya di depan mobil miliknya Galang membuka kunci dan menyuruh ku masuk.

"Masuk! " titah nya.

"Enggak, " tolak ku.

"Masuk gak, atau aku paksa masuk, " ancamnya dengan tatapan tajam membuat aku sedikit takut.

Aku pun terpaksa masuk dan Galang langsung menutup mobilnya dan dia masuk dari pintu sopir. Dia menyalakan mobil dan tancap gas pergi dari tempat itu. Aku tau Galang marah karena dia menjalankan mobil dengan kecepatan yang lumayan cepat.

"Aku bekum mau mati bang, " teriak ku dan berhasil membuat Galang berhenti.

"Abang gila, " bentak ku.

"Ya aku gila, " balasnya sambil berbalik ke arah ku dan aku bisa melihat tatapan matanya yang penuh amarah.

Aku terdiam karena jujur aku takut.

"Kenapa Al? " tanyanya dengan nada pelan dan raut wajahnya sudah berubah.

"Apa salah, aku hanya ingin kamu baik-baik saja, " lanjutnya.

Aku masih gak ngerti dengan ucapannya dan aku hanya diam.

"Aku gak peduli kamu mau ngasih aku anak atau tidak karena yang aku mau itu kamu, dengan kamu di sisi aku itu udah cukup, " penjelasannya.

"Tapi keluarga abang gak sama seperti abang, "balas ku.

" Aku gak peduli, apa yang mereka pikirkan itu terserah mereka karena yang aku mau itu kamu, "Galang berkata dengan memalingkan wajahnya dan aku tau dia berusaha menahan air matanya.

Ku pegang tangannya dan berhasil membuat Galang kaget dan berbalik menatap ku.

" Aku tau bang, tapi butuh waktu buat menguatkan hati menerima hinaan dari keluarga abang, "balas ku.

" Al denger, kalau kamu maafkan aku aku ajak kamu pergi dari kota ini kita tinggal jauh agar kamu tidak mendengar perkataan dari keluarga papa, "balas nya.

" Aku gak kau bang, aku ingin tetap disini, "ucap ku.

Ku tatap Galang lalu ku pegang wajahnya dan aku tersenyum.

" Aku maafkan kamu, tapi biarkan aku terus mengajar di sekolah Reyhan, "pinta ku dan Galang setuju dia pun langsung memeluk ku.

" Aku sayang sama kamu bang, "lirih ku dan Galang mengecup kening ku.

Namun tiba-tiba ponsel ku berdering dan saat di lihat itu dari Suci. Aku segera mengangkatnya. Suci memberitahu ku jika dia harus pulang kampung karena ibunya tiba-tiba sakit dan masuk rumah sakit.

1
Astrireynadiaz
ok
Juliaty Paridy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!