NovelToon NovelToon
Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jumling

Rayya, seorang perawat yang terperangkap dalam permainan cinta dan kekuasaan Marsel, seorang ketua Mafia yang sangat di takuti.
Marsel tidak mau melepaskan nya, Rayya sudah memiliki pacar dan akan segera menikah, akan tetapi Marsel menyatakan kepemilikan terhadap Rayya.

Marsel membuat Rayya tidak bisa menikah selain dengan nya. Ciuman di pertemuan pertama mereka membuat Marsel tidak bisa tenang memikirkan Rayya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Yang Sama

"Pulang dan periksa siapa saja yang masuk wilayah pemakaman selain Rio," perintah Marsel dan mereka segera pergi dari sana.

"Bos, mungkin kah ini juga permainan dunia bawah?"

Di perjalanan, Alex bertanya dengan penuh tanya dan penasaran, pasalnya jika ini perbuatan orang biasa, pasti akan meninggalkan petunjuk walau sekecil apapun, namun mereka hanya melihat bukti yang terputus begitu saja.

"Entahlah, kita akan cari tahu," ucap Marsel tanpa ekspresi. Entah apa yang pria itu pikirkan, tidak ada yang tahu.

____________________

"Bos, lihatlah."

Alex memperlihatkan kamera pengintai yang terletak di jalan pemakaman. 

"Apa mungkin dia, Bos? Tapi tidak mungkin kan."

Alex tidak mau percaya dengan perkiraan nya saat ini. Ia tahu betul jika itu adalah Riko, mereka tahu siapa Riko dan pria itu mencintai Rayya, tidak mungkin tega membunuh ayah dari wanita yang di cintai nya kan?

"Apapun itu bisa saja terjadi," balas Marsel.

Ia juga tidak yakin tapi bisa saja Riko yang melakukan perbuatan tersebut. Untuk alasan nya, banyak alasan yang bisa menjadi penyebab.

"Bos, maksudnya benar dia pembunuhnya?" 

Marsel tidak menanggapi pertanyaan Alex. Kenapa pria itu sangat bodoh sekarang, memang nya apa yang tidak mungkin, kalau Riko ingin memangnya kenapa?

"Panggil Rayya ke sini," perintah Marsel dan Alex segera pergi memanggil Rayya untuk ikut bergabung di ruang kerja Marsel.

Tidak lama berselang Rayya sudah datang bersama Alex. Wanita itu segera di persilahkan untuk duduk berhadapan dengan suaminya.

'Kenapa dia memanggilku ke sini, mungkinkah sudah ada kabar tentang Papa?' batin Rayya sedikit berharap. Matanya tidak bisa berbohong menatap Marsel dengan dalam.

"Aku ingin bertanya sesuatu padamu, Rayya."

Rayya terdiam melihat wajah serius Marsel yang menatapnya. Entah kenapa tatapan itu membuat Rayya jadi salah tingkah.

'Apa yang ku pikirkan' batin Rayya. Tidak percaya pada diri sendiri di tengah suasana genting seperti sekarang malah berpikir yang tidak-tidak.

"Apa kamu membenciku?" tanya Marsel.

Rayya bingung dengan pertanyaan itu, kenapa Marsel malah bertanya begitu.

Rayya menoleh pada Alex yang juga ada di sana.

Alex yang mendengar perkataan Marsel juga bingung, bukankah mereka sedang membahas Rio dan Riko yang berada di tempat yang sama?

Tapi rupanya Marsel malah membahas hal lain.

'Ini pertanyaan apa sih? Kalau aku bilang Ia, takutnya Marsel tidak mau lagi membantu untuk mencari Papa' batin Rayya.

Ia ragu harus menjawab Marsel seperti apa, di situasi sekarang kenapa Marsel malah menanyainya pertanyaan seperti itu.

"Jangan melihat pada Alex, aku bertanya padamu. Alex, punya hubungan apa dengan Rayyaku sampai dia harus melihat mu dulu!"

Marsel yang cemburu malah menyalahkan Alex.

Pria yang tidak tahu apa-apa itu salah tingkah dan bingung serta tidak tahu di mana letak kesalahannya.

"Tidak, Bos. Saya tidak tahu apa-apa dan tidak ada hubungan apapun dengan Ibu Bos  Rayya," kata Alex cepat.

"Bu Bos, cepat jawab Pertanyaan Bos Marsel."

Alex akhirnya mendesak Rayya untuk segera menjawab.

Marsel melipat tangan di depan dada melihat Rayya hanya diam.

"Katakan saja, aku tahu kamu benci padaku. Tapi bukan itu intinya. Aku hanya ingin tahu."

Perkataan Marsel semakin membingungkan bagi dua orang lainnya.

'Kalau sudah tahu kenapa malah bertanya lagi' batin Rayya.

"Iya, aku benci padamu," kata Rayya.

"Kenapa?" tanya Marsel datar. Walau Ia tahu Rayya membenci dirinya, tapi mendengar langsung dari mulut Rayya yang mengatakan hal tersebut membuat perasaan Marsel tetap keras dan marah, namun dia tidak bisa marah lagi pada Rayya.

Kejadian terakhir kali masih menyisakan sesak di dadanya.

'Dia malah tanya kenapa?'

Rayya tidak percaya Marsel masih bertanya juga alasannya.

"Kau itu yang membuat adikku meninggal. Haruskah aku tidak benci dan marah pada orang seperti mu?"

Walau Rayya enggan mengatakan itu karena takut Marsel marah, tapi dia tetap mengatakan nya karena itu kenyataan yang ada.

"Tunggu. Maaf Bos, saya mendahului mu."

Alex meminta maaf pada Marsel karena memotong dan ingin menanggapi perkataan Rayya.

"Bu Bos, kenapa kematian adik mu malah kalian salahkan Bos Marsel. bos tidak bersalah dalam hal ini," kata Alex.

"Maksud mu apa? Liam meninggal karena kalian tembaki, lalu salah siapa jika bukan dia!?"

Marah Rayya tidak terima bahkan menunjuk Marsel dengan wajah tak bersahabat.

"Anda salah Nona. Kami memang yang membunuh Liam, tapi orang itu sudah hampir mati saat di habisi oleh anggota Cosa Nostra dan tentu bukan Bos Marsel penembaknya" ungkap Liam.

Tentu Alex tahu hal tersebut, namun Ia tidak mencari tahu dengan pasti apa yang membuat Liam sampai tertembak saat orang-orangnya tiba di kamp tentara kala itu.

Saat Marsel meminta nya untuk mencari tahu tentang Rayya malam itu, semua anggota keluarga Rayya tidak luput dari amatannya. Semua itu memang perlu karena jika Rayya dan Marsel bersama, mereka pasti akan menjalin hubungan dan menjadi keluarga. Maka semua harus di pastikan dalam keadaan terkendali.

"Maksud anda apa?" tanya Rayya bingung. Apakah selama dua tahun ini mereka salah mengira Marsel yang menjadi penyebab kematian Liam? Ada orang lain yang mendorong Liam mati di tangan Cosa Nostra?

"Seperti yang anda pikirkan, kelompok kami menemukan adik anda sudah tertembak dan Cosa Nostra langsung membunuh nya," kata Alex.

Alex dan yang lain juga mengetahui adanya keberadaan tentara-tentara itu karena ada suara tembakan. Kemungkinan itu memang di sengaja oleh seseorang.

"Lalu siapa yang membuat Liam tertembak?" tanya Rayya lagi. Jika bukan cuma mereka yang berniat membunuh Liam, lalu siapa lagi? Mungkinkah mereka juga tahu siapa pembunuhnya.

"Bos, bolehkah saya yang memberitahu Nona Rayya," pinta Alex.

Ia sudah gereget ingin melanjutkan ucapannya, tapi sadar di sana ada Marsel. Jangan sampai orang itu mengira Ia ada apa-apa lagi dengan Rayya.

Sejujurnya Alex selalu bertanya-tanya kenapa Rayya begitu sangat tidak suka pada Bosnya itu, padahal sudah sangat banyak pengorbanan yang Marsel lakukan untuk Rayya. Tapi hati Rayya masih saja sekeras batu.

Dirinya bahkan pernah berniat menjauhkan Marsel dari Rayya. Tapi Ia memang tidak kuasa melakukan nya dan ternyata karena kematian Liam yang membuat Rayya tidak suka pada Marsel.

"Hmmm."

Marsel menyetujui permintaan Alex. Ia hanya duduk di kursinya dengan santai ingin menyaksikan ekspresi wajah Rayya setiap mendengar penuturan Alex. Pria itu memang sudah sangat gila karena cinta pada Rayya. 

Ia tidak peduli wanita itu masih benci atau tidak padanya, yang pasti Rayyanya adalah cintanya.

"Nona, kemungkinan orang yang membunuh Rio, Papa anda adalah orang yang sama."

Rayya terpaku mendengar ucapan Alex, kata Yang Membunuh Rio seperti kembali terdengar dengan sendirinya dalam pendengaran Rayya.

"Ap_apa. Apa yang kamu maksud dengan orang yang membunuh Papaku, Alex? Jangan bercanda!" Rayya tidak percaya dengan pendengaran nya.

"Benar Nona, kita tidak tahu pasti karena belum melihat langsung tubuh Rio apakah masih hidup atau sudah meninggal. Kemungkinan besar sudah meninggal," utar Alex.

"Jangan main-main, bagaimana mungkin Papaku bisa meninggal!"

Rayya marah dengan sandiwara yang Alex ciptakan, bagaimana mungkin Rio bisa meninggal seperti yang Alex katakan.

Rayya bahkan tanpa rasa takut menarik kerah baju Alex karena ucapan pria garang itu terdengar seperti lelucon yang sangat tidak lucu bagi Rayya.

1
Ruth Berliana
bagus ceritanya tp msh sepi yg baca nya
Jumli: Terimakasih sudah mampir, kak. Saya sangat senang jika cerita nya kakak suka🥰

mungkin sepi karena tidak ada yang tahu kalau ceritanya bagus😁😁😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!