NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 31: Kencan Buta dari Elora

​"Wah, daging wagyu (daging sapi premium Jepang) ini benar-benar meleleh di mulut! Mas Dika, ayo panggang lagi yang banyak! Mumpung gratis, kita harus makan sampai modal restorannya habis!" seru Aluna penuh semangat. Sumpit kayunya bergerak lincah menjepit potongan daging sapi tebal yang mendesis di atas pemanggang tembaga panas.

Dika, pria berkacamata rapi berwajah ramah di seberang meja, hanya bisa tertawa canggung. Sebagai seorang akuntan pajak yang terbiasa menghadapi angka mati dan klien formal, tingkah Aluna yang blak-blakan dan sangat berorientasi pada perut ini terasa sangat unik baginya. Niat awal Elora yang ingin menjodohkan mereka berdua rupanya agak meleset dari harapan kencan romantis yang tenang.

​"Makan pelan-pelan saja, Aluna. Waktu makan all you can eat (makan sepuasnya) kita masih sisa satu jam setengah lagi kok. Tidak perlu terburu-buru, nanti malah tersedak," ucap Dika lembut sambil meletakkan sepotong daging matang ke piring gadis itu.

​Aluna mengunyah dagingnya dengan mata terpejam penuh kenikmatan surgawi. Kemeja rapi dan riasan tipis yang dia poles susah payah di depan cermin kos tadi terasa sangat sepadan dengan hidangan mewah ini.

​"Mas Dika ini terlalu santai. Dalam hukum ekonomi makan gratis, setiap menit yang terbuang tanpa mengunyah adalah kerugian mutlak," balas Aluna riang setelah menelan dagingnya. "Ayo, ceritakan lagi soal pekerjaan Mas Dika. Katanya mengurus pajak perusahaan multinasional? Pasti pusing ya berurusan sama bos-bos kaya yang hobi menghindari bayar pajak?"

Dika tersenyum, memperbaiki letak kacamatanya. "Lumayan pusing. Tapi itu tantangannya. Oh ya, Elora bilang kamu kerja di Diwantara Group? Pasti berat ya kerja di sana? Kudengar CEO-nya, Pak Elvano, itu sangat perfeksionis, gila kerja, dan luar biasa dingin."

​"Dingin? Dia itu lebih mirip kulkas dua pintu yang rusak! Pelitnya minta ampun, Mas! Masa gara-gara galon air lecet sedikit saja dia mau potong gaji kurir air? Terus ya, dia itu suka banget—"

​Trrrttt... Trrrttt...

​Ponsel butut Aluna yang tergeletak di atas meja mendadak bergetar hebat, memotong sesi gosip asyiknya. Layar retaknya menyala terang, menampilkan sederet nomor panjang yang tidak dikenal.

​Aluna mendengus kesal, menekan tombol tolak tanpa ampun. "Pasti telepon penawaran pinjaman online. Ganggu orang lagi makan enak saja."

​Baru saja Aluna mengangkat sumpitnya lagi untuk mengambil jamur enoki, ponsel itu kembali bergetar gila-gilaan. Nomor yang sama menelepon dengan sangat gigih seolah sedang mengejar buronan negara.

​"Angkat saja dulu, Aluna. Siapa tahu penting dari keluargamu di kampung," saran Dika sopan.

​Aluna memutar bola matanya malas. Dia menaruh sumpitnya dengan berat hati dan menggeser ikon hijau di layar ponsel.

​"Halo! Siapa ini? Kalau mau nawarin kartu kredit atau asuransi jiwa, maaf banget, dompetku lagi tipis! Jangan ganggu waktu makanku!" sembur Aluna garang tanpa rem.

​Hening sejenak di ujung telepon. Lalu, sebuah tarikan napas berat terdengar jelas membelah saluran komunikasi.

​"Sejak kapan kamu berani membentak atasanmu dengan nada setinggi itu, Aluna?"

​Suara bariton yang sangat dalam, dingin, dan penuh aura intimidasi itu langsung membuat bulu kuduk Aluna meremang hebat. Jantungnya serasa melorot sampai ke lambung. Suara ini jauh lebih menakutkan daripada tagihan tunggakan ibu kos.

​"P-Pak Bos?" cicit Aluna mendadak gugup, refleks duduk tegak paripurna seolah Elvano sedang berdiri membawa rotan di depannya. Matanya melirik Dika yang menatapnya kebingungan.

​"Bapak ganti nomor ponsel? Kenapa nomornya aneh begini?" tanya Aluna heran, memicingkan mata ke arah layar ponselnya.

​"Ini nomor saluran telepon kabel di ruang kerjaku," jawab Elvano ketus dari seberang sana. Suaranya menggema, menandakan pria itu sedang berada di ruangan luas yang sepi.

​Aluna melotot menatap jam di dinding restoran yang menunjukkan pukul delapan malam. "Bapak masih di kantor hari libur begini? Ngapain, Pak? Mau cari pesugihan di bawah meja direksi biar tambah kaya?"

​"Tutup mulutmu dan dengarkan aku baik-baik," desis Elvano, terdengar gesekan kertas dokumen yang dibalik dengan sangat kasar. "Aku sedang memeriksa laporan audit logistik bulan lalu. Kenapa ada selisih dua ribu di nota pembelian stapler (penjepret kertas) untuk meja resepsionis? Kamu tahu angka ini merusak keseimbangan seluruh tabel neraca keuangan perusahaan!"

​Mulut Aluna terbuka perlahan, tidak percaya dengan alasan absurd yang baru saja menembus gendang telinganya. Dia menatap daging yang mulai gosong di atas panggangan dengan perasaan pilu.

​"Dua ribu, Pak?! Ya ampun!" pekik Aluna nyaring, membuat beberapa pengunjung restoran di meja sebelah menoleh kaget. "Bapak nelepon aku malam-malam, pakai saluran telepon kantor, mengganggu acara makan daging gratisku, cuma buat nanyain selisih dua ribu?! Harga pulsa telepon Bapak ke nomorku ini jauh lebih mahal dari selisih itu!"

​"Setiap perak milik Diwantara Group harus dipertanggungjawabkan dengan sangat jelas. Kehilangan dua ratus rupiah tanpa jejak adalah bentuk kelalaian operasional yang fatal," kilah Elvano tidak mau kalah.

​"Itu uang parkir motor Pak Ujang waktu disuruh beli alat tulis ke tempat fotokopi depan gedung, Pak! Masa bayar parkir dua ribu perak harus pakai struk resmi bermaterai? Pakai logika sedikit dong!" balas Aluna ngotot, urat lehernya sampai menonjol menahan emosi karena acara makan enaknya diganggu.

​"Alasan tidak bisa diterima. Semua data hitungan harus ada bukti otentik tertulis," perintah Elvano mutlak tanpa celah kompromi sedikit pun. "Tinggalkan urusan kencan buta bodohmu itu sekarang juga. Balik ke kantor dan jelaskan selisih nota ini di depan mejaku. Detik ini juga!"

1
Muft Smoker
aaaa so sweet banget kn si bos kalkulator ,, 🤭🤭🤭🤭
Yatini
dasar konyol el😍
Nurul Boed
🤣🤣
This Is Me
Makanya harusnya juga mending sewa payung 50ribu. 🤣🤣🤣
Savana Liora: iya. pengalaman aku ya, biasanya kalo lg pengen ngirit banget di satu hal, justru ada pengeluaran di hal lain yg lebih gede. jd ga bisa dimedit-meditin banget 🤣
total 1 replies
Herlina
lanjut kk, aku suka semua karya kk❤❤❤
Savana Liora: makasih kkk 🙏🙏🙏
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pernyataan cinta model apa ini sodaraaa
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lama2 stroke si elvano🤣🤣
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jd inget lagu "memori daun pisang"
Savana Liora: iya yak 🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
medit amat woiiii🤣🤣
Jaya Fandi
ampuuun,,bikin melting abiiis,,, lanjuuut ka
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Septi Lahat
ok fix mrk berdua tuh saling menyukai tpi masih bingung dg perasaan masing-masing😅😅😅
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
ms. S
alamakkk.. kok so sweet nya sih El.. 😍
Savana Liora: lg baik
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Savana Liora: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sikut2 dech
Savana Liora: wkwkwk
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
A R
eaaakk 🤣🤣🤣
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣 punten
total 1 replies
Jaya Fandi
ga sadar dia,,klo mulai posesif 🤭🤭
Jaya Fandi
ulah emaknya itu,,biar elvano keluar duitnya 🤣🤣
Rahma Wati
pak boss bisa romantics juga🤣🤣
Eli Rahma
harus ikhlas ya El...🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!