NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:69.6k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hati Naomi hancur saat suaminya Zayn, tega menceraikannya karena dirinya melahirkan bayi sumbing. Padahal Zayn dan keluarganya adalah keluarga dokter, mereka harusnya lebih mengerti dari orang lain.

Setelah pulih dari pasca persalinan, Naomi diusir dari keluarga Hartanto. Ia mengurus bayinya yang sumbing sendirian. Naomi bekerja banting tulang demi kebutuhan anaknya. Seiring berjalannya waktu, bayi Naomi yang diberi nama Davin itu terus tumbuh, ia bahkan mendapatkan operasi yang membuatnya bisa tumbuh seperti anak normal lain. Bibir Davin tak lagi sumbing, dia bahkan terbilang punya wajah tampan. Selain itu Davin juga menjadi anak yang sangat jenius! Mendapat banyak prestasi dan selalu membuat Naomi bangga. Saat itulah Zayn tiba-tiba kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 - Retak

Malam semakin larut ketika Zayn akhirnya masuk ke kamar utamanya. Lampu kamar menyala redup. Aroma parfum mahal dan skincare memenuhi ruangan luas itu.

Anggun sedang duduk bersandar di ranjang sambil memainkan ponselnya. Jemarinya bergerak cepat mengetik sesuatu. Cahaya layar memantul di wajah cantiknya.

Zayn berdiri beberapa detik di ambang pintu sebelum akhirnya melepas jas kerjanya pelan. “Kamu belum tidur?” tanyanya.

“Hm?” Anggun menjawab pendek tanpa mengalihkan pandangan dari layar.

Zayn berjalan mendekat lalu duduk di sisi ranjang. Tubuhnya terasa lelah luar biasa setelah seharian bekerja dan baru saja bicara serius dengan ayahnya. Namun entah kenapa malam ini dia ingin mencoba mendekat lagi dengan istrinya. Sudah terlalu lama mereka terasa seperti dua orang asing dalam satu rumah.

“Kamu sibuk terus akhir-akhir ini,” ucapnya.

Anggun cuma mengangguk kecil. “Iya.”

Zayn melirik layar ponsel istrinya sekilas. “Chat siapa sih serius banget?”

“Kerjaan.” Jawaban singkat lagi.

Zayn menghela napas kecil. Lalu dia mencoba tersenyum tipis sambil mendekat sedikit. “Kita udah lama nggak ngobrol begini ya.”

Anggun masih fokus pada ponselnya. “Hm.”

Zayn mulai merasa tidak nyaman. Namun dia tetap mencoba santai.

“Aku tadi habis ngobrol sama Ayah,” katanya lagi.

“Keren.”

Zayn menoleh. “Keren?”

“Iya bagus.” Nada Anggun datar sekali.

Hening turun beberapa detik.

Zayn akhirnya merebahkan tubuh sebentar di ranjang lalu menatap langit-langit kamar. “Aku capek,” gumamnya.

“Kamu tiap hari juga capek.”

Entah kenapa kalimat itu terdengar seperti sindiran.

Zayn duduk lagi lalu menatap Anggun lebih serius. “Kamu kenapa sih?”

“Kenapa apanya?”

“Akhir-akhir ini dingin banget.”

Anggun akhirnya meletakkan ponselnya sebentar. Namun tatapannya justru terlihat lelah.

“Aku memang capek.”

“Aku juga capek.”

“Ya terus?”

Jawaban itu membuat Zayn mulai kehilangan kesabaran sedikit. Dia mengusap wajah kasar lalu mencoba menenangkan nada suaranya lagi.

“Kita udah lama nggak punya waktu berdua,” katanya. “Aku bahkan hampir nggak pernah lihat kamu santai di rumah.”

Anggun tertawa hambar. “Karena aku kerja.”

“Aku juga kerja.”

“Iya. Semua orang kerja, Zayn.”

Zayn terdiam beberapa detik. Lalu tanpa sadar, tangannya menyentuh pinggang Anggun pelan sambil mencoba menggoda.

“Kamu tahu nggak…” katanya pelan. “Aku kangen sama istriku.”

Anggun langsung menoleh singkat.

Zayn tersenyum tipis. “Kita udah lama banget nggak…” dia menggantungkan kalimatnya sambil mengusap lengan istrinya pelan.

Namun Anggun langsung menyingkirkan tangannya. “Aku lagi datang bulan.”

Jawabannya cepat. Terlalu cepat.

Zayn sedikit terpaku. “Oh.”

Anggun kembali mengambil ponselnya.

Zayn menatap istrinya beberapa detik lebih lama sekarang. Ada sesuatu yang terasa aneh. Cara Anggun menjawab. Cara dia bahkan tidak mau menatapnya.

“Kamu serius sibuk banget sama HP?” tanyanya akhirnya.

“Ini penting.”

“Aku juga penting nggak?”

Anggun mendesah pelan. “Zayn, jangan mulai.”

Namun justru kalimat itu membuat emosi kecil di dada Zayn muncul.

Sudah berbulan-bulan hubungan mereka terasa makin jauh. Setiap kali dia mencoba mendekat, Anggun selalu menghindar.

“Aku cuma mau ngobrol sama istriku,” katanya lebih tegas.

“Aku lagi nggak mood.”

“Karena HP itu?”

Anggun tidak menjawab. Entah kenapa malam itu kesabaran Zayn benar-benar habis. Dengan cepat dia mengambil ponsel dari tangan Anggun.

“Eh!”

Anggun langsung membelalak. “Zayn!”

“Aku cuma mau lihat apa yang lebih penting dari suamimu sendiri—”

Belum selesai dia bicara, Anggun langsung merebut ponselnya kasar.

“JANGAN SENTUH HP AKU!”

Zayn membeku.

Untuk sepersekian detik kamar langsung hening. Napas Anggun terdengar kasar. Wajahnya penuh emosi. Sementara Zayn menatapnya tidak percaya.

“Aku suami kamu,” timpal Zayn. “Aku nggak boleh pegang HP istri sendiri?”

“Itu privasi!”

“Privasi sampai segitunya?”

Anggun berdiri dari ranjang cepat. “Karena kamu nyebelin!”

Zayn ikut berdiri sekarang.

“Aku nyebelin?”

“IYA!” Nada suara Anggun meninggi.

Zayn mulai benar-benar kesal. “Aku bahkan nggak ngerti salahku apa!”

Anggun tertawa sinis. “Karena kamu memang nggak pernah ngerti!”

“Aku kerja mati-matian buat keluarga ini!”

“Dan itu doang yang kamu tahu!”

Zayn mengernyit tajam. “Maksud kamu apa?”

Anggun menatapnya dengan mata penuh kekesalan yang seperti sudah dipendam lama.

“Kamu pikir jadi suami itu cuma soal cari uang?”

“Aku juga perhatian sama kamu!”

“Perhatian?” Anggun tertawa pendek penuh sindiran. “Kapan?”

Zayn mulai terpancing emosi. “Aku pulang tiap malam!”

“Tapi kepala kamu tetap di rumah sakit!”

Kalimat itu membuat Zayn diam sesaat.

Anggun melanjutkan tanpa memberi kesempatan. “Kamu tuh hidupnya cuma kerja, pasien, rumah sakit, keluarga kamu!” katanya. “Semuanya selalu tentang kewajiban!”

“Aku ngelakuin itu buat kita!”

“Tapi aku capek jadi nomor sekian!”

Zayn mengusap wajah kasar. “Aku bahkan selalu berusaha jadi ayah yang baik buat Abyan!”

“Iya, buat Abyan!” potong Anggun cepat. “Buat semua orang! Tapi bukan buat aku!”

Zayn mulai benar-benar bingung. “Aku kurang apa lagi?”

Anggun tertawa hambar sambil melipat tangan. “Kamu terlalu membosankan, Zayn.”

Kalimat itu langsung menusuk telak.

“Apa?” Zayn tercengang.

“Iya.” Anggun menatapnya tajam. “Kamu terlalu kaku. Terlalu serius. Terlalu nurut sama semua orang.”

Zayn mengernyit tidak percaya.

“Bahkan sama Mama kamu sendiri.”

“Jangan bawa Mama.”

“Kenapa? Salah?” balas Anggun cepat. “Kamu tuh nggak pernah tegas!”

Zayn mulai meninggikan suara. “Aku udah berusaha jadi suami yang baik!”

“Tapi kamu nggak pernah benar-benar hadir!”

“Aku ada di rumah ini!”

“Tubuhmu doang!”

Hening sesaat. Zayn menatap istrinya lama sekali. Dadanya mulai naik turun menahan emosi.

“Aku nggak ngerti kenapa kamu ngomong begini.”

“Karena kamu memang nggak pernah mau ngerti.”

“Aku kurang apa sebagai suami?!”

Anggun menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan tapi tajam.

“Pantas aja mantan istri kamu dulu nggak tahan.”

Zayn langsung membeku. Suasana kamar mendadak terasa jauh lebih dingin.

“Apa?”

Anggun tersenyum miring. “Ya mungkin dia juga capek sama kamu.”

Mata Zayn langsung berubah keras. “Jangan bawa-bawa Naomi.”

Nama itu keluar begitu saja tanpa sadar. Entah kenapa, setelah nama itu terucap, keduanya sama-sama terdiam sepersekian detik. Tanpa sadar Zayn mulai membandingkan Naomi dan Anggun. Setelah mengingat masa lalu, jelas Naomi adalah istri yang lebih baik dibanding Anggun.

Anggun menyipitkan mata. “Oh jadi masih kepikiran mantan istri?”

Zayn langsung sadar ucapannya sendiri. “Bukan itu maksudku.”

“Tapi refleks banget nyebut namanya.”

“Anggun…”

“Kenapa?” katanya sinis. “Aku salah ngomong?”

Zayn menggertakkan rahang. “Aku udah ngelakuin semuanya buat rumah tangga ini.”

“Ya tapi aku nggak bahagia!”

Kalimat itu membuat Zayn terpaku.

Anggun menatapnya dengan mata berkaca-kaca karena emosi. “Kamu tahu rasanya hidup sama orang yang selalu bikin semuanya terasa seperti kewajiban?” tanyanya lirih namun tajam. “Aku capek.”

Zayn terdiam. Karena untuk pertama kalinya, dia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Lebih parahnya lagi dia mulai merasa rumah tangga ini perlahan retak.

1
Retno Harningsih
up
Ariany Sudjana
mamanya saja pelacur murahan, ya pantas saja anaknya seperti preman. yang gini jadi cucu kebanggaan keluarga Hartanto? Davin yang tingkahnya lebih berkelas, malah di sia-sia, hanya karena lahir sumbing, bodoh kamu Zayn 🤣🤣😂😂
Anonim: awokawok ABYAN KAN ANAK HARAM AWOKAWOK
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga lancar sampai resepsi
Ma Em
Davin makin pintar cerdas , semoga acara lamaran Naomi dgn Junie dilancarkan tdk ada gangguan .
Ariany Sudjana
wah semangat yah dokter Naomi dan dokter Junie dalam mempersiapkan lamaran dan juga pernikahan nanti 😄💪
Ma Em
Anggun seorang ibu tdk mau mengurus anaknya , aneh saja sedangkan Naomi bisa melakukan apa saja demi anaknya .
Ass Yfa
kehidupan Zayn hancur da Naomi baru akan memulai hidupnya....yg aku heran kok Roby nggk ada rasa bersalah atopun menyesal...heh
Ariany Sudjana
anak pelacur murahan itu Abyan, suruh ibu kandungnya mengurus, kenapa juga Zayn harus mengurusnya? kan bukan anak Zayn juga, taruh saja di panti asuhan selesai perkaranya
sunaryati jarum
Kemungkinan bukan anakmu,tapi jika kamu pernah niduri Anggun sebelum menikah bisa jadi anakmu
MamDeyh
Kasyan Abyan
Ma Em
Bagus Naomi sdh jgn pedulikan lagi Zayn dan keluarganya karena bkn urusan Naomi lagi mungkin itu karma untuk Zayn dan ibunya , sekarang Naomi bisa membuktikan pada ibunya Zayn bahwa tanpa Zayn dan keluarganya hdp Naomi dan Davin bisa bahagia dan sukses dgn karir nya apalagi Naomi tdk lama lagi akan menikah dgn Junie lelaki yg lbh baik dari Zain .
Rommy Wasini Khumaidi
cepetan nikah Jun,sebelum Naomi ditempatkan di RS Hartanto
sunaryati jarum
Benar Naomi , ternyata tanpa kamu membalas mereka, mereka telah menuai karma atas perbuatannya.
Ayu Oktaviana
lha trs anaknya zain sama anggun gimana kbrnya kak.. jadi penasaran aku...🤣🤣
Ayu Oktaviana: ok kak.. sya tunggu ini😍😍
total 2 replies
Ariany Sudjana
setuju dokter Naomi, fokus saja sama kebahagiaan kamu dengan dokter Junie Dan PPDS kamu. keluarga toxic seperti Zayn dan Ratna lebih pantas masuk tempat sampah saja
Nadja 🎀
betul naomi
Eka
ayoo juneo cepat lamar naomi ke ayahnya
W I 2 K
g usah lama² babang Juni... nanti keburu Juli loh... 🤣🤣
sunaryati jarum
Cepat nikahnya Junie dan Naomi. Karma dibayar tunai ya, keluarga Dokter Hartanto, karena satu nama," Anggun' perilakunya tidak sesuai namanya
Ariany Sudjana
mampus kalian semua, keluarga kalian hancur dan terima saja konsekuensinya 😂😂🤣🤣 dan menantu kesayangan kamu sudah mengkhianati kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!