NovelToon NovelToon
Dua Kehidupan Suamiku

Dua Kehidupan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Konflik etika
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Me Tha

​Rania, seorang dokter spesialis bedah yang logis dan tenang, merasa hidupnya adalah definisi kebahagiaan. Suaminya, Damar, adalah kontraktor sukses yang penyayang. Namun, kesempurnaan itu runtuh saat Damar hilang tanpa jejak. Polisi menyerah, namun insting Rania sebagai istri dan dokter mengatakan ada yang tidak beres.

​Penyelidikan mandiri membawanya ke sebuah ruang bawah tanah di kantor lama Damar. Di sana, ia menemukan koleksi gaun, wig, dan alat rias.

Apa yang terjadi pada Damar ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Bayang Masa Lalu

​Waktu berjalan tanpa pernah menunggu kesiapan hati manusia. Hari berganti minggu, dan minggu pun melebur menjadi bulan. Setelah kepulangan dari perjalanan singkat ke Semarang yang penuh dengan pergolakan batin yang tersembunyi, Rania mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Ia memilih untuk menutup rapat-rapat kotak masa lalunya, mengunci rapat kenangan tentang Damar, dan mengalihkan seluruh sisa energi serta detak jantungnya hanya untuk dua hal: janin di dalam rahimnya dan pasien-pasien di Klinik Cahaya Ibu.

​Rania menyadari bahwa terus-menerus meratapi kehilangan dan mempertanyakan keberadaan pria yang telah mencampakkannya hanya akan memberi racun bagi tumbuh kembang bayinya. Maka, dengan keteguhan hati seorang ibu, ia mulai menata rutinitasnya dengan sangat disiplin.

Setiap pagi setelah menunaikan ibadah subuh, Rania meluangkan waktu untuk berjalan-jalan kecil tanpa alas kaki di atas rumput halaman belakang rumah joglo yang masih basah oleh embun. Sambil menghirup udara Kendal yang masih bersih, tangannya tidak pernah lepas mengusap perutnya yang kian hari kian membuncit, membisikkan kata-kata penguatan untuk malaikat kecil yang sedang tumbuh di dalam sana.

​Memasuki usia kehamilan trimester kedua hingga menjelang akhir trimester ketiga, kesibukan Rania di klinik justru semakin menggila. Nama Dokter Rania kini telah harum tidak hanya di Desa Kendal, tetapi juga merambah hingga ke beberapa desa tetangga di pinggiran perbukitan. Pendekatannya yang sabar, penjelasannya yang mudah dimengerti, serta ketulusannya yang tidak pernah membeda-bedakan pasien membuat Klinik Cahaya Ibu selalu dipenuhi antrean sejak fajar menyingsing.

​Rutinitas yang Menyita Waktu dan Pikiran

​"Dokter Rania, ini berkas pasien untuk posyandu lansia nanti sore sudah saya rapikan nggih," ujar perawat Santi, meletakkan sekeranjang dokumen di sudut meja periksa.

​Rania yang sedang memeriksa tekanan darah seorang ibu hamil paruh baya, mendongak dan tersenyum hangat. "Ya, Santi. Terima kasih banyak. Tolong siapkan juga vitamin tambahan dan suplemen zat besi, ya. Sepertinya bulan ini banyak ibu hamil di desa sebelah yang mengalami anemia ringan."

​Kesibukan seperti inilah yang menjadi penyelamat bagi kesehatan mental Rania. Jadwalnya tersusun begitu padat. Pukul delapan pagi ia sudah bersiap di ruang periksa, melayani puluhan pasien hingga jam istirahat siang. Sore harinya, ia sering kali harus turun langsung mengadakan penyuluhan kesehatan bagi ibu-ibu PKK atau memantau perkembangan gizi balita di balai desa. Rasa lelah fisik yang menderanya setiap hari justru menjadi obat tidur paling mujarab, membuatnya langsung terlelap begitu menyentuh kasur, tanpa memberikan celah sedikit pun bagi bayang-bayang Damar untuk menyusup ke dalam mimpinya.

​Rasa sakit hati yang dulu begitu mengoyak dadanya, perlahan-lahan mengikis, menipis, dan akhirnya mengendap di dasar hati menjadi sebuah mati rasa yang damai. Kehadiran Damar dalam pikirannya kini tak lebih dari sekadar nama asing di masa lalu. Rania hampir sepenuhnya melupakan rasa perih dari pengkhianatan itu. Baginya, Damar yang dulu ia cintai telah benar-benar lenyap, persis seperti tebakan harfiahnya atas mimpi buruk di Semarang sembilan bulan lalu. Fokus hidupnya kini telah bergeser seutuhnya. Ia bukan lagi seorang istri yang meratapi kepergian suami, melainkan seorang dokter yang dihormati dan seorang ibu yang sedang menanti mukjizat kehidupan.

​Kasih Sayang yang Melimpah di Rumah Joglo

​Di dalam rumah joglo, atmosfer kehangatan tidak pernah memudar. Ibu Lastri dan Bapak Suprapto memperlakukan Rania dengan penjagaan yang luar biasa ketat namun penuh kasih sayang, terutama saat perut Rania sudah membesar layaknya sebuah semangka besar. Ibu Lastri menjadi orang paling cerewet urusan gizi menantunya. Setiap hari, dapur rumah joglo selalu mengepulkan aroma sup ayam kampung, rebusan kacang hijau, hingga jus buah segar yang wajib dihabiskan oleh Rania.

​"Ayo, Nduk, dihabiskan susunya. Ini sudah bulan kesembilan, kamu harus punya tenaga ekstra untuk persalinan nanti," ujar Ibu Lastri suatu sore, meletakkan segelas susu khusus ibu hamil di meja teras tempat Rania sedang bersantai setelah seharian di klinik.

​Rania tersenyum manis, memandangi wajah ibu mertuanya yang kini tampak jauh lebih bahagia dan tenang. "Nggih, Bu. Matur nuwun. Ibu tidak perlu repot-repot setiap sore membuatkan ini, Rania bisa ambil sendiri."

​"Huss, tidak boleh. Bumil tua tidak boleh banyak naik-turun tangga atau mengangkat yang berat-berat. Biar Ibu sama Bi Inah yang urus dapur. Tugasmu itu cuma jaga kesehatan dan pikiran agar tetap senang," sahut Ibu Lastri sambil mengusap lembut perut Rania. "Aduh, cucu Utami di dalam kok aktif sekali ini, jam segini sudah tendang-tendang."

​Bapak Suprapto yang sedang membersihkan burung perkututnya di halaman depan, sesekali menoleh ke arah teras dengan senyum tipis yang sarat akan rasa syukur. Kehadiran calon cucu ini telah memulihkan separuh jiwa kedua orang tua itu dari rasa malu dan luka akibat perbuatan Damar. Mereka telah sepenuhnya menganggap Rania sebagai anak kandung mereka sendiri, melupakan fakta bahwa ikatan mereka dulunya terjalin karena seorang pria bernama Damar yang kini entah berwujud apa di luar sana.

​Dukungan Jarak Jauh dari Sang Sahabat

​Bagaimana dengan Aris? Pria itu terbukti memegang teguh janjinya. Meski terpisah jarak Jakarta–Kendal karena tanggung jawab pekerjaannya yang tidak bisa ditinggalkan, Aris tidak pernah absen memantau kondisi Rania. Hampir setiap dua hari sekali, di sela-sela jam istirahatnya, ponsel Rania akan bergetar menampilkan nama Aris di layar.

​Mereka tidak lagi membahas tentang pencarian Damar ataupun misteri yang tertinggal di Semarang. Percakapan mereka telah beralih menjadi hal-hal yang jauh lebih ringan dan menyenangkan. Aris sering kali mengirimkan paket-paket besar berisi perlengkapan bayi terbaru, mainan edukatif untuk anak usia nol bulan, hingga baju-baju menyusui untuk Rania yang ia pesan secara daring.

​"Ris, ini paket dari Jakarta datang lagi. Kamar bayi yang di sebelah kamarku sudah penuh dengan barang-barang darimu," protes Rania sambil tertawa kecil saat melakukan panggilan video dengan Aris suatu malam.

​Di layar ponsel, Aris tampak terkekeh sambil melonggarkan dasinya di ruang kerja. "Hahaha, tidak apa-apa, Ran. Itu namanya investasi masa depan untuk keponakan kesayanganku. Lagipula, aku tidak mau kalah start dari para kader posyandumu di Kendal yang pasti sudah menyiapkan banyak hadiah rajutan."

​Tawa Rania berderai, sebuah tawa lepas tanpa beban yang membuat Aris di seberang telepon merasa perjuangannya menjaga rahasia besar tentang 'Dara' selama sembilan bulan ini tidak sia-sia. Aris sengaja menyimpan rapat-rapat semua perkembangan investigasinya tentang Mario dan Dara di Semarang. Ia sengaja membiarkan Rania hidup dalam dunianya yang tenang dan bersih di Kendal, menjauhkan wanita itu dari kenyataan batin yang bisa merusak kehamilannya.

​Detik-Detik Menuju Persalinan

​Kini, penanggalan di dinding kamar Rania telah menunjukkan pertengahan bulan Mei tahun 2026. Sembilan purnama telah genap dilalui dengan ketabahan. Tubuh Rania kini terasa jauh lebih berat; langkah kakinya sudah sepenuhnya membebek, dan jemari tangannya terkadang membengkak akibat retensi air khas ibu hamil tua.

​Kandungan Rania telah masuk ke usia sembilan bulan, minggu ketiga puluh delapan. Secara medis, janin di dalam rahimnya sudah matang sempurna dan siap untuk melihat dunia kapan saja. Tas besar berisi kain jarik, baju bayi, gurita, dan perlengkapan bersalin sudah tertata rapi di dekat pintu kamar, siap diangkut jika sewaktu-waktu tanda-taman persalinan itu tiba.

​Aktivitas Rania di klinik pun mulai ia batasi atas desakan Bapak Suprapto dan Ibu Lastri. Ia tidak lagi memeriksa pasien hingga larut sore; posisinya di ruang periksa mulai didelegasikan kepada dokter pengganti dari puskesmas kecamatan yang sengaja disewa untuk menggantikannya selama masa cuti melahirkan. Rania kini lebih banyak duduk di meja pendaftaran, memeriksa berkas administrasi, atau sekadar memberikan konsultasi ringan bagi para ibu muda.

​Sore itu, angin pegunungan bertiup lembut menggoyang dedaunan pohon mangga di halaman klinik. Rania duduk di kursi kayunya, menyandarkan punggungnya yang terasa pegal luar biasa pada bantal empuk. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang polos tanpa cincin pernikahan—cincin yang sudah lama ia simpan di dasar laci terdalam.

​Tidak ada lagi air mata. Tidak ada lagi rasa sesak yang menghimpit dada setiap kali malam tiba. Jiwa Rania telah bertransformasi menjadi sebuah benteng yang kokoh demi anak yang dikandungnya. Di dalam hatinya, ia telah mengubur dalam-dalam sosok suaminya. Bagi Rania, hidupnya yang baru akan segera dimulai bersama tangisan pertama bayinya yang sebentar lagi akan memecah kesunyian rumah joglo Kendal. Ia merasa sangat siap, sangat tenang, dan sepenuhnya fokus pada detik-detik kelahiran tanpa pernah menyadari bahwa di luar sana, roda takdir tersembunyi yang melibatkan dirinya, Aris, Mario, dan sosok 'Dara' di Semarang sedang bersiap berputar menuju babak baru yang tak terduga.

1
Devi Novita
damar sinting 🤭 dara edan siap siap menanti prahara badai yg dahsyat
Dian Yuliana
bener bener sakit jiwa si dara ma Mario
Tamirah
Kenap kamu menyematkan nama Damar anakmu, dia sdh meninggal kan mu dgn tidak hormat dan kamu tdk menghargai ketulusan Aris yg selalu membantumu.Kalau aku jadi kamu aku tinggalkan Kinara,gak tahu berterima kasih.
Tamirah
Jadikan Aris sebagai ayah anakmu tentu saja dgn menikahi Aris gak usah berharap Damar lagi.
Tamirah
Sungguh menyesakkan dada, bertemu suami sudah berubah wujud dan sang istri langsung shock hingga ketuban pecah.Setelah berubah wujud sesal pun tak guna,apa Damar mau operasi kelamin lagi untuk kembali jadi laki laki ha..ha.. impossible.
Tamirah
Aris jangan dibongkar Damar berubah kelamin , biarkan sampai Rania melahirkan dulu baru cerita kan yg sesungguhnya bahkan bila perlu orang tua Damar hrs tahu.
Tamirah
Seharus nya apa yg sdh diciptakan Allah mulai dari lahir disyukuri bukan dirubah dari kodratnya.
Tamirah
Penasaran aja gimana kalau Damar bertemu dgn istri nya dan berhadapan langsung dgn anaknya tentu seru banget.
Tamirah
Apa gak ada perasaan menyesal dan berdosa dikala melihat istri nya buncit karena hamil oleh burungmu, lalu kelamin mu berubah spt punya istri mu.Dan juga Bagaimana bila suatu saat kamu ketemu putramu dikala kamu selaku ayah sdh berubah jadi wanita,mau panggil apa anakmu.cerita ini menghibur dan juga menakutkan dan cukup hanya di dunia halu saja Thor.
Dian Yuliana
harus nya Aris membuka kenyataan tentang damar
Dian Yuliana
terimakasih sudah update
Halwah 4g: maafkan yg telat lama GK up...sibuk dunia nyata
total 1 replies
Tamirah
Damar gak perlu kamu tunggu walau ada anak diantara kalian.Gimana Kalau Damar sdh operasi kelamin apa gak menjijikkan.
Tamirah
Seorang pimpinan yg terhormat punya kelainan yg memalukan.
Tamirah
Baik Aris maupun Damar sama sama gak normal.yg satu pingin ganti jender dr laki laki pingine jadi perempuan padahal istri nya hamil karena cairan luknut nya . kalau pingin jadi perempuan tentu operasi kelamin.kok bisa punya hasrat pada istrinya kalau dia pingin jadi perempuan' gak masuk akal.yg satu lagi terlalu memuja istri nya Damar sampai gak minat untuk nikah Karena terlalu cinta.yah namanya cerita halu suka suka author nya mau dibawa kemana cerita ini.
Halwah 4g: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dian Yuliana
bukan nya bab awal awal damar anak angkat ya kok bab bab akhir jadi anak kandung ibu BPK nya
Halwah 4g: 🤣 typo berrti othor nya ngantuk sambil ngetik...
total 1 replies
baca is my me time
ceritanya bagus, heran yg baca baru sedikit.
Halwah 4g: bantu ramaikan ka 🤭
total 1 replies
Dian Yuliana
alat kelamin pria yang dibuang gak akan bisa kembali nyesel banget pasti
Halwah 4g: nyesel sllu d ending ka
total 1 replies
Dian Yuliana
udah lah Rania ma Aris aja
Dian Yuliana
karya yang jarang author 2 up tentang ganti gender
Dian Yuliana
belum apa apa udah nyesel duluan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!