NovelToon NovelToon
Tumbal Di Akar Randu

Tumbal Di Akar Randu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang wanita bernama Nirmala harus kembali ke desa terpencil tempat kakeknya tinggal setelah menerima surat misterius. Di desa itu, ada mitos tentang "Wewe Putih", sosok yang konon mencuri anak-anak, namun hanya anak yang "dilupakan" oleh keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Pagi itu, cakrawala di atas pinggiran Yogyakarta seolah dicuci bersih oleh hujan semalam, menyisakan langit biru porselen yang sangat jernih. Di halaman belakang rumah kayu mereka, alam seakan ikut bersolek. Tidak ada dekorasi mewah dari hotel berbintang, namun jalinan janur kuning yang melengkung cantik di gerbang kayu dan hamparan kelopak melati yang memenuhi tanah menciptakan atmosfer yang jauh lebih megah dari apa pun. Wangi bunga melati itu meruap kuat, bertarung lembut dengan aroma tanah basah dan kayu jati tua yang menjadi saksi bisu hari bersejarah ini.

​Nirmala duduk terpaku di depan cermin kayu yang permukaannya sudah sedikit buram dimakan usia. Ia mengenakan kebaya kutubaru putih bersih dengan potongan klasik yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Ronce melati menjuntai dari sanggulnya yang rapi, mengeluarkan aroma penenang yang membuat degup jantungnya sedikit melambat. Riasannya sangat tipis, karena sesungguhnya Nirmala tidak butuh banyak warna buatan. Aura Healer-nya yang kini telah stabil membuat wajahnya seolah memancarkan cahaya rembulan, ada kesejukan yang berpendar dari kulitnya, membuat siapa pun yang memandangnya merasa damai seolah baru saja meminum air telaga yang jernih.

​"Nduk, kamu bukan lagi gadis yang di bawa Arka dari kutukan di hutan dulu." bisik Ibu Lastri dengan suara serak. Jemari tuanya yang gemetar membetulkan letak kain jarik bermotif Sido Mulyo yang dikenakan Nirmala. Air mata mulai menggenang di sudut mata beliau. "Hari ini, Ibu menyerahkanmu pada Arka. Jagalah dia, sebagaimana dia telah mempertaruhkan nyawa untuk menjagamu."

​Nirmala tidak menjawab lewat kata-kata. Ia menggenggam tangan Ibu Lastri, dan lewat kepekaannya, ia mengirimkan gelombang kehangatan yang instan. Ia merasakan segala kecemasan di hati ibunya luruh, berganti dengan rasa bangga yang luar biasa. "Terima kasih sudah menjadi rumah bagiku Bu. Tanpamu, aku hanyalah kayu yang hanyut." bisik Nirmala lembut.

​Di luar, Arka berdiri tegak mengenakan beskap berwarna putih tulang dengan kain jarik yang senada dengan milik Nirmala. Keris dengan hiasan ronce melati terselip di pinggang belakangnya, melambangkan kewibawaan seorang laki-laki yang siap menjadi pelindung. Wajahnya terlihat tenang, namun bagi yang mengenal Arka, ada ketegangan yang sangat manusiawi di sana.

​Namun, mata Arka tidak hanya tertuju pada penghulu atau para tetangga yang mulai memenuhi kursi-kursi kayu di bawah tenda kain putih. Matanya terus bergerak ke sekeliling halaman. Ia melihat barisan sosok berpakaian adat kuno, para leluhur desa dan penjaga tanah itu berdiri rapi di perbatasan antara sawah dan halaman, memberikan penghormatan dalam keheningan yang agung. Arka bahkan melihat ketiga arwah anak kecil yang pernah mereka selamatkan, mereka duduk berjejer di dahan pohon mangga, mengenakan pakaian yang rapi dan melambaikan tangan dengan wajah penuh sukacita.

​Namun, jantung Arka hampir berhenti berdetak ketika ia melihat dua sosok bercahaya berdiri tepat di sisi kursi pengantin wanita yang masih kosong. Mereka adalah seorang pria dan wanita dengan gurat wajah yang sangat mirip dengan Nirmala. Sosok itu tidak bicara, namun binar di mata mereka memancarkan restu yang sangat dalam.

​"Nir, mereka di sini. Ayah dan ibumu benar-benar hadir untukmu." batin Arka, yakin bahwa ikatan batin Nirmala pasti bisa merasakannya.

​Prosesi dimulai dengan langkah pelan Nirmala yang diiringi oleh Ibu Lastri menuju meja akad. Suasana yang tadinya riuh oleh bisikan tetangga seketika menjadi hening yang sakral. Ketika Nirmala duduk di samping Arka, terjadi sebuah pergeseran energi yang sangat kuat. Arka menarik napas panjang, menatap tangan Aki yang kini menjadi saksi, dan tangan penghulu yang sudah siap menjabatnya.

​"Saya terima nikah dan kawinnya Nirmala binti... untuk diri saya sendiri, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

​Suara Arka menggelegar, mantap tanpa ragu, seolah ia sedang meneriakkan sumpahnya pada seluruh alam semesta.

​"SAH!"

​Tepat saat kata "Sah" diteriakkan oleh para saksi, sebuah fenomena luar biasa terjadi yang membuat para tetangga terkesiap. Angin kencang tiba-tiba berembus entah dari mana, menggoyang dedaunan pohon beringin di kejauhan dengan suara seperti tepuk tangan alam. Angin itu tidak dingin ia terasa hangat, membawa aroma melati yang begitu pekat hingga memenuhi setiap paru-paru orang yang hadir.

​Bagi Nirmala, momen itu terasa seperti ledakan cahaya putih di dalam dadanya. Energinya yang meluap karena rasa bahagia yang tak terbendung tidak lagi bisa ia kontrol. Sebuah gelombang energi putih jernih memancar dari titik di mana tangan Arka dan Nirmala bersentuhan, menyapu seluruh halaman rumah, merambat melewati pematang sawah, hingga menjangkau seluruh pelosok desa.

​Tanpa disadari oleh warga desa, penyakit ringan yang mereka idap mendadak hilang. Pegal di punggung para sesepuh menguap, dan rasa cemas yang menghimpit batin beberapa orang tua seketika digantikan oleh rasa damai yang tak bisa dijelaskan. Pernikahan ini, tanpa mereka sadari, telah menjadi ritual pembersihan massal yang paling murni.

​Acara berlanjut dengan ramah tamah yang hangat. Masakan Ibu Lastri opor ayam, sambal goreng krecek, dan ayam ingkung, disajikan di atas piring-piring gerabah. Menariknya, setiap tamu yang mencicipi makanan itu merasa seolah-olah mereka sedang menyantap hidangan yang paling lezat seumur hidup mereka.

​"Lho, Bu Lastri ini bumbunya pakai apa? Kok rasanya sampai ke hati?" tanya seorang tetangga sambil menyeka air mata haru karena merasa begitu bahagia setelah makan.

​Nirmala dan Arka hanya saling berpandangan dan tersenyum simpul. Mereka tahu bahwa kebahagiaan mereka telah "menyusup" ke dalam segala hal di rumah itu, termasuk ke dalam rasa makanan yang disajikan.

​"Kau memberikan 'obat' lagi pada mereka lewat pesta ini Nir" bisik Arka sambil menggenggam tangan istrinya di bawah meja.

​"Aku hanya tidak ingin kebahagiaan ini aku simpan sendiri Mas Arka." sahut Nirmala, sebutan 'Mas' itu terdengar begitu manis dan baru di telinga Arka.

​Namun, di tengah tawa riuh dan doa-doa tulus, mata Arka menangkap sebuah anomali di kejauhan. Di balik rumpun bambu yang gelap di pinggir sawah, jauh dari jangkauan cahaya lampu pesta, berdiri sesosok wanita berpakaian serba hitam. Sosok itu tidak bergerak sedikit pun, kontras dengan keriuhan di depannya.

​Arka menyipitkan mata, dan hatinya mendingin saat mengenali sosok itu: Saraswati.

​Wanita itu tidak membawa senjata gaib, namun di tangannya ia memegang sebuah kelopak bunga kamboja yang sudah menghitam dan busuk. Saraswati memberikan senyum tipis, sebuah senyum yang tidak mengandung kehangatan, melainkan janji akan badai yang lebih besar. Ia menjatuhkan kelopak hitam itu ke lumpur sawah, lalu tubuhnya perlahan memudar dan menghilang seperti asap yang ditelan kegelapan malam.

​Arka mempererat genggamannya pada tangan Nirmala. Ia sadar, pesta ini adalah penutup dari penderitaan masa lalu mereka, sekaligus lonceng pembuka bagi perang yang sebenarnya. Saraswati telah memberikan tanda ia tidak akan pernah membiarkan sang Tangan dan sang Mata hidup dalam tenang.

​"Mas Arka? Ada apa? Wajahmu mendadak tegang." tanya Nirmala, menyadari perubahan aura suaminya.

​Arka menatap mata Nirmala yang kini telah sah menjadi bagian dari napasnya. Ia memutuskan untuk tidak merusak kebahagiaan malam ini. "Tidak ada apa-apa, Istriku. Hanya angin malam yang sedikit kencang. Ayo, Aki sudah menunggu kita untuk prosesi potong tumpeng."

​Arka dan Nirmala yang berjalan beriringan menuju keluarga mereka di bawah sinar bulan purnama yang bersinar sangat benderang. Cahaya itu seolah menjadi segel bahwa mulai malam ini, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan mereka.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo tangkap tikus kantornya, kita hajar ramai²
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku ngiri sama mereka/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo semangat dan jangan sampai kalian kenapa-napa/Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Terkutuk kau Saras, menganggu malam pertama orang lain🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
cielahhhh udahhh "istrikuuuuu" banget... selamat Arka Nirmala
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othornya tega amat sih, masa pengantin baru disuruh War🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Tetep aja lho/Right Bah!/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Itu si Saras gada kerjaan banget sih/Curse/ masa orang lagi MP dia ngintip/Hammer/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh teganya kalian, kok aku gak diundang/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nir, bisa gak kamu datang ketempatku. Aku mau sembuh dari luka lama yg sampai saat ini, tidak menemukan penutupnya/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Lanjutlah, lebih seru aksi kalian melawan Saraswati😁
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kasus baru, aku suka ini..
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Akhirnya tantangan lagi
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Terhura aku🤧 ini baru benar lamaran, gak kek yg onoh🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: hiakkkk ini juga sama aja😭 masih di ingat ingat🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ah akhirnyaaa, lamaran yang romantis. Tapi momen lamaran ini jadi ingat cowok raksasa yang ngelamar bermodal kuali dan sawi itu🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nanti ku buatkan karya karya shura yg lain aja yaa/Facepalm//Facepalm/ nanti up karya baru aku/Slight//Slight/
total 9 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ughhh terhuraaaa🥺🥺
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
deg deg serrrrrrr🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
angel angel Nirmala wes kacau pikirane kok🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wet randu, yang menghasilkan kapok buat kasur kan🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
siapa wanita pinjaman itu?
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
So sweet🥰
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Aku mau nganan aja deh🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!