Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Damkar vs Netizen
"Kal... Kalandra!" Seru Wildan sambil berlari menghampiri Kalandra.
"Ngapa, Wil? Ada kebakaran?" Tanya Kalandra. Pria tampan itu segera berdiri dari kursinya dan melihat ke luar ruangannya.
"Enggak, bukan itu." Jawab Wildan. Kalandra pun mendengus kemudian kembali duduk dan mengerjakan laporan.
"Bikin kaget aja. Terus apa?" Tanya Kalandra.
"Ini, lihat deh, konten yang aku upload kemarin, yang ada kamu. Lihat, Kal, FYP loh ini." Girang Wildan.
"Padahal aku udah buat banyak konten sebelumnya dan gak pernah FYP. Tapi pas ada kamu, langsung FYP. Padahal kamu cuma noleh sebentar aja." Kata Wildan yang sangat antusias.
Sementara Kalandra terlihat biasa saja malah cenderung cuek. Ia hanya melihat sekilas views yang di tampilkan kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya.
"Kal, kita live, ya? Mumpung lagi santai nih." Ajak Wildan.
"Ya kamu yang santai. Aku sih lagi kerja." Jawab Kalandra tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kal... Ayolah, Kal. Kita live bikin tanya jawab seputar Pemadam Kebakaran. Kan banyak masyarakat yang belum tau, kalo Damkar itu bukan cuma madamin api aja." Bujuk Wildan namun tak mendapat respon dari Kalandra.
"Kal... Ayolah, please." Pinta Wildan.
"Yaudah, tapi jangan banyak ganggu aku." Jawab Kalandra pada akhirnya.
"Yess!" Girang Wildan yang kemudian menyiapkan tripod dan poselnya untuk melakuan siaran langsung di tok - tok.
Wildan pun memulai siaran langsung mereka. Ia yang memang ekstrovert dan suka bicara itu, mulai berinteraksi dengan para penonton yang mulai masuk ke livenya.
"Yes! Kali ini aku lagi sama salah satu anggota yang cukup terkenal di kalangan Damkar. Ini dia, Kalandra." Kata Wildan sembari menunjukkan keberadaan Kalandra di sampingnya. Kalandra sendiri masih tetap sibuk dengan pekerjaannya, ia sama sekali tak menoleh ke arah kamera Wildan.
Melihat keberadaan Kalandra, komentar pada siaran langsung Wildan pun terus bermunculan. Tak hanya itu, penontonnya pun langsung naik dengan cepat, seolah keberadaan Kalandra ini adalah magnet penarik masyarakat.
"Makin rame nih, Kal. Sapa temen - temen kita yang lagi nonton dong." Pinta Wildan.
Kalandra pun menoleh sebentar ke arah kamera. Meskipun dalam keadaan sibuk dan lelah, hal itu sama sekali tak mengurangi ketampanan Kalandra, terlebih Wildan memakai filter hingga membuat Kalandra semakin terlihat tanpan di kamera.
"Sapa!" Kata Kalandra yang kemudian mengalihkan pandangannya lagi dari layar ponsel Wildan. Sementara Wildan terbahak - bahak mendengar ucapan Kalandra.
"Njir! cuma gitu doang?" Tanya Wildan di sela tawanya.
"Katanya suruh sapa? Udah aku sapa." Jawab Kalandra dengan cuek hingga membuat tawa Wildan semakin pecah.
Berbagai komentar pun kembali muncul di layar ponsel Wildan. Kebanyakan dari mereka menebak - nebak sifat Kalandra yang terlihat sangat cuek itu. Wildan kemudian memulai sesi tanya jawab seputar Damkar. Komentar dari Netizen pun semakin meledak. Banyak mereka yang mengirimkan pertanyaan seputar Damkar yang di bacakan langsung oleh Wilda,n.
"Kal, ada yang nanya, rumah kamu dimana?" Kata Kalandra.
"Aku gak punya rumah." Jawab Kalandra yang membuat Wildan terkikik.
"Dia memang gak punya rumah. Dia tinggalnya di Apartemen." Kata Wildan.
"Kal, ada yang nanya. Gimana caranya biar kamu bisa dateng ke rumah dia?" Kata Wildan.
"Gampang, bakar aja rumahnya." Jawab Kalandra yang kembali membuat Wildan terbahak - bahak.
"Damkar bisa nolongin mobil yang mogok gak sih?" Tanya seorang netizen yang kembali di bacakan oleh Wildan.
"Gimana ini, Pak Kapten?" Tanya Wildan pada Kalandra kemudian.
"Gak bisa ya, karena gak masuk dalam tupoksi Damkar. Tapi, bisa aja sih, kalo mau di tolongin. Mobilnya yang mogok di bakar dulu." Jawab Kalandra.
Sedari tadi Kalandra terus menjawab pertanyaan - pertanyaan netizen dengan jawaban savage nya. Hal itu tentu saja mengundang tawa para netizen yang sedang menonton siaran langsung di akun Wildan.
Wildan pun kembali membacakan pertanyaan - pertanyaan lain yang muncul di komentar. Ia membaca pertanyaan itu secara acak tentunya. Sesekali juga ia menjawab jika itu pertanyaan yang 'waras'. Jika ada pertanyaan yang nyeleneh, maka Wildan akan langsung melemparkan pertanyaan itu pada Kalandra.
"Ah! Damkar kalau dateng selalu telat." Komentar salah satu Netizen.
Tak seperti tadi yang tetap fokus pada pekerjaannya, kali ini Kalandra langsung melihat ke arah kamera ponsel Wildan saat rekannya itu selesai membaca komentar dari salah satu Netizen.
"Mohon maaf, Kak. Saya Petugas Damkar, bukan peramal yang bisa tau kapan dan dimana kebakaran itu terjadi. Jelas aja kami datangnya terlambat, kami datang setelah api membesar, karena warga juga laporan ke kami setelah api membesar." Jawab Kalandra.
"Bisa deh, kalo misal mau kami gak terlambat. Kita janjian aja, kirim alamatnya ke kami. Kita janjian di lokasi, situ bawa bensin sama korek, saya bawa air." Imbuh Kalandra yang kembali membuat Wildan terpingkal - pingkal.
Ruangan yang tak begitu besar itu, sedari tadi penuh dengan tawa terbahak - bahak Wildan yang tak menyangka jika Kalandra akan menjawab pertanyaan atau komentar Netizen semudah itu.
"Saya pernah lapor ke Damkar karena rumah saya kemasukan ular, tapi ternyata petugasnya gak bisa nemuin ularnya, kan percuma, ya. Jadi was - was takut kalo di rumah ada ular." Kata salah seorang netizen yang kembali di bacakan oleh Wildan.
Kalandra pun kembali melirik ke arah layar ponsel Wildan karena merasa gemas dengan komentar - komentar dan pertanyaan yang semakin absurd.
"Kakak, save nomor Markas Damkar, ya. Terus, kalo lihat ularnya nya subuh, jangan lapornya ashar. Ularkan bergerak, Kak, kalau selama itu, dia pasti udah pergi atau bergeser ke tempat lain. Dia juga punya kegiatan kalik, gak cuma rebahan sambil scroll hape aja." Sahut Kalandra.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Kalandra pun kemudian duduk di samping Wildan dan ikut membaca pertanyaan dan komentar Netizen karena merasa gemas sedari tadi terus di lempar pertanyaan dan juga komentar yang menggelitik.
"Kal.. Kal... Baca deh ini." Kata Wildan yang terkekeh sambil menunjuk salah satu komentar Netizen.
"Kak, gimana caranya masuk Damkar?" Begitulah pertanyaan yang di baca olehKalandra.
"Oh, gampang. Tinggal masuk aja lewat depan. Kalau udah ngelewatin gerbang, tandanya kamu udah masuk." Jawab Kalandra yang membuat Wildan kembali menyemburkan tawa.
"Petugas Damkar ada takutnya gak sih?" Tanya salah seorang netizen.
"Ya Petugas Damkar juga manusia, Kak, pasti ada takutnya. Cuma bedanya kita kami sok kuat aja." Jawab Wildan sambil terkekeh.
Tak terasa, sudah hampir dua jam mereka berdua meladeni pertanyaan - pertanyaan Netizen di siaran langsung. Saat hendak menyudahi siaran langsung, Kalandra menangkap satu pertanyaan lagi dari Netizen yang membuanya tiba - tiba tersenyum.
"Gimana caranya jadi istri Anggota Damkar?" Tanya salah seorang Netizen.
"Gampang, Dek, At NainaShabilla." Jawab Kalandra yang juga menyebutkan nama akun si penanya.
"Besok Abang jemput, kita langsung ke KUA, ya." Jawab Kalandra.
Jawaban Kalandra yang satu itu tentu langsung di serbu komentar Netizen lain. Namun, akun yang di sebutkan oleh Kalandra itu hanya membalas jawaban dari Kalandra dengan emot tertawa.