NovelToon NovelToon
Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Benny, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

“Syaf, aku bisa bantu kamu mengganti uangnya.” Khale mengejar Syafira hingga ke rumahnya.

“Mengganti? Untuk apa aku harus mengganti? Lagi pula kamu siapa?” tegas Syafira.

Khale juga menawarkan bahwa ia akan memberikan apartemennya untuk tempat tinggal sang mantan istri dan anak-anaknya.

“Lupakan tawarannmu dan pergilah yang jauh. Aku lebih memilih penawaran Putra. Kamu sendiri ‘kan yang bilang aku mendekatinya demi bertahan hidup? Memang benar!” Tersenyum kecut, Syafira menutup pintu rumahnya begitu kencang.

Shock, Khale tak menyangka Syafira berubah pikiran hanya karena iming-iming fasilitas dari Putra.

Sementara itu siang harinya, 2 jam sebelum jadwal pulang sekolah, Ria meminta izin pada wali kelas untuk membawa pulang kembar karena ada urusan keluarga yang sangat mendesak.

“Kenapa Mbak, kita ‘kan belum waktunya pulang?” tanya Khanza penuh keingintahuan.

Meminta agar mereka menanyakan langsung pada bunda mereka nanti, Ria dengan hati-hati membawa motor saat membonceng kembar.

Hingga setibanya di rumah, Syafira yang sudah berkemas segera meminta Ria untuk membantunya.

“Bu, mau ke mana?” tanya Ria sedikit panik.

“Bunda, kita mau pergi, ya?” tanya Khanza mendongakkan kepalanya ke atas.

Tak menjawab, Syafira meminta bantuan Ria untuk mengganti baju kembar.

Dengan rasa penasaran, Ria hanya bisa menuruti perintah majikannya.

“Ria, maafkan saya harus pergi membawa kembar dari Jakarta. Kalau ada yang mencari kami, bilang saja kamu tak tahu ke mana kami pergi. Yang jelas, saya harus segera membawa kembar pergi dari sini,” ucap Syafira lirih.

Masih tak paham, Ria menanyakan apa maksud dari semua ini yang terjadi begitu tiba-tiba.

Menjelaskan singkat tentang ia yang tak mau bertemu dengan Putra maupun Khale, Syafira menceritakan terkait konsekuensi jika ia masih tinggal di Jakarta.

“Aku tidak mungkin bisa mengganti uang Putra, dia banyak sekali membantuku selama ini. Baru aku sadari dia selicik itu, berapa pun uang yang aku bayarkan nantinya tak akan pernah dianggapnya lunas. Sementara tabunganku hanya cukup untuk bertahan selama beberapa waktu saja. Aku juga tidak mungkin terus bekerja tanpa digaji di sini. Kehidupan kembar harus terus berjalan. Sedangkan aku juga tidak mau Khale kembali ke kehidupan kami, terlebih jika ia sampai nekat mengatakan bahwa ia lah ayah kandung dari kembar. Tak ada pilihan lain, aku harus kabur. Aku harap kamu bisa diajak bekerja sama,” jelas Syafira membuat Ria melongo.

Bak tersambar petir di siang bolong, Ria tentu telah kehilangan pekerjaannya dan hari ini adalah hari terakhir ia bisa melihat kembar. “Ta-tapi, Bu. Kalian mau pindah ke mana?”

“Kampung orang tuaku di luar kota, Ri. Aku ingin kembali ke sana. Aku masih saling berkontak dengan salah satu tetangga baikku dulu. Kebetulan dia lah yang membeli rumah orang tuaku. Dia mau menampung kami sementara waktu, sampai aku bisa cari kontrakan murah di sana dan kerja di sana. Jangan pernah bilang siapa-siapa ya, Ri. Dan aku harap kamu juga jangan pernah lagi berkeliaran di sekitar sini, aku takut Putra maupun Khale bisa menemukanmu dan memaksamu menjawab pertanyaan mereka,” tutur Syafira sembari memberikan sebuah amplop putih berisi gaji Ria bulan ini.

Menggenggam tangan Ria, Syafira memintanya untuk selalu menjaga amanahnya. “Janji, ya, Ri.”

Tak bisa menahan air mata atas perpisahan yang mendadak ini, Ria mengangguk pelan dan mereka pun berpelukan.

"Khanza, Khayra, sampai jumpa lagi, ya. Mbak Ria pasti akan rindu kalian," ujar Ria memeluk kembar satu per satu sembari membendung air matanya.

***

Selama perjalanan menuju terminal, Syafira tak menjawab pertanyaan kembar ke mana mereka akan pergi, hingga saat kini mereka telah berada dalam bis, Syafira baru membuka mulutnya, setelah celetukan Khanza tentang ayahnya.

"Kita mau ke makam ayah, ya, Bunda?"

"Tidak, sayang. Khanza, Khayra, dengarkan Bunda. Mulai sekarang, kita pindah rumah dan sekolah baru. Bunda mohon kalian tidak rewel dan protes. Kita akan kembali ke kampung kakek nenek dan menjalani kehidupan yang baru di sana," jelas Syafira tertekan.

Kembar yang tak tahu apa-apa, terus mempertanyakan mengapa mereka harus pindah ke rumah dan sekolah baru lagi. Raut wajah mereka pun terlihat lesu dan kecewa. Sedangkan Syafira terus membujuk mereka dan menguatkan dirinya sendiri.

"Tapi Bunda kasih tau Om 'kan kalau kita pindah? Karena hari Rabu, waktunya Om antar coklat," ujar Khanza setengah berharap.

Mengusap lembut kening anak lelakinya, Syafira menggeleng. Ia meminta anak-anaknya untuk tak lagi memikirkan Khale dan Putra, 2 pria yang mereka sama-sama sebut Om. Ia juga mengingatkan kedua anaknya untuk tak mengharapkan pemberian orang lain.

"Selamanya kita hanya bertiga. Bunda, Khanza, dan Khayra, tidak ada yang lain," tuturnya.

***

“Baik, Pak Putra, terima kasih,” ucap Karina sebelum mematikan teleponnya.

“Putra?” sambar Khale dari belakang.

Dengan raut wajah terkejut, Karina sibuk membenarkan rambutnya. "Kok kamu tiba-tiba ke toko, ada apa? Mau bertemua Aura atau aku?"

“Kamu kenal dengan Putra?” Dengan tatapan tajam Khale mendekatkan wajahnya menunggu jawaban.

Gelagapan, Karina menggeleng. Ia mengaku tengah melakukan panggilan telepon dengan pelanggan toko kuenya yang kebetulan juga bernama Putra.

Tak percaya, spontan Khale merebut ponsel Karina untuk melihat nomor pada panggilan terakhir, untuk mencocokkan apakah nomor Putra yang ada pada kontaknya adalah sama dengan nomor pada kontak di ponsel Karina.

Sesekali ia melirik penuh curiga ke arah wanita di hadapannya itu. Hingga beberapa detik kemudian ia mengembalikan ponsel Karina. Lega, mama Aura itu seketika menghembuskan nafasnya, setelah sekian detik jantungnya berdegup kencang.

...****************...

1
sunaryati jarum
Jangan luluh dulu,itu kesalahan terbesar Khale.Sudah istri kabur gara- gara dirinya nyamperin Karina,malah rajin mendatangkan bahkan membantunya.Jangan cepat luluh Syafira,biarkan dia benar - benar menyesal dan berjuang,selama perjuangan mendapatkan kamu mudah banget,bahkan masih bertemu dengan masih masih terus berhubungan dengan Karina,walau diakhir mencari bukti,Jangan terlalu mudah mendapatkan kamu walau akhirnya jika bersatu
sunaryati jarum
Semoga berhasil melawan Putra dan keluarganya serta dapat bukti pembakaran Gudang perusahaan Khale
cinta semu
,makin tegang dahhh...putra vs khale
JasmineA
kok udah end aja?
Happy Kids
ya benny ga salah. khale nya aja tuman. nyamperin tiap hari
Happy Kids
heleh tp uda ngapain aja sama karina 😅
Masitoh Masitoh
ya buka hatimu Syafira demi kembar
sunaryati jarum
Saatnya Putra dan keluarganya hancur , karena selama ini sudah menang dengan uang dan kekuasaan,tapi sekarang punya lawan yang tangguh, disertai fakta.Ayo Karina dan Helena keluarkan juga bukti kejahatan mereka.
sunaryati jarum
Jika kau menangani kasus Putra ,semakin hancur firma kamu Helena
sunaryati jarum
Berjuang untuk mendapatkan kepercayaan Syafira jika ingin rujuk ,Khale.
sunaryati jarum
Nah kehancuran Putra dan Karina otw , kutunggu.Kamu juga bodoh Khale jika kamu tidak langsung menemui Karina.Syafira tidak akan pergi.Itu kesalahan terbesarmu bahkan kau selalu disampingnya dan membantu membuatkan toko untuknya.
Eridha Dewi
buat ada cowok yg lebih segalanya dari khale
sunaryati jarum
Walau apa yang dilakukan Khale akhir - akhir hanya untuk mengorek dan memberikan kepercayaan Karina,namun perkataan di awal dan perlakumu yang langsung menemui Karina serta selalu menjalin hubungan layaknya kekasah selama Syafira pergi itu masih sulit memaafkan mu
sunaryati jarum
Terserahlah emak sedikit tahu Khale melakukan itu untuk mengetahui kelemahan Putra, dari bukti yang dimiliki Karina
penyukapink
tenang pemirsa, pegangan yg kuat, tarik nafas dalam2, harap tenang dulu yaaa🤣
Dewi Natasha
khale ini Bodoh atau apa ya..... gue klu jadi syafira jgk bakal ga mau sama laki2 kayak khale, bilangnya cinta sm istri tapi Masih aja meladeni mantannya..... Kase aja syafira sm damar, khale nya Bodoh amat.
Eridha Dewi
terlalu bertele tele menurutkan lebih baik hadirkan cowok yg lebih segalanya dari khale yg mencintai Syafira tanpa syarat
Happy Kids
ewh. ngomong ga ada hubungan tp slalu interaksi. bahkan pernah intim skali 😅 standar temen versi khale ini kaya gimana 🙏
sutiasih kasih
khale... km itu nmpel" mm si kmbar mulu... pdahal dlu saat kalian cerai... km pun mnikmati prhatian karina... bhkn km sll ada untuk karina dan anknya.... bhkn km pun mnikmati setiap kali kalian brcumbu...
dasar laki" emang buaya🙄🙄
sunaryati jarum
Dengan menangani Kasus putra dan Syafira merupakan awal meredupnya karirmu Helena
sutiasih kasih: sepertinya iya....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!